Belajar Multiposisi di Elite Pro Academy Madura United

Madura United FC - Hadirnya Elite Pro Academy (EPA) Madura United memberikan angin segar terhadap talenta muda Madura untuk meniti karir sepak bola sejak dini. Ditambah lagi, EPA Madura United sudah ikut kompetisi domestik kelompok usia Indonesia di kasta tertinggi.

Kegembiraan itu juga yang dirasakan pemain asal Desa/Kecamatan Proppo, Pamekasan Moh. Zaky Jainurrahman. Dia merasa, dirinya punya harapan untuk menuju pemain sepak bola profesional kelak.

Diketahui, Zaky sudah bermain untuk Madura United U16 pada musim 2018. Sebelum kompetisi bergulir, dia juga ikut dalam Festival Filanesia EPA Liga 1 U16 2018 di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Saat ini, dia tengah berkostum Madura United U18.

“Bermain untuk Madura United itu memberikan harapan besar bagi anak-anak Madura untuk memperlihatkan kualitasnya. Saya salah satunya yang berkesempatan untuk bermain dan berkompetisi di Liga 1 U16 dan U18,” ujar Zaky, Minggu (14/6/2020) siang.

Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Pamekasan tersebut juga menceritakan, selama dua tahun lebih berproses di EPA Madura United membuat dirinya sudah terbiasa berpindah-pindah posisi.

Sejatinya, Zaky lebih suka posisi gelandang ataupun winger. Namun, musim kemarin, dia sering ditempatkan sebagai penyerang. Tak ayal, dia mulai terbiasa multiposisi di lini serang EPA Madura United.

“Awalnya, lebih ke gelandang atau winger, tapi saya mulai juga dicoba sebagai striker. Iya, lama-kelamaan tergantung kebutuhan tim. Itu jadi kelebihan saya tersendiri bisa menjadi pemberi umpan, pengatur serangan, atau yang menyelesaikan peluang,” sambungnya.

Akan tetapi, kelebihan yang didapatkan buah hati dari pasangan Fathorrahman dan Nurdaliningsih tersebut tidak didapatkan dengan mudah. Dia selalu kerja keras dalam latihan, serta tidak pernah absen. Tak ayal, dia harus mengorbankan sekolahnya ketika mendapatkan jam latihan tambahan.

“Sering dimarahi guru karena sering bolos sekolah. Apabila ada jam tambahan untuk berlatih,” tutup Zaky.***