Jersey Anyar Pertahankan Identitas Madura

Madura United FC - Launching jersey Madura United 2020 telah resmi dirilis melalui akun Instagram resmi kami @maduraunited.fc, Senin (24/2/2020) sore. Yang diperkenalkan terdapat tiga jersey penjaga gawang dengan M. Ridho Djazulie sebagai model dan tiga jersey pemain.

Jersey penjaga gawang tidak terdapat banyak perubahan, masing-masing berwana merah maron dan abu-abu seperti musim 2019, serta warna hijau muda.

Sedangkan jersey utama juga tidak banyak berubah, masih mempertahankan loreng merah dan putih. Hanya saja, di bagian lengan tidak kembali menggunakan warna merah, namun diganti dengan warna putih.

Begitu juga dengan design jersey kedua yang serupa dengan musim 2019 yang paling laris di pasaran. Bedanya, jersey kedua musim ini menggunakan warna dominan hitam.

Perubahan mencolok terjadi di jersey ketiga. Madura United menggunakan warna dominan hijau tosca. Warna tersebut pertama kali digunakan oleh tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu.

Seperti yang disampaikan Chief Operating Officer (COO) Madura United Annisa Zhafarina, jersey musim 2020 tidak terdapat banyak perubahan dan tetap akan mempertahankan identitas, seperti tulisan ’Madura’ di bagian dada dan ’Madura-Bersatu’ di pergelangan lengan.

”Seperti yang saya bilang tidak akan jauh berbeda dengan sebélumnya dan kami akan tetap mempertahankan identitas,” ucapnya.

Sementara itu, Marketing Madura United Umar Wachdin menambahkan, dengan pemilihan warna bagi jersey ketiga juga-harusnya bisa dimanfaatkan oleh bunga tribun. Menurutnya, warna hijau tosca lebih feminim.

”Ini bagus sebenarya bagi suporter-suporter perempuan atau ‘bidadari tribun'. Ada warna hijau tosca yang lebih feminim. Tampaknya bagus jadi pilihan. Varian warna ini sudah didiskusikan lama memang untuk memanjakan pecinta Madura United,” ungkapnya.

Di samping itu, Umar menjelaskan, semua jersey Madura United tidak sebatas elok digunakan saat pertandingan atau nribun. Namun, dia menilai, juga bisa digunakan untuk hangout ke mall atau tempat wisata.

"Jangan salah ya, ini lifestyle banget. Saya dan yang lain juga sering menggunakan saat hangout atau pertemuan yang semi formal. Jadi tidak hanya bisa mereka gunakan saat nribun,” pungkasnya.***