Bukti Kesetiaan dan Dedikasi
Sempat Terancam, Fabiano Garang Musim Ini
Skenario 8 Pemain Asing Gagal Berjalan Sesuai Rencana
Bukti Kesetiaan dan Dedikasi
Madura United Jarang Bongkar Pasang Pemain Lokal Mengarungi kompetisi 2018, Madura United tidak banyak melakukan perekrutan pemain lokal. Sebagian besar pemain lokal, adalah pemain yang sudah menjadi bagian dari Madura United sejak musim sebelumnya. Baik musim 2016 maupun 2017. Bahkan, jika merunut dari proses rekruetmen komposisi pemain lokal hampir tidak ada perombakan daripada musim sebelumnya.Berikut rangkuman perjalanan Madura United selama musim 2018: Bongkar pasang pemain di tim peserta Kompetisi Liga 1 Indonesia, adalah hal yang lumrah. Sebab, itu absah di dunia profesionalisme sepakbola. Bagi Madura United, untuk bongkar pasang pemain, sejatinya hampir tidak dilakukan perombakan besar, utamanya untuk komposisi pemain lokal. Terdapat 7 pemain lokal yang sudah bersama Madura United sejak tahun 2016.Jumlah tersebut tergolong besar untuk satu tim. Karena, sejatinya selain 7 pemain yang sudah bersama Madura United sejak tahun 2016, juga terdapat 5 pemain yang sudah bersama Madura United sejak tahun 2017 lalu. Praktis, di musim kompetisi 2018 ini, skuad Madura United untuk komposisi pemain lokal tidak mengalami perubahan besar.Pendatang baru di skuad Madura United di musim 2018 hanya terdapat 6 pemain saja, yakni Benny Wahyudi, Satria Tama, Alfath Fathir, Irsan Lestaluhu, Imam Bagus Kurnia dan Lucky Wahyu. Para pendatang baru tersebut, khusus untuk Alfath Fathir, Irsan Lestaluhu dan Imam Bagus Kurnia adalah pemain yang direkrut untuk memenuhi persyaratan 5 pemain U22.Selain 6 pemain tersebut, Madura United juga menambah satu pemain lokal untuk posisi belakang, Junda Irawan. Pemain asal Malang tersebut bergabung dengan Madura United seiring dengan dipanggilnya Rifad Marasambessy ke Timnas Indonesia U19 dalam waktu lama. Sementara para pemain yang biasa berposisi di wing bek, sebagian dalam kondisi cedera dan sudah mulai terjerat dengan hukuman akumulasi kartu.Proses bongkar pasang pemain lokal Madura United musim ini, hanya terjadi pada posisi penjaga gawang. Angga Saputra yang berstatus sebagai Anggota TNI ditarik ke PS Tira dan Madura United mendapatkan pengganti Ravi Murdiyanto. Praktis, selama putaran kedua musim 2018 hanya terdapat dua pemain lokal yang masuk dalam skuad Madura United.“Madura United menjadi tim yang sangat saya cintai. Sulit bagi saya untuk berbagi hati selama 3 tahun bersama tim ini,” ucap Slamet Nurcahyo, pemain lokal yang paling sering mendapatkan tempat dalam setiap pertandingan Madura United.Jika merunut dari proses pembentukan tim di tahun 2016, tepatnya sebelum Madura United terjun di ajang kejuaraan Piala Gubernur Kaltim edisi pertama 2016 lalu, Engelberd Sani, Slamet, Herry Prasetyo dan Munhar adalah empat pemain yang bergabung dengan Madura United sejak hari pertama pembentukan tim. Asep Berlian, meski bergabung dengan Madura United sebelum pelaksanaan PGK 2016, baru bergabung dengan Madura United setelah skuad bergabung di Batu guna menjalani pemusatan latihan. Sementara Bayu Gatra dan Guntur Ariyadi, keduanya bergabung dalam skuad Madura United setelah pelaksanaan PGK 2016. Pada saat pelaksanaan PGK, Bayu masih tercatat sebagai bagian dari skuad Sriwijaya Fc dan Guntur Ariyadi masih berstatus sebagai pemain Barito Putra.“Saya faham dan mengetahui dedikasi para pemain yang sudah lama bergabung dalam tim Madura United. Catatan karier mereka bersama kami di Madura United adalah catatan yang sulit bagi kami untuk diabaikan,” ulas Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi. (bersambung) Pemain Lokal Madura United yang masuk sejak tahun 2016Slamet Nurcahyo, Munhar, Bayu Gatra, Herry Prasetyo, Guntur Ariyadi, Engelberd Sani dan Asep Berlian, Angga Saputra (dilego ke PS Tira dengan Ravi Murdiyanto) Pemain Lokal Madura United yang masuk sejak tahun 2017Fachruddin W Aryanto, Rifad Marasambessy, Andik Rendika Rama, Rizky Dwi Febriyanto, Tanjung Sugiarto Pemain Lokal Madura United yang masuk sejak tahun 2018Satria Tama, Benny Wahyudi, Alfath Fathir, Irsan Lestaluhu, Imam Bagus Kurnia, Lucky Wahyu Paruh Musim 2018 Junda Irawan, Ravi Murdiyanto (Lego Angga Saputra dari ke PS Tira)
Sempat Terancam, Fabiano Garang Musim Ini
Madura United FC - Bek asing Madura United FC Fabiano Beltrame membela tim ini sudah sejak 2016. Namun, musim 2018 menjadi karir terbaiknya setelah mengabsahkan diri sebagai bek terproduktif di Liga 1 2018 via sembilan gol yang disarangkannya. Sebelumnya, 1 hanya mencetak tiga gol per musim. Di balik suksesnya musim ini, stoper berkebangsaan Brasil tersebut sejatinya hampir terdepak musim ini bersama Laskar Sape Kerrab. itu terlihat dari rekrutan anyar OK Jhon yang bertipikal pemain bertahan. Ditambah lagi, manajmen klub kebanggsaan warga Pulau Garam mencoba bek berpaspor Serbia Sasa Kolunija. Dia pun masuk dalam rombongan tim kala jalani turnamen Piala Gubernur Kaltim (PGK) II 2018. Jika pemain jangkung tersebut resmi diikat oleh tim yang menjuarai Suramadu Super Cup (SSC) 2018. Slot pemain asing waktu itu sudah habis, dan kemungkinan besar pemilik nomer punggung 15 itu akan terhempas. Namun, manajer tim Haruna Soemitro dengan tegas mengumumkan slot asing sudah penuh pada 09 Maret lalu. Adalah, milik Zah Rahan Krangar, Alberto Antnio da Paula, Fabiano Beltrame, dan Nuriddin Davrononv yang masuk slot pemain asing Asia. Sontak, eks Kapten Persela Lamongan ini menjawabnya dengan tampil impresif selama satu musim. Ia tidak hanya tangguh dalam bertahan, tapi bisa jadi solusi dikala pemain Madura United FC mandul di depan gawang lawan. Kini, tim sudah resmi dibubarkan. Fabiano juga sudah dalam kondisi free transfer. Namun, ia dengan tegas mengucapkan masih ingin bertahan jika manajemen mebutuhkan tenaganya. "Ya masih tetap di Madura (United FC), masih ingin tetap, tapi tergantung manajamen akan mempertahankan saya atau tidak," bebernya saat dihubungi. Saat ini, manajemen dan Presiden Klub Achsanul Qosasi masih dalam tahap mengevaluasi komposisi musim ini. Dan, tidak ada satu pun yang sudah jelas akan dipertahankan untuk mengarungi musim depan.***
Skenario 8 Pemain Asing Gagal Berjalan Sesuai Rencana
Madura United FC - Awal Kompetisi Liga 1 2018, Madura United mematok target tinggi sebagai juara. Guna mencapai target tersebut, Madura United merencanakan komposisi tim The Dream Team dan saingan utama jika menilik pada komposisi skuad di awal kompetisi adalah Sriwijaya Fc dan Persija Jakarta. Sayangnya, rencana tersebut gagal berjalan dengan baik setelah dalam perjalanan, komposisi skuad mengalami banyak ujian.Rencana The Dream Team adalah bagian dari perjalanan Madura United musim kompetisi 2018. Namun, The Dream Team yang direncanakan gagal berjalan sesuai rencana karena banyak faktor.Madura United mengusung target tinggi di Kompetisi Liga 1 musim 2018. Juara, adalah target yang dipasang. Hal itu, jelas Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi sebelum launching di lakukan, melihat dari proses pembentukan tim dan agresifitas Madura United dalam berburu pemain di bursa tranfers.Target tinggi tersebut, memang tak lepas dari rencana komposisi skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab. Madura United mengawali dengan rencana akan menggunakan sebanyak 8 pemain asing. Yakni, 4 pemain asing murni sesuai dengan slot yang ditetapkan oleh Operator kompetisi. Yakni, 3 pemain asing non asia dan satu pemain asing asia. Sementara 4 pemain asing lainnya, adalah 4 pemain asing yang sudah naturalisasi. Yakni, Greg Nwokolo, Cristian Gonzales, Onorondie Kuggebe (OK) John dan Raphael Maitimo.Semula, sebagaimana disampaikan Direktur PT PBMB Ziaul Haq untuk komposisi pemain asing, nama Fabiano Beltrame menjadi pemain yang dipertimbangkan karena Madura United sempat melakukan komunikasi dengan Viktor Igbonevo dan Hamka Hamzah. Sementara untuk komposisi pemain asingnya terdiri dari Marcel Sacramento, Peter Odemwingie, Patrick N’Koyi, dan Nuriddin Davronov.Sayangnya, rencana awal harus buyar setelah Patrick N’Koyi gagal memberikan menjawab Ekspektasinya bersama Madura United. Sementara di sisi lain, komunikasi dengan dengan Viktor Igbonefo dan Hamka Hamzah juga tidak berjalan mulus. Madura United akhirnya mengubah rencana pembentukan tim. Nama Fabiano Beltrame tetap menjadi bagian dari Madura United dengan memperkuat komposisi lini depan untuk pemain asing yang direncanakan akan diisi Marcel Sacramento, Peter Odemwingie, dan Nuriddin Davronov untuk mengisi slot pemain asing asia. Noura : Noruddin Davronov atau yang akrab disapa dengan nama Noura menjadi salah bagian dari slot pemain asing Laskar Sape Kerrab pada kompetisi 2018. Sayangnya, skenario kedua tersebut juga gagal berjalan dengan baik. Marcel Sacramento justru tergoda dengan memilih pindah ke Persipura Jayapura. Sementara opsi mendatangkan kembali Peter Odemwingie masih masih tarik ulur antara kedua belah pihak. Peter masih bimbang antara kepastian tetap menjadi pemain atau memilih opsi lain dalam perjalanan kariernya.Puncaknya, Peter Odemwingie menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan kembali bermain di Indonesia dan memilih untuk menjadi pemandu bakat pemain asing dengan memberikan refrensi bagi Madura United terhadap pemain yang dibutuhkan Madura United.Tanpa Peter Odemwingie dan Marcel Sacramento dan Patrick N’Koyi yang sebelumnya sudah pasti dipulangkan, Madura United akhirnya harus kembali mengawali proses seleksi pemain asing. Terdapat Alejandro David Fiorina Racca (Argentina), Stevan Markovic (Montenegro), dan Lamjed Chehoudi (Tunisia) dan juga Sasa Kolunija dan disusul dengan kedatangan Alberto Antonio de Paula.Rangkaian perjalanan proses pembentukan untuk mencari slot pemain asing, akhirnya disudahi dengan menetapkan Fabiano Beltrame, Zahrahan Krangar, Nuriddin Davronov dan Aloeberto De Paula sebagai pengisi slot pemain asing. Komposisi tersebut direncakana akan dikombinasikan dengan pemain asing yang sudah naturalisasi terdiri dari Greg Nwokolo, Raphael Maitimo, OK John dan Crisitian Gonzales.Dalam perjalanan kompetisi, komposisi the dream team tidak berjalan sesuai rencana. Crustian Gonzales memutuskan pindah ke PSS Sleman, sementara Raphael Maitimo seringkali harus berhadapan dengan cedera yang dialaminya. Lalu bagaimana dengan OK John?. Pemain yang bersiteri perempuan asal Manado tersebut seringkali harus mengalami pertandingan dari bangkui cadangan dan bahkan seringkali tidak masuk dalam rencana permainan pelatih Miloir Seslija.Pindahnya Gonzales ke PSS Sleman, menjadikan komposisi pemain “asing” Madura United tinggal 7 pemain. Jumlah tersebut terus berkurang seiring dengan proses evaluasi kontribusi pemain dengan hanya menyisakan “lima” pemain asing saja, yakni Fabiano Beltrame, Zahrahan Krangar, Nuriddin Davronov yang kemudian digantikan dengan Milad Zeynedpour, dan Alberto De Paula yang kemudian digantikan Mohammadou Samassa.“Rangkaian perjalanan yang penuh dnegan ujian tersebut, kita sebut sebagai tahun “sial” bagi Madura United. Tetapi, apapun hasilnya dalam perjalanan selama kompetisi 2018 ini, harus disyukuri,” ucap Presiden Klub Madura United, saat membubarkan skuad 2018.*** Skenario 1Marcel Sacramento, Peter Odemwingie, Patrick N’Koyi, Nuriddin Davronov, Greg Nwokolo, OK John,. Rapahel Maitimo, Gonzales Skenario 2Fabiano, Peter Odemwingie, Marcel Sacramento, Nuriddin Davronov, Greg Nwokolo, OK John,. Rapahel Maitimo, Gonzales Skenario 3Fabiano, Peter Odemwingie, Zahrahan, Nuriddin Davronov, Greg Nwokolo, OK John, Rapahel Maitimo, Gonzales Skenario 4Fabiano, Alberto De Paula, Zahrahan, Nuriddin Davronov, Greg Nwokolo, OK John, Rapahel Maitimo, Gonzales
Zahrahan Stabil Bersama Madura United
AQ: Sangat Mungkin Dia Tetap di MaduraTiga tahun sejak Madura United resmi diakuisisi, para pemain asing Madura United silih berganti datang. Dari 4 slot maksimal pemain asing yang bisa dimiliki setiap tim peserta kompetisi Liga 1, di skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab, hanya terdapat 1 pemain yang secara konsisten tetap bersama Madura United, Fabiano Beltrame. Sementara pemain asing lainnya, silih berganti keluar masuk.Sejatinya, memang sempat ada nama Dane Milovanovic. Pemain yang berstatus pemain asing asia yang berasal dari Australia tercatat bersama Madura United selama satu setengah musim. Tepatnya, saat pelaksanaan TSC tahun 2016 full satu musim.Kemudian pada pelaksanaan Liga 1 musim 2017, pemain yang mengenalkan selebrasi unik itu sempat harus istirahat bersama Madura United dengan digantikan Cameron Watson. Namun, Dane beruntung dalam proses pendaftaran terakhir pemain di paruh musim kedua, kembali lagi bersama Madura United setelah Watson gagal memberikan performa terbaiknya bersama Madura United.Bagaimana dengan persiapan tim musim depan?. Pasca skuad Madura United musim kompetisi 2018 dibubarkan, manajemen Klub berjuluk Laskar Sape Kerrab masih belum mengumumkan secara resmi rencana rekrutmen pemain. Hingga kini, mereka sebagaimana disampaikan Manajer Madura United Haruna Soemitro masih fokus melakukan evaluasi atas raport seluruh pemain di musim lalu.“Kita akan lebih hati-hati dalam proses rekruetmen pemain nantinya. Pengalaman musim lalu, sudah harus melakukan bongkar pasang pemain di awal musim cukup menjadi pelajaran. Sementara ini, klub masih menunggu agenda resmi dari PSSI tentang kejuaran dan kompetisi yang akan dijalankan nantinya,” ulas Haruna. Terlama - Zahrahan Krangar sangat mungkin bisa mengikuti jejak Fabiano Beltrame yang dalam tiga musim beruntun menjadi bagian dari Madura United. (Foto - HWCP MUFC) Kendati demikian, dari catatan perjalanan tim selama musim kompetisi 2018 ini, Zahrahan Krangar sangat mungkin bisa mengikuti jejak Fabiano Beltrame yang dalam tiga musim beruntun menjadi bagian dari Madura United. Hal itu, merujuk pada progres dalam menjalani kompetisi musim ini.Zahrahan, tercatat sudah menjalani sebanyak 33 pertandingan bersama Madura United. Yakni, 31 pertandingan di Liga 1 dan 2 pertandingan di Piala Indonesia. Dalam catatan selama 32 pertandingan bersama Madura United di Liga 1, Zahrahan tercatat sebagai penyumbang 6 gol atau hanya berselisih 3 gol dari Fabiano Beltrame yang bertindak sebagai top skorer Madura United musim ini. Zah, nama panggilannya juga menyumbang 8 assist selama musim ini, dan catatan tersebut menjadi catatan assist terbanyak yang dilakukan satu pemain di skuad Madura United.“Zahrahan sangat bagus bersama Madura United. Dia konsisten dan tentunya penting bagi Madura United mengapresiasinya,” ungkap Presiden Klub Madura United tanpa mau menyebutkan apakah Zahrahan menjadi salah satu pemain yang akan tetap bersama Madura United musim depan.Selama ini, selain Fabiano yang stabil bersama Madura United selama 3 musim, dan Dane yang sempat mengisi skuad Madura United dalam dua musim, terdapat nama-nama pemain asing yang tidak bertahan lama di skuad Madura United. Hanya segelintir pemain yang tercatat bertahan dalam satu musim, yakni, Erick Weeks Lewis dan Pablo Aracil di skuad tahun 2016. Kemudian terdapat Peter Osasze Odemwingie di skuad tahun 2017 dan Zahrahan Kranggar di musim 2018.Sementara pemain asing lainnya, silih berganti. Sebagian sudah gagal menunjukkan performa terbaiknya sebelum kompetisi bergulir, dan sebagian hanya bermain dalam paruh musim saja. Di musim 2017 lalu, terdapat nama Boubacar Sanogo yang masuk dalam skuad Madura United menggatikan Redouane Zerzouri. Sebelum Redouane bergabung, Madura United sempat menggandengan Luiz Junior Carlos.Sementara di musim 2018, justru lebih banyak pemain yang silih berganti, dimulai dari Marcel Sacramento, Patrich N’Koyi, Alberto Antonio De Paula dan kemudian berganti dengan Mohamadou Samassa.***Data Fakta JumlahGol 6Assist 8Pelanggaran 25Dilanggar Lawan 35Kartu Kuning 5Kartu Merah 0Akurasi Tembakan 49Akurasi Operan 79Akurasi Umpan Silang 43Sukses Dribel 73Sukses Tekel 70
Madura United Tunggu Kepastian Jadwal Kompetisi
Usai melakukan pembubaran tim pasca pertandingan terakhir Madura United di Liga 1 beberapa waktu, Madura United masih belum mengumumkan rencana rekrutmen pemain baru. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab, sebagaimana disampaikan Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi baru akan melakukan pemanggilan pemain setelah menjalani libur panjang di bulan Desember ini.Rencananya, ulas AQ (sapaan akrabnya) para pemain di skuad musim lalu yang masuk dalam skema rencana tim musim depan akan dihubungi via telepon oleh manajer tim. “Berikan dulu kesempatan bagi para pemain untuk menikmati libur bersama keluarga dulu. Kita juga masih dalam proses melakukan evaluasi rapor pemain musim lalu,” ulas AQ.Kompetisi tahun 2019 akan bersamaan dengan rangkaian agenda politik nasional, yakni pemilu legislatif dan pemilihan presiden yang akan dilaksanakan bersamaan pada 17 April tahun depan. Agenda nasional tersebut, sebagaimana disampaikan Tigor Salomboboy Chief Operating Officer PT. LIB, Tigorshalom Boboy, dapat berpengaruh terhadap jalannya kompetisi jika pihak pengamanan maupun KPU dan Bawaslu tidak mengizinkan adanya pertandingan, utamanya di masa kampanye. Oleh karenanya, Tigor menyampaikan kemungkinan kompetisi baru akan berjalan usai Pilpres."Ada agenda-agenda lain yang terkait dengan sepakbola. Kami punya perencanaan setelah pilpres karena masih ada agenda juga yang belum selesai. Lalu, masa kampanye yang kami belum tahu apakah akan diizinkan atau tidak (memulai kompetisi) di masa itu. Jadi, kami pikir paling aman setelah pilpres," ungkapnya. Masih Evaluasi : Manajer Haruna Soemitro dalam proses pembentukan tim akan memperhatikan agenda resmi dari PSSI. Terhadap agenda tersebut, Madura United sebagaimana disampaikan Manajer Haruna Soemitro dalam proses pembentukan tim akan memperhatikan agenda resmi dari PSSI, utamanya agenda pramusim yang selama ini rutin digelar seperti Piala Presiden dan juga kelanjutan Piala Indonesia.“Kita masih ingin tahu kepastian agenda PSSI dalam pelaksanaan turnamen dan Kompetisi. Kalau soal pemain, saat ini masih proses evaluasi di internal klub,” ulas Haruna.***
Tim Dibubarkan, Pemain akan Dihubungi Kembali
AQ Ucapkan Terima Kasih untuk SeluruhnyaPresiden klub Madura United FC Achsanul Qosasi bersama manajer tim Haruna Soemitro secara resmi membubarkan tim kemarin lusa usai jalani pertandingan penutup Liga 1 2018 di aula salah satu hotel di Pamekasan.Pada kesempatan itu, Pelatih Madura United Gomes de Oliviera mengaku senang bisa memberikan kemenangan terakhir. Raihan tiga poin itu, ia persembahkan untuk semua yang tetlibat."Saya senang tadi bisa menang, dan ini juga akan menjadi kebahagiaaan bagi kita semua. Terakhir, saya mau mengucapkan terima kasih telah bekerja selama tiga tahun bersama tim ini," ujar Gomes. Terimakasih : Kebersamaan Tim Madura United FC setelah berlangsungnya proses pembubaran di salah satu hotel Pamekasan. Selanjutnya, tim secara adminsitrasi dilakukan pembubaran sebagai penanda bahwa ikatan bisnis antara pemain dengan klub sudah usai untuk musim ini. Selanjutnya, jelas Haruna, para pemain maupun semua pihak yang berada dalam tim Madura United masih akan menunggu selesainya laporan secara teknis, keuangan dan adminsitrasi yang akan dilaksanakan oleh manajer ke presiden klub."Saya akan mempertanggungjawabkan tim ini dari segi teknis, moral, dan keuangan dan semuanya secara administratif, nanti jika selesai akan ada pemanggilan ulang," kata Haruna.Begitu juga dengan AQ yang masih ingin melihat statistik penggawa Laskar Sape Kerrab. Dan, ia akan memilah serta memilih yang akan kembali dikontrak untuk mengarungi musim 2019."Saya akan minta hasil statistiknya dan akan dilihat kontribusinya selama bersama Madura United. Bagi yang dipandang bisa membantu tim ini lebih baik akan kami panggil kembali," ucap AQ.AQ juga mengucapkan terimakasih kepada semua pemain dan pelatih yang telah berjuang agar Madura United bisa finish di atas 10 besar, tepatnya di peringkat 7, yang ditandai dengan kemenangan atas Persela Lamongan dan finish peringkat 8 setelah kompetisi resmi usai. Hasil tersebut, jelas AQ, karena jika sampai Madura United finish di bawah 10 besar sponsor bisa pergi 100 persen jika sampai tim mengakhiri kompetisi dengan posisi di bawah 10 besar dan bahkan sampai terdegradasi.***
Jadi Tahun “Sial” Bagi Madura United
Manajemen Ucapkan Terimakasih Pada Pemain Usai menjalani pertandingan melawan Persela Lamongan kemarin lusa, skuad Madura United kompetisi Liga 1 2018 resmi dibubarkan. Untuk selanjutnya, pasca proses pembubaran tim tersebut, para pemain Madura United musim 2018 dipersilahklan untuk berlibur sambil menunggu konfirmasi selanjutnya untuk kelanjutannya bersama Madura United musim depan.“Secara administrasi, kita sudah menyelesaikan kompetisi 2018 dan itu juga berarti tanggungjawab perusahaan sudah selesai atas para pemain,” ucap Haruna Soemitro, sesaat sebelum menyatakan tim skuad 2018 dinyatakan dibubarkan.Dalam perjalanan kompetisi musim ini, Madura United mengalami lika-liku cobaan dan kesulitan. Berbeda dari kiprahnya di dua tahun sebelumnya, saat Turnamen TSC dan Kompetisi Liga 1 musim 2017. Madura United mengalami penurunan prestasi musim 2018.Sempat bisa finish di posisi 5 musim 2017 lalu, Madura United musim ini justru sempat masuk dalam persaingan untuk menghindar dari degradasi. Beruntung, kondisi tersebut bisa dilaluki pasca imbang 3-3 lawan PSMS Medan di pekan 32 lalu. Terdapat penurunan prestasi dari tahun lalu, Madura United finish di peringkat 8 atau turun 3 grid dari musim sebelumnya. Bagi Madura United, musim ini menjadi musim “sial”. Serangkaian masalah teknis dalam proses perekrutan pemain terjadi sejak awal pembentukan tim. Target mebentuk the dream team gagal berjalan dengan mulus. Komposisi tim yang dipersiapkan dengan komposisi delapan pemain asing, yakni 4 pemain asing asli dan 4 pemain asing naturalisasi gagal memberikan kontribusi signifikan dari target klub."Ini musim yang sial. Tim ini digadang-gadang akan menjadi tim superior dengan delapan pemain asing dan 4 pemain asing asli, tapi tidak memberikan kontribusi yang signifikan," ucap Manajer Haruna Soemitro saat menyampaikan sambutan sebelum pembubaran tim usai menghadapi Persela Lamongan.Belanja besar-besaran dengan mendatangkan Patrick Nkoyi, Marcel Sacramento dan Cristian Gonzales guna menjaga kegarangan lini serang ternyata tidak berjalan mulus. Ketiga pemain tersebut tidak sampai seumuran jagung sudah tidak lagi bersama Madura United.Demikian halnya dengan upaya mendatangkan Peter Osaze Odemwingie, juga tidak bisa berjalan sesuai rencana. Alhasil, dalam kondisi terdesak waktu, Madura United mengikat Alberto Antonio de Paula yang juga gagal memberikan kontribusi signifikan bersama Madura United.Tak hanya itu, di awal musim, Madura United juga harus mengalami cobaan di sisi pelatih. Gomes Olivera yang gagal membawa Madura United bersinar di Piala Presdien dan Piala Gubernur Kaltim dievaluasi lalu diganti Milomir Seslija. Namun, perjalanan Madura United dengan Milo sapaan Milomir Seslija juga tidak berjalan dengan maksimal. “Kehadiran pelatih baru justru membuat kondisi tim makin tidak kondusif. Sehingga Klub memutuskan memanggil kembali Gomes dan bersama Gomes diawal-awal bisa mebawa tim ini menjalani 8 pertandingan tanpa kalah,” ulas Haruna.Selama putaran pertama, Eskpektasi terhadap Raphael Maitimo dan OK John yang pada putaran kedua berlabuh ke Persebaya Surabaya, juga kurang memuaskan. Diwaktu bersamaan, Kapten Timnas Tajikistan, Nuriddin Davronov juga mengalami masalah dengan cederanya.Praktis, menjalani putaran kedua Madura United harus melakukan perubahan komposisi pemain asing dengan mendatangkan eks Pemain Timnas Iran Milad Zeynedpour menggantikan Nuriddin Davronov, dan memasukkan Mamadou Samassa sebagai pengganti Beto De Paula. Harapan besar terhadap bergabungnya dua pemain anyar tersebut, diakui Haruna tidak membeirkan dampak yang signifikan. Sejatinya, Samassa mampu tampil memukai di awal-awal berganung dan ia buktokan lewat enam gol dan satu assist yang disumbanhkan. Sayang, kerap kali cedera membuat dirinya tidak optimal bersama Laskar Sape Kerrab. “Tentang pemain di tim ini, saya bertanggungjawab. Saya yang merekomendasikan untuk bersama tim ini. Kami bersyukur dan berterimakasih kepada para pemain yang telah membantu tim ini tetap berada di Liga 1. Saat tim ini berada dalam ambang degradasi, kita semua sama-sama bekerja keras untuk segera terhindar dan itu bisa dilalui dengan kondisi tim banyak yang tidak bisa bermain,” ulas Presiden Klub Achsanul Qosasi, sesaat sebelum memimpin doa bersama atas rasa bersyukur telah menyelesaikan kompetisi musim ini.*** Pencetak Gol Madura United Fabiano Beltrame (9 gol)Mamadou Samassa (6 gol)Greg Nwokolo (5 gol)Zah Rahan Krangar (5 gol)Alberto Antonio da Paula (4 gol)Slamet Nurcahyo (4 gol)Raphael Maitimo (3 gol)Bayu Gatra Sanggiawan (2 gol)Engelberd Sani (2 gol)Nuriddin Davronov (1 gol)Milad Zeneywdpour (1 gol)Munhar (1 gol)Asep Berlian (1 gol)Fachruddin W Ariyanto (1 gol) Assist Para pemain Madura United FC Zah Rahan Krangar (9 assist)Bayu Gatra Sanggiawan (5 assist)Alfath Fathier (5 assist)Greg Nwokolo (4 assist)Slamet Nurcahyo (4 assist)Alberto Antonio da Paula (3 assist)Raphael Maitimo (1 assist)Engelberd Sani (1 assist)Andik Rendika Rama (1 assist)Mamadou Samassa (1 assist)
Berebut Misi 'Happy Ending' Laga Pamungkas
Akan Ada yang berpisah dan BertahanPertandingan terakhir Madura United di Kompetisi Liga 1 musim ini, akan menghadapi Persela Lamongan. Laga yang menjadi Derby Jawa Timur terakhir musim ini, akan digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, besok malam. (Kick Off pukul 18.30 WIB).Sebagai pertandingan terakhir di Kompetisi Liga 1 musim ini, bagi sebagain pemain Madura United akan menjadi laga perpisahan dengan supporter Madura Bersatu. Dari seluruh pemain Madura United, sebagain dari mereka tetap berada dalam tim ini dan sebagian lainnya akan berpisah karena berbagai alasan, baik karena ingin pensiun ataupun pindah klub.“Tidak semuanya bertahan dan tidak semuanya tetap dalam tim ini. Dunia professional, memang akan ada yang datang dan akan ada yang berpisah. Kita ingin menutup kompetisi musim ini dengan happy ending,” ucap Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi.Dari sisi klasemen, baik Madura United maupun Persela, saat ini sudah sama-sama berstatus sebagai tim yang pasti bertahan di Liga 1 musim depan. Sementara dari sisi statistik, kedua tim yang terjerat tren kurang bagus di lima pertandingan terakhir di Liga 1 2018. Tim tuan rumah hanya memetik dua poin setelah menelan kekalahan tiga kali dan dua kali imbang.Namun, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan tengah dalam motivasi tinggi setelah mengantongi tiket 32 Besar Piala Indonesia lewat menumbanhkan Madura FC 1-4 di Stadion A Yani Sumenep kemarin sore."Sangat baik untuk kita dan bisa memotivasi lawan Persela Lamongan," turur pelatih kepala Gomes de Oliviera saat konferensi pers kemarin.Kondisi skuad tim yang didukung suporter Madura Bersatu sedang tidak 100 persen. Sebab, harus jalani dua pertandingan dalam kurun waktu tiga hari Kendati demikian, pelatih yang berposisi sebagai penyerang dalam kariernya sebagai pemain sepakbola, tetap yakin anak asuhnya akan memberikan yang terbaik. Dan, tim ini akan memberikan kemenangan terakhir."Ini pertandingan terakhir Kompetisi Liga 1. Semua pemain harus berusaha untuk memenangkan pertandingan lawan Persela. Kita abaikan rasa capek dan lelah karena kurangnya recovery untuk memberikan hasil yang terbaik pada pertandingan terkahir,” sambung pelatih asal Brasil.Pada pertandingan lawan Persela nanti, skuad besutan Goms dipastikan akan kehilang Lucky Wahyu yang pemulihan cedera dan Asep Berlian yang jalani sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Serta, dua pemain yang masih diragukan juga Greg Nwokolo dan Alfath Fathier belum bergabung dengan tim. Selain itu, mnilik dari pertandingan kemarin saat menghadapi Madura FC, kondisi Samassa juga rawan untuk bisa bermain.Sementara Laskar Joko Tingkir jalani lima pertandingan pamungkas juga tidak mulus. Alhasil, tim ini hanya sekali menang dan dua kali imbang serta sisanya menelan kekalahan.Soal pertandingan Sabtu malam ini, pelatih kepala Persela Lamongan Aji Santoso menghimbau anak asuhnya agar bermain tanpa beban agar dapat hasil yang maksimal."Saya mau pemain-pemain lebih enjoy, fress dan bisa menikmati pertandingan, sehingga nanyi bisa lebih maksimal," kata Aji.***Prediksi Starting ElevenMadura United FC (Gomed de Oliviera): Satria Tama (PG), Andik Rendika Rama, Fabiano Beltrame (C), Fachruddin W Ariyanto, Benny Wahyudi, Guntur Ariyadi, Slamet Nurcahyo, Zah Rahan Krangar, Bayu Gatra Sanggiawan, Mamadou Samassa, Engelberd Sani. Persela Lamongan (Aji Santoso): Dwi Kuswamto, Eky Taufik Febrianto, Wallace Costa, Arif Satria, Ahmad Birrul Walidain, Ahmad Subagja Baasith, Syahroni, Saddil Ramdani, Diego Assis (C), Fahmi Al-Ayyubi, Dendy Sulistyawan.
Akhirnya Putra Madura Sumbang Gol
Penyerang sayap Madura United Engelberd Sani mengamuk saat jalani 64 besar Piala Indonesia. Ia mampu menyumbangkan dua gol atas kemenangan 4-1 terhadap Madura FC di Stadion A. Yani Sumenep kemarin sore.Pemain yang mengenakan nomor punggung 7 ini turun di menit-menit awal babak pertama, menggantikan Mamadou Samassa yang cedera saat pemanasan sebelum pertandingan.Pergantian tersebut membawa berkah terhadap Fabiano Beltrame dan kawan-kawan. Selain mencetak brice (dua gol beruntun), Engel berperan penting terhadap gol Imam Bagus Kurnia yang memanfaatkan bola muntahnya serta ia dijatuhkan di kotak terlarang yang berbuah gol titik putih Fabiano Beltrame.Eks penggawa Garuda Muda tersebut mengaku senang bisa berkontribusi banyak terhadap Madura United di Piala Indonesia. Dan, ia mengaku sangat termotivasi buat terus mencetak gol.Di Piala Indonesia, bomber asal Sorong, Papua itu sudah membukan tigal gol dari dua pertandingan. Tak ayal, jika ia juga menyimpan asa menjadi topskorer kompetisi tersebut."Ya sangat senang bisa cetak gol lagi, tentunya sangat termotivasi untuk terus cetak gol. Mungkin (ingin juga menjadi top skorer Piala Indonesia)," ujarnya saat konferensi pers.Laga tersebut juga bersahabat bagi putra daerah Imam Bagus Kurnia. Pasalnya, ia mampu pecah telor bersama Madura United di kompetisi resmi.Kendati mencetak gol pertama, bomber asal Bangkalan ini berharap karirnya lebih baik lagi kedepannya. Sebab perjalanannya masih panjang, jika melihat usianya yang baru mengunjak 23 tahun.Pemilik nomor punggung 19 tersebut mempersembahkan golnya buat calon istrinya. Sebab, ia akan melepas masa lajangnya 10 hari lagi."Semoga saya bisa lebih baik lagi dan gol tadi saya persembahkan buat calon istri saya," ucap Imam dengan penuh harap.***
Madura United Tidak Bisa Mainkan Alfath
Madura United FC - Nanti Sore Jalani Latihan di Stadion A. Yani Sumenep setelah sempat tertahan di Biak Papua, para pemain Madura United sudah merapat di Pamekasan guna menjalani dua pertandingan dalam waktu dekat ini. Yakni, akan menghadapi Madura FC di Stadion A Yani Sumenep pada 6 Desmeber mendatang dalam ajang babak 64 besar Piala Indonesia. Selanjutnya, Laskar Sape Kerrabakan menjalani pertandingan terkahir Liga 1 musim ini melawan Persela Lamongan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan pada 8 Desember mendatang.Usai merapat di Hotel Odaita kemarin siang, sore harinya para pemain Madura United langsung menjalani latihan di SGRP dengan menu latihan pemulihan kondisi fisik pemain yang baru saja pulang dari Papua. “Kami sedang berupaya untuk membenahi fisik pemain. Dan menjaga mereka agar segera menyesuaikan dengan perubahan jam makan dan jam tidur setelah dari Papua,” ungkap Gomes usai memimpin latihan kemarin sore.Guna menghadapi Madura FC di Stadion A Yani besok, para pemain Madura United dipastikan akan tetap menginap di Hotel Odaita Pamekasan. Mereka akan bergeser ke Sumenep beberapa jam sebelum kick off pertandingan besok. Namun demikian, sebagai bagian dari kewajiban sebelum pertandingan, utamanya untuk mengetahui kondisi lapangan tempat pertandingan, para pemain Madura United dijadwalkan akan menjalani latihan resmi nanti sore di Stadion A Yani Sumenep.Para pemain Madura United akan terus berada di Pamekasan hingga usainya pertandingan melawan Persela pada 8 Desember mendatang. Dua agenda pertandingan yang sangat berdekatan yang akan dijalani Fabiano Bentrame dan kawan-kawan, diakui Gomes, harus disiasati dengan sangat baik agar pemain tetap dalam kondisi bugar dalam menjalani dua pertandingan.Pada sesi latihan sore kemarin, Zah Rahan Krangar, Greg Nwokolo dan Alfath Fathir tidak ikut bergabung denan alasan berbeda-beda. Zah Rahan harus berangkat ke Singapura untuk memperpanjang visanya. Sementara Alfath Fathir sebagaimana disampaikan Gomes Olivera, izin sehari karena sedang melakukan perawatan atas cedera bahunya. Selain itu, Alfath memang sudah dipastikan tidak bisa bermain saat lawan Madura FC nanti.Karena pada pertandingan babak pertama Piala Indonesia lalu, tepatnya saat menghadapi Persebo Bojonegoro, Alfath mendapatkan kartu merah.Absennya Alfath pada pertandingan melawan Madura FC, diakui Gomes tidak berpengaruh terhadap pertandingan melawan Persela Lamongan nanti. Menurut Gomes, pada pertandingan melawan Persela nanti, Alfath bisa bermain.Kondisi tersebut berbeda dengan Asep Berlian, pemain yang mendapatkan hukuman dua kali pertandingan oleh Komisi Disiplin PSSI, bisa dimainkan saat menghadapi Madura FC di Piala Indonesia.“Zahrahan hanya sehari untuk memperpanjang visanya. Dia akan segera bergabung dengan tim untuk menjalani dua pertandingan tim ini nanti. Karena dua pertandingan bagi semua pemain di tim ini adalah pertandingan yang sama-sama penting untuk bisa mendapatkan kemenangan,” pungkas Gome.
Tidak Kendur Hadapi Tim Beda Kasta
Madura United FC - Jelang hadapi laga 64 Piala Indonesia melawan tