Sinergikan Klub dan Federasi

Madura United FC - Manajer Madura United Haruna Soemitro terpilih sebagai Executive Committee (Exco) PSSI pada kongres yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (2/11/2019). Dengan terpilihnya dirinya, kata Haruna, merupakan wujud representasi dari klub, terutama 18 tim yang berkompetisi di Liga 1 2019.

“Ya saya itu reprensentasi klub. Saya ditunjuk, bahkan menjadi representasi dari klub khususnya Liga 1. Tentu, saya punya visi, soal-soal yang ada di klub Liga 1 itu terwakili,” jelasnya.

Manajer asal Surabaya itu menjelaskan, terdapat permasalahan sinergitas antara klub dengan federasi dalam hal ini PSSI. Menurutnya, kondisi saling menyalahkan antata klub dan federasi menjadi gambaran tidak sehatnya sepakbola Indonesia.

“Banyak hal ya, yang saya tahu harus membangun sinergi. Selama ini yang terjadi itu, federasi menyalahkan klub, klub menyalahkan federasi. Ini sesuatu yang tidak sehat di persepakbolaan kami. Saatnya, kami membangun sinergi yang bagus,” nilai Haruna.

“Saya bersyukur, (12) exco yang jadi saat ini adalah exco yang reprentasi dari klub juga. Nanti akan menciptakan sinergi yang seperti itu,” sambungnya.

Kata mantan ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur ini, persoalan sinergitas pertama meliputi pemanggilan pemain untuk membela tim nasional, karena kerap kali, klub dan federasi saling menyalahkan.

“Jangan sampai yang terjadi itu saling menyalahkan. Persoalan Timnas, klub menyalahkan federasi, federasi mengancam klub,” tuturnya.

Selain itu, kondisi yang membuat sinergitas klub dan federasi memburuk soal jadwal pertandingan. Sering, klub mengeluhkan padatnya jadwal danfederasi menyalahkan, klub tidak dapat mengurus perizinan dengan baik.

“Ada soal jadwal, klub menyalahkan federasi dan federasi menyalahkan klub karena tidak bisa menyelesaikan persoalan-persoalan perizinan dan lain sebagainya,” pungkasnya.***