Mengintip Trik Satria Tama Lulus Ujian Skripsi

Madura United FC - Menggarap skripsi biasanya menjadi momok bagi setiap mahasiswa, mulai dari perjuangan mengajukan judul, bimbingan, mengejar tandatangan, hingga ujian skripsi. Ternyata, Kiper potensial Madura United Satria Tama Hardianto baru saja lulus ujian skripsi di Universitas Doktor Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Mahasiswa jurusan Administrasi Negara itu, menyelesaikan tugas akhir kuliahnya dengan menelisik dampak yang diberikan Madura United dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pamekasan.

Meski disibukan memperkuat tim arahan Rasiman, Satria Tama tetap turun sendiri mencari data skripsinya ke Bagian Pendapatan Pamekasan, serta dia juga yang menganalisa dan menuangkan ke dalam laporan.

Setelah melalui sederet perjuangan mendapat data skripsi, Satria Tama tidak menyangka dapat menghubungkan ilmu administrasi negara dengan dunia olahraga, terutama sepakbola. Dia baru sadar setelah skripsinya sudah dapat persetujuan mengikuti ujian.

”Ilmu administrasi negara dihubung-hubungkan ke dunia sepakbola itu juga nyambung ternyata," nilai Satria.

Selain itu, kiper Tim Nasional Indonesia U-22 tersebut juga menceritakan bagaimana trik bisa lulus ujian skripsi. Menurutnya, untuk lulus tidak perlu menggunakan jalan tikus, apalagi harus main uang (menyogok), tapi dia belajar semalaman tidak tidur.

Perjuangannya tidak berhenti sampai disitu, dia juga harus berperang dengan mentalnya sendiri saat namanya sudah dipanggil. Tak ayal, jika dia meminta temannya untuk masuk duluan ke ruang sidang skripsi. Ketika kembali dipanggil, Satria masih tidak dapat menguasai mentalnya. Dia kembali meminta temannya untuk ujian duluan. Kala itu, dia sembari mengintip dan melihat betapa diobrak-abrik laporan penelitian punya temannya.

Akibatnya, untuk kali ketiga, Satria kembali meminta temannya yang lain untuk masuk duluan. Dia kembali belajar lebih detail lagi dan baru memutuskan untuk ikut sidang skripsi.

”Saat mau ujian skripsi itu, saya satu malam tidak tidur, belajar pokoknya, belajar terus. Waku sidang itu. saya lihat teman-teman saya dulu, saya tidak berani, jadinya saya minta teman saya lagi untuk duluan, saya lihat mereka lagi, saya lihat teman saya kok ditanya ini ya sampai detail, jadinya saya menyuruh teman saya lagi yang ketiga untuk duluan ujian, saya belajar lagi," bebernya.

Alhasil, Satria dinyatakan lulus meskipun tetap mendapat revisi dari tim penguji. Setelah dinyatakan lulus sidang skripsi, dia mengaku akan ikut wisuda pada Sabtu (28/9/2019) ini.

Waktu masuk ruangan ya, Bismillah saja, sedikit paham lah, sedikit banyaknya saya paham lah tentang materi itu. Ya ada revisi-revisi lah, tapi Alhamdulillah, secara kesuluruhan lancar. Ini saya wisuda tanggal 28 ini,” tutup Satria.***