Catatan - Sape Kerrab Ngodeh Semakin Meningkat

Madura United U20 dipastikan tidak melaju ke babak perempat final Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U20 2019, setelah harus puas menempati posisi kelima klasemen akhir Grup B, dengan raihan 10 poin.

Capaian tersebut selaras dengan musim kemarin saat kompetisi masih menggunakan sistem kelompok usia 19 tahun. Madura United U19 tidak kuasa melaju ke fase 8 besar EPA Liga 1 U19 2018.

Kendati demikian, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab Ngodeh ini mengalami peningkatan. Selain dapat menang tiga kali, musim ini tim arahan Winedy Purwito mampu mengamankan satu poin ketika ditahan imbang PSIS Semarang 2-2 di Stadion Gelora Madura (SGM) Pamekasan pada pekan ke-2.

Berbeda dengan musim 2018, Madura United U19 hanya mampu mengamankan sembilan poin dari 10 pertandingan. Tujuh laga |ainnya berakhir nihil poin.

Sementara tingkat kebobolan, musim ini lebih bagus dengan hanya memungut si kulit bundar 16 kali. Pada musim kemarin, harus kebobolan lebih banyak dua digit, yakni 18 gol.

Begitu juga dengan gol yang dapat disarangkan mengalami peningkatan signifikan. Sebab, musim ini mampu mengoyak gawang lawan 11 kali. Jum|ah itu lebih banyak lima gol ketimbang musim 2018.

Akan tetapi, tidak se|amanya capaian musim kemarin lebih buruk. Karena, Madura United U19 mampu mencatatkan dua kali clean sheet, sedangkan musim ini hanya sekali clean sheet.

Namun, Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PT. PBMB) Ziaul Haq mengaku bangga atas peningkatan yang dialami di kelompok usia 20 tahun. Bahkan, dia optimis skuad musim ini bakal menjadi cikal bakal yang menghiasi persepakbolaan Indonesia.

“Jika melihat musim ini, ya tentu sangat bangga, itu juga tidak terlepas kami menggunakan system home-away yang juga memberikan ketegangan tersendiri, kedua melihat statistik yang banyak meningkat itu juga memberikan keyakinan bagi saya, anak-anak akan menjadi pemain profesional di masanya,” pungkasnya.***