M Ridwan Termotivasi Sang Kakak Sampai Jadi Profesional

Madura United FC - Salah satu pemain muda Madura United Muhammad Ridwan ternyata telah mengenyam karir sepak bola sejak kelas 1 SMP bersama Persita Tangerang U15. Sebelumnya, Pemain kelahiran Tangerang 26 Maret 1991 tersebut pernah belajar di Sekolah Sepak Bola (SSB) Villa tahun 2000.

Saat itu, ia bermain tapi bukan sebagai seorang kiper, namun sebagai penyerang di sayap kiri. Seiring berjalannya waktu, ia tertarik pada posisi sang kakak yang kebetulan sebagai seorang kiper. Ketertarikannya itulah yang menjadi pendorong utama untuk pindah posisi sebagai kiper.

Ia terus berlatih menjadi kiper profesional di Persita Tangerang Akademi selama beberapa tahun.

Pada tahun 2006, ia dipanggil Tim Nasional (Timnas) Indonesia U17. Bakat dan karirnya semakin cemerlang ketika bermain untuk Persita Tangerang U18. Beberapa tahun kemudian naik ke Persita Tangerang U21, tepatnya tahun 2009. Di tahun yang sama Ridwan di panggil Timnas U23 untuk mengikuti SEA Games di Laos.

Berkat kelincahannya menangkap si kulit bundar bersama Timnas, akhirnya ia ditarik tim profesional di daerahnya yaitu Persita Tangerang Senior di usianya yang masih menginjak 18 tahun.

Pada tahun 2011, ia bersama Andritani Ardiansyah dan Kurnia Mega Hermansyah dipanggil Timnas U23 untuk mengikuti kualifikasi olimpiade. Setahun kemudian, ia dipanggil kembali Timnas U21 untuk mengikuti turnamen di Brunei Darussalam. Selain itu di tahun yang sama, ia ikut bersama Timnas di Kualifikasi AFC U22

Sementara itu, debutnya bersama klub profesional di antaranya yaitu bersama Bontang FC tahun 2011, Persijap Jepara sejak tahun 2012-2013, Persegres Gresik United 2014-2015, Persib Bandung tahun 2016-2017, Semen Padang tahun 2017, Persela Lamongan tahun 2018, dan terakhir bersama Madura United dari tahun 2019 sampai sekarang.

Padahal, sebelumnya Ridwan tidak memiliki cita-cita sebagai pemain bola. Justru ia pernah berkeinginan menjadi seorang pilot supaya bisa terbang ke mana-mana.

“Dan ini oleh Tuhan juga dikabulkan, meskipun kami tidak jadi pilot, kami juga bisa terbang ke mana-mana saat ada pertandingan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan akan terus menjadi pemain sepak bola selama masih mampu, karena baginya sepak bola sebagai jalan hidup yang lebih menjanjikan. Dan keinginan yang ingin dicapai setelah menjadi pemain sepak bola yaitu menjadi pelatih atau pengusaha. Selain itu, ia ingin mengangkat derajat keluarganya melalui sepak bola,

“Kami terlahir dari keluarga yang sederhana, maka itu keinginan kami,” ujarnya.

Masa pandemi menjadi pelajaran penting bagi dirinya, karena pada masa pandemi kemarin, kompetisi sepak bola sempat terhenti selama 1 tahun lebih dan membuatnya kebingungan dalam segi ekonomi. Bahkan, ia mengaku pernah menjadi pelatih di kampung hanya sekedar untuk menyambung hidup.

Kiper bernomor punggung 21 tersebut berpesan kepada atlet muda agar jangan menyerah mencapai impiannya. “Karena untuk mencapai suatu kesuksesan harus mampu melewati segala rintangan yang besar,” pungkasnya.***