Jadi Tahun “Sial” Bagi Madura United

Manajemen Ucapkan Terimakasih Pada Pemain

Usai menjalani pertandingan melawan Persela Lamongan kemarin lusa, skuad Madura United kompetisi Liga 1 2018 resmi dibubarkan. Untuk selanjutnya, pasca proses pembubaran tim tersebut, para pemain Madura United musim 2018 dipersilahklan untuk berlibur sambil menunggu konfirmasi selanjutnya untuk kelanjutannya bersama Madura United musim depan.

“Secara administrasi, kita sudah menyelesaikan kompetisi 2018 dan itu juga berarti tanggungjawab perusahaan sudah selesai atas para pemain,” ucap Haruna Soemitro, sesaat sebelum menyatakan tim skuad 2018 dinyatakan dibubarkan.

Dalam perjalanan kompetisi musim ini, Madura United mengalami lika-liku cobaan dan kesulitan. Berbeda dari kiprahnya di dua tahun sebelumnya, saat Turnamen TSC dan Kompetisi Liga 1 musim 2017. Madura United mengalami penurunan prestasi musim 2018.

Sempat bisa finish di posisi 5 musim 2017 lalu, Madura United musim ini justru sempat masuk dalam persaingan untuk menghindar dari degradasi. Beruntung, kondisi tersebut bisa dilaluki pasca imbang 3-3 lawan PSMS Medan di pekan 32 lalu. Terdapat penurunan prestasi dari tahun lalu, Madura United finish di peringkat 8 atau turun 3 grid dari musim sebelumnya.

Bagi Madura United, musim ini menjadi musim “sial”. Serangkaian masalah teknis dalam proses perekrutan pemain terjadi sejak awal pembentukan tim. Target mebentuk the dream team gagal berjalan dengan mulus.

Komposisi tim yang dipersiapkan dengan komposisi delapan pemain asing, yakni 4 pemain asing asli dan 4 pemain asing naturalisasi gagal memberikan kontribusi signifikan dari target klub.

"Ini musim yang sial. Tim ini digadang-gadang akan menjadi tim superior dengan delapan pemain asing dan 4 pemain asing asli, tapi tidak memberikan kontribusi yang signifikan," ucap Manajer Haruna Soemitro saat menyampaikan sambutan sebelum pembubaran tim usai menghadapi Persela Lamongan.

Belanja besar-besaran dengan mendatangkan Patrick Nkoyi, Marcel Sacramento dan Cristian Gonzales guna menjaga kegarangan lini serang ternyata tidak berjalan mulus. Ketiga pemain tersebut tidak sampai seumuran jagung sudah tidak lagi bersama Madura United.

Demikian halnya dengan upaya mendatangkan Peter Osaze Odemwingie, juga tidak bisa berjalan sesuai rencana. Alhasil, dalam kondisi terdesak waktu, Madura United mengikat Alberto Antonio de Paula yang juga gagal memberikan kontribusi signifikan bersama Madura United.

Tak hanya itu, di awal musim, Madura United juga harus mengalami cobaan di sisi pelatih. Gomes Olivera yang gagal membawa Madura United bersinar di Piala Presdien dan Piala Gubernur Kaltim dievaluasi lalu diganti Milomir Seslija. Namun, perjalanan Madura United dengan Milo sapaan Milomir Seslija juga tidak berjalan dengan maksimal.

“Kehadiran pelatih baru justru membuat kondisi tim makin tidak kondusif. Sehingga Klub memutuskan memanggil kembali Gomes dan bersama Gomes diawal-awal bisa mebawa tim ini menjalani 8 pertandingan tanpa kalah,” ulas Haruna.

Selama putaran pertama, Eskpektasi terhadap Raphael Maitimo dan OK John yang pada putaran kedua berlabuh ke Persebaya Surabaya, juga kurang memuaskan. Diwaktu bersamaan, Kapten Timnas Tajikistan, Nuriddin Davronov juga mengalami masalah dengan cederanya.

Praktis, menjalani putaran kedua Madura United harus melakukan perubahan komposisi pemain asing dengan mendatangkan eks Pemain Timnas Iran Milad Zeynedpour menggantikan Nuriddin Davronov, dan memasukkan Mamadou Samassa sebagai pengganti Beto De Paula.

Harapan besar terhadap bergabungnya dua pemain anyar tersebut, diakui Haruna tidak membeirkan dampak yang signifikan.

Sejatinya, Samassa mampu tampil memukai di awal-awal berganung dan ia buktokan lewat enam gol dan satu assist yang disumbanhkan. Sayang, kerap kali cedera membuat dirinya tidak optimal bersama Laskar Sape Kerrab.

“Tentang pemain di tim ini, saya bertanggungjawab. Saya yang merekomendasikan untuk bersama tim ini. Kami bersyukur dan berterimakasih kepada para pemain yang telah membantu tim ini tetap berada di Liga 1. Saat tim ini berada dalam ambang degradasi, kita semua sama-sama bekerja keras untuk segera terhindar dan itu bisa dilalui dengan kondisi tim banyak yang tidak bisa bermain,” ulas Presiden Klub Achsanul Qosasi, sesaat sebelum memimpin doa bersama atas rasa bersyukur telah menyelesaikan kompetisi musim ini.***


Pencetak Gol Madura United

Fabiano Beltrame (9 gol)
Mamadou Samassa (6 gol)
Greg Nwokolo (5 gol)
Zah Rahan Krangar (5 gol)
Alberto Antonio da Paula (4 gol)
Slamet Nurcahyo (4 gol)
Raphael Maitimo (3 gol)
Bayu Gatra Sanggiawan (2 gol)
Engelberd Sani (2 gol)
Nuriddin Davronov (1 gol)
Milad Zeneywdpour (1 gol)
Munhar (1 gol)
Asep Berlian (1 gol)
Fachruddin W Ariyanto (1 gol)

Assist Para pemain Madura United FC

Zah Rahan Krangar (9 assist)
Bayu Gatra Sanggiawan (5 assist)
Alfath Fathier (5 assist)
Greg Nwokolo (4 assist)
Slamet Nurcahyo (4 assist)
Alberto Antonio da Paula (3 assist)
Raphael Maitimo (1 assist)
Engelberd Sani (1 assist)
Andik Rendika Rama (1 assist)
Mamadou Samassa (1 assist)