a
Diskusi Bersama Sebelum Berlatih
07/09/2018

Penggawa Madura United FC memiliki kebiasaan baru. Yaitu, mengagendakan kelas sebelum menjalani latihan. Evaluasi dan arahan diberikan layaknya penyampaian saat sekolah formal.

Diakui Asisten Pelatih Laskar Sape Kerrab Rasiman, model tersebut dinilai sangat membantu. Sebab, Fachruddin W Aryanto dkk. tidak hanya menjalani latihan praktik.

Akan tetapi, skuad klub kebanggaan warga Pulau Garam bisa menganalisa bersama kekurangan tim. Serta, seperti yang disampaikan Rasiman, para pemain juga bisa mengetahui dan menemukan solusi dari problem tersebut.

"Ini sangat penting. Setiap klub harus melakukan ini. Sebab, bisa saja solusi terbaik hadir dari pemain atau dari kita pelatih-pelatih," beber Rasiman.

Di samping itu, asisten pelatih yang pernah bekerja untuk T-Team (klub Malaysia) menyebutkan, para pemain bisa pula membagikan permasalahan dalam pertandingan. Dan, mereka dapat secara langsung mendiskusikannya.

"Jadinya bisa terbuka dan semuanya bisa menerima. Misalnya, bola kesukaan atau apapum itu. Para pemain juga bisa tambah dekat satu sama lain," sambungnya.

Selain itu, Rasiman menjelaskan, kelas sebelum latihan di tempat tertentu bisa dengan mudah menjelaskan lewat papan. Hal tersebut dinilai mampu mempermudah besutan Gomes de Oliviera cepat memahami.

Sejatinya, model kelas sebelum latihan kerap dilakukan di Madura United. Bedanya, Rasiman mengatakan dilakukan di lapangan sebelum memanjatkan doa dan tidak menggunakan plan besar.

"Kalau seperti itu enak bagi kita, pelatih dan pemain. Bisa menggunakan papan ini juga (sambil menunjukkan)," tandasnya.***