Apes, Zulfiandi Selalu Terjebak Hukuman

Madura United FC - Latihan pertama menjadi hari yang malang bagi gelandang baru Madura United, Zulfiandi. Pasalnya, dia harus push-up dua kali dan merayap di selangkangan pemain Laskar Sape Kerrab di sela-sela latihan.

Awalnya, pelatih kepala Madura United Dejan Antonic menyisihkan mini game di latihan pertama yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) kemarin sore. Tim yang kalah pada game tersebut mendapatkan hukuman.

Tim Zulfiandi harus menyerah dengan kekalahan selisih tiga gol. Kendati demikian, tim yang dinakhkodai Fachruddin W Ariyanto dan kawan-kawan berbaris. Lalu, tim yang kalah merayap di selangkangan.

Selanjutnya, Dejan mengatakan game masih belum selesai. Tim Zulfiandi dan tim F26 akan melakukan eksekusi tendangan dari luar kotak penalti. Saat bola masuk, tim lawan harus lari bolak-balik. Lalu yang telat dijatuhi hukuman push-up.

“Ini ajang pembalasan bagi kamu, kamu, dan kamu. Kalahkan mereka,” motivasi Dejan sebelum memulai game kedua.

Sayang, Zulfiandi harus push-up dua kali. Angka hukuman tersebut sama dengan Greg Nwokolo. Sedangkan, Irsan Lestaluhu dan Rifad Marasabessy masing-masing sekali push-up.

Meski diperintahkan untuk push-up para pemain yang dihukum itu tetap menikmati permainan. Mereka menunjukkan jiwa yang sportif. Begitu juga dengan mantan gelandang Sriwijaya FC yang hanya tersimpuh malu usai dihukum.

Menurut Zulfiandi, pola latihan yang diterapkan itu dengan memberikan punishment terhadap yang kalah akan memberikan motivasi tambahan. Sebab, setiap pemain dinilai akan bersaing secara sehat dan berjuang untuk menjadi pemenang.

“Itu sudah biasa seperti itu. Di mana-mana juga kadang seperti itu, sering dijumpai. Tapi, saya melihatnya sebagai motivasi bersaing secara sehat dan hukumannya juga berguna untuk pemain; push-up itu bagus,” kata Zulfiandi.

Kendati demikian, gelandang Tim Garuda itu mengatakan sangat terkesan di latihan pertama bersama Madura United. Serta, dia melihat semua pemain menyambut baik kehadirannya di tim.***