Masuk Ruang Ganti dengan Lunglai

Madura United FC - Perseru Badak Lampung seakan membalas dendam terhadap kekalahan terbesar putaran pertama mereka atas Madura United di Stadion Gelora Madura. Kekalahan 5-1 pada 27 Juli lalu mereka membalas tadi malam di kandang mereka Stadion Sumpah Pemuda Lampung dengan skor 3-0.

Kekalahan 3-0 tersebut menjadi kekalahan terbesar Madura United Selama perjalanan kompetisi Liga 1 musim ini. Lebih dari itu misi bangkit dari trend negatif yang sedang menimpa skuad Laskar Sape Kerrab masih belum bisa berhenti. Kondisi tersebut akan mengikuti jejak PS Tira Persikabo yang juga mengalami tekanan psikis pasca kekalahan 6-1 atas Persela Lamongan di Pekan 16.

Hingga kini, PS Tira yang sempat kokoh di puncak klasemen mencatatkan hasil 14 pertandingan tanpa sekalipun menang. Imbasnya PS Tira saat ini justru tercecer di bawah Madura United secara peringkat di klasemen.

Upaya Madura United untuk mendapatkan momen bangkit diusung sebelum bertolak ke Lampung. Absennya sejumlah pemain pilar karena cedera dialami Fandri Imbiri, Engelberd Sani, sama Slamet Nurcahyo dan Alberto Goncalves betul-betul merongrong kekuatan Madura United.

Selain tiga nama tersebut Geg Nwokolo dan Andik rendika Rama juga harus absen karena akumulasi kartu kuning. Reduksi kekuatan tim besutan rasiman makin lebar karena harus merelakan dua pemain, yakni Zulfiandi dan Syahrian Abimanyu yang saat ini sedang memperkuat Timnas u-23 di Sea Games. Total terdapat 8 pemain yang harus absen.

"Saya sebagai pelatih merasa kecewa dengan hasil tadi. Kami datang ke Lampung dengan tekad mengakhiri trend negatif. Tapi apa daya, seperti ini hasil yang didapatkan. Saya sebagai pelatih bertanggung jawab atas kekalahan ini dan juga minta maaf kepada semua stakeholder Madura United," ucap Rasiman usai pertandingan tadi malam.

Ya, Madura United saat ini sedang dalam upaya untuk bangkit pasca kalah 2-0 atas Persipura. Madura United terasa tertekan untuk bisa mendapatkan poin. Empat kekalahan beruntun harus dialami Laskar Sape Kerrab.

"Saya sebagai kapten menyesali dan kecewa dengan hasil ini. Semuanya juga kecewa. Saya yakin, suporter, manajemen, apalagi Presiden Klub (Achsanul Qosasi) pasti kecewa melihat hasil ini. Bukan hanya saya sendiri yang merasakan kekecewaan ini, teman-teman tadi semuanya kecewa,” ucap Asep Berlian dengan mata berkaca-kaca.

Diakuinya, usaha dan kerja keras yang dilakukan oleh timnya selalu menemui jalan buntu untuk memenangi pertandingan. Parade kecewa atas hasil yang diluar dugaan tersebut terlihat saat peluit panjang ditiup. Mereka Langsung tertunduk dan terdapat pula yang langsung menjatuhkan badannya ke lapangan. Setelah itu, semua anak asuh rasiman langsung berjalan menatap tanah menuju ruang ganti.***