Putra Daerah Kian Matang

Madura United FC - Di komposisi Madura United musim 2019, terdapat satu penjaga gawang yang asli orang Madura. Fawaid Ansory, namanya.

Fawaid tinggal di Kamal, Bangkalan. Dia mengawali karir dari Madura United U19 pada musim 2018 dalam arahan Rachmad Baisuki selaku pelatih kepala di tim tersebut.

Kini, karirnya kian gemilang setelah dipromosikan ke im senior. Dia pun bisa berlatih dari pelatih kiper yang pernah memperkuat Samdoria Itali, Kurnia Sandy yang juga baru saja menjadi taktikal kiper Timnas Indonesia.

Fawaid bersama Greg Nwokolo dan kawan-kawan mendapatkan menu latih yang sama dngan penjaga gawang senior lainnya, seperti M. Ridho Djazulie yang juga menjadi bagin dari Timnas Indonesia, Satria Tama yang baru mempersembahkan gelar juara bersama Timnas Indonesia U22, M. Ridwan yang sudah malang melintang di klub-klub besar Tanh Air, serta kiper muda Rafit Ikhwanuddin.

Menurut Kurnia Sandy, perkembangan kiper yang hendak berusia 20 tahun tersebut telah mengalami perkembangan yang signifikan, ketimbang saat dia baru menangani tim ini sejak Januari lalu. Terutama, dia menyoroti mental dan reflek kiper muda tersebut.

Legendaris kiper Timnas Indonesia itu menyebutkan Fawaid memang masih membutuhkan waktu untuk bersaing di tim yang dijuluki Laskar Sape Kerrab. Dia pun meinta untuk terus kerja keras dan tidak pernah merasa pusa.

“Sudah tambah bagus sekarang. Kalau kami membandingkan dengan Januari lalu saat saya baru ketemu dia, sekarang jauh lebih matang anak muda itu, walaupun masih sulit jika harus bersaing di klub ini,” terangnya.

Kurnia Sandy juga kembali menyampaikan, kualitas kiper bisa dilihat saat pertandingan. Bahkan, dia menyebut penampilan perdananya Fawaid dalam pertandingan bersama tim ini ketika uji coba kontra Tim Porprov Sidoarjo di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Sabtu (20/4) sore.

Fawaid bisa menjawab kepercayaan tersebut sejak diturunkan untuk menggantikan posisi Satria Tama. Dia mampu menghalau beberapa peluang tim tamu kala itu dan membantu tim mengakhiri pertandingan dengan tanpa kebobolan sebji gol pun.

“Saya lihat memang anak itu ada kemauan tinggi untuk belajar. Itu bisa jadi modal untuk membuatnya terus menjadi kiper profesional di tim-tim besar. Tapi yang penting dia tetap berlatih tanpa berpikir sudah merasa bisa,” tutupnya.***