Pendapat Presiden Klub Perihal Kompetisi Pramusim

Madura United FC - Presiden Madura United Prof. Dr. Achsanul Qosasi sedikit menyentil kebijakan dari operator turnamen pramusim dengan mengusung title Piala Presiden 2022. Sentilan tersebut mengarah terhadap sistem pembiayaan.

Tokoh nasional yang biasa disapa AQ itu mempertanyakan, ajang tersebut tidak dibiayai secara sepenuhnya, sehingga klub masih perlu mengeluarkan beberapa sisi secara mandiri. Pendapatan klub dari ajang itu sebatas subsidi dan apresiasi bagi sang juara.

Rinciannya, klub yang juara akan mendapatkan hadiah Rp2 miliar, runner-up dapat Rp1 miliar, dan juara ketiga Rp500 juta. Sedangkan, untuk matchfee, pemenangan memperoleh Rp150 juta, Rp100 juta untuk masing-masing klub yang bermain seri, dan hanya Rp75 juta bagi klub yang kalah.

Menurutnya, operator turnamen sebatas memoles ajang tersebut sebagai ajang menarik hingga berbuah bisnis. Serta, para suporter dan pecinta sepak bola nasional yang akan membeli tiket dari tontonan tersebut.

Namun di sisi lain, AQ bersyukur dengan adanya turnamen pramusim itu. Sebab, juga menghadirkan hal positif, seperti ajang persiapan bagi klub yang akan berkompetisi di Liga 1 dan menggerakkan ekonomi di masa transisi pandemi ke endemi.

“Kenapa mereka (operator turnamen) tidak biaya sepenuhnya? Kenapa klub masih harus keluar biaya. Hargailah sepakbola itu seutuhnya, jangan hanya sebagai bisnis tontonan dan dijual. Sepak bola (Piala Presiden) jangan dihargai murah dengan subsidi,” pintanya.

Madura United tergabung ke dalam Grup B Piala Presiden 2022, sementara pelaksanaanya akan digelar di Samarinda. Tim yang berjuluk Laskar Sape Kerrab ini akan berhadapan dengan Borneo FC, Rans Nusantara, Persija Jakarta, dan Barito Putera.***