Semua Pemain Akan Dijajal di Laga Uji Coba
Sore Ini, Zah Bergabung
Mimpi yang Jadi Kenyataan
Semua Pemain Akan Dijajal di Laga Uji Coba
Madura United FC - Sebelum menghadapi Cilegon United pada babak 32 besar Piala Indonesia pada 29 Januari mendatang, Madura United sebagaimana disampaikan Pelatih Kepala Dejan Antonic akan menggelar satu kali pertandingan ujicoba melawan tim lokal. pertandingan ujicoba tersebut, direncanakan akan digelar pada Rabu besok lusa di Stadion Gelora Bangkalan (SGB).Dalam pertandingan ujicoba tersebut, Dejan memastikan bahwa pihaknya akan menguji seluruh pemainnya dengan cara semua pemain akan diturunkan secara bergantian dalam pada pertandingan ujicoba tersebut. "Seperti yang saya bilang, sebelum Piala Indonesia ada satu kali ujicoba sama tim lokal. Itu untuk tahu, mereka sudah paham (strategi saya) atau belum. Kalau latihan saja tidak bisa," jelas Dejan.Ujicoba tersebut, dijelaskan Dejan bertujuan untuk mengukur kemampuan para pemainnya dalam menjalani pertandingan dengan komposisi yang saat ini ada di Madura United. Kerjasama tim, diakui Dejan sangat penting dalam menjalani pertandingan selanjutnya dan juga guna mengukur kecocokan pemain dengan rencana strategi yang akan dimainkan dalam setiap pertandinga.Skema pertandingan ujicoba tersebut, diakui juru taktik asal Serbia bukan dilihat dari hasil akhir pertandingan, namun lebih pada meihat kerjasama antar pemain dalam menjalankan organisasi permainan. "Semua harus main, saya dapat tahu kualitas pemain. Semua pemain sama, semua harus kerja sama-sama, tidak ada pemain bintang, nanti saya coba yang muda dan yang tua," sambungnya.Yang jelas, mantan juru taktik Timnas Hongkong tersebut ingin melihat kualitas pemain saat pertandingan. Tak ayal, jika dia berjanji akan menurunkan semua pemainnya di pertandingan itu. Sedangkan, penyerang sayap asal Tangerang Drey Buyung Panyalay menuturkan, akan memanfaatkan laga ujicoba itu untuk membuktikan kemampuannya. "Nanti persaingan pasti ketat. Saya yang penting proses dulu. Tapi kalau harapan, pasti ingin mendapatkan jam main. Untuk ujicoba ini, saya akan keluarkan semua yang saya bisa," paparnya.***
Sore Ini, Zah Bergabung
Madura United FC -  telah jalani latihan sejak Selasa (15/1) di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Namun, beberapa pemain masih belum bergabung seluruhnya dalam skuad Madura United. Semisal, Zah Rahan Krangar, pemain asing yang sudah memperkuat Madura United sejak musim lalu, dijadwalkan baru hari ini bergabung latihan. Terlambatnya Zahrahan bergabung dalam skuad Madura United, tak lepas dari masa liburan pemain asal Liberia tersebut yang sudah dijadwalkan baru akan usai pada 18 Januari. Kemarin lusa, Zah nama panggilan akrabnya sudah berada di Surabaya.Pemilik nomer punggung 29 tersebut baru mendarat di Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (19/1) kemarin lusa. Pemain asal Liberia tersebut sebagaimana disampaikan Dejan Antonic pelatih kepala Madura United dijadwalkan akan mulai bergabung dengan Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan dalam latihan sore ini."Dia sudah di Surabaya, pasti, pasti akan latihan besok sore. Semua pemain sudah akan segera berkumpul semua," jawab Pelatih Kepala Madura United Dejan Antonic.Gelandang serang berkebangsaan Liberia itu dinilai tidak akan langsung latihan berasama tim. Takutnya, sehabis liburan masih harus melewati latihan pemulihan.Kondisi tersebut sama dengan striker asing Aleksandar Rakic yang baru bergabung latihan, harus menjalani proses pemulihan kondisi fisiknya setelah menjalani perjalanan jauh dari negara asalnya. Selama pertama bergabung latihan, Rakic hanya jalani latihan recovery secara terpisah, Kamis (17/1) sore."Mungkin masih recovery juga. Habis liburan, dan pemain dikuatirkan terlalu lama libur. Jadi, recovery dulu," sambungnya soal latihan Zahrahan sore ini.Di samping itu, taktikal yang musim kemarin menangani Borneo FC berharap, kehadiran Zahrahan bisa membantu di laga pertama Piala Indonesia. Nanti, finalis Piala Gubernur Kaltim I 2016 ini akan menjamu Cilegon United (29/1).Sedangkan, mantan andalan Persipura Jayapura itu menuturkan masih harus jalani latihan recovery besok sore. Agar, kondisinya bisa cepat pulih seperti biasnaya.Dan, dia mengaku siap untuk membantu klub imi dalam ajang kompetisi terdekat. Dua pertandingan sebelumnya, dia berkontribusi banyak saat melawan Persibo Bojonegoro dan Madura FC."Iya recovery dulu, jika itu intruksi pelatih. Saya profesional, dan selalu siap untuk membela Madura," tandasnya.***
Mimpi yang Jadi Kenyataan
Madura United FC - Musim ini, komposisi Madura United dihuni oleh pemain-pemain bintang, baik yang asing ataupun lokal. Skuad tersebut meliputi pemain yang dipertahankan ataupun yang baru didatangkan pada bursa trasfer awal musim.Di balik komposisi mentereng, ternyata Laskar Sape Kerrab peduli terhadap talenta muda. Saat ini, sudah terdapat tiga pemain yang dipromosikan ke tim senior guna mengarungi kompetisi musim 2019.Salah satu pemain yang dipromosikan dari Akademi Madura United Kelompok Usia 19 Tahun, ialah Dava Aldiansyah Ramadhan. Dia adalah pemain yang memiliki dua posisi, yaitu bek sayap dan penyerang sayap.Di samping itu, bomber tersebut bisa beroperasi sebagai stoper. Hal itu tidak terlepas dari krisisnya bek di Laskar Sape Kerrab Ngodeh saat mengarungi Liga 1 U19 2018, sehingga menempatkannya di posisi tersebut.Menurutnya, kesempatan promosi kw tim senior memang didambakan. Ketika pertama kami berda di skuad U19, dia mengaku sudah menyimpan mimpi untuk berada di barisan Fachruddin W Ariyanto dan kawan-kawan."Tetap, ini seperti yang saya ceritakan dulu. Saya sangat memimpikan bermain di senior dan akhirnya kesampaian. Dulu itu hanya latihan, tapi sekarang sudah jadi bagian," ujar pemain yang familiar disapa Acong ini.Diketahui, putra orang Pameksana itu kerap kali mendapatkan kempatan untuk latihan bersama tim senior pada tahun 2018. Saat kompetisi usai, dia pun berada di tim senior.Acong menambahkan, kedua orang tuanya sangat senang atas kabar itu. Sebab, dia sangat didorong untuk membela tanah kelahiran."Kedua orang tua sangat mendukung dan senang sekali. Mereka lagi kerja di Jakarta, jadi dengan saya ada di Madura, ikatan kekeluargaan akan tetap," ujarnya.Selain Acong, kiper muda asal Bangkalan Fawaid Ansory lebih dulu dipromosikan. Ditambah lagi, penyerang sayap asal Tangerang Drey Buyung Panyalay yang memiliki kesempatan yang sama.***
Enggan Kubur Mimpi Tampil Lawan Cilegon
Madura United FC - Bek sayap Madura United Alfath Fathier harus mendapatkan perawatan khusus dari tim medis Laskar Sape Kerrab. Pasalnya, pada sesi latihan kemarin lusa, Alfath mengalami sedikit masalah pada paha kirinya. Pada latihan kemarin sore di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), pemain asal Bandung itu menepi usai menjalani latihan fisik. Alfath tidak ikut serta dalam latihan game internal yang digelar sore  kemarin. Dia lebih memilih mendapatkan penanganan dari tim medis. Usaha - Meski dalam kondisi cedera, Alfath Fathier tetap latihan di Stadion Gelora Bangkalan (17/01), demi mempercepat pemulihan dan bisa ikut memperkuat Laskar Sape Kerrab saat melawan Cilegon United. "Hanya ada otot ketarik saja waktu crossing, sedikit tidak apa-apa. Ini ringan saja, mungkin tidak bisa kalau yang gerak cepat seperti crossing untuk sementara. Saya harus berusaha untuk terus sembuh agar bisa main lawan Cilegon nanti," ujar Alfath. Sementara itu, pria yang akrab disapa Herrisist itu menjelaskan, cedera yang dialami Alfath sudah lama terjadi. Tepatnya, saat jalani laga amal atas kematian Haringga Sirilla di Malang tahun kemarin. Dugaan dokter asal Surabaya itu, cedera itu yang kambuh. Akhirnya, di posisi yang sama kembali merasakan sakit seperti yang diuraikan oleh pemilik nomor punggung 86 ini. "Itu sudah lama. Itu waktu pertandingan amal. Jadinya ini kambuhnya saja, namun saya dan yang lain masih mau melihat perkembangannya dulu besok," ucapnya. Kendati demikian, dia masih belum memastikan saat ujicoba pada Rabu depan lawan tim lokal sudah bisa bertanding. Sebab, prioritas sesunggahnya saat jalani babak 32 besar Piala Indonesia. "Belum tahu, karena takut tambah parah, terus bahaya sama pertandingan Piala Indonesia," tutupnya.***
Dua Hari Genjot Latihan Fisik
Madura United FC - Sejak hari kedua latihan Madura United, Rabu (16/01) sore, Pelatih kepala Madura United Dejan Antonic memberikan menu latihan fisik. Dejan sembari menyisihkan waktu untuk latihan taktik. Hal itu tidak terlepas dari kondisi fisik pemain yang menurun. Menurutnya, beberapa pemain tidak menjaga kondisi selama liburan yang sekitar sebulanan. "Saya lihat banyak pemain lelah sekali. Mungkin mereka terlalu libur. Kalau mereka terlalu liburan, lebih berat itu," tutur Dejan usai pimpin latihan kemarin sore (17/1). Tak ayal, selama awal-awal latihan, mantan juru taktik Timnas Hongkong itu sangat memforsir Fachruddin W. Ariyanto dan kawan-kawan. Agar, fisiknya bisa segera kembali ideal. Namun, secara perlahan-lahan, dia memperbanyak game dan latihan taktik. Dinilainya, pertandingan kian hari tambah dekat. "Pelan-pelan, sekarang fokus ke fitnes dan banyak taktik, banyak game, tapi kita harus fokus ke fitnes. Karena, sedikit mepet waktunya," jelasnya. Diketahui, klub kebanggaan warga Pulau Garam akan menjalani pertandingan resmi pada 29 Januari 2019. Yakni, melawan Cilegon United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan. Di samping itu, pelatih berdarah Serbia tersebut cukup senang dengan semangat latihan anak asuhnya. Hal itu bisa memberikan akselerasi terhadap peningkatan fisik. "Mereka professional. Tadi saya lihat sangat semangat. Semua kerja sama. Saya lihat seperti itu," jelas taktikal yang menikah dengan perempuan Surabaya ini. Pagi ini, skuad finalis Piala Gubernur Kaltim I 2016 akan kembali menggelar latihan di stadion yang sama dengan menu latihan yang sama.***
Pertama Merumput Bersama Madura United
Rakic Janji Akan All Out demi Ambisi JuaraMadura United FC - Sejak dikait-kaitkan dengan Madura United pada bursa trasfer kali ini, Aleksander Rakic selalu menjadi buah bibir. Sementara, suporter Madura Bersatu begitu menantikan kedatangannya. Sejatinya, dia telah lama meneken kontrak dengan tim ini seperti yang dibocorkan pelatih kepala Dejan Antonic. Namun, tim baru mengumumkan pada Selasa (15/1) lalu. Setelah dipastikan bergabung, kehadirannya di dalam skuad selalu dinantikan oleh suporter Madura Bersatu. Terbukti, suporter selalu hadir ke lapangan saat latihan dan menanyakan kepastian kehadiran Rakic dalam latihan bersama Madura  United. Rasa penasaran suporter yang menggebu-gebu terobati kemarin sore. Itu terjadi, setelah Top Skorer Liga 1 tahun 2018 mulai terlihat di lapangan dan ikut berlatih bersama-sama dengan  Fachruddin W. Ariyanto dan kawan-kawan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Saat baru bertemu dengan rekan setimnya di Madura United, Rakic menyampaikan optimismenya bersama Laskar Sape Kerrab masuk tiga besar. Hal itu, diakui Rakic  tidak terlepas dari materi pemain musim ini yang mengkombinasikan antara skuad lama terbaik dengan rekrutan terbaik. "Saya tahu banyak pemain dari musim kemarin. Saya tahu Madura tim bagus. Saya pikir akan lebih bagus musim ini. Mengapa tidak, masuk tiga besar di liga," ucap Rakic usai jalani latihan. Soal niat kembali menyabet gelar top skor di Liga 1 2018 kemarin, Rakic hanya menyampaiakan ingin bermain bagus dengan klub kebanggaan warga Pulau Garam. "Dengan tim bagus, saya akan cetak banyak gol. Tapi untuk saya bukan memaksakan diri untuk top skor, yang penting saya bermain bagus," sambungnya. Latihan kemarin, bomber asal Serbia itu masih menjalani recovery training. Dia masih belum bisa bertabung dengan rekan satu timnya dalam arahan Dejan. "Datang kemarin dia seperti saya, hampir 20 jam perjalanan dan kami tidak mau paksa dia untuk hari ini, hanya pemulihan dan Puji Tuhan besok sudah mulai latihan sama kita," tutup Dejan.***
Putra Kamal Promosi ke Skuad Senior
