Misi Main Lepas Tanpa Kartu Kuning

Madura United FC - Bek Madura United FC Alfath Fathier masuk dalam 18 pemain yang diboyong pada lawatan ke kandang Perseru Serui. Ia sudah memperkuat tim saat melawan PSIS Semarang. Padahal belum 12 jam menginjakkan kaki di Madura pasca membela Timnas Indonesia.

Pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Morara Serui, Sabtu (01/12), Alfath dibayang-bayangi akumulasi kartu kuning saat laga pamungkas. Sebab, jika ia terganjar lagi, dipastikan akan absen saat melawan Persela Lamongam (09/12).

Pasalnya, kartu kuning saat bentrok dengan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), membuat dirinya sudah mengoleksi enam kartu kuning. Dan, hanya menyisakan sebiji lagi akan jalani hukuman akumulasi.

Kendati demikian, pemain bernomor punggung 86 di Madura United FC ini mengaku tidak akan terbebani. Ia berjanji akan bermain lepas dalam membantu tim mendapatkan poin di laga tandang terakhir.

"Alfath akan bermain tanpa takut dikartu kuning. Dipikiran saya, hanya akan membantu tim membawa pulang poin dari sini," tutur Alfath.

Jebolan Persib Bandung U21 tersebut terbilang memiliki peran signifikan bagi Laskar Sape Kerrab. Ia sudah membukukan empat assist dengan hanya 14 pertandingan pada musim ini.

Mantan bek sayap Persiba Balikpapan musim 2017 ini juga ingin menambah raihan assist. Dan, ia juga berharap bisa melampau catatan assist Bayu Gatra Sanggiawan dan Zah Rahan Krangar yang menyumbang paling banyak.

"Ingin menambah (assist), tugas semua oemain pasti meceyak gol atau buat peluangyang bisa jadi gol," imbuhnya.

Sayang, torehannya tidak lengkap akibat belum pecoh telor di Liga 1 2018. Tak ayal, ia masih menyimpan asa untuk mencetak gol layaknya gol debutan bersama Timnas Indonesia.

"Setiap pemain ingin mencetak gol, Alfath juga ingin. Alfath di Timnas bisa, berarti di tim juga harus bisa," tutup penggawa tim Garuda tersebut.***