a
Evaluasi Menghadapi Serangan Bola Mati
08/08/2018

Kembalinya Gomes de Oliviera tidak hanya membuat Madura United selalu berada dalam trend positif. Tapi, Fachruddin W Aryanto hanya kebobolan dua gol dari enam pertandingan dan empat kali clean sheet.

 

Uniknya, dua gol yang bersarang di gawang yang dikawal Satria Tama selalu dari tendangan pojok. Pertama ialah gol Mohammad Fahmy Al-Ayyubi (Persela Lamongan) dan terakhir adalah gol Abu Bakr (PS. Tira).

 

Pelatih kepala, Gomes de Oliviera menyebutkan bahwa semua pemain harus berpartisipasi dalam kondisi tersebut. Terutama, pemain yang berdiri di depan harus bisa memotong bola.

 

Juru taktik yang familiar disapa Gomes berjanji akan mengevaluasi cara menghadapi serangan via bola mati. Guna, kejadian serupa tidak akan terjadi di pertandingan selanjutnya.

 

"Kita harus latih lagi, latih lagi. Boka itu bukan hanya kesalahan di belakang tapi di depan harus potong duluan. Halau bola yang lewat dan timing yang cepat. Mungkin, kita harus perbaiki lagi," ujar Gomes.

 

Hal senada juga menjadi catatan bagi pelatih penjaga gawang, Hendro Kartiko. Ia juga akan menekankan agar anak asuhnya tidak lupa komunikasi dalam kondisi apapun.

 

"Kunci awalnya komunikasi. Penjaga gawang akan melihat siapa yang kosong. Saya akan terus mengingatkan," kata Hendro.

 

Jelas legenda penjaga gawang Indonesia itu, semua penjaga gawang tidak ingin kebobolan. Namun, kesalahan sedikit terkafang biaa menjadi gol.

 

Tak ayal, jika eks palang pintu terakhir Timnas Indonesia menghimbau agar anak asuhnya di klub kebanggaan warga pulau Garam agar tidak cepat puas atas hasil enam laga terakhir. Madura United saat ini memeiliki tiga penjaga gawang, ialah Satria Tama, Herry Prasetyo, dan Ravi Murdianto.

 

"Asal jangan cepat puasa dan terus berlatih, ya latihan juga. Yang penting berusaha dan tidak sombong," sambungnya.