Belajar Banyak di Putaran Pertama

Putaran pertama Liga 1 U16 2018 telah berakhir, Minggu (14/10) kemarin lusa. Skuad Madura United U16 saat berada di posisi juru kunci klasemen dengan catatan meraih dua kali kemenangan dan satu kali hasil imbang dari 10 pertandingan yang dijalani. Menjalani kompetisi yang baru dijalankan tahun ini, para pemain Madura United U16 mengaku banyak mendapatkan pelajaran 10 pertandingan.

Mohammad Rizki, pemain kelahiran Pamekasan menceritakan bahwa kompetisi level nasional yang dia ikutinya tidak mudah seperti bayangannya saat mengikuti seleksi pertama kalinya di Madura United Academy lalu. Bahkan pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut mengaku jika selama mengikuti Kompetisi putaran pertama, sudah mulai memahami akan pentingnya organisasi permainan.

“Sangat beda dengan level kompetisi lokal dan regional. Saya merasakan betapa tenaga harus terkurang dari perjalanan, kemudian menyiapkan fisik secepatnya untuk bertanding sehari berikutnya. Tapi saya senang memiliki kesempatan sepeti ini,” ucap Rizky.

Diakuinya, dengan perjalanan selama 10 pertandingan yang telah dilakukan, dirinya mengaku masih membutuhkan banyak waktu guna memahami gaya permainan lawan di beberapa menit awal. Agar, tim lawan tidak bisa mengembangkan permainan.

"Iya mainnya kan beda-beda, pasti sulit buat tahu bagaimana cara lawan bermain. Jadi, saya tahu bahwa ini tidak mudah bermain di Nasional," kata Rizki.

"Saya akan belajar lagi dan terus belajar bagi karirku dan klub Madura United FC ini. Karena ini bukan hanya tentang Madura tapi perkembangan sepakbola bagi saya pribadi dan tentunya nama baik Madura nantinya," sambung Rizki.

Sedangkan, penjaga gawang Syariful Firdausi bercerita soal ilmu-ilmu baru yang didaptkan. Diakuinya, jajaran pelatih selama memberikan arahan yang terkadang tidak diberikan pada latihan.

Syaiful mencontohkan saat melakukan kesalahan. Pelatih penjaga gawang Bayu langsung memberikan arahan saat turun minum agar tidak kembali terjadi di babak kedua.

"Banyak sekali ilmu-ilmu sepakbola terutama bagi penjaga gawang. Saat saya melakukan kesalahan yang tidak pernah dipelajari dalam latihan langsung diiangatkan sama coach Bayu," tuturnya.

Diketahui, Nak-Kanak Sape Kerrab jalani kompetisi dengan hasil yang belum sempurna. Besutan Supriyanto itu batu mengumpulkan tujuh poin dari 10 pertandingan.***