Demi Wakil Indonesia, Pinjamkan Jaimerson dan Beto

Madura United FC - menyampaikan dukungan setinggi-tingginya terhadap wakil Indonesia di ajang kualifikasi Piala Champions Asia. Dukungan tersebut, menurut Manajer Madura United, Haruna Soemitro, penting dilakukan agar ranking kompetisi sepakbola Indonesia di tingkat Asia bisa terus naik.

“Kita tahu, bahwa jatah tim yang bisa berlaga di Internasional sangat tergantung dengan rating kompetisi yang dibuktikan dengan prestasi di level Asia. Kebetulan tim yang mewakili Indonesia adalah Persija yang saat ini mengalami kesulitan dalam proses transfer machine system (TMS) karena masa pendaftaran sedang ditutup oleh AFC dan baru dibuka pada akhir Februari,” ulas Haruna Soemitro.

Kesulitan TMS tersebut, dijelaskan Haruna menjadikan Persija menginginkan peminjaman pemain khusus untuk kejuaraan internasional, dalam hal ini kualifikasi Piala Champions Asia, karena di Madura United terdapat pemain yang dibutuhkan dan sudah terdaftar di TMS.

“Persija mengajukan peminjaman Jaimerson dan Zahrahan. Tetapi, kami hanya menyetujui untuk peminjaman Jaimerson dan Alberto Goncalves. Peminjaman ini, hanya berlaku untuk kepentingan pertandingan internasional dan mereka tidak bisa dimainkan di Piala Presiden maupun Liga 1,” imbuh Haruna.

Jaimersondanbeto
Go International - Madura United akan meminjamkan Alberto Goncalves dan Jaimerson ke Persija untuk berlaga di laga internasional, yaitu Liga Champion Asia atau Piala AFC.


"Usai pertandingan ini, saya akan menjawab surat Persija Jakarta terkait peminjaman Jaimerson dan Alberto Goncalves. Sekali lagi, Catat! Ini hanya di pertandingan internasional,” tegas Haruna.

"Hari ini saya pastikan, kedua pemain itu secara sukarela dan ikhlas, kami pinjamkan untuk kepentingan negara, untuk kepentingan Indonesia, bukan untuk kepentingan Persija," imbuhnya.

Keputusan peminjaman tersebut, dijelaskan Haruna, semata-mata agar Wakil Indonesia di Champion Asia tidak kropos dan berharap wakil Indonesia punya prestasi. Ini juga mempengaruhi ranking dari kompetisi Indonesia.

“Jika kualifikasi pertama saja sudah tidak bisa, akan sangat mempengaruhi peluang-peluang menambah wakil di asia tahun selanjutnya," pungkas Haruna.***