Madura United FC - Proses promosi  para pemain Madura United U19 ke skuad senior masih akan terus berlanjut dalam proses pembentukan tim Madura United. Selain Drey Buyung Panyalay yang dipromosikan ke skuad senior, Madura United juga memanggil Fawaid Ansory, pemain berposisi penjaga gawang di skuad Madura United U19. Fawaid dipanggil untuk bergabung dengan penjaga gawang senior Mohamad Ridho dan kawan-kawan. “Ada beberapa pemain dari tim U19 yang akan dipromosikan ke senior.  Kami berharap proses pembinaan di Madura United Academy  terus melahirkan pemain yang bisa dipromosikan ke tim senior,” ungkap Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi. Bagi Fawaid, menjadi pemain yang dipanggil ke skuad senior diakuinya tidak pernah terbayang saat ini. “Saat saya ikut seleksi di U19, bisa terpilih saja sudah beryukur apalagi saat ini saya diminta untuk bergabung dengan tim. Ini akan menjadi tambahan pengalaman bagi saya dan saya harus siap untuk semangat berlatih,” ungkap pria asal Kecamatan Kamal, Bangkalan tersebut. Diakuinya, untuk saat ini, dirinya akan fokus berlatih bersama-sama dengan seniornya di skuad Madura United yang saat ini dihuni Satria Tama, M. Ridho dan Rafid. “Kesempatan untuk berlatih bersama dengan pemain yang sudah biasa memperkuat Timnas bagi saya adalah kebanggaan, terpenting saya fokus berlatih dan berusaha untuk terus meningkatkan kemampuan. Soal apakah akan bermain, itu urusan pelatih,” imbuh Fawaid. Fawaid adalah salah satu pemain yang memperkuat Madura United U19 di kompetisi Liga 1 U19 tahun lalu. Fawaid terlahir pada 13 September 1999 lalu. Guna masuk dalam skuad Madura United U19, Fawaid mengawali melalui seleksi langsung. Ammurizal, orangtua Fawaid menceritakan bahwa saat akan ikut seleksi, Fawaid tidak sungkan untuk naik bus dari Kamal ke Pamekasan sebagai tempat pelaksanaan seleksi terakhir. “Sebagai orangtua, saya cuma bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik. Kemauannya yang keras dan ngotot untuk bisa bermain di Madura United U19 menjadikan kami  harus mendukungnya,” ucap Rizal, panggilan akrab orangtua Fawaid. Sebelum  mencoba peruntungan di Madura United U19 lalu, Fawaid tercatat sebagai siswa di SMAN 1 Kamal. Bersama sekolahnya, Fawaid memang sering dipercaya sebagai penjaga gawang tim sepakbola sekolahnya. Saat ini, Fawaid  hidup bersama kedua orangtuanya di Kampung Baru, tepatnya di RT 05 RT 02 Kecamatan Kamal, Bangkalan.***
Madura United Agendakan Uji Coba Lawan Tim Lokal
Madura United FC - Sisa waktu Madura United untuk mempersiapkan pertandingan babak 32 besar Piala Indonesia, melawan Cilegon United cukup terbatas. Mereka hanya menyisakan 11 hari lagi sebelum menjalani pertandingan resmi perdananya di tahun 2019 ini. Sebagaimana jadwal yang ditetapkan oleh PSSI, Leg pertama pertandingan tersebut akan berlangsung di SGRP pada 29 Januari dua pekan lagi. Dengan kondisi yang masih baru menjalani latihan, dan dengan komposisi pemain yang sebagian besar baru, Dejan Antonic membutuhkan satu kali pertandingan uji coba  sederhana. Calon lawan untuk pertandingan tersebut, diakui Dejan cukup dengan tim lokal Madura. “Minggu depan ada sekali uji coba sebelum pertandingan, lawan tim lokal di sini. Karena tentu, kita harus lihat kondisi pemain. Waktu yang kita punya sebelum pertandingan piala Indonesia kecil (pendek) atau tidak terlalu banyak waktunya,” ujar Dejan. Laga persahabatan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa (22/1) pekan depan. Serta, pertandingan ini akan digelar di Madura, sebab melawan Cilegon United dihelat di kandang sendiri. “Iya sekali, mungkin Selasa. Ada uji coba melawan tim lokal di sini. Karena kita main game pertama di rumah,” sambungnya. Saat klub kebanggaan warga Pulau Madura memulai persiapan pertandingan sejak besok, tim hanya memiliki waktu 11 hari. Tak ayal, jika mantan juru taktik Timnas Hongkong itu meminta anak asuhnya untuk segera beradaptasi dengan cepat satu sama lain, serta dengan strategi yang diterapkan. Sedangkan, kiper baru Madura United M. Ridho Djazulie menilai, adaptasi antar pemain bisa dengan cepat dilakukan. Hal itu tidak terlepas dari beberapa pemain yang sering satu tim dan terkadang ketemu di Timnas Indonesia. “Apalagi sekarang pelatih kepala coach Dejan. Dan juga di Timnas kemarin ada Andik dan Zulfiandi yang jelas semuanya baik dan welcome,” tandasnya.***
Sore Ini, Aleksandar Rakic Datang
Madura United FC - Pengumuman rekrutan anyar Madura United Aleksandar Rakic menyita perhatian pecinta sepak bola Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari gelar topskor Liga 1 2018 yang disematkan terhadap dirinya. Sejatinya, Pelatih kepala Madura United Dejan Antonic mengungkapkan, perekrutan Rakic sudah lama. Namun, dia ikut serta merahasiakan informasi yang fantastik tersebut.  "Saya tahu dia sudah lama (Aleksandar Rakic) gabung sama kita. Tentu, kita tidak bisa bicara, karena kita sudah ketemu dan sudah bicara," angkat bicara Dejan soal perekrutan Rakic usai memimpin latihan kemarin sore. Sejak dinformasikan perekrutannya, Rakic masih belum bergabung latihan per Rabu (16/1) kemarin sore. Hanya, Asep Berlian yang sudah terlihat bersama tim dari skuad yang hadir saat latihan perdana. Taktikal berkebangsaan Serbia itu membocorkan, Rakic sudah berada di Surabaya. Serta, bomber yang juga asal Serbia itu akan jalani latihan pertama bersama Laskar Sape Kerrab sore ini di Stadion Gelora Bangkalan. Selain Rakic, asisten pelatih asing Darko Vargec kemarin malam sudah tiba di Surabaya. Dan, dia sudah bisa membatu Dejan menjalani menu latihan sore ini. "Sebentar lagi atau besok dia (Rakic) sudah gabung sama kita. Asisten pelatih Darko nanti malam ada. Puji Tuhan pelan-pelan pemain kumpul dan sebelum 20 sudah ada di sini semua," sambungnya. Meski sama-sama berasal dari Serbia, mantan pelatih Boneo FC ini enggan mengistimewakan Rakic. namun, dia tetap mengkui, kulitasnya sangat bagus. "Dia bagus, satu pemain yang memiliki kualitas bagus. kamu bilang dia topskor, sekali lagi, hari ini, kita ada target yang lebih besar dari yang itu," tutupnya. Pemilik nomor punggung 7 di Laskar Sape Kerrab Engelberd Sani bisa latihan sore ini. Sebab, kemarin malam sudah tiba di mess Sahara, asrama penggawa Madura United.***
Adaptasi Latihan saat Hujan
Madura United FC - jalani latihan hari kedua di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Rabu (16/1). Sesi latihan yang digelar pada sore hari tersebut, kondisi cuaca berbeda dengan dengan hari sebelumnya. Sesi latihan harus berlangsung dalam kondisi guyuran hujan. Hujan mulai mengguuyur pemain dengan sangat derasnya sesaat setelah melakukan warming up. Meski terpaan hujan sangat deras, para pemain tetap diminta fokus untuk terus berlatih. Hal tersebut, diakui Dejan Antonic sebagai bagian dari proses adaptasi menjalani pertandingan yang dimungkinkan dalam kondisi hujan  dalam beberapa bulan kedepan. Kondisi lapangan basah dan licin. namun, tidak terlihat terdapat genangan air meski hujan sempat deras saat latihan dan deras juga menjelang latihan. Meski demikian, para pemain ternyata  tetap menikmati latihan dengan kondisi hujan seperti yang dijalani Andik Vermansyah. Dia sagat antusias sampai terjatuh ketika mengejar bola. "Seru, memang pemain bola itu senang kalau latihan sambil hujan-hujanan. Karena ada sensasi yang berbeda, Saya juga lama tidak main bola saat hujan," tutur pemain yang mengenakan nomor punggung 21 di Timnas Indonesia tersebut. Selain jebolan Persebaya Surabaya ini, bek Laskar Sape Kerrab Guntur Ariyadi terlihat begitu menikmati. Dia sambil bercanda ria memainkan si kulit bundar di tengah guyuran hujan. Kondisi tersebut dipandang bagus oleh bomber yang berkeluarga dengan perempuan asal Kediri ini. Menurutnya, di musim hujan tidak menutup kemungkinan kana bermain saat turun hujan atau dalam kondidi lapangan licin. Diketahui, Madura United masih belum bertanding saat hujan. Meski jelang kompetisi usai sudah memasuki musim penghujan. "iya benar itu bisa untuk adapatasi bermain saat hujan. Tentu kadang kita tidak bisa kontrol bola dengan sempurna, iya agar lebih siap saja kedepannya," kata Guntur. Akan tetapi, Guntur berharap, laga terdekat melawan Cilegon United tidak hujan saat melewati babak 32 besar Piala Indonesia. Meski, latihan kemarin sore sudah bentuk adaptasi.***
Andik-Ridho Merasa Seperti Pemain Lama
Madura United FC menggelar latihan perdana di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Selasa (15/01) sore. Pasalnya, dua pemain baru tim ini yang menjadi pembelian sensasional, Andik Virmansyah dan M. Ridho Djazulie,langsung menyatu dengan pemain lama yang dipertahankan. Bomber yang dijuluki Messi Indonesia tersebut menjadi pemain yang paling menyita perhatian. Namanya selalu dipanggil suporter dari pinggir lapangan. Sesekali, Andik membalas suporter yang memanggil namanya dengan senyuman. Dia pun memberikan tepuk tangan ke arah suporter sambil melakukan lari-lari ringan. Tak ayal, pemilik nomor punggung 21 di Timnas Indonesia tersebut mengaku sangat senang menjalani latihan perdana bersama klub barunya. Dirinya langsung merasa bermain di rumah sendiri. Kebersamaan - Andik Virmansyah dan Andik Rendika Rama foto bersama setelah latihan di Stadion Gelora Bangkalan Selasa (15/01).Sama-sama bahagia walau statusnya sebagai pemain baru dan lama. "Jujur saya senang sekali dan sangat gembira. Saya juga merasa tidak asing, meskipun saya pemain baru di sini, seperti pemain lama," tutur Andik kepada awak media yang menggerumuninya. Pemain postur cilik ini menjelaskan tidak asing dengan Pulau Garam. Sebab, sejak dulu di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 5 sudah kerap kali bermain di Madura. "Karena seperti yang saya ceritakan di Instagram, sejak kecil Madura adalah bagian dari karir sepak bola saya. Saya kelas lima SD sudah main di Madura. Jadi, saya tidak asing, di sini seperti kampung halaman saya sendiri," sambungnya. Bomber yang musim 2018 berseragam Kedah FA itu juga meminta dukungan suporter Madura Bersatu untuk tidak menggendorkan dukungan. Agar, target juara bisa diraih musim 2019. Semangat - Ridho (Kiper Madura United FC) merasa bahagia bersama tim barunya saat ini, Madura United FC. Begitu juga dengan M. Ridho Djazulie, kiper Timnas Indonesia tersebut merasa sangat semangat menjalani latihan perdana. Hal itu tidak terlepas dari pemain lama memberikan sambutan hangat. "Senang sekali. Semua pemain di sini welcome. Latihan perdana juga lancar dan menyenangkan. Banyak suporter yang datang," ungkap Ridho.***
Apes, Zulfiandi Selalu Terjebak Hukuman
Madura United FC - Latihan pertama menjadi hari yang malang bagi gelandang baru Madura United, Zulfiandi. Pasalnya, dia harus push-up dua kali dan merayap di selangkangan pemain Laskar Sape Kerrab di sela-sela latihan. Awalnya, pelatih kepala Madura United Dejan Antonic menyisihkan mini game di latihan pertama yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) kemarin sore. Tim yang kalah pada game tersebut mendapatkan hukuman. Tim Zulfiandi harus menyerah dengan kekalahan selisih tiga gol. Kendati demikian, tim yang dinakhkodai Fachruddin W Ariyanto dan kawan-kawan berbaris. Lalu, tim yang kalah merayap di selangkangan. Selanjutnya, Dejan mengatakan game masih belum selesai. Tim Zulfiandi dan tim F26 akan melakukan eksekusi tendangan dari luar kotak penalti. Saat bola masuk, tim lawan harus lari bolak-balik. Lalu yang telat dijatuhi hukuman push-up. “Ini ajang pembalasan bagi kamu, kamu, dan kamu. Kalahkan mereka,” motivasi Dejan sebelum memulai game kedua. Sayang, Zulfiandi harus push-up dua kali. Angka hukuman tersebut sama dengan Greg Nwokolo. Sedangkan, Irsan Lestaluhu dan Rifad Marasabessy masing-masing sekali push-up. Meski diperintahkan untuk push-up para pemain yang dihukum itu tetap menikmati permainan. Mereka menunjukkan jiwa yang sportif. Begitu juga dengan mantan gelandang Sriwijaya FC yang hanya tersimpuh malu usai dihukum. Menurut Zulfiandi, pola latihan yang diterapkan itu dengan memberikan punishment terhadap yang kalah akan memberikan motivasi tambahan. Sebab, setiap pemain dinilai akan bersaing secara sehat dan berjuang untuk menjadi pemenang. “Itu sudah biasa seperti itu. Di mana-mana juga kadang seperti itu, sering dijumpai. Tapi, saya melihatnya sebagai motivasi bersaing secara sehat dan hukumannya juga berguna untuk pemain; push-up itu bagus,” kata Zulfiandi. Kendati demikian, gelandang Tim Garuda itu mengatakan sangat terkesan di latihan pertama bersama Madura United. Serta, dia melihat semua pemain menyambut baik kehadirannya di tim.***
Masih Harus Adaptasi
