Presiden Klub; Sepakbola Penghidupan, Bukan Kehidupan

Madura United FC - Kian merebaknya virus corona atau covid 19, Presiden Madura United Achsanul Qosasi (AQ) mengambil keputusan tegas. AQ meliburkan kembali Alberto Goncalves dan kawan-kawan.

Padahal, mereka telah memulai latihan kembali di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, Jumat (20/3/2020) malam. AQ tersebut tetap meminta skuad arahan Rahmad Darmawan untuk berlatih sendiri. Tujuannya, guna menjaga kondisi fisiknya di rumah.

”Sudahlah kalian Madura United libur dulu. Kumpu bersama keluarga sambil menjaga kondisi fisik sendiri. Tidak usah dipikirkan kapan kompetisi mulai. Pemerintah sudah mengumumkan ’keadaan luar biasa’ ini sampai 29 Mei 2020. Silakan pulang ke fumah masing-masing. Ada yang lebih penting dari sepak bola,” ucapnya.

Pria asal Kecamatan Lenteng, Sumenep ini menilai, memaksakan tetap berlatih bakal beresiko. Dia berpandangan kesehatan dan keselamatan keluarga besar Madura United lebih penting dari pada sepak bola. Program setelah libur, bakal disampaikan pada 14 April 2020.

”Selamat berkumpul bersama keluarga, tinggallah di rumah. Bekerja dari rumah seperti yang lain. Jika tetap latihan akan beresiko. Kesehatan dan keselamatan kalian jauh lebih penting dibandingkan segalanya. Nanti tanggal 14 April 2020 saja dikabari rencana selanjutnya,” imbuhnya.

Hal itu diambil oleh Présiden Madura United ini tidak terlepas dari pemikirannya soal sepak bola. Menurutnya, sepak bola sebatas untuk mengais rezeki, bukan suatu kehidupan.

”Mencoba menjalani hari tanpa sepakbola. Yang nekat latihan, semoga segera berhenti dan kembali ke rumah masing-masing. Sepakbola itu penghidupan, bukan kehidupan. Mari menghargai kehidupan," jelas AQ.

Di samping itu, AQ meminta terhadap Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk segera mengambil keputusan yang tidak merugikan klub. Sebab, dia menakar, kala satu pemain terinfeksi bakal memberikan kabar buruk soal persepakbolaan Indonesia.

”Kami tunggu keputusan PSSI yang masih lambat dan mungkin penuh pertimbangan Kepada PSSI, jangan lambat ambil keputusan. Jika satu saja pemain terinfeksi, karena masih latihan, maka sepakbola Indonesia akan bermasalah dan PSSI akan menyesal. Segera ambil keputusan dan terpaksa Madura sudah mendahului," pungkasnya.***