Perjalanan Karir Ridho di Beberapa Klub

Madura United FC - Muhammad Ridho Djazuli merupakan kiper andalan Madura United dalam setiap pertandingan. Sebelum menjadi pemain profesional, dia pernah belajar di sekolah sepak bola (SSB) di sekitaran Baros, Pekalongan. Kemudian mengasah bakatnya di sana selama beberapa tahun. Setelah itu, masuk ke klub terbesar di kota kelahirannya, yaitu Persip Pekalongan.

Pada musim 2012-2013, pemain kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 21 Agustus 1992 itu pernah dipinjamkan ke Persekabpur Purworejo. Selanjutnya kembali menjalani debutnya bersama Persip Pekalongan pada 19 April 2013, dalam laga Persip Pekalongan melawan PSCS Cilacap di Divisi Utama.

Bersama klub pantura tersebut, Muhammad RD sapaan akrabnya bermain sebanyak 50 kali. Dengan Penampilan yang apik di bawah mistar gawang membuatnya direkrut oleh PS Bangka pada 2015. Di sana dia diturunkan sebanyak 28 kali di divisi utama.

Pada ajang ISC A 2016, Muhammad Ridho bermain untuk Borneo FC. Namun waktu itu dia hanya sebagai kiper cadangan. Karena yang menjadi kiper utamanya Dian Agus Prasetyo, mantan pemain Timnas Indonesia.

Debut pertamanya pada 21 Oktober 2016, dalam laga Borneo FC melawan PSM Makassar. Ketika bermain di Liga 1 2017, penampilannya mengundang decak kagum para pemerhati statistik sepak bola karena sukses membuat 104 saves sepanjang musim itu.

Dia pun mendapat beberapa kali panggilan ke Timnas Indonesia berkat performanya di klub. Pada akhir tahun 2018, Dia direkrut Madura United. Selain itu, dia menjalani debutnya bersama Timnas Indonesia pada 16 Oktober 2018, dalam laga persahabatan melawan Hongkong.

“Banyak sekarang kiper muda yang sudah mampu bersaing. Maka kami harus juga pintarlah menjaga kondisi,” ungkapnya.

Selain menjadi pesepak bola profesional, saat ini dia juga kuliah di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), saat ini dia sudah semester dua. Dia memilih jurusan Pendidikan Jasmani dan Olahraga di Fakultas Kesehatan. Pilihannya itu selaras dengan profesinya sebagai pesepak bola dan keinginan mendalami bidang tersebut.

Ilmu yang didapatnya di bangku perkuliahan itu diharapkan bisa menunjang karirnya di dunia sepak bola dan mampu mengalirkan ilmunya kepada pecinta sepak bola.

Penjaga gawang bernomor punggung 20 tersebut memberi nama Muhammad RD alasannya yaitu karena tidak ingin menghilangkan nama Muhammadnya. Dia akan mempertahankan nana tersebut sampai kapanpun.***