Jalani Dua Pertandingan dalam 3 Hari

Laga Terakhir di Liga 1 Maju ke 8 Desember

Pertandingan Madura United vs Persela Lamongan yang menjadi pertandingan terakhir skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab di Kompetisi Liga 1 musim ini, mengalami perubahan jadwal.

Jika sebelumnya pertandingan ditetapkan akan dilaksanakan pada 9 Desember, pihak operator kompetisi dalam hal ini Liga Indonesia Baru (LIB) mengubah jadwal pertandingan. Laga derby Jatim tersebut akan dilaksanakan pada 8 Desember mendatang atau maju sehari dari jadwal semula.

"Ada perubahan jadwal pertandingan antar Madura United vs Persela nanti. Jadwalnya dimajukan ke tanggal 8 karena pada tanggal 9 semua pertandingan yang menentukan baik untuk juara maupun degradasi sebagaimana edaran dari LIB akan digelar bersamaan," ucap Chairman LOC Madura United, Moh Alwi.

Perubahan jadwal pertandingan tersebut, jelas Alwi baru didapatkan kemarin sore.

"Kami sudah berkordinasi secepatnya dengan semua tim yang akan bertanding. Termasuk juga dengan pihak pengamanan," ulas Alwi.

Meski mengalami perubahan jadwal, yakni pertandingan dimajukan sehari dari jadwal semula, LOC Madura United tegas Alwi sudah siap untuk menggelar pertandingan tersebut dan dipastikan tanpa kendala.

"Pertandingan terakhir Liga 1 antara Madura United melawan Persela akan dilaksanakan di SGRP. Kordinasi untuk perijinan sebenarnya sudah jalan dengan jadwal semula, tapi kita akan segera lakukan perubahan menyesuaikan dengan perubahan jadwal yang maju ke tanggal 8 Desember," pungkas Alwi.

Sementara itu, perubahan jadwal yang didapatkan Madura United menjadikan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut harus menjalani dua pertandingan beruntun dalam 3 hari.

Yakni, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan menjalani pertandingan Piala Indonesia melawan Madura FC pada 6 Desember, kemudian hanya punya waktu rehat sehari untuk kemudian menghadapi Persela Lamongan pada 8 Desember.

"Semuanya adalah pertandingan yang sama-sama penting bagi Madura United. Kita akan lakukan rotasi dengan pemain yang paling siap dalam dua pertandingan tersebut. Di Piala Indonesia, Asep bisa dimainkan, tetapi di Liga 1 belum bisa dimainkan. Kami akan persiapkan dengan baik untuk dua pertandingan nanti," ulas Gomes yang baru kemarin sore bersama rombongannya mendarat di Madura, setelah sempat tertahan di Biak usai menghadapi Perseru Serui karena ditinggal pesawat.

Sebagaimana kejadian usai menghadapi Perseru Serui, cuaca yang buruk di Serui, menjadikan rombongan pemain Madura United ditinggal pesawat yang digunakan dari Biak ke Sruabaya.

Rombongan pemain dan ofisial Madura United harus mengalami kerugian tiket penerbangan senilai Rp 120 juta dan juga harus stay di Biak selama sehari. Kondisi tersebut, juga menjadikan pemain Madura United harus kehilangan kesempatan melakukan recovery jelang pertandingan melawan Madura FC.

"Kami sudah pernah jalani dua pertandingan hanya dengan masa istirahat sehari. Perjalanan yang jauh dari Papua yang mengalami masalah kemarin juga bukan alasan, seluruhnya harus kita jalani dengan penuh semangat untuk tim Madura United," imbuh Gomes.

Menyiasati berburu waktu dalam menjalani dua pertandingan yang sudah sangat dekat dan kekurangan masa recovery, para pemain Madura United dijadwalkan akan langsung bertolak ke Pamekasan hari ini.

Mereka juga akan langsung menjalani latihan di Pamekasan sore nanti sekaligus bagian dari pembenahan fisik sebelum menjalani pertandingan melawan Madura FC pada 6 Desember besok lusa.

"Rencananya, semua pemain besok (hari ini, red) sudah di Pamekasan semua dan akan menetap disana sampai selesainya pertandingan melawan Persela,"' tukas Winedy Purwito, menjelaskan tentang rencana Madura United dalam menyiasati dua pertandingan beruntun dalam waktu 3 hari.***