Madura United FC - Dejan Antonic memimpin langsung latihan perdana Madura United digelar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Selasa (15/1) kemarin sore. Dalam latihan tersebut, Dejan Antonic didampingi oleh Asisten pelatih Rasiman dan Pelatih Kiper Kurnia Sandy. Sebagai latihan perdana, Dejan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling mengenal satu sama lain.  Banyak cara dilakukan Dejan untuk saling mengenal  para pemain dan juga pelatih saling mengenalkan satu sama lain. Diantaranya, Dejan mengajak para pemain berbincang santai sebelum berkumpul di lapangan latihan. "Latihan pertama seperti biasa hanya untuk kenal dan pemanasan. untuk latihan kedepannya itu masih tunggu beberapa pemain," kata Dejan soal latihan pertama bersama klub kebanggaan warga Pulau Garam.   Di samping itu, pelatih asal Serbia tersebut meminta agar anak asuhnya bisa bekerjasama dengan baik. Serta, tidak memandang pemain lama atau baru agar kekompakan segera terbangun di tim yang didukung suporter Madura Bersatu. Meski demikian, mantan juru taktik Borneo FC tersebut membeberkan, bahwa butuh waktu untuk adaptasi. Optimisme Dejan bahwa proses adaptasi akan berjalan secepatnya, karena dalam proses latihan yang baru pertama dijalankan kemarin, perlahan-lahan chamestry antar pemain akan segera terbangun. "Pemain baru dan ada pelatih baru. Semua kita harus adaptasi dulu. Jalan kita masih panjang, pelan-pelan setiap pemain harus kenal dulu," sambungnya kala disinggung adaptasi antar pemain sambil berjanji bahwa proses kekompakan antar pemain di timnya sudah harus ditunjukkan saat menghadapi Cilegon United dalam babak 32 besar Piala Indonesia pada 29 Januari. Sementara, bek sayap Alfath Fathier yang diperpanjang kontraknya bersama tim ini memiliki optimisme tinggi. Dia juga menceritakan tadi sempat berbincang berdua dengan Dejan. Soal pemain anyar, Alfath memandang, latihan berjalana lancar. Namun, dia mengamini masih membutuhkan waktu untuk adaptasi. "Kita masih dalam proses adaptasi antar pemain dan pelatih. Ini pertama kita latihan lagi dan sebagian juga pertama baru bertemu. Sudah hampir satu bulan ini saya juga tidak bermain dan hanya latihan kecil di rumah. Makanya, butuh penyesuaian lagi,” ucap Alfath sambil menegaskan bahwa pihaknya optimis proses adaptasi para pemain di timnya akan berlangsung cepat.***
Butuh Uji Coba Sebelum Lawan Cilegon United
Madura United FC - Usai diperkenalkan kemarin lusa, Dejan Antonic secara resmi akan  mengemban tanggugjawab sebagai pelatih Madura United. Ujian perdana sebagai pelatih akan dilakoni Dejan Antonic dan tim pada pertandingan babak 32 besar Piala Indonesia yang akan dijalani Madura United pada 29 Januari mendatang. Namun, sebelum menjalani laga resmi tersebut, Dejan Antonic mengungkapkan jika pihaknya  butuh  melihat kerjasama antar  pemain  melalui pertandingan ujicoba minimal satu kali pertandingan. Hal itu, jelas Dejan  guna mengetahui secara utuh kerangka tim sebelum diterjunkan dalam laga resmi. “Tinggal 15 hari lagi pertandingan resmi Madura United tahun ini. Menjalani pertandingan sebenarnya sudah biasa. Tetapi, mempersiapkan tim yang betul-betul baru terbentuk harus kami  lakukan dengan sebaik-baiknya. Pelan-pelan kami akan lihat dan harus persiapakan untuk pertandingan pertama nanti. Karena setiap pertandingan pertama lebih penting. Sekarang kita harus bikin latihan singkat sebelum kompetisi, karena ada piala Indonesia,” tutur Dejan. Persiapan tim guna menjalani laga pertama ini tidak sebatas latihan biasa. Namun, dia menyebutkan, butuh satu kali ujicoba sebelum melakoni laga kontra Cilegon United. Sayang, Dejan masih belum bisa memastikan tentang waktu pelaksanaan pertandingan ujicoba yang ideal serta calon tim lawan dalam pertandingan tersebut. Bagi Dejan, waktu dua pekan mempersiapkan tim sebelum menjalani laga perdana harus dimaksimalkan dengan baik, apalagi para pemain baru saja menjalani libur panjang. “Selain latihan singkat, saya bikin ujicoba satu kali sebelum pertandingan. Tapi, masih belum tahu kapan dan sama siapa, yang penting sebelum piala itu,” terangnya soal agenda ujicoba untuk membuat timnya lebih matang. Dijelaskannya, ujicoba tersebut akan membantu anak didiknya bisa lebih patang. Sebab, para pemain sudah lama tidak ermain dan dinilia feel bertandnya sudah berkurang ketimbang saat kompetisi aktif. Soal daftar pemain, juru taktik yang menukangi Borneo FC musim 2018 menilai, sudah cukup bagus. Menurutnya, tinggal pemain menyesuaikan dengan taktik dan strategi yang akan digunakan.***
Saat Kurnia Sandy Reuni dengan Rasiman
Madura United FC - Pelatih Kiper Madura United mengalami pergantian. Dari sebelumnya Hendro Kartiko, pelatih penjaga gawang Madura United akan ditukangi oleh Kurnia Sandy. Eks penjaga gawang timnas tersebut juga akan menjalani reuni bersama Rasiman, asisten pelatih Madura United. Keduanya, pernah satu tim saat sama-sama melatih salah satu klub Malaysia, T-Team (klub Malaysia) musim 2016-2017. Saat itu, pelatih kepalanya Rahmad Darmawan yang juga asal Indonesia. Kerjasama keduanya kembali terjalin bersama Madura United. Kenangan keduanya bersama T-Team akan tersaji dalam membesut Fachruddin W Aryanto dan kawan-kawan. Terhadap kerjasama keduanya yang terulang, Kurnia Sandymenguraikan cerita suksesnya bersama T-Team.. “Dengan materi seadanya, kami sukses membuat pemain-pemain kami laris. Mereka diminati banyak klub waktu itu, karena performanya bagus saat ditangani kami. Dua penjaga gawang yang saya latih, dilirik klub-klub bagus di Malaysia,” ucap mantan kiper Sampdoria (klub Italia). Rasiman ataupun Kurnia Sandy kembali bekerja untuk tim yang sama pada musim 2018 di klub asal Palembang Sriwijaya FC. Sayang, kebersamaan kala itu terhitung singkat dan hanya berjalan enam bulan atau sampai paruh musim. Kurnia Sandy berlanjut membantu Timnas Indonesia bersama rekan satu timnya saat berkipra di Serie A Italia Kurniawan Dwi Yulianto dan Bima Sakti. Sedangkan, ayah kandung Abimanyu itu mendarat di Laskar Sape Kerrab, membantu Pelatih kepala Madura United Gomes de Oliviera. Kini, kedua asisten pelatih yang meniti karir kepelatihan dari jejak yang berbeda akan menangani klub kebaanggaan warga Pulau Garam. Tak ayal, jika kebersamaan ini disambut baik oleh Kurnia Sandy. “Iya, tapi hanya enam bulan di Sriwijaya. Saya ke timnas, dia ke Madura United. Saya senang sekali, sekarang sudah bisa bekerjasama lagi di Madura United. Kami sudah saling mengerti satu sama lain, dia tahu saya dan begitu juga dengan saya,” ungkapnya. Sementara, Rasiman meluapkan kegembiraan yang sama. Dia tidak lupa mengucapkan selamat bergabung dengan tim yang dihantarkannya finish di posisi delapan Liga 2018. Tidak lupa pula, dia mengajak untuk meraih juara di musim ini. “Target saat ada di Sriwijaya kemarin ingin juara, iya saya dan dia akan dituntaskan di sini sekarang. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik nantinya,” tutup Rasiman saat dihubungi kemarin malam.***
Babak 32 Besar Hadapi Cilegon United
Madura United FC - Calon lawan Madura United di Babak 32 besar Piala Indonesia dipastikan akan menghadapi Cilegon United. Itu terjadi, setelah dalam drawing babak 32 besar yang digelar di salah satu hotel di Jakarta, Selasa (8/1) kemarin. Bagi kedua tim, pertemuan keduanya akan menjadi pertemuan perdana di pentas sepakbola nasional dalam semua even. Itu bisa dimaklumi, karena baik Madura United maupun Cilegon United berbeda kasta.Kendati berbeda kasta dan belum pernah bersua dalam satu pertandingan, Asep Berlian salah satu pemain Madura United langsung menegaskan bahwa pernah bertanding ataupun belum, bukan jadi tolok ukur dalam setiap pertandingan.“Ketemu atau belum bukan jadi ukuran menang kalah. Yang menjadi ukuran itu, siap atau tidak nanti, itu yang akan lolos 16 besar,” jelas Asep Berlian kemarin sore kala dihubungi.Sebelumnya, Madura United berhasil melaju ke babak 32 besar setelah di babak 64 besar berhasil mengalahkan Madura FC yang berstatus peserta Liga 2 dengan skor 4-1. Terlepas dari status calon lawan sebagai peserta Liga 2, dalam perjalanan Piala Indonesia, Madura United sempat mengalami tekanan besar saat menghadapi Persebo Bojonegoro di babak pertama Piala Indonesia. Kala itu, Madura United harus memastikan kemenangan melalui drama adu penalti.“Kapan pun pertandingan akan digelar, harus dalam kondisi siap untuk menjalani pertandingan melawan Cilegon United nantinya,” ucap Asep.Di babak 32 besar, system pertandingan tetap akan dilaksanakan dengan system gugur. Namun, bedanya dari system pertandingan sebelumnya, pertandingan babak 32 besar akan digelar dengan system home-away. Penentuan tim yang lolos ditentukan melalui hasil pertandingan head to head.Kendati demikian, Guntur Ariyadi yang bermain sebagai starter pada pertandingan itu, meminta tetap waspada meski melawan tim dari kasta yang berbeda. Agar, kejadian di laga debutan Piala Indonesia tidak terulang kembali.“Harus dipandang serius semua. Setiap tim memiliki kesempatan untuk lolos. Begitu juga dngan mereka yang akan berjuang mati-matian nanti lawan kami. Motivasinya akan berlipat ganda,” ujar pemilik nomer punggung 2 itu.Babak ini sudah dijadwalkan, akan dihelat pada 22 Januari sampai 6 Februari. Sedangkan fase selanjutnya babak 16 besar akan dijadwalkan akan digelar mulai 11 Februari 19 Februari. Untuk babak 8 besar akan digelar pada 24 Februari sampai 2 Maret. Sementara untuk babak Semi Finaldijadwalkan akan digelar pada 7 dan 12 Maret untuk kemudian dipungkasi dengan pertandingan puncak pada 17 dan 24 Maret.***
MBB Tetap Suplai Appareal Madura United
Bakal Produksi 12 Jenis Seragam Kerja sama Madura United dengan perusahaan Appareal MBB, dipastikan berlanjut. Perusahaan nasional yang berbasis di Bogor tersebut, sebagaimana disampaikan Ziaul Haq akan kembali menjadi penyuplai kebutuhan kostum dan seragam pemain Madura United di musim kompetisi 2019 mendatang.Kerja sama dengan MBB tersebut, tercatat akan menjadi tahun ke-3 sejak 2016 lalu. Kerjasama dengan MBB sempat terhenti selama satu musim, tepatnya pada kompetisi 2017 lalu ketika Madura United menggandeng Mizuno sebagai sponsor appareal. Namun, kerjasama perusahaan asal Jepang tidak berlanjut kembali di musim 2018.“Sudah resmi sponsor Apparealnya dari MBB. Ada beberapa calon sponsor utama yang juga sedang menjalani negosiasi dengan Madura United,” ungkap Ziaul Haq, Direktur PT Polana Bola Bersatu, selaku perusahaan pengelola Madura United.Sebagai sponsor Appareal, MBB akan memproduksi kostum Madura United musim 2019 yang direncanakan akan terdiri dari 3 kostum. Yakni, kostum utama, kostum kedua dan kostum ketiga. Selain kostum pertandingan, MBB juga akan menjadi penyuplai kostum latihan, kostum pemanasan, seragam perjalanan, seragam harian dan juga dua jaket seragam.“Ada 12 jenis seragam yang akan diproduksi oleh MBB untuk Madura United. 3 kostum pertandingan, 4 kostum latihan, 3 seragam perjalanan, dan 2 jaket. Semuanya pihak MBB yang akan sediakan untuk kebutuhan tim. Mereka juga akan produksi duplikasinya untuk melayani supporter dan nanti penjualannya hanya akan dilakukan melalui Ofisial Distro Madura United,” ulas Zia.Atas kerjasama tersebut, Madura United sebagaimana disampaikan Zia berharap agar para supporter yang ingin melakukan pembelian merchandise Madura United bisa melakukan pembelian secara langsung melalui Distro.Bagaimana dengan desain kostum musim depan? Zia mengungkapkan bahwa corak kostum musim depan desain resminya berada di tangan Vice President Madura United Annisa Zhafarina Q. “Yang pasti, corak loreng merah putih akan tetap,” jelas Zia.**
Ridho - Harapan Baru Sapi Kerrab di Bawah Mistar Gawang
Madura United FC - Di posisi mistar gawang, Madura United mendatangkan salah satu bintang Timnas, M. Ridho Djazulie. Eks pemain Borneo FC ini, diumumkan resmi ke publik pada Rabu, 26 Desember 2018. Ridho merupakan pemain ke 11 dalam proses kontrak Laskar Sapi Kerrab. Pemain kelahiran Pekalongan ini, resmi menjadi bagian keluarga besar Madura United. Ia menjadi harapan baru Sapi Kerrab di posisi mistar gawang untuk menjaga gempuran lawan, selain Satria Tama yang juga baru saja memperpanjang kontraknya di Madura United. Profile : Nama : Muhammad Ridho Lahir : Pekalongan, 21 Januari 1991 Tinggi : 1,82m Kebangsaan: Indonesia Statistik (Saat di Borneo FC) Liga 1   Tahun Main Gol Umpan   2018 14 0 0 1 0   2017 30 0 0 0 0 Welcome Ridho!  
Dane "The Batman" Milovanovic - Cinta Lama Bersemi Kembali
Madura United FC - Kerinduan warga Madura akan aksi Dane "The Batman" Milovanovic yang lama terpendam, akhirnya terobati. Dia resmi menandatangani kontrak dengan Manager Madura United pada Jumát, 14 Desember 2018. Serta akan menggantikan posisi Milad Zeneyedpour yang lepas dari tim kebanggaan Pulau Garam. The Batman merupakan rekrutan pertama Madura United yang diumumkan ke publik. Welcomeback Dane!
Andik Vermansyah "Saatnya Harumkan Tanah Leluhur"
Bonek-Persebaya-Madura United"Tadi siang saya sudah komunikasi langsung dengan Azrul dan Chandra Persebaya tentang tingkat possibility Andik di Persebaya. Dari komunikasi itu saya peroleh kesimpulan bahwa antara Andik dan Persebaya sudah sama2 ikhlas tentang masa depannya masing2, sehingga tidak saling menunggu lebih2 menyandra satu sama lain."-Fakta itu pula yang disampaikan Andik kepada saya sebelum dia sepakat bergabung dengan Madura dan menandatangani kontrak dengan durasi 1 musim kompetisi 2019.-Saya sangat menghargai fanatisme Andik kepada "the green force", sehingga saat tanda tangan dia minta ijin memakai kaos hijau atribut Bonek, dengan demikian kalau sampai tahun ini tidak deal dengan Persebaya, pasti bukan urusan uang atau nilai kontrak sbg penyebabnya! Karena kalau pilihannya karena uang sudah bisa dipastikan bukan Madura United pilihan Andik, ada satu klub di Indonesia dan 2 klub di Malaysia memberikan offer yg cukup fantastis kepada Andik, faktanya Andik memilih berlabuh di Madura. Biarkan ini menjadi rahasia yang justru menjadi energi baru Andik berkarir di Madura.Madura sendiri bukan hal baru bagi Andik, karena dia terlahir dari orang tua dan lingkungan Madura.-Bagi saya kebersamaan dengan Andik ibarat reuni juara PON 2008, karena saat saya sbg ketua Asprov PSSI Jatim, Andik adalah pemain andalan Jatim merebut medali emas di PON XVI Kaltim.-Untuk kedalam tim Madura United bisa dipastikan Andik akan nyaman dengan deretan pemain yang sudah lama dia kenal baik di surabaya maupun di timnas.Faktanya Andik Vermansah sudah menjadi bagian dari keluarga Madura United, mudah2an menjadi happy ending dari reality show yang cukup melelahkan dalam berapa minggu ini.Mudah2an Persebaya semakin solid, dan bonek semakin realistis dalam membumikan impiannya.-Akhirnya selamat datang Andik Vermansah, saatnya kamu harumkan tanah leluhurmu Madura dengan berprestasi membawa Madura United Juara!--Manager Madura United-
Duo Ambon Diperpanjang, Slot U22 Tinggal 3 Pemain
Madura United FC - kembali memastikan dua pemain asal Ambon Rifad Marasabessy dan Irsan Lestaluhu berkostum tim ini musim 2019. Kini, Laskar Sape Kerrab sudah memiliki tujuh pemain. Mengikat dua pemain yang masih berusia 19 tahun ini menguntungkan klub kebanggaan warga Pulau Garam. Pasalnya, manajaemn sudah bisa mwngantisipasi regulasi setiap tim haris dihuni lima pemain U-22 jika masih akan ditetapkan musim depan. Akan tetapi, manajer tim Haruna Soemitro menjelaskan, memperpanjang duo Ambon bukan hanya kareba regulasi. Dia melihat jam terbang Rifad dan Irsan yang berpengalaman membela Timnas Indonesia U19. "Tapi, itu bukan alasan utama keduanya tetap menjadi pilihan yang dipertahankan. Jam terbang di Timnas dan sumbangsih bagi tim, baik di Madura United FC u19 maupuj senior mwnjadi rapor statistik mereka berdua," ungkap Haruna. Kedua pemain ini tidak bermain reguler bersama Laskar Sape Kerrab di Liga 1 2018. Irsan hanya bermain sekali dan Rifad hanya bermain lima kali sepanjang kompetisi domestik tertinggi Tanah Air. Namun, pemilk nomer punggung 18 ini menunjukkan statistik yang impresif bersama Laskar Sape Kerrab Ngodeh. Selain menjadi kapten, dia menobatkan diri sebagai gelandang tersubur tim lewat tiga golnya. Sedangkan bomber yang mengenakan nomer punggung 12 tersebut juga belum mencetak satu golpun bersama klub yang didukung suporter Madura Bersatu. Tapu, dia mampu menyumbangkan satu gol dan satu assist bersama tim Garuda Muda tahun 2018. Saat ini, eks Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur juga sedang memabtau perkembangan penggawa Madura United FC U19. Sebab, ia memiliki biatan untuk mempromosikannya. "Kami juga sedang memantau perkembangan pemain Madura United U19 musim ini yang patut dipromosikan ke tim senior. Beberapa bulan terakhir sebagian dari mereka mulai dimagangkan di tim senior," tandasnya. Penggawa Laskar Sape Kerrab Ngodeh silih berganti magang di tim senior. Akan tetapi, tetdapat tiga pemain yang paling sering dan berpotensi masuk tim senior, ialah Dhimas Bagus Pangestu, Drey Buyung, dan Dava Ramadhan.***
Didekati 2 Klub, Satria Setia dengan Madura United
Madura United FC - Proses perburuan pemain oleh tim-tim peserta Liga 1 musim depan terus berjalan. Masing-masing, saling bergerilya untuk mendapatkan pemain terbaik versi perburuan mereka. Di skuad Madura United musim 2018, terdapat beberapa pemain yang juga diburu tanda tangannya oleh tim lain. Salah satunya, Satria Tama.Kiper asal Surabaya yang sebelum merapat ke Madura United berkiprah di Persegres Gresik tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya sudah didekati dua tim selain Madura United. Namun, Tama, sapaan akrabnya kipper yang juga menjadi dari skuad Timnas U23 beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa pihaknya masih akan mengutamakan Madura United sebelum beralih komunikasinya dengan tim-tim lain. Hasilnya, Tama, pemain bernomor punggung 88 di Skuad Madura United secara resmi diumumkan sebagai satu dari 4 kiper Madura United musim lalu yang telah diperpanjang kerjasamanya dengan Madura United.“Satria Tama adalah satu dari empat kiper Madura United musim lalu yang sudah dipastikan kembali bergabung bersama Madura United di musim depan,” ujar manajer tim Haruna Soemitro. Selain Tama, jajaran penjaga gawang Madura United musim lalu diperkuat oleh Hery Prasetyo dan Ravi Murdianto dan satu kiper yang berstatus magang Fachry. Bagaimana dengan penjaga gawang lainnya, Haruna, Manajer Madura United mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan beberapa pemain musim lalu yang masuk dalam proyeksi dipertahankan dan juga pemain buruan.“Nanti kalau sudah selesai, pasti akan diumumkan siapa saja pemain terbaru. Kita tidak ingin masuk dalam spekulasi bvursa transfer pemain,” ucap Haruna.Kesetiaan Satria tetap memilih menandatangani kontrak perpanjangan dengan tim ini. dia memiliki kontrak tambah selama dua tahun sama dengan Greg, Dane, dan Alfath.“Ada, tapi saya harus berkomitmen dua tahun saya kontrak di Madura (United FC). Ada pokoknya, kalau disebutkan (dua klub yang ingin meminangnya) jangan. yang jelas tahun ini, saya ada tawaran untuk gabung tim lain,” jelas Satria.Yang membuat eks Kiper Persegres Gersik United ini di tim fi nalis PGK I 2016, tidak lepas dari kekeluargaan yang tercipta di tim ini. Tak ayal, jika dia sudah merasa nyaman dan enggan pindah ke klub lain.Eks Penjaga Gawang Timnas Indonesia itu juga berharap bisa kembali bermain regular musim depan. Dan, dia ingin membawa tim yang juara Suramadu Super Cup (SSC) 2018 lebih berprestasi dibandingan tiga tahun terakhir. “Bertahan itu semua karena situasi dan kondisi Saya lihat di madura ini sangat kental dengan kekeluargaan. Sehingga dengan kekeluargaan semuanya terasa enak dan nyaman menjalaninya. Saya juga berharap bisa berprestasi dengan Madura musim depan,” tandasnya.***
Hanya Akan Pertahankan 12 Pemain
Madura United FC - Rapor Madura United FC di Liga 1 musim 2018, membuat 60 persen pemain akan terdepak. Seperti disampaikan Manajer tim Madura United Haruna Soemitro, hanya akan mempertahankan sekitar 11 hingga 12 pemain dari 28 punggawa. “Kalau berdasarkan rapor yang kami pegang, mungkin tidak lebih dari 40%. dari skuad kemarin yang jumlanya 28, ya yang bertahan mungkin 11 atau 12 pemain," kata Haruna usai menjadi narasumber dalam diskusi yang bertajuk 'PSSI Harus Baik' di Graha Pena Surabaya, Senin (17/12). Hingga kemarin, Laskar Sape Kerrab sudah baru mengikat tiga pemain dari skuad lama, ialah Greg Nwokolo dan Zah Rahan Krangar. Terbaru adalah Alfath Fathier yang memiliki satu tahun kontrak dan satu tahun kontrak optional. "Ada beberapa pemain yang signing (tanda tangan, red) di rumah.  Salah satunya adalah Alfath Fathier. Alfath yang diisukan kemana-kemana, sore ini menandatangani kontrak dengan Madura United. Ada satu tahun dan satu tahun optional, jadi dua tahun (kontrak)," sambungnya. NYAMAN - Greg masih merasa nyaman di Madura United FC, serta memiliki ikatan kontrak sampai tahun 2020.   Sedangkan Greg Nwokolo masih memiliki ikatan kontrak sampai tahun 2020. Berbeda dengan pemain nomer punggung 29 ini yang hanya memperpanjang satu musim saat dikonfirmasi, dia mengatakan senang bisa berada di klub ini. Kendati demikian, delapan hingga sembilan pemain lainnya masih tanda tanya. Dan, manajer yang pernah menjadi Ketua Asprov PSSI Jawa Timur ini enggan membocorkan. Menurutnya, perlahan-lahan informasi transfer akan diumumkan. Status - Fabiano Beltrame masih dalam proses pindah kewarganegaraan untuk bisa kembali menjadi bagian Madura United FC.   Pria yang memiliki usaha kayu di Lamongan itu melanjutkan, satu pemain yang masih lampu kuning ialah Fabiano Beltrame. Bek tersubur di Liga 1 2018 ini, nasibnya masih tergantung dengan status kewarganegaraannya. Bek berpaspor Brasil tersebut akan diperpanjang kontraknya jika berstatus pemain naturalisiasi. Dan, ia sedang proses pindah menjadi warga Indonesia yang sudah dipersiapkan sejak awal bulan Desember lalu. "Ada program lain Fabiano ini yang mungkin di luar rencana normal. Fabiano ini akan diproyeksikan dia sebagai pemain lokal. Kami sudah mulai urus mulai awal bulan kemarin untuk dinaturalisasi. Jika sudah naturalisasi, akan menjadi bagian dari Madura United," sambungnya. Sampai saat ini, Madura United FC baru merekrut satu pemain. Adalah gelandang asing Dane Milovanovic yang sudah berkostum loreng merah putih dua tahun setengah.*** Daftar Pemain Sementara Dane Milovanovic (2 tahun kontrak) Greg Nwokolo (2 tahun kontrak) Zah Rahan Krangar (1 tahun kontrak) Alfath Fathier (satu tahun kontrak dan satu tahun kontrak optional)
Bukti Kesetiaan dan Dedikasi
Madura United Jarang Bongkar Pasang Pemain Lokal Mengarungi kompetisi 2018, Madura United tidak banyak melakukan perekrutan pemain lokal. Sebagian besar pemain lokal, adalah pemain yang sudah menjadi bagian dari Madura United sejak musim sebelumnya. Baik musim 2016 maupun 2017. Bahkan, jika merunut dari proses rekruetmen komposisi pemain lokal hampir tidak ada perombakan daripada musim sebelumnya.Berikut rangkuman perjalanan Madura United selama musim 2018: Bongkar pasang pemain di tim peserta Kompetisi Liga 1 Indonesia, adalah hal yang lumrah. Sebab, itu absah di dunia profesionalisme sepakbola. Bagi Madura United, untuk bongkar pasang pemain, sejatinya hampir tidak dilakukan perombakan besar, utamanya untuk komposisi pemain lokal. Terdapat 7 pemain lokal yang sudah bersama Madura United sejak tahun 2016.Jumlah tersebut tergolong besar untuk satu tim. Karena, sejatinya selain 7 pemain yang sudah bersama Madura United sejak tahun 2016, juga terdapat 5 pemain yang sudah bersama Madura United sejak tahun 2017 lalu. Praktis, di musim kompetisi 2018 ini, skuad Madura United untuk komposisi pemain lokal tidak mengalami perubahan besar.Pendatang baru di skuad Madura United di musim 2018 hanya terdapat 6 pemain saja, yakni Benny Wahyudi, Satria Tama, Alfath Fathir, Irsan Lestaluhu, Imam Bagus Kurnia dan Lucky Wahyu. Para pendatang baru tersebut, khusus untuk Alfath Fathir, Irsan Lestaluhu dan Imam Bagus Kurnia adalah pemain yang direkrut untuk memenuhi persyaratan 5 pemain U22.Selain 6 pemain tersebut, Madura United juga menambah satu pemain lokal untuk posisi belakang, Junda Irawan. Pemain asal Malang tersebut bergabung dengan Madura United seiring dengan dipanggilnya Rifad Marasambessy ke Timnas Indonesia U19 dalam waktu lama. Sementara para pemain yang biasa berposisi di wing bek, sebagian dalam kondisi cedera dan sudah mulai terjerat dengan hukuman akumulasi kartu.Proses bongkar pasang pemain lokal Madura United musim ini, hanya terjadi pada posisi penjaga gawang. Angga Saputra yang berstatus sebagai Anggota TNI ditarik ke PS Tira dan Madura United mendapatkan pengganti Ravi Murdiyanto. Praktis, selama putaran kedua musim 2018 hanya terdapat dua pemain lokal yang masuk dalam skuad Madura United.“Madura United menjadi tim yang sangat saya cintai. Sulit bagi saya untuk berbagi hati selama 3 tahun bersama tim ini,” ucap Slamet Nurcahyo, pemain lokal yang paling sering mendapatkan tempat dalam setiap pertandingan Madura United.Jika merunut dari proses pembentukan tim di tahun 2016, tepatnya sebelum Madura United terjun di ajang kejuaraan Piala Gubernur Kaltim edisi pertama 2016 lalu, Engelberd Sani, Slamet, Herry Prasetyo dan Munhar adalah empat pemain yang bergabung dengan Madura United sejak hari pertama pembentukan tim. Asep Berlian, meski bergabung dengan Madura United sebelum pelaksanaan PGK 2016, baru bergabung dengan Madura United setelah skuad bergabung di Batu guna menjalani pemusatan latihan. Sementara Bayu Gatra dan Guntur Ariyadi, keduanya bergabung dalam skuad Madura United setelah pelaksanaan PGK 2016. Pada saat pelaksanaan PGK, Bayu masih tercatat sebagai bagian dari skuad Sriwijaya Fc dan Guntur Ariyadi masih berstatus sebagai pemain Barito Putra.“Saya faham dan mengetahui dedikasi para pemain yang sudah lama bergabung dalam tim Madura United. Catatan karier mereka bersama kami di Madura United adalah catatan yang sulit bagi kami untuk diabaikan,” ulas Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi. (bersambung) Pemain Lokal Madura United yang masuk sejak tahun 2016Slamet Nurcahyo, Munhar, Bayu Gatra, Herry Prasetyo, Guntur Ariyadi, Engelberd Sani dan Asep Berlian, Angga Saputra (dilego ke PS Tira dengan Ravi Murdiyanto) Pemain Lokal Madura United yang masuk sejak tahun 2017Fachruddin W Aryanto, Rifad Marasambessy, Andik Rendika Rama, Rizky Dwi Febriyanto, Tanjung Sugiarto Pemain Lokal Madura United yang masuk sejak tahun 2018Satria Tama, Benny Wahyudi, Alfath Fathir, Irsan Lestaluhu, Imam Bagus Kurnia, Lucky Wahyu Paruh Musim 2018 Junda Irawan, Ravi Murdiyanto (Lego Angga Saputra dari ke PS Tira)
Skenario 8 Pemain Asing Gagal Berjalan Sesuai Rencana
Madura United FC - Awal Kompetisi Liga 1 2018, Madura United mematok target tinggi sebagai juara. Guna mencapai target tersebut, Madura United merencanakan komposisi tim The Dream Team dan saingan utama jika menilik pada komposisi skuad di awal kompetisi adalah Sriwijaya Fc dan Persija Jakarta. Sayangnya, rencana tersebut gagal berjalan dengan baik setelah dalam perjalanan, komposisi skuad mengalami banyak ujian.Rencana The Dream Team adalah bagian dari perjalanan Madura United musim kompetisi 2018. Namun, The Dream Team yang direncanakan gagal berjalan sesuai rencana karena banyak faktor.Madura United mengusung target tinggi di Kompetisi Liga 1 musim 2018. Juara, adalah target yang dipasang. Hal itu, jelas Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi sebelum launching di lakukan, melihat dari proses pembentukan tim dan agresifitas Madura United dalam berburu pemain di bursa tranfers.Target tinggi tersebut, memang tak lepas dari rencana komposisi skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab. Madura United mengawali dengan rencana akan menggunakan sebanyak 8 pemain asing. Yakni, 4 pemain asing murni sesuai dengan slot yang ditetapkan oleh Operator kompetisi. Yakni, 3 pemain asing non asia dan satu pemain asing asia. Sementara 4 pemain asing lainnya, adalah 4 pemain asing yang sudah naturalisasi. Yakni, Greg Nwokolo, Cristian Gonzales, Onorondie Kuggebe (OK) John dan Raphael Maitimo.Semula, sebagaimana disampaikan Direktur PT PBMB Ziaul Haq untuk komposisi pemain asing, nama Fabiano Beltrame menjadi pemain yang dipertimbangkan karena Madura United sempat melakukan komunikasi dengan Viktor Igbonevo dan Hamka Hamzah. Sementara untuk komposisi pemain asingnya terdiri dari Marcel Sacramento, Peter Odemwingie, Patrick N’Koyi, dan Nuriddin Davronov.Sayangnya, rencana awal harus buyar setelah Patrick N’Koyi gagal memberikan menjawab Ekspektasinya bersama Madura United. Sementara di sisi lain, komunikasi dengan dengan Viktor Igbonefo dan Hamka Hamzah juga tidak berjalan mulus. Madura United akhirnya mengubah rencana pembentukan tim. Nama Fabiano Beltrame tetap menjadi bagian dari Madura United dengan memperkuat komposisi lini depan untuk pemain asing yang direncanakan akan diisi Marcel Sacramento, Peter Odemwingie, dan Nuriddin Davronov untuk mengisi slot pemain asing asia. Noura : Noruddin Davronov atau yang akrab disapa dengan nama Noura menjadi salah bagian dari slot pemain asing Laskar Sape Kerrab pada kompetisi 2018. Sayangnya, skenario kedua tersebut juga gagal berjalan dengan baik. Marcel Sacramento justru tergoda dengan memilih pindah ke Persipura Jayapura. Sementara opsi mendatangkan kembali Peter Odemwingie masih masih tarik ulur antara kedua belah pihak. Peter masih bimbang antara kepastian tetap menjadi pemain atau memilih opsi lain dalam perjalanan kariernya.Puncaknya, Peter Odemwingie menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan kembali bermain di Indonesia dan memilih untuk menjadi pemandu bakat pemain asing dengan memberikan refrensi bagi Madura United terhadap pemain yang dibutuhkan Madura United.Tanpa Peter Odemwingie dan Marcel Sacramento dan Patrick N’Koyi yang sebelumnya sudah pasti dipulangkan, Madura United akhirnya harus kembali mengawali proses seleksi pemain asing. Terdapat Alejandro David Fiorina Racca (Argentina), Stevan Markovic (Montenegro), dan Lamjed Chehoudi (Tunisia) dan juga Sasa Kolunija dan disusul dengan kedatangan Alberto Antonio de Paula.Rangkaian perjalanan proses pembentukan untuk mencari slot pemain asing, akhirnya disudahi dengan menetapkan Fabiano Beltrame, Zahrahan Krangar, Nuriddin Davronov dan Aloeberto De Paula sebagai pengisi slot pemain asing. Komposisi tersebut direncakana akan dikombinasikan dengan pemain asing yang sudah naturalisasi terdiri dari Greg Nwokolo, Raphael Maitimo, OK John dan Crisitian Gonzales.Dalam perjalanan kompetisi, komposisi the dream team tidak berjalan sesuai rencana. Crustian Gonzales memutuskan pindah ke PSS Sleman, sementara Raphael Maitimo seringkali harus berhadapan dengan cedera yang dialaminya. Lalu bagaimana dengan OK John?. Pemain yang bersiteri perempuan asal Manado tersebut seringkali harus mengalami pertandingan dari bangkui cadangan dan bahkan seringkali tidak masuk dalam rencana permainan pelatih Miloir Seslija.Pindahnya Gonzales ke PSS Sleman, menjadikan komposisi pemain “asing” Madura United tinggal 7 pemain. Jumlah tersebut terus berkurang seiring dengan proses evaluasi kontribusi pemain dengan hanya menyisakan “lima” pemain asing saja, yakni Fabiano Beltrame, Zahrahan Krangar, Nuriddin Davronov yang kemudian digantikan dengan Milad Zeynedpour, dan Alberto De Paula yang kemudian digantikan Mohammadou Samassa.“Rangkaian perjalanan yang penuh dnegan ujian tersebut, kita sebut sebagai tahun “sial” bagi Madura United. Tetapi, apapun hasilnya dalam perjalanan selama kompetisi 2018 ini, harus disyukuri,” ucap Presiden Klub Madura United, saat membubarkan skuad 2018.*** Skenario 1Marcel Sacramento, Peter Odemwingie, Patrick N’Koyi, Nuriddin Davronov, Greg Nwokolo, OK John,. Rapahel Maitimo, Gonzales Skenario 2Fabiano, Peter Odemwingie, Marcel Sacramento, Nuriddin Davronov, Greg Nwokolo, OK John,. Rapahel Maitimo, Gonzales Skenario 3Fabiano, Peter Odemwingie, Zahrahan, Nuriddin Davronov, Greg Nwokolo, OK John, Rapahel Maitimo, Gonzales Skenario 4Fabiano, Alberto De Paula, Zahrahan, Nuriddin Davronov, Greg Nwokolo, OK John, Rapahel Maitimo, Gonzales
Sempat Terancam, Fabiano Garang Musim Ini
Madura United FC - Bek asing Madura United FC Fabiano Beltrame membela tim ini sudah sejak 2016. Namun, musim 2018 menjadi karir terbaiknya setelah mengabsahkan diri sebagai bek terproduktif di Liga 1 2018 via sembilan gol yang disarangkannya. Sebelumnya, 1 hanya mencetak tiga gol per musim. Di balik suksesnya musim ini, stoper berkebangsaan Brasil tersebut sejatinya hampir terdepak musim ini bersama Laskar Sape Kerrab. itu terlihat dari rekrutan anyar OK Jhon yang bertipikal pemain bertahan. Ditambah lagi, manajmen klub kebanggsaan warga Pulau Garam mencoba bek berpaspor Serbia Sasa Kolunija. Dia pun masuk dalam rombongan tim kala jalani turnamen Piala Gubernur Kaltim (PGK) II 2018. Jika pemain jangkung tersebut resmi diikat oleh tim yang menjuarai Suramadu Super Cup (SSC) 2018. Slot pemain asing waktu itu sudah habis, dan kemungkinan besar pemilik nomer punggung 15 itu akan terhempas. Namun, manajer tim Haruna Soemitro dengan tegas mengumumkan slot asing sudah penuh pada 09 Maret lalu. Adalah, milik Zah Rahan Krangar, Alberto Antnio da Paula, Fabiano Beltrame, dan Nuriddin Davrononv yang masuk slot pemain asing Asia. Sontak, eks Kapten Persela Lamongan ini menjawabnya dengan tampil impresif selama satu musim. Ia tidak hanya tangguh dalam bertahan, tapi bisa jadi solusi dikala pemain Madura United FC mandul di depan gawang lawan. Kini, tim sudah resmi dibubarkan. Fabiano juga sudah dalam kondisi free transfer. Namun, ia dengan tegas mengucapkan masih ingin bertahan jika manajemen mebutuhkan tenaganya. "Ya masih tetap di Madura (United FC), masih ingin tetap, tapi tergantung manajamen akan mempertahankan saya atau tidak," bebernya saat dihubungi. Saat ini, manajemen dan Presiden Klub Achsanul Qosasi masih dalam tahap mengevaluasi komposisi musim ini. Dan, tidak ada satu pun yang sudah jelas akan dipertahankan untuk mengarungi musim depan.***
Zahrahan Stabil Bersama Madura United
AQ: Sangat Mungkin Dia Tetap di MaduraTiga tahun sejak Madura United resmi diakuisisi, para pemain asing Madura United silih berganti datang. Dari 4 slot maksimal pemain asing yang bisa dimiliki setiap tim peserta kompetisi Liga 1, di skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab, hanya terdapat 1 pemain yang secara konsisten tetap bersama Madura United, Fabiano Beltrame. Sementara pemain asing lainnya, silih berganti keluar masuk.Sejatinya, memang sempat ada nama Dane Milovanovic. Pemain yang berstatus pemain asing asia yang berasal dari Australia tercatat bersama Madura United selama satu setengah musim. Tepatnya, saat pelaksanaan TSC tahun 2016 full satu musim.Kemudian pada pelaksanaan Liga 1 musim 2017, pemain yang mengenalkan selebrasi unik itu sempat harus istirahat bersama Madura United dengan digantikan Cameron Watson. Namun, Dane beruntung dalam proses pendaftaran terakhir pemain di paruh musim kedua, kembali lagi bersama Madura United setelah Watson gagal memberikan performa terbaiknya bersama Madura United.Bagaimana dengan persiapan tim musim depan?. Pasca skuad Madura United musim kompetisi 2018 dibubarkan, manajemen Klub berjuluk Laskar Sape Kerrab masih belum mengumumkan secara resmi rencana rekrutmen pemain. Hingga kini, mereka sebagaimana disampaikan Manajer Madura United Haruna Soemitro masih fokus melakukan evaluasi atas raport seluruh pemain di musim lalu.“Kita akan lebih hati-hati dalam proses rekruetmen pemain nantinya. Pengalaman musim lalu, sudah harus melakukan bongkar pasang pemain di awal musim cukup menjadi pelajaran. Sementara ini, klub masih menunggu agenda resmi dari PSSI tentang kejuaran dan kompetisi yang akan dijalankan nantinya,” ulas Haruna. Terlama - Zahrahan Krangar sangat mungkin bisa mengikuti jejak Fabiano Beltrame yang dalam tiga musim beruntun menjadi bagian dari Madura United. (Foto - HWCP MUFC) Kendati demikian, dari catatan perjalanan tim selama musim kompetisi 2018 ini, Zahrahan Krangar sangat mungkin bisa mengikuti jejak Fabiano Beltrame yang dalam tiga musim beruntun menjadi bagian dari Madura United. Hal itu, merujuk pada progres dalam menjalani kompetisi musim ini.Zahrahan, tercatat sudah menjalani sebanyak 33 pertandingan bersama Madura United. Yakni, 31 pertandingan di Liga 1 dan 2 pertandingan di Piala Indonesia. Dalam catatan selama 32 pertandingan bersama Madura United di Liga 1, Zahrahan tercatat sebagai penyumbang 6 gol atau hanya berselisih 3 gol dari Fabiano Beltrame yang bertindak sebagai top skorer Madura United musim ini. Zah, nama panggilannya juga menyumbang 8 assist selama musim ini, dan catatan tersebut menjadi catatan assist terbanyak yang dilakukan satu pemain di skuad Madura United.“Zahrahan sangat bagus bersama Madura United. Dia konsisten dan tentunya penting bagi Madura United mengapresiasinya,” ungkap Presiden Klub Madura United tanpa mau menyebutkan apakah Zahrahan menjadi salah satu pemain yang akan tetap bersama Madura United musim depan.Selama ini, selain Fabiano yang stabil bersama Madura United selama 3 musim, dan Dane yang sempat mengisi skuad Madura United dalam dua musim, terdapat nama-nama pemain asing yang tidak bertahan lama di skuad Madura United. Hanya segelintir pemain yang tercatat bertahan dalam satu musim, yakni, Erick Weeks Lewis dan Pablo Aracil di skuad tahun 2016. Kemudian terdapat Peter Osasze Odemwingie di skuad tahun 2017 dan Zahrahan Kranggar di musim 2018.Sementara pemain asing lainnya, silih berganti. Sebagian sudah gagal menunjukkan performa terbaiknya sebelum kompetisi bergulir, dan sebagian hanya bermain dalam paruh musim saja. Di musim 2017 lalu, terdapat nama Boubacar Sanogo yang masuk dalam skuad Madura United menggatikan Redouane Zerzouri. Sebelum Redouane bergabung, Madura United sempat menggandengan Luiz Junior Carlos.Sementara di musim 2018, justru lebih banyak pemain yang silih berganti, dimulai dari Marcel Sacramento, Patrich N’Koyi, Alberto Antonio De Paula dan kemudian berganti dengan Mohamadou Samassa.***Data Fakta JumlahGol 6Assist 8Pelanggaran 25Dilanggar Lawan 35Kartu Kuning 5Kartu Merah 0Akurasi Tembakan 49Akurasi Operan 79Akurasi Umpan Silang 43Sukses Dribel 73Sukses Tekel 70
Madura United Tunggu Kepastian Jadwal Kompetisi
Usai melakukan pembubaran tim pasca pertandingan terakhir Madura United di Liga 1 beberapa waktu, Madura United masih belum mengumumkan rencana rekrutmen pemain baru. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab, sebagaimana disampaikan Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi baru akan melakukan pemanggilan pemain setelah menjalani libur panjang di bulan Desember ini.Rencananya, ulas AQ (sapaan akrabnya) para pemain di skuad musim lalu yang masuk dalam skema rencana tim musim depan akan dihubungi via telepon oleh manajer tim. “Berikan dulu kesempatan bagi para pemain untuk menikmati libur bersama keluarga dulu. Kita juga masih dalam proses melakukan evaluasi rapor pemain musim lalu,” ulas AQ.Kompetisi tahun 2019 akan bersamaan dengan rangkaian agenda politik nasional, yakni pemilu legislatif dan pemilihan presiden yang akan dilaksanakan bersamaan pada 17 April tahun depan. Agenda nasional tersebut, sebagaimana disampaikan Tigor Salomboboy Chief Operating Officer PT. LIB, Tigorshalom Boboy, dapat berpengaruh terhadap jalannya kompetisi jika pihak pengamanan maupun KPU dan Bawaslu tidak mengizinkan adanya pertandingan, utamanya di masa kampanye. Oleh karenanya, Tigor menyampaikan kemungkinan kompetisi baru akan berjalan usai Pilpres."Ada agenda-agenda lain yang terkait dengan sepakbola. Kami punya perencanaan setelah pilpres karena masih ada agenda juga yang belum selesai. Lalu, masa kampanye yang kami belum tahu apakah akan diizinkan atau tidak (memulai kompetisi) di masa itu. Jadi, kami pikir paling aman setelah pilpres," ungkapnya. Masih Evaluasi : Manajer Haruna Soemitro dalam proses pembentukan tim akan memperhatikan agenda resmi dari PSSI. Terhadap agenda tersebut, Madura United sebagaimana disampaikan Manajer Haruna Soemitro dalam proses pembentukan tim akan memperhatikan agenda resmi dari PSSI, utamanya agenda pramusim yang selama ini rutin digelar seperti Piala Presiden dan juga kelanjutan Piala Indonesia.“Kita masih ingin tahu kepastian agenda PSSI dalam pelaksanaan turnamen dan Kompetisi. Kalau soal pemain, saat ini masih proses evaluasi di internal klub,” ulas Haruna.***
Jadi Tahun “Sial” Bagi Madura United
Manajemen Ucapkan Terimakasih Pada Pemain Usai menjalani pertandingan melawan Persela Lamongan kemarin lusa, skuad Madura United kompetisi Liga 1 2018 resmi dibubarkan. Untuk selanjutnya, pasca proses pembubaran tim tersebut, para pemain Madura United musim 2018 dipersilahklan untuk berlibur sambil menunggu konfirmasi selanjutnya untuk kelanjutannya bersama Madura United musim depan.“Secara administrasi, kita sudah menyelesaikan kompetisi 2018 dan itu juga berarti tanggungjawab perusahaan sudah selesai atas para pemain,” ucap Haruna Soemitro, sesaat sebelum menyatakan tim skuad 2018 dinyatakan dibubarkan.Dalam perjalanan kompetisi musim ini, Madura United mengalami lika-liku cobaan dan kesulitan. Berbeda dari kiprahnya di dua tahun sebelumnya, saat Turnamen TSC dan Kompetisi Liga 1 musim 2017. Madura United mengalami penurunan prestasi musim 2018.Sempat bisa finish di posisi 5 musim 2017 lalu, Madura United musim ini justru sempat masuk dalam persaingan untuk menghindar dari degradasi. Beruntung, kondisi tersebut bisa dilaluki pasca imbang 3-3 lawan PSMS Medan di pekan 32 lalu. Terdapat penurunan prestasi dari tahun lalu, Madura United finish di peringkat 8 atau turun 3 grid dari musim sebelumnya. Bagi Madura United, musim ini menjadi musim “sial”. Serangkaian masalah teknis dalam proses perekrutan pemain terjadi sejak awal pembentukan tim. Target mebentuk the dream team gagal berjalan dengan mulus. Komposisi tim yang dipersiapkan dengan komposisi delapan pemain asing, yakni 4 pemain asing asli dan 4 pemain asing naturalisasi gagal memberikan kontribusi signifikan dari target klub."Ini musim yang sial. Tim ini digadang-gadang akan menjadi tim superior dengan delapan pemain asing dan 4 pemain asing asli, tapi tidak memberikan kontribusi yang signifikan," ucap Manajer Haruna Soemitro saat menyampaikan sambutan sebelum pembubaran tim usai menghadapi Persela Lamongan.Belanja besar-besaran dengan mendatangkan Patrick Nkoyi, Marcel Sacramento dan Cristian Gonzales guna menjaga kegarangan lini serang ternyata tidak berjalan mulus. Ketiga pemain tersebut tidak sampai seumuran jagung sudah tidak lagi bersama Madura United.Demikian halnya dengan upaya mendatangkan Peter Osaze Odemwingie, juga tidak bisa berjalan sesuai rencana. Alhasil, dalam kondisi terdesak waktu, Madura United mengikat Alberto Antonio de Paula yang juga gagal memberikan kontribusi signifikan bersama Madura United.Tak hanya itu, di awal musim, Madura United juga harus mengalami cobaan di sisi pelatih. Gomes Olivera yang gagal membawa Madura United bersinar di Piala Presdien dan Piala Gubernur Kaltim dievaluasi lalu diganti Milomir Seslija. Namun, perjalanan Madura United dengan Milo sapaan Milomir Seslija juga tidak berjalan dengan maksimal. “Kehadiran pelatih baru justru membuat kondisi tim makin tidak kondusif. Sehingga Klub memutuskan memanggil kembali Gomes dan bersama Gomes diawal-awal bisa mebawa tim ini menjalani 8 pertandingan tanpa kalah,” ulas Haruna.Selama putaran pertama, Eskpektasi terhadap Raphael Maitimo dan OK John yang pada putaran kedua berlabuh ke Persebaya Surabaya, juga kurang memuaskan. Diwaktu bersamaan, Kapten Timnas Tajikistan, Nuriddin Davronov juga mengalami masalah dengan cederanya.Praktis, menjalani putaran kedua Madura United harus melakukan perubahan komposisi pemain asing dengan mendatangkan eks Pemain Timnas Iran Milad Zeynedpour menggantikan Nuriddin Davronov, dan memasukkan Mamadou Samassa sebagai pengganti Beto De Paula. Harapan besar terhadap bergabungnya dua pemain anyar tersebut, diakui Haruna tidak membeirkan dampak yang signifikan. Sejatinya, Samassa mampu tampil memukai di awal-awal berganung dan ia buktokan lewat enam gol dan satu assist yang disumbanhkan. Sayang, kerap kali cedera membuat dirinya tidak optimal bersama Laskar Sape Kerrab. “Tentang pemain di tim ini, saya bertanggungjawab. Saya yang merekomendasikan untuk bersama tim ini. Kami bersyukur dan berterimakasih kepada para pemain yang telah membantu tim ini tetap berada di Liga 1. Saat tim ini berada dalam ambang degradasi, kita semua sama-sama bekerja keras untuk segera terhindar dan itu bisa dilalui dengan kondisi tim banyak yang tidak bisa bermain,” ulas Presiden Klub Achsanul Qosasi, sesaat sebelum memimpin doa bersama atas rasa bersyukur telah menyelesaikan kompetisi musim ini.*** Pencetak Gol Madura United Fabiano Beltrame (9 gol)Mamadou Samassa (6 gol)Greg Nwokolo (5 gol)Zah Rahan Krangar (5 gol)Alberto Antonio da Paula (4 gol)Slamet Nurcahyo (4 gol)Raphael Maitimo (3 gol)Bayu Gatra Sanggiawan (2 gol)Engelberd Sani (2 gol)Nuriddin Davronov (1 gol)Milad Zeneywdpour (1 gol)Munhar (1 gol)Asep Berlian (1 gol)Fachruddin W Ariyanto (1 gol) Assist Para pemain Madura United FC Zah Rahan Krangar (9 assist)Bayu Gatra Sanggiawan (5 assist)Alfath Fathier (5 assist)Greg Nwokolo (4 assist)Slamet Nurcahyo (4 assist)Alberto Antonio da Paula (3 assist)Raphael Maitimo (1 assist)Engelberd Sani (1 assist)Andik Rendika Rama (1 assist)Mamadou Samassa (1 assist)
Tim Dibubarkan, Pemain akan Dihubungi Kembali
AQ Ucapkan Terima Kasih untuk SeluruhnyaPresiden klub Madura United FC Achsanul Qosasi bersama manajer tim Haruna Soemitro secara resmi membubarkan tim kemarin lusa usai jalani pertandingan penutup Liga 1 2018 di aula salah satu hotel di Pamekasan.Pada kesempatan itu, Pelatih Madura United Gomes de Oliviera mengaku senang bisa memberikan kemenangan terakhir. Raihan tiga poin itu, ia persembahkan untuk semua yang tetlibat."Saya senang tadi bisa menang, dan ini juga akan menjadi kebahagiaaan bagi kita semua. Terakhir, saya mau mengucapkan terima kasih telah bekerja selama tiga tahun bersama tim ini," ujar Gomes. Terimakasih : Kebersamaan Tim Madura United FC setelah berlangsungnya proses pembubaran di salah satu hotel Pamekasan. Selanjutnya, tim secara adminsitrasi dilakukan pembubaran sebagai penanda bahwa ikatan bisnis antara pemain dengan klub sudah usai untuk musim ini. Selanjutnya, jelas Haruna, para pemain maupun semua pihak yang berada dalam tim Madura United masih akan menunggu selesainya laporan secara teknis, keuangan dan adminsitrasi yang akan dilaksanakan oleh manajer ke presiden klub."Saya akan mempertanggungjawabkan tim ini dari segi teknis, moral, dan keuangan dan semuanya secara administratif, nanti jika selesai akan ada pemanggilan ulang," kata Haruna.Begitu juga dengan AQ yang masih ingin melihat statistik penggawa Laskar Sape Kerrab. Dan, ia akan memilah serta memilih yang akan kembali dikontrak untuk mengarungi musim 2019."Saya akan minta hasil statistiknya dan akan dilihat kontribusinya selama bersama Madura United. Bagi yang dipandang bisa membantu tim ini lebih baik akan kami panggil kembali," ucap AQ.AQ juga mengucapkan terimakasih kepada semua pemain dan pelatih yang telah berjuang agar Madura United bisa finish di atas 10 besar, tepatnya di peringkat 7, yang ditandai dengan kemenangan atas Persela Lamongan dan finish peringkat 8 setelah kompetisi resmi usai. Hasil tersebut, jelas AQ, karena jika sampai Madura United finish di bawah 10 besar sponsor bisa pergi 100 persen jika sampai tim mengakhiri kompetisi dengan posisi di bawah 10 besar dan bahkan sampai terdegradasi.***
Akhirnya Putra Madura Sumbang Gol
Penyerang sayap Madura United Engelberd Sani mengamuk saat jalani 64 besar Piala Indonesia. Ia mampu menyumbangkan dua gol atas kemenangan 4-1 terhadap Madura FC di Stadion A. Yani Sumenep kemarin sore.Pemain yang mengenakan nomor punggung 7 ini turun di menit-menit awal babak pertama, menggantikan Mamadou Samassa yang cedera saat pemanasan sebelum pertandingan.Pergantian tersebut membawa berkah terhadap Fabiano Beltrame dan kawan-kawan. Selain mencetak brice (dua gol beruntun), Engel berperan penting terhadap gol Imam Bagus Kurnia yang memanfaatkan bola muntahnya serta ia dijatuhkan di kotak terlarang yang berbuah gol titik putih Fabiano Beltrame.Eks penggawa Garuda Muda tersebut mengaku senang bisa berkontribusi banyak terhadap Madura United di Piala Indonesia. Dan, ia mengaku sangat termotivasi buat terus mencetak gol.Di Piala Indonesia, bomber asal Sorong, Papua itu sudah membukan tigal gol dari dua pertandingan. Tak ayal, jika ia juga menyimpan asa menjadi topskorer kompetisi tersebut."Ya sangat senang bisa cetak gol lagi, tentunya sangat termotivasi untuk terus cetak gol. Mungkin (ingin juga menjadi top skorer Piala Indonesia)," ujarnya saat konferensi pers.Laga tersebut juga bersahabat bagi putra daerah Imam Bagus Kurnia. Pasalnya, ia mampu pecah telor bersama Madura United di kompetisi resmi.Kendati mencetak gol pertama, bomber asal Bangkalan ini berharap karirnya lebih baik lagi kedepannya. Sebab perjalanannya masih panjang, jika melihat usianya yang baru mengunjak 23 tahun.Pemilik nomor punggung 19 tersebut mempersembahkan golnya buat calon istrinya. Sebab, ia akan melepas masa lajangnya 10 hari lagi."Semoga saya bisa lebih baik lagi dan gol tadi saya persembahkan buat calon istri saya," ucap Imam dengan penuh harap.***
Berebut Misi 'Happy Ending' Laga Pamungkas
Akan Ada yang berpisah dan BertahanPertandingan terakhir Madura United di Kompetisi Liga 1 musim ini, akan menghadapi Persela Lamongan. Laga yang menjadi Derby Jawa Timur terakhir musim ini, akan digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, besok malam. (Kick Off pukul 18.30 WIB).Sebagai pertandingan terakhir di Kompetisi Liga 1 musim ini, bagi sebagain pemain Madura United akan menjadi laga perpisahan dengan supporter Madura Bersatu. Dari seluruh pemain Madura United, sebagain dari mereka tetap berada dalam tim ini dan sebagian lainnya akan berpisah karena berbagai alasan, baik karena ingin pensiun ataupun pindah klub.“Tidak semuanya bertahan dan tidak semuanya tetap dalam tim ini. Dunia professional, memang akan ada yang datang dan akan ada yang berpisah. Kita ingin menutup kompetisi musim ini dengan happy ending,” ucap Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi.Dari sisi klasemen, baik Madura United maupun Persela, saat ini sudah sama-sama berstatus sebagai tim yang pasti bertahan di Liga 1 musim depan. Sementara dari sisi statistik, kedua tim yang terjerat tren kurang bagus di lima pertandingan terakhir di Liga 1 2018. Tim tuan rumah hanya memetik dua poin setelah menelan kekalahan tiga kali dan dua kali imbang.Namun, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan tengah dalam motivasi tinggi setelah mengantongi tiket 32 Besar Piala Indonesia lewat menumbanhkan Madura FC 1-4 di Stadion A Yani Sumenep kemarin sore."Sangat baik untuk kita dan bisa memotivasi lawan Persela Lamongan," turur pelatih kepala Gomes de Oliviera saat konferensi pers kemarin.Kondisi skuad tim yang didukung suporter Madura Bersatu sedang tidak 100 persen. Sebab, harus jalani dua pertandingan dalam kurun waktu tiga hari Kendati demikian, pelatih yang berposisi sebagai penyerang dalam kariernya sebagai pemain sepakbola, tetap yakin anak asuhnya akan memberikan yang terbaik. Dan, tim ini akan memberikan kemenangan terakhir."Ini pertandingan terakhir Kompetisi Liga 1. Semua pemain harus berusaha untuk memenangkan pertandingan lawan Persela. Kita abaikan rasa capek dan lelah karena kurangnya recovery untuk memberikan hasil yang terbaik pada pertandingan terkahir,” sambung pelatih asal Brasil.Pada pertandingan lawan Persela nanti, skuad besutan Goms dipastikan akan kehilang Lucky Wahyu yang pemulihan cedera dan Asep Berlian yang jalani sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Serta, dua pemain yang masih diragukan juga Greg Nwokolo dan Alfath Fathier belum bergabung dengan tim. Selain itu, mnilik dari pertandingan kemarin saat menghadapi Madura FC, kondisi Samassa juga rawan untuk bisa bermain.Sementara Laskar Joko Tingkir jalani lima pertandingan pamungkas juga tidak mulus. Alhasil, tim ini hanya sekali menang dan dua kali imbang serta sisanya menelan kekalahan.Soal pertandingan Sabtu malam ini, pelatih kepala Persela Lamongan Aji Santoso menghimbau anak asuhnya agar bermain tanpa beban agar dapat hasil yang maksimal."Saya mau pemain-pemain lebih enjoy, fress dan bisa menikmati pertandingan, sehingga nanyi bisa lebih maksimal," kata Aji.***Prediksi Starting ElevenMadura United FC (Gomed de Oliviera): Satria Tama (PG), Andik Rendika Rama, Fabiano Beltrame (C), Fachruddin W Ariyanto, Benny Wahyudi, Guntur Ariyadi, Slamet Nurcahyo, Zah Rahan Krangar, Bayu Gatra Sanggiawan, Mamadou Samassa, Engelberd Sani. Persela Lamongan (Aji Santoso): Dwi Kuswamto, Eky Taufik Febrianto, Wallace Costa, Arif Satria, Ahmad Birrul Walidain, Ahmad Subagja Baasith, Syahroni, Saddil Ramdani, Diego Assis (C), Fahmi Al-Ayyubi, Dendy Sulistyawan.
Fabiano: Persela Bukan Sekadar Lawan
Madura United FC - Pekan terakhir Liga 1 2018 akan menyisakan kesan tersendiri bagi bek asing Madura United FC Fabiano Beltrame. Pasalnya, ia akan ketemu tim yang pertama kali dibela di kompetisi Indonesia."Saya sangat semangat menghadapi tim saya dulu. Tim itu yang sudah membesarkan nama saya di Indonesia dan para pemain serta suporter masih respek sama saya," kata Fabiano usai jalani latihan kemarin sore.Pemilik nomer punggung 15 tersebut terbilang lama berkostum Laskar Joko Tingkir. Adalah, sejak 2005 hingga 2006. Lalu, ia pindah klub dan kembali lagi ke tim tersebut pada tahun 2008.Di tim kebanggaan warga Lamongan, Fabiano menjadi kapten tim. Dan, ia menjadi sangat disegani hingga sekarang seperti yang terlihat saat Laskar Sape Kerrab bertandang di akhir pekan paruh musim.Tak ayal, jika eks Andalan Sao Jose memiliki motivasi lebih. Serta, ia mengaku tidak segan-segan buat mengalahkan pada laga yang akan berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Sabtu (08/12) sore."Saya akan hadapi dengan profesional. Tim ini harus bisa merebut tiga poin dari Lamongan pada pertandingan besok," sambungnya.Disamping itu, mantan kapten Arema FC ini ingin mempersembahkan tiga poin terakhir. Agar, klub asal Pulau Garam menutup kompetisi dengan kebahagiaan.Kendati demikian, Fabiano mengimbau rekan satu timnya supaya tampil lebih garang. Agar, Suporter Madura Bersatu yang melorengkan SGRP Pamekasan tidak kecewa."Kami main di rumah sendiri, ini akan menjadi hadiah terakhir bagi fans Madura United yang memenuhi stadion. Mari semuanya berjuang buat tiga poin di akhir kompetisi," pungkasnya.Selain Fabiano, pelatih kepala Gomes de Oliviera juga permah menukangi Persela Lamongan, ialah pada tahun 2013 lalu.***
Tidak Kendur Hadapi Tim Beda Kasta
Madura United FC - Jelang hadapi laga 64 Piala Indonesia melawan tuan rumah Madura FC, Madura United sebagaimana disampaikan Gomes Olivera mengaku buta kekuatan calon lawan yang akan dihadapinya. Menurutnya, pihaknya tidak banyak mengetahui gaya permainan dari tim yang pada Kompetisi Liga 2 kemarin, lolos ke babak 8 besar."Saya masih belum tahu kekuatan Madura FC. Yang jelas, kami melakukan persiapan dengan sebaik mungkin dan maksimal dari waktu yang ada. Untuk menghadapi pertandingan besok, kami akan maksimalkan beberapa pemain yang tidak ikut berangkat ke Serui. Kami siapkan beberapa perubahan dalam menghadapi pertandingan besok,” ulas pelatih yang baru menjalani ulang tahun pada 1 Desember kemarin.Terdapat 6 pemain yang tidak dibawa serta ke Serui dan sudah bergabung dalam latihan kemarin. Yakni, Mamadou Samassa, Benny Wahyudi, Asep Berlian, Tanjung Sugiarto, Lucky Wahyu dan Ravi Murdianto. Namun, khusus untuk Lucky Wahyu, pemain yang absen dalam beberapa pertandingan terakhir Madura United tersebut masih menjalani latihan khusus dalam rangka pemulihan cederanya.Calon lawan yang bertindak sebagai tuan rumah, ditegaskan Gomes bukanlah lawan yang bisa diremehkan meski berbeda kasta. Akan menjalani pertandingan di kandang sendiri disertai dengan dukungan suporternya, dan kemampuan lolos ke babak 8 besar menjadi salah satu bukti jika Madura FC bukanlah lawan yang ringan. Apalagi, imbuh Gomes calon lawan yang berada di kasta di bawahnya, seringkali memiliki motivasi berlipat. "Madura United akan berusaha kuat untuk bermain fight besok.Fighting spirit pertandingan besok adalah untuk tim ini dan juga untuk pemain di tim yang ingin memberikan terbaik bagi Madura United,” ulas Gomes.Di Piala Indonesia, Madura United bisa tetap melanjutkan kiprahnya setelah menang melalui drama adu pinalti atas tuan rumah Persebo Bojonegoro setelah dalah waktu normal hanya mampu bermain imbang 1-1. Menghadapi tim yang berada di kasta di bawahnya, Madura United juga memiliki catatan pahit. Tepatnya, saat menghadapi Persiba Balikpapan di Piala Gubernur Kaltim. Kala itu,Madura United kalah dengan skor 2-0 atas Persiba Balikpapan.Salah satu pemain Madura United, Guntur Ariyadi juga menuturkan, dirinya tidak banyak mengetahui kekuatan Madura FC. Namun, ia berjanji akan berusaha bermain dengan semangat tinggi agar timnya bisa memenangkan pertandingan besok."Iya tidak tahu juga, yang saya tahu masih di Liga 2. Kita kita tidak boleh meremehkan dan saya aka berjuang buat menang biar bisa melangkah ke babak selanjutnya," pungkas pemilik nomer punggung 2 ini.***
Madura United Tidak Bisa Mainkan Alfath
Madura United FC - Nanti Sore Jalani Latihan di Stadion A. Yani Sumenep setelah sempat tertahan di Biak Papua, para pemain Madura United sudah merapat di Pamekasan guna menjalani dua pertandingan dalam waktu dekat ini. Yakni, akan menghadapi Madura FC di Stadion A Yani Sumenep pada 6 Desmeber mendatang dalam ajang babak 64 besar Piala Indonesia. Selanjutnya, Laskar Sape Kerrabakan menjalani pertandingan terkahir Liga 1 musim ini melawan Persela Lamongan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan pada 8 Desember mendatang.Usai merapat di Hotel Odaita kemarin siang, sore harinya para pemain Madura United langsung menjalani latihan di SGRP dengan menu latihan pemulihan kondisi fisik pemain yang baru saja pulang dari Papua. “Kami sedang berupaya untuk membenahi fisik pemain. Dan menjaga mereka agar segera menyesuaikan dengan perubahan jam makan dan jam tidur setelah dari Papua,” ungkap Gomes usai memimpin latihan kemarin sore.Guna menghadapi Madura FC di Stadion A Yani besok, para pemain Madura United dipastikan akan tetap menginap di Hotel Odaita Pamekasan. Mereka akan bergeser ke Sumenep beberapa jam sebelum kick off pertandingan besok. Namun demikian, sebagai bagian dari kewajiban sebelum pertandingan, utamanya untuk mengetahui kondisi lapangan tempat pertandingan, para pemain Madura United dijadwalkan akan menjalani latihan resmi nanti sore di Stadion A Yani Sumenep.Para pemain Madura United akan terus berada di Pamekasan hingga usainya pertandingan melawan Persela pada 8 Desember mendatang. Dua agenda pertandingan yang sangat berdekatan yang akan dijalani Fabiano Bentrame dan kawan-kawan, diakui Gomes, harus disiasati dengan sangat baik agar pemain tetap dalam kondisi bugar dalam menjalani dua pertandingan.Pada sesi latihan sore kemarin, Zah Rahan Krangar, Greg Nwokolo dan Alfath Fathir tidak ikut bergabung denan alasan berbeda-beda. Zah Rahan harus berangkat ke Singapura untuk memperpanjang visanya. Sementara Alfath Fathir sebagaimana disampaikan Gomes Olivera, izin sehari karena sedang melakukan perawatan atas cedera bahunya. Selain itu, Alfath memang sudah dipastikan tidak bisa bermain saat lawan Madura FC nanti.Karena pada pertandingan babak pertama Piala Indonesia lalu, tepatnya saat menghadapi Persebo Bojonegoro, Alfath mendapatkan kartu merah.Absennya Alfath pada pertandingan melawan Madura FC, diakui Gomes tidak berpengaruh terhadap pertandingan melawan Persela Lamongan nanti. Menurut Gomes, pada pertandingan melawan Persela nanti, Alfath bisa bermain.Kondisi tersebut berbeda dengan Asep Berlian, pemain yang mendapatkan hukuman dua kali pertandingan oleh Komisi Disiplin PSSI, bisa dimainkan saat menghadapi Madura FC di Piala Indonesia.“Zahrahan hanya sehari untuk memperpanjang visanya. Dia akan segera bergabung dengan tim untuk menjalani dua pertandingan tim ini nanti. Karena dua pertandingan bagi semua pemain di tim ini adalah pertandingan yang sama-sama penting untuk bisa mendapatkan kemenangan,” pungkas Gome.
Jalani Dua Pertandingan dalam 3 Hari
Laga Terakhir di Liga 1 Maju ke 8 DesemberPertandingan Madura United vs Persela Lamongan yang menjadi pertandingan terakhir skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab di Kompetisi Liga 1 musim ini, mengalami perubahan jadwal. Jika sebelumnya pertandingan ditetapkan akan dilaksanakan pada 9 Desember, pihak operator kompetisi dalam hal ini Liga Indonesia Baru (LIB) mengubah jadwal pertandingan. Laga derby Jatim tersebut akan dilaksanakan pada 8 Desember mendatang atau maju sehari dari jadwal semula."Ada perubahan jadwal pertandingan antar Madura United vs Persela nanti. Jadwalnya dimajukan ke tanggal 8 karena pada tanggal 9 semua pertandingan yang menentukan baik untuk juara maupun degradasi sebagaimana edaran dari LIB akan digelar bersamaan," ucap Chairman LOC Madura United, Moh Alwi.Perubahan jadwal pertandingan tersebut, jelas Alwi baru didapatkan kemarin sore. "Kami sudah berkordinasi secepatnya dengan semua tim yang akan bertanding. Termasuk juga dengan pihak pengamanan," ulas Alwi.Meski mengalami perubahan jadwal, yakni pertandingan dimajukan sehari dari jadwal semula, LOC Madura United tegas Alwi sudah siap untuk menggelar pertandingan tersebut dan dipastikan tanpa kendala."Pertandingan terakhir Liga 1 antara Madura United melawan Persela akan dilaksanakan di SGRP. Kordinasi untuk perijinan sebenarnya sudah jalan dengan jadwal semula, tapi kita akan segera lakukan perubahan menyesuaikan dengan perubahan jadwal yang maju ke tanggal 8 Desember," pungkas Alwi.Sementara itu, perubahan jadwal yang didapatkan Madura United menjadikan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut harus menjalani dua pertandingan beruntun dalam 3 hari.Yakni, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan menjalani pertandingan Piala Indonesia melawan Madura FC pada 6 Desember, kemudian hanya punya waktu rehat sehari untuk kemudian menghadapi Persela Lamongan pada 8 Desember. "Semuanya adalah pertandingan yang sama-sama penting bagi Madura United. Kita akan lakukan rotasi dengan pemain yang paling siap dalam dua pertandingan tersebut. Di Piala Indonesia, Asep bisa dimainkan, tetapi di Liga 1 belum bisa dimainkan. Kami akan persiapkan dengan baik untuk dua pertandingan nanti," ulas Gomes yang baru kemarin sore bersama rombongannya mendarat di Madura, setelah sempat tertahan di Biak usai menghadapi Perseru Serui karena ditinggal pesawat.Sebagaimana kejadian usai menghadapi Perseru Serui, cuaca yang buruk di Serui, menjadikan rombongan pemain Madura United ditinggal pesawat yang digunakan dari Biak ke Sruabaya. Rombongan pemain dan ofisial Madura United harus mengalami kerugian tiket penerbangan senilai Rp 120 juta dan juga harus stay di Biak selama sehari. Kondisi tersebut, juga menjadikan pemain Madura United harus kehilangan kesempatan melakukan recovery jelang pertandingan melawan Madura FC."Kami sudah pernah jalani dua pertandingan hanya dengan masa istirahat sehari. Perjalanan yang jauh dari Papua yang mengalami masalah kemarin juga bukan alasan, seluruhnya harus kita jalani dengan penuh semangat untuk tim Madura United," imbuh Gomes.Menyiasati berburu waktu dalam menjalani dua pertandingan yang sudah sangat dekat dan kekurangan masa recovery, para pemain Madura United dijadwalkan akan langsung bertolak ke Pamekasan hari ini. Mereka juga akan langsung menjalani latihan di Pamekasan sore nanti sekaligus bagian dari pembenahan fisik sebelum menjalani pertandingan melawan Madura FC pada 6 Desember besok lusa. "Rencananya, semua pemain besok (hari ini, red) sudah di Pamekasan semua dan akan menetap disana sampai selesainya pertandingan melawan Persela,"' tukas Winedy Purwito, menjelaskan tentang rencana Madura United dalam menyiasati dua pertandingan beruntun dalam waktu 3 hari.***
Sanksi Tidak Berlaku di Piala Indonesia
Asep Berharap Tim Terhindar dari Diskualifikasi Buntut dari insiden Asep Berlian dan Ibrahim Conteh kala Madura United FC menjamu PSIS Semarang, berujung sanksi. Kedua pemain tersebut dijatuhi larangan bertanding dua kali dan denda Rp10 juta oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.Gelandang pengangkut air Madura United FC tersebut berharap sanksi itu hanya berlaku di Liga 1. Pasalnya, Laskar Sape Kerrab bakal menjalani 64 besar Piala Indonesia kontra Madura FC di Stadion A. Yani, Kamis (06/12) sore."Iya, harapan saya larangannya hanya di Liga 1 dan berlaku di kompetisi ini, tidak merembet ke turnamen atau kompetisi lain. Apalagi, kami akan menghadapi Madura FC Kamis (6/12) mendatang," harap Asep.Pemilik nomor punggung 4 ini menuturkan, jika sanksi tersebut juga berlaku di Piala Indonesia, ia menegaskan tidak akan bermain agar tim tidak didiskualifikasi atau kalah WO di Liga 1.Soal kegelisahan Asep, Wakil Ketua Komdis PSSI Umar Husin mengklarifikasi. Ia menegaskan, sanksi hanya berlaku di pekan terakhir Liga 1."Tidak berlaku di Piala Indonesia, hanya di Liga 1," jawab Umar saat dikonfirmasi Kabar Madura kemarin pagi.Di samping itu, Umar mengingatkan klub kebanggaan warga Pulau Garam agar tidak menurunkan Asep selama sanksi dari Komdis PSSI masih mengikat. Atau, tim ini akan kalah WO pada laga tersebut.Ia mencontohkan tragedi Mitra Kukar yang kalah WO terhadap Bhayangkara FC musim 2017. Kala itu, Laskar Naga Mekes menurunkan Mohamed Sissoko yang dapat nota larangan bermain."Jangan coba-caba nanti ente bisa kenak sanksi lagi. Soalnya kadang ada yang pura-pura baru terima atau ini itu. Udah, nanti kenak 3-0," pungkasnya. Benny Siap Kembali Merumput Comeback - Benny Wahyudi berpeluang merumput saat laga melawan Madura FC, setelah absen lantaran cedera. (Image : MUFC - HWCP) Sementara itu, Benny Wahyudi berpeluang merumput lawan Madura FC. Bek sayap Madura United FC itu telah absen sejak timnya menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Jumat (9/11) lalu. Lantaran, terbekap cedera.Kabar baik kini menghampiri Laskar Sape Kerrab jelang menjalani 64 besar Piala Indonesia 2018-2019. Tim ini akan bertandang ke Madura FC di Stadion A Yani Sumenep, Kamis (06/12) sore.Angin segar itu berhembus langsung dari pemilik nomor punggung 32 ini. Menurutnya, lawan Madura FC sudah bisa bertanding.Eks Penggawa Timnas Indonesia tersebut mengucapkan sudah tidak terasa sakit lagi di kakinya. Ia juga mengaku sudah melatih menendang bola saat Fabiano Beltrame dan kawan-kawan ke Serui.Akan tetapi, bomber asal Malang ini masih menunggu pengarahan tim medis buat bisa berlaga kembali. Dijelaskannya, terkadang rasa nyeri sudah hilang, namun masih belum sembuh total dan berpotensi kambuh. "Iya ini tinggal tunggu rekom dari Mas Occa (Rehab Trainer Madura United FC Harmun Agussoca). Soalnya, dia yang pantau dan dampingi saya untuk pemulihan selama ini. Coba tanya dia," jawabnya sambil tersenyum ngeyel ala Benny.Sementara, pria asal Tangerang tersebut masih belum bisa memberioan kejelasan soal kemungkinan Benny merumput. Namun, ia mengakui prospeknya terus membaik.Occa berjanji akan segera menginformasikan saat ia kembali bertemu eks Pemain Arema FC itu dan kembali menjalani terapi.Sejatinya, pelatih kepala Gomes de Oliviera masih memiliki stok banyak di posisi bek sayap. Ia bisa memainkan Andik Rendika Rama, Alfath Fathier, Guntur Ariyadi, Rifad Marasabessy, Rizky Dwi Febrianto, dan Irsan Lestaluhu.***
Antisipasi Drama Adu Penalti
Madura United FC - Babak 64 besar Piala Indonesia masih menggunakan sistem knock out (sistem gugur) dengan sigle match. Kala kedua tim bermain imbang hingga peluit panjang, laga akan langsung dilanjutkan babak penalti.Kendati demikian, pelatih kepala Gomes de Oliviera bakal mempersiapkan para eksekutor guna menjadi algojo pada babak yang satu lawan satu tersebut. "Kita akan mempersiapkan semuanya; mulai dari strategi melawan Madura FC di waktu normal ataupun adu penalti jika masih belum bisa ditentukan pemenangnya," ujar Gomes. Juru racik formasi berkebangsaan Brasil ini menjelaskan akan komunikasi dengan pelatih penjaga gawang Hendro Kartiko. Agar, terdapat menu latihan penalti sebelum meladeni Madura FC.Legenda Kiper Timnas Indonesia itu mengaku sudah belajar dari pengalaman. Yakni, saat melawan Persibo Bojonegoro yang tidak terduga akan berakhir hingga drama adu penalti. SIAP - Hendro Kartiko, pelatih kiper Madura United FC akan mempersiapkan pasukannya untuk melawan Madura FC pada Kamis (6/12). (Image MUFC - HWCP) "Saya pasti akan mempersiapkan itu. Soalnya, lawan Persibo siapa yang akan menduga akan berlanjut hingga babak adu penalti, karena di sepak bola semuanya bisa terjadi," tuturnya.Kala itu kedua tim bermain imbang 1-1. Betuntung, Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan bisa mengakhiri babak adu penalti dengan kemenangan 3-1 di Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro.Sementara itu, penjaga gawang Herry Prasetyo mengatakan kesiapannya jika dimainkan pada pertandingan Kamis ini. Ia berjanji akan memberikan yang terbaik pada pertandingan tersebut."Pasti selalu siap (diturunkan atau tidak). Jika akhirnya jadi starter, saya seperti biasa akan berusaha memberikan yang tetbaik," pungkas kiper yang diturunkan pada laga tandang Laskar Sape Kerrab di Liga 1 2018.***
Samassa Gagal Berangkat ke Serui
Madura United FC - Striker asing Madura United FC Mamadou Samassa masih dipastikan, akan absen kala bersua Perseru Serui di Stadion Morara Serui, Sabtu (01/12) pukul 13.30 WIB. Pasalnya, kondisi ekstargetman Timnas Perancis U21 ini belum pulih 100 persen.Tak ayal, pemilik nomer punggung 21 tersebut tidak akan bermain full, seperti yang disampaikan dokter Laskar Sape Kerrab Hery Siswanto. Layaknyakala bermain lawan PSMS Medan di Stadion Teladan Medan, yang harus keluar lebih cepat digantikan Engelberd Sani di menit 37'."Penyebabnya, karena kondisinya belum pulih total dan tidak memungkinkan bermain 90' menit," tutur dokter yang familiar disapa Herisist.Terpaksa, tim harus berangkat dengan 17 pemain. Sebab, ia sudah masuk daftar pemain yang akan diboyong ke markas Laskar Cendrawasih Jingga.Namun, Pelatih Kepala Madura United Gomes de Oliviera masih memiliki Imam Bagus Kurnia yang kerap diturunkan dan Engelbers Sani yang diplit sebagai targetman yang mampu menyumbang satu golsaat bersua Ayam Kinantan."Kami masih punya Imam dan Engel bisa bermain di depan. Engel sudah buktikan saat lawan Medan," ujar juru taktik yang pernah bermain untuk Mitra Surabaya itu.Meski gagal berangkat ke Serui, pemain yang lima tahun membela Timnas Mali ini terus menjalani pemulihan. Seperti yang dilakukan semalam, ia menjalani gym."Ini saya lagi gym. Saya harus memulihkan cedera ini segera, dan sebenarnya sedih tidak bisa ke Serui tapi mau gimana lagi, jika kondisi masih belum pulih sepenuhnya," ujarnya kemarin malam.Disamping itu, pemain yang sudah membukukan enam gol dan satu assist mendoakan Laskar Sape Kerrab bisa meraih poin penuh di laga tandang terakhir. "Semoga Madura bisa menang dan bawah pulang poin, saya percaya teman-teman pasti bisa," tutupnya.
Misi Main Lepas Tanpa Kartu Kuning
Madura United FC - Bek Madura United FC Alfath Fathier masuk dalam 18 pemain yang diboyong pada lawatan ke kandang Perseru Serui. Ia sudah memperkuat tim saat melawan PSIS Semarang. Padahal belum 12 jam menginjakkan kaki di Madura pasca membela Timnas Indonesia.Pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Morara Serui, Sabtu (01/12), Alfath dibayang-bayangi akumulasi kartu kuning saat laga pamungkas. Sebab, jika ia terganjar lagi, dipastikan akan absen saat melawan Persela Lamongam (09/12).Pasalnya, kartu kuning saat bentrok dengan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), membuat dirinya sudah mengoleksi enam kartu kuning. Dan, hanya menyisakan sebiji lagi akan jalani hukuman akumulasi.Kendati demikian, pemain bernomor punggung 86 di Madura United FC ini mengaku tidak akan terbebani. Ia berjanji akan bermain lepas dalam membantu tim mendapatkan poin di laga tandang terakhir."Alfath akan bermain tanpa takut dikartu kuning. Dipikiran saya, hanya akan membantu tim membawa pulang poin dari sini," tutur Alfath.Jebolan Persib Bandung U21 tersebut terbilang memiliki peran signifikan bagi Laskar Sape Kerrab. Ia sudah membukukan empat assist dengan hanya 14 pertandingan pada musim ini.Mantan bek sayap Persiba Balikpapan musim 2017 ini juga ingin menambah raihan assist. Dan, ia juga berharap bisa melampau catatan assist Bayu Gatra Sanggiawan dan Zah Rahan Krangar yang menyumbang paling banyak."Ingin menambah (assist), tugas semua oemain pasti meceyak gol atau buat peluangyang bisa jadi gol," imbuhnya.Sayang, torehannya tidak lengkap akibat belum pecoh telor di Liga 1 2018. Tak ayal, ia masih menyimpan asa untuk mencetak gol layaknya gol debutan bersama Timnas Indonesia."Setiap pemain ingin mencetak gol, Alfath juga ingin. Alfath di Timnas bisa, berarti di tim juga harus bisa," tutup penggawa tim Garuda tersebut.***
Lepaskan Rasa Penat Demi Tampil Prima
Madura United FC - Persiapan Madura United guna jalani pertandingan pekan 33 Kompetisi Liga 1 musim ini berlangsung dengan sangat berat. Fabiano Beltrame dan kawan-kawan harus melalui perjalanan panjang, melelahkan dan juga harus kehilangan banyak waktu istirahat. Kendati demikian, skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab yang akan menjalani pertandingan besok sore di Stadion Marora, harus langsung berhadapan dengan serangkaian agenda guna tetap menjaga kondisi on fire dalam menghadapi tim tuan rumah.Sebagaimana jalur perjalanan yang dijalani, rombongan pemain Madura United harus berangkat dari Surabaya ke Serui sejak pukul 18.00 WIB kemarin lusa. Dari Surabaya, rombongan transit lebih dulu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, kemudian transit lagi di Biak untuk berganti pesawat ke Pulau Yapen. Dari pulau Yapen, rombongan harus melalui jalur darat dengan waktu tempuh 68 menit.Tak ayal, kondisi tersebut menjadikan para pemain tidak banyak memiliki waktu istirahat. Satu-satunya kesempatan untuk istirahat adalah saat berada di pesawat, itupun dalam kondisi kurang sempurna karena harus tidur duduk."Capek juga sih, karena tidurnya juga kurang sempurna. Bagi para pemain di Pulau Jawa ataupun Pulau Sumatera, perjalanan ke Serui adalah yang paling jauh. Tetapi, mereka juga harus menjalani hal serupa saat mereka akan bertanding ke tempat kami," ucap Fabiano Beltrame, kapten tim Madura United yang menceritakan bahwa tahun ini adalah tahun ketiganya menjalani pertandingan di Stadion Marora sebagai kandang Perseru Serui.Selama perjalanan dari Surabaya hingga Biak, proses perjalanan berlangsung normal. Pesawat yang membawa serta rombongan tidak satupun yang mengalami transit. Barulah saat akan berangkat ke Pulau Yapen, pesawat Trigana Air yang menjadi salah satu kapal perintis pengangkutan penumpang ke Yapen mengalami penundaan terbang. Pesawat yang berkapasitas 48 penumpang tersebut harus delay selama dua jam lebih hingga cuaca dinyatakan baik untuk penerbangan. Imbasnya, dari rencana perjalanan yang seharusnya bisa sampai ke hotel penginapan selama di Yapen, bisa dicapai pada pukul 09.10 WIT menjadi mundur. Rombongan pemain baru sampai hotel pukul 13.12 WIT.Beruntung, dalam perjalanan dari Bandara Stevanus Rumbewas ke Hotel Penginapan, suguhan pemandangan jalanan yang berkelok-kelok, naik turun dan pantai bisa menjadi salah satu hiburan bagi para pemain Madura United. Terdapat satu view yang menjadi tempat pemberhentian pemain untuk sekedar melepas penat perjalanan jauh mereka. Mereka berhenti sejenak, untuk berswafoto. Maksimalkan - Slamet Nurcahyo menyampaikan bahwa ia akan memanfaatkan sedikit waktu yang ada, selain untuk latihan juga mengambil momen di alam Serui yang indah. (Image:HWCP-MUFC) "Kesempatan ke Pulau ini, tidak mudah. Kita aja, dalam 3 tahun ini baru tiga kali baru sampai ke pulau ini. Kita manfaatkan sedikit waktu untuk berfoto dengan alam yang indah ini," ulas Slamet Nurcahyo salah satu pemain yang ikut serta dalam rombongan.Terlepas dari lelah karena perjalanan, para pemain hanya memiliki waktu istirahat selama dua jam. Sebab, sore pada pukul 16.30 WIB, para pemain sudah harus langsung turun di lapangan latihan untuk menempa fisik selama berada di Yapen. "Kami harus tetap jaga kebugaran dan kondisi fisik para pemain. Perubahan waktu harus segera dilakukan penyesuasaian, ini juga penting karena dalam waktu yang berdekatan kita akan menjalani tiga pertandingan beruntun hingga 9 Desember nanti," ulas Gomes Olivera, pelatih kepala Madura United.Ya, perbedaan waktu antara di Yapen Papua dengan di Madura, berselisih 2 jam. Perbedaan waktu tersebut sangat berpengaruh terhadap pola istirahat para pemain. Usai menjalani pertandingan melawan Perseru Serui, pemain Madura United juga langsung ditunggu dengan dua pertandingan di Madura. Yakni, menghadapi Madura Fc di Stadion A Yani pada 6 Desember dan menghadapi Persela Lamongan pada 9 Desember di Stadon Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan."Kami nikmati perjalanan sebagai bonus agar tidak merasa capek, tetapi fokus tetap pada semua pertandingan yang harus kita jalani melawan Perseru Serui, Madura Fc dan Persela Lamongan," pungkas Gomes.***