Cari Solusi Antisipasi Bola Mati

Gawang Madura United U19 dalam dua pertandingan Kompetisi Liga 1  U19 musim ini, sudah bobol sebanyak tiga gol. Gol-gol yang lahir dari pemain Bali United U19 dan Barito Putra U19 semuanya lahir dari proses bola mati. Dua gol melalui tendangan langsung dan satu gol melalui eksekusi pinalti.

Kendati demikian, asisten pelatih Rachmad Baisuki menegaskan akan segera menyelesaiakn permasalah tersebut. Agar, laga ketiga melawan Persela Lamongan U19, Kamis (4/10), tidak terjadi kembali.

"Tiga gol ke gawang kami itu lewat bola mati, dua kali tendangan pojok dan sekali penalti. Kita akan latih kembali cara mengantisipasi itu semua supaya lawan Persela tidak kecolongan lewat bola mati," ujarnya.

Menurutnya, koordinasi antara penjaga gawang dan pemain butuh kembali diasah. Sebab, ia menilai komunikasi dalam situasi tersebut sangat penting.

Rachmad mengucapkan akan segera berkoordinasi dengan pelatih penjaga gawang. Supaya, kper Laskar Sape Kerrab Ngodeh bisa lebih aktif kembali dalam menggalang lini pertahana, terutama saat bola mati.

"Kuncinya itu komuikasi. Nanti kami akan koordinasi dengan pelatih kiper agar kembali meningkatkan komunikasi dalam menghadapi bola mati. Soalnya, kiper yang bisa melihat pemain yang bebas atau tidak," sambungnya.

Asisten pelatih asal Bumi Gerbang Salam itu mengaku, yakin sebelum lawan Laskar Joko Tingkir KU-19 akan segera terselesaikan. Karena, ia menjelaskan, semangat anak didiknya bisa membantu dalam pembenahan saat latihan.

Begitu juga dengan Yusril yang selalu menjadi pilihan utama pada dua laga ini. Ia berjanji akan tampil lebih baik lagi jika diberi kesempatan ketiga besok di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali.

"Saya akan giat lagi di latihan biar bisa mendapatkan hasil bagus lawan Persela Kamis ini. Dan, mohon doanya dan dukungannya terhadap suporter yang merantau di Bali biar kita lebih semangat," pungkasnya.***