Sudah Lama Menunggu Pinangan

2020 RD Resmi Tangani Madura United

Madura United FC - Tidak lama setelah menuntaskan pertandingan Liga 1 2019 melawan Bali United, Madura United langsung memperkenalkan pelatih baru yang akan menahkodai kompetisi musim 2020.

Perkenalan itu digelar di Hotel Bliss Surfer, Pulau Bali, Senin (23/12/2019) sekitar pukul 00.05. Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia, Rahmad Darmawan, yang menjadi pilihan.

Gerak cepat menunjuk dan meresmikan pria dengan sapaan RD itu, lantaran terdapat alasan khusus bagi manajemen Madura United. Klub yang berbasis di Pulau Madura ini ingin mencuri start lebih awal dari kontestan lain untuk kompetisi musim depan.

“Memperkenalkan pelatih baru, karena kami punya rencana lebih cepat. Tim ini akan dipersiapkan lebih dini. Kami tidak mau ketinggalan kereta,” ucap Direktur Madura United Haruna Soemitro, Senin (23/12/2019) dini hari.

Terdapat perbedaan dengan musim-musim sebelumnya, pada musim kompetisi 2020 mendatang, pelatih akan diberi keleluasaan membuat skema tim dan mempersiapkan tim, mulai dari perekrutan pemain, hingga jajaran kepelatihan atau coaching staff dan seluruh unsur pendukungnya.

Dengan begitu, Madura United juga memberi status RD sebagai manajer coach, yakni manajer sekaligus pelatih. Status itu, sekaligus menggantikan posisi Haruna sebagai manajer. Dengan berstatus manajer pélatih, akan menjadi yang pertama kali diterapkan di Indonesia.

Selain itu, jelas Haruna, pemilihan mantan arsitek Tira Persikabo tersebut, juga berdasarkan pertimbangan rekam jejak RD yang sudah tidak diragukan lagi. Selain itu, manajemen juga ingin mengeksplor karakter Madura dengan sentuhan pelatih lokal.

“Kami punya keyakinan dengan kualitas pelatih lokal sekelas Coach RD lah, kami yakin karakter tim Madura itu bisa dikembangkan. Klub menyematkan coach RD sebagai pelatih, juga sekaligus manajer tim. Nanti teknis ataupun nonteknis akan satu pintu, dan dibantu oleh coaching staff yang lain,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Rahmad Darmawan juga tanpa sungkan-sungkan menyampaikan, bahwa sudah sekitar dua tahun menunggu pinangan Madura United. Namun, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu masih lebih percaya terhadap pelatih asing.

"Sebetulnya, saya menunggu dilamar klub ini sekitaI 2 tahun yang lalu, tapi waktu itu orientasi Madura masih menggunakan jasa pelatih asing. Dan kemudian, saat ini tiba waktunya kami bersatu. Saya pribadi juga punya motivasi, sementara Madura juga memberikan kesempatan bagi saya untuk berkarya di tim ini.” pungkasnya.***