Sepakbola itu Mengajarkan Respek

Madura United FC - Setelah melihat aksi "kungfu soccer" striker Persis Solo Fernando Rodriguez, Presiden Madura United Prof Dr Achsanul Qosasi langsung menghubungi fullback Madura United Novan Setya Sasongko sebagai korban dari aksi kurang terpuji itu.

 

Hasil komunikasinya, Novan menceritakan, dirinya tidak mengalami cedera yang serius. Serta, Rodriguez juga langsung menemuinya usai pertandingan untuk minta maaf atas kelakuannya. Mantan fullback Semen padang itu memaafkan, sekaligus meminta maaf kepada bomber asal Spanyol itu.

 

Hal itu membuat presiden klub yang familiar disebut AQ itu bisa bernafas lega. Lantaran, Novan ikut meneguhkan prinsip Madura United yang selalu mengedepankan respek di dunia sepak bola. Lantaran, pandangannya, sepak bola sebagai jembatan menjalin persahabatan di dunia olahraga.

 

"Sepak bola itu masalah respek. Madura (United) mengajarkan saling menghargai kepada semua pemain, di manapun. Karena bagi kami. sepak bola ini hanya alat, bukan tujuan. Sudahi perdebatan, perbaiki kekurangan dan khilaf. Mereka (Novan dan Rodriguez) sudah saling memaafkan," jelas AQ.

 

Dengan kejadian tersebut, tokoh nasional asal Lenteng, Sumenep itu teringat ter hadap kejadian pada musim 2017. Kala itu, pemain Sri wijaya FC Yu Hyun Koo melakukan aksi yang kurang terpuji terhadap striker asing Madura United Peter Osaze Odemwingie.

 

Namun selepas peluit panjang, pemain berdarah Korea Selatan (Koresl) itu mendatangi ruang ganti Madura United dan meminta maaf terhadap bomber asal Nigeria itu. ***