a
Laga Pekan 17, Madura United Krisis Stoper
07/19/2018

Pertandingan Madura United di pekan ke-17 kala melawat ke kandang Persela Lamongan, harus dijalani dengan krisis stopper.  Sebabnya,  dua pemain yang sama-sama berposisi sebagai stopper, yakni Munhar dan Fachruddin W Aryanto dipastikan absen saat menghadapi tim   berjuluk Laskar Joko Tingkir. Keduanya, saat ini harus menjalani perawatan khusus setelah mengalami cedera  hamstring.

Munhar, pemain yang sudah absen saat Madura United menghadapi Perseru Serui kemarin lusa, masih harus menjalani perawatan atas  cedera yang dialaminya saat menghadapi PSIS Semarang. Sementara Fachruddin W Aryanto juga harus absen setelah pada pertandingan  melawan Perseru Serui ditarik  keluar lapangan karena cedera pada menit 10 di babak pertama.

Baik Munhar dan Fachruddin, sebagaimana disampaikan Harmun Agussoca, harus menjalani terapi perawatan paling sedikitnya 2 pekan.

"Fachrudidn Hamstring Strain gmGrade 1 dan Munhar akan dilakukan tindakan RIT (Regenerative Injection Treatment) Prolo Therapy dan PRP di jakarta. Untuk keduanya masih intensive observasi," beber Rehap Trainer Madura United FC, Harmun Agussoca.

Absennya dua stopper Madura United, menjadikan Madura United harus dalam kondisi krisis  pemain bertahan. Dengan skema main 4-3-3, Gomes biasa menempatkan dua stopper dalam pertandingan tertentu. Sementara, komposisi pemain yang berposisi sebagai stopper, hanya terdiri dari Fachruddin W Aryanto, Munhar dan Fabiano Beltrame.

“Kita maksimalkan yang ada untuk menjalani pertandingan besok. Meski mereka (Fachruddin dan Munhar) tidak bisa bermain karena cedera, kita memiliki beberapa pemain yang bisa menjalankan peran dengan baik di berbagai posisi, termasuk berperan stoper,” ulas Gomes Olivera, pelatih kepala Madura United. 

Ya, Madura United masih memiliki Guntur Ariyadi yang dalam dua pertandingan terakhir bisa menjalankan peran dengan baik sebagai stopper pengganti. Guntur yang pada saat menghadapi PSIS Semarang diposisikan sebagai full bek kanan, harus bertukar posisi menjadi stopper setelah Munhar cedera. Demikian halnya kala Fachruddin cedera saat menghadapi Perseru Serui. Pada pertadningan tersebut, Guntur juga masuk dengan berperan sebagai stopper.

Hasilnya, peran  yang dipercayakan  kepada Guntur berjalan  bisa dijawab dengan baik. Dalam dua pertandingan tersebut, Guntur ikut terlibat membawa Madura United menjalani pertandingan dengan torehan clean sheet.

Selama dua laga, duet Guntur-Fabiano menjanjikan pada saat klub kebanggaan warga pulau Garam krisis pemain belakang. Mereka mampu menjaga kedalaman pertahanan Laskar Sape Kerrab dengan torehan dua kali clean sheet.

"Saya senang atas kesempatan-kesempatan yang diberikan. Saya akan selalu memberikan yang terbaik. Saya akan lakukan apa yang dibutuhkan tim," ucap eks penggawa Persik Kediri.

Disamping itu, taktikal berdarah Brasil memuji Guntur yang bisa bermain di beberapa posisi berbeda. Hal itu diakui bisa membantu kondisi tim saat ini.