Jokowi–AQ Saling Lempar Joke Madura United

Wacanakan Terapkan Teknologi VAR di Liga

Madura United FC - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Klub Madura United Achsanul Qosasi (AQ) dalam salah satu acara di Istana Negara dengan para petinggi BPK RI, Rabu (29/5),menjadi momentum untuk saling melempar  guyonan untuk membicarakan Madura United.

Pada pertemuan tersebut, Jokowi sebagaimana disampaikan AQ, sempat “meledeki’ dengan menanyakan “Madura kok tidak pernah menang?’” ungkap AQ.

Pertanyaan tersebut, diakui AQ sangat dimaklumi, karena memang kesibukan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia, tidak menyempatkan untuk menonton  pertandingan sepakbola yang melibatkan Madura United.

Padahal, jelas AQ jika melihat posisi klasemen saat ini dalam perjalanan kompetisi 2019, Madura United kokoh di puncak klasemen dengan meraih tiga kali kemenangan beruntun.

“Saya maklum kesibukan Presiden yang tidak sempat nonton bola. Saya jawab: ‘Kalo lawan Solo, pasti menang Pak,” sambung pria yang menjabat sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) ini.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga bertanya seputar kondisi organisasi induk tertinggi sepakbola tanah air.

“Bagaimana dengan PSSI sekarang? Saya bingung jawabnya, saya hanya senyum, takut didenda komdis (komisi disiplin),” pungkas AQ melanjutkan ceritanya tentang pertanyaan dari Presiden Jokowi.

Dalam pelaksanaan kompetisi tahun ini, AQ menjadi salah satu petinggi klub sepakbola Indonesia yang mendorong adanya Video Assistant Referee (VAR) dalam setiap pertandingan.

VAR diakui AQ akan sangat membantu wasit dalam memberikan asistensi dan refrensi dalam membuat keputusan dalam pertandingan sepakbola.

Kebutuhan VAR dalam pelaksanaan pertandingan kompetisi sepakbola Indonesia, tegas AQ, menjadi penting direalisasikan guna menjadi alat bagi wasit untuk melihat kejadian secara lebih detail yang berlangsung dengan tempo cepat. Sehingga keputusan krusial yang kontroversial bisa diminimalisir.

"Saya rasa VAR ini adalah kebutuhan sebuah kompetisi, bahwa wasit memiliki alternatif lain untuk melihat sesuatu yang lebih adil. Sehingga ini memang sudah dibutuhkan. Saya menekankan kepada PSSI untuk tidak ragu mengambil keputusan soal ini, dan atur bagaimana VAR itu," ujar Achsanul.

Ditambahkan AQ, dengan adanya VAR wasit bisa terbantu dan ini berkeadilan bagi semua klub.

“Ada beberapa pertandingan setiap pekan, kita disuguhi oleh kontroversi-kontroversi, ini menjadi fakta bahwa kebutuhan sudah mendesak untuk menjalankan hal ini. Bagaimanapun caranya lah, sampaikan kepada sponsor sehingga kerja samakan, kalau perlu ajak klub untuk terlibat," pungkas AQ.***