Momen-Momen Penting Piala Presiden 2019

Madura United FC - Petualangan Madura United sudah berakhir di Piala Presiden 2019, tepatnya terhenti di babak semifinal. Padahal, hanya tinggal selangkah lagi untuk melaju ke babak puncak. Namun, Dewi Fortuna masih belum memihak terhadap tim yang dijuluki Laskar Sape Kerrab ini.

Berikut rangkuman tiga momen terbaik mulai dari penyisihan grup hingga partai terakhir kemarin malam di Stadion Gelora Madura.

Kondisi Pincang Imbangi Juara Beratahan

Pertandingan kedua pada pada babak penyisihan grup D Piala Presiden 2019 yang mempertemukan Madura United kontra juara bertahan Persija Jakarta menjadi salah satu capaian gemilang tim yang dijuluki Laskar Sape Kerrab, setelah pertandingan berakhir sama kuat 2-2 di Stadion Maguwoharjo Sleman (8/3).

Pada pertandingan tersebut,Pelatih kepala Madura United Dejan Antonic harus menerima kenyataan mempersiapkan pertandingan tanpa empat pemain utama yang bergabung dengan pemustaan latihan Timnas Indonesia, seperti Andik Vermansyah, Greg Nwokolo, Zulfiandi, dan Fachruddin W Ariyanto. Begitu juga dengan dua pemain yang mengikuti training center Timnas Indonesia U22 Kadek Radytia dan Satria Tama.

Di samping itu, Dejan mengambil langkah beresiko setelah Persija Jakarta mampu memimpin 2-1 di menit 58’ dengan menurunkan dua pemain berstatus trial yakni David Laly dan Rinto Ali.  Masuknya dua pemain tersebut  ternyata bisa menjadi strategi jitu Madura United karena mampu mengubah warna permainan yang dipuncaki dengan gol kedua Alesandar Rakic sehingga pertandingan berakhir imbang 2-2.

Kendati gagal menang dan belum mampu memastikan diri melaju ke fase selanjutnya, presiden klub Achsanul Qosasi mengapresiasi perjuangan Slamet Nurcahyo cs. Menurutnya, mereka telah mengeluarkan penampilan terbaiknya.

“Meski kalian belum menang, kami tetap bangga. Hasil imbang ini sudah membuat kasih senang,” ucapnya usai pertandingan.

Akhirnya Taklukkan Surajaya

Madura United melaju ke babak 8 besar Piala Presiden 2019 dengan status runner up. Tak ayal, jika tim ini harus melakoni laga tandang ke markas Persela Lamongan di Stadion Surajaya Lamongan (31/3) sore.

Asep Berlian cs berangkat ke Kota Soto dengan bayang-bayang rekor buruk. Pasalnya, fase perempat final turnamen pra-musi ini menjadi fase momok bagi tim ini, setelah dua musim beruntun selalu gagal di fase ini kala bersua Borneo FC (2017) dan Bali United FC (2018) via adu penalti.

Bahkan, tim yang berbasis di Pulau Garam ini juga memeiliki rekor buruk kala belaga di stadion tersebut sejak tahun 2016. Capaian terbaiknya adalah putaran pertama Liga 1 musim kemarin. Waktu itu, Madura United mampu bermain imbang 1-1.

Dengan misi membuktikan, 2 rekor buruk itu mampu dikandaskan. Tak heran, jika penggawa Laskar Sape Kerrab berlinang air mata terharu usai pertandingan, seperti bek sayap tim ini Andik Rendika Rama.

“Tidak bisa berkata apa-apa, setelah bisa membuat keluarga saya bangga dengan prestasi tim ini dan membuat semuanya bangga di tim ini mulai dari Pak AQ, semua official, dan juga suporter,” beber Rama.

Meski Kalah Tetap Disanjung

Pertandingan yang paling emosional bagi Madura United di Piala Presiden terjadi kemarin lusa. Tim ini dalam kondisi tertinggal 1-0 pada leg pertama melawan Persebaya Surabaya, harus berjuang di depan ribuan suporternya. Sayang, pertandingan tetap berakhir dengan kemenangan tim tamu 2-3.

Usai peluit panjang, semua pemain langsung tertunduk dan kebali berlinang air mata. Sebab, ekspektasinya bisa berlaga di partai puncak kandas di Stadion Gelora Madura. Tak hanya pemain, suporter yang hadir langsung juga terdiam dan sampai berlinang air mata.

Menurut salah satu pengurus Taretan Dhibik Monadi, Zah Rahan Krangar cs telah menunjukkan perjuangan yang maksimal. Bahkan, dia menyebutkan kekalahan kearin lusa tetap memberikan kebanggan tersendiri bagi suporter.

“Kami masih bangga, kami tetap bangga. Karena, kami melihat sendiri bagaiman semua pemain bejuang mati-matian di lapngan. Mereka menangis kami pun juga menangis,” tandasnya.***