Madura; Rumah Toleransi yang Sangat Nyaman

Madura United FC - Skuad Madura United buka-bukaan di momentum Hari Toleransi Internasional, Senin (16/11/2020). Itu terkait kekeluargaan antara pemain yang memiliki kepercayaan berbeda.

Seperti yang disampaikan Kapten Madura United Fachrudin W Aryanto, selama menempati Mes Madura United di Bangkalan, sering sekali berbaur dengan semua temannya; baik yang sama-sama memeluk agama Islam ataupun yang memiliki kepercayaan berbeda.

Pemilik nomor punggung 26 di Madura United itu mencontohkan ketika Bulan Ramadan. Pemain yang tidak berpuasa tidak makan dan mengganggu pemain yang tengah menahan lapar dan haus itu.

Kondisi saling menghargai satu sama lain itu, kata bek Tim Nasional (Timnas) Indonesia ini yang merawat keeratan kekeluargaan di tim berjuluk Laskar Sape Kerrab.

“Lihat saja saat kami beribadah. Puasa misalnya, tidak ada yang menggangu kami. Semuanya saling menghormati. Itu yang membuat kekeluargaan kami erat sampai sekarang,” ungkap Fachrudin.

Sementara itu, David Laly yang beragama Kriaten juga merasa nyaman berada di tim yang berbasis di Pulau Garam ini. Dia mengaku tidak menemukan perlakuan yang membedakan satu sama lain, terutama di bidang perbedaan agama.

Bahkan, pemain yang pernah merumput di Malaysia ini menceritakan pernah ditanya waktu bersembahyang ke Gereja saat hari Minggu masih belum berangkat.

“Kadang teman itu tanya nggak berangkat (ke gereja), padahal masih persiapan mau berangkat. Itu kepedulian mereka,” ujarnya.

David Laly yang gemar menciptakan lagu rohani juga mengaku mendapatkan dukungan luar biasa dari keluarga besar Madura United.***