Momen Sulit Dilupakan Bagi Ridho

Madura United FC - Kiper profesional asal Pekalongan M. Ridho Djazulie belum pulang ke kampung halamannya. Dia masih tinggal di Madura bersama istrinya, Teny Farlish, tepatnya di Bangkalan. Dia tinggal di kabupaten paling ujung barat Pulau Madura itu sejak tahun 2019.

 

Diketahui, kiper yang identik dengan nomor punggung 20 tersebut, bergabung dengan Madura United pada awal musim 2019. Itu berlanjut hingga tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini dibubarkan akhir tahun 2020 kemarin, lantaran saat itu  kelanjutan Liga 1 2020 belum jelas.

 

Selama membela Madura United, Ridho mengaku, memiliki momen yang sulit dilupakan. Seperti ketika dirinya berlaga, lalu mendapat dukungan luar biasa, baik melalui nyanyian, sorakan, atraksi di tribun, dan sebagainya.

 

Selain itu, mantan penjaga gawang Borneo FC ini menambahkan, yang paling berkesan saat setelah bertanding, dengan hasil  menang atau kalah, tetap mendapatkan tepukan penghargaan terhadap perjuangan pemain di lapangan.

 

“Yang paling berkesan selama di Madura United itu saat saya bermain terus disoraki (mendukung) untuk menyemangati saya, terus setelah pertandingan biasanya ada tepukan dari suporter untuk menghargai usaha saya di lapangan,” bebernya, Kamis (4/2/2021).

 

Diakuinya, momen tersebut tidak akan pernah dilupakan dalam perjalanan karir sepak bolanya, terutama saat sudah tidak berkostum tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini.

 

Di samping itu, Ridho juga memiliki penilaian lain tentang suasana tinggal di Madura. Seperti yang diceritakannya, di Madura sangat sejuk lantaran banyak pondok pesantren dan masyarakatnya berkepribadian santri.

 

“Saya senang berada di sini karena semua orang tahu kalau di Madura banyak pesantren, jadi sejuk. Masyarakatnya juga banyak yang santri, saya senang dengan lingkungan seperti ini,” tandasnya.***