Pelajaran Berarti di Laga Perdana

Perjalanan Madura United FC U19 memulai kompetisi dengan kurang mulus. Pasalnya, Dhimas Bagus Pangestu dkk harus menyerah 1-0 atas Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (29/09) malam.

Gol kemenangan terjadi via skema tendangan pojok. Bola halauan bek Madura United FC jatuh di kaki Syarifudin Hidayatulloh. Dengan dingin, ia melepaskan tendangan first time di menit ke-75.

Kendati demikian, kekalahan di laga perdana akan dijadikan pelajaran, seperti yang disampaikan asisten pelatih Rachmad Baisuki. Menurutnya, anak didiknya harus lebih konsentrasi di awal laga dan akhir laga.

Alhasil, Laskar Sape Kerrab Ngodeh harus dihukum kala kurang kosentrasi di akhir laga. Tak ayal, asisten pelatih menyebut gol tersebut terjadi lantaran anak asuhnya kurang fokus jelang akhir laga.

"Momen-momen rawan itu di awal dan akhir pertandingan. Itu yang terjadi pada kami. Kami harus dihukum dengan one mistake one goal (satu kesalahan, satu gol)," ujar juru taktik yang familiar disapa Rachmad.

Juru taktik asal Pamekasan itu menjelaskan akan segera berbenah kembali. Sebab, putaran pertama masih menyisakan beberapa pertandingan lagi.

Selain itu, Rachmad membeberkan akan memperbaiki mental bermain penggawa klub kebanggaan warga pulau Garam. Sebab, ia melihat anak didiknya terlihat masih kurang percaya diri.

"Anak-anak masih kurang percaya diri. Mungkin, karena masih pertandingan pertana dan bermain di depan suporter lawan yang lumayan banyak," ucapnya.

Senada dengan Tanjung Sugiarto yang melihat skuad Laskar Sape Kerrab masih gerogi. Pasalnya, dukungan 1.500 suporter membuat mental Madura United FC sedikit ciut.

"Bali diuntungkan dengan banyaknya dukungan suporter. Mungkin kita sedikit bermain nervous (gerogi)," tutup adik kandung Asep Berlian saat konferensi pers.