Flashback - Curi Poin Dari Markas Persela

Madura United FC - Madura United hanya butuh satu poin untuk merangsek naik ke posisi tiga besar Liga 1 2018. Namun, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab harus melawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya Lamongan, Kamis (23/7/2018), tepat dua tahun yang lalu.

Guna memuluskan misinya, Pelatih Madura United Gomes de Oliviera saat itu menurunkan trio depan Engelberd Sani, Alberto de Paula, dan Bayu Gatra Sanggiawan. Mereka disokong oleh duet tengah Zah Rahan Krangar, Slamet Nurcahyo, dan Asep Berlian.

Tak mau kalah, tim tuan rumah juga menurunkan skuad andalannya, seperti Saddil Ramdani, Shohei Matsunaga, M. Fahmi, Wallace Costa, dan selanjutnya.

Kala itu, Madura United tertekan sejak menit awal. Akan tetapi, skuad Persela Lamongan tak kuasa menggetarkan jala gawang yang dikawal Satria Tama Hardianto.

Pada menit 12, lini belakang Madura United lengah. Alhasil, Fahmi dapat mencuri gol yang berawal dari tendangan pojok Guntur Triaji.

Namun, keunggulan tim asal Kota Soto itu tidak bertahan lama. 12 menit kemudian, tim tamu dapat menyamakan kedudukan melalui aksi Zah Rahan yang menerima umpan terobosan Beto de Paula. Hingga turun minum, skor imbang tidak berubah.

Memasuki babak kedua, kedua kesebelasan melakukan sejumlah perubahan. Tapi, skor 1-1 tetap menjadi hasil akhir.

Tambahan satu poin itu membuat posisi Madura United merangsek ke tiga besar dengan raihan 26 poin. Berbeda dengan Persela Lamongan yang tertahan di posisi sembilan dengan koleksi 24 poin.

Kata Slamet, laga tersebut menguji mental Madura United. Sebab, timnya tengah berada dalam tekanan pendukung Persela Lamongan. Ditambah lagi, kecolongan lebih awal di menit 12.

“Saya rasa mental yang menjadi pembeda waktu itu. Mental kami masih kuat yang bisa membuat hasil imbang. Sebelum pertandingan, sebenarnya komitmen kami menang, tapi itu sudah hasil bagus dengan satu poin,” ujarnya, Rabu (22/7/2020) pagi.***