Tekankan Filosofi dan Prinsip

Madura United FC tidak banyak merombak tim di musim 2020. hanya sekitar 20 persen wajah baru yang direkrut.

Selain terdapat pemain baru dan pemain hasil evaluasi musim 2019, Presiden Madura United Achsanul Qosasi kembali menekankan filosofi sepak bola tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini.

Menurut pria asa kecamatan Lenteng, Sumenep tersebut, terdapat tiga poin yang harus dipegang oleh setiap pemain, setiap pemain terjatuh harus segera bangun, saat ketinggalan harus segera kejar dan ketika bola hilang segera direbut.

“Kalau jatuh segera abangkit, kalau ketinggalan segera kejar, dan kalau bola hilang segera rebut. Itu tiga filosofi sepakbola Madura United yang harus diperhatikan dan dikuatkan dari setiap pemain,” jelas presiden klub yang familiar disapa AQ itu.

Penekanan tersebut, sejatinya bukan hal baru di Madura United. Setiap awal musim, AQ tidak pernah absen menyampaikan tiga elemen dari filosofi sepak bola Madura United itu kepada seluruh tim.

Selain AQ, Direktur Madura United Haruna Soemitro juga menegaskan tentang prinsip yang harus dipegang oleh setiap elemen di klub yang dibangunnya.

Haruna meminta Slamet Nurcahyo dan kolega memperkuat rasa saling menghormati antara pemain, offcial, jajaran pelatih, dan manajemen. Mereka juga ditekankan memiliki tanggung jawab dan integritas.

Respect yang artinya saling menghormati, responsibility yang artinya tanggung jawab, dan integrity untuk bisa membawa tim ini bisa maju,” tegas pria yang kini menjadi bagian dari Exco PSSI itu.

Selain tiga prinsip tersebut, Haruna meminta persatuan dari setiap individu di Madura Uited bisa lebih kuat untuk menciptakan kesolidan.

Unity ini sangat penting. Kami punya tim dari daerah yang berbeda. Ada yang dari ujung Sumatera (Zulflandi), ada yang dari ujung Indonesia timur, bahkan dari Ghana (Emmanuel Oti Essigba). Semua harus menjadi satu,” pungkasnya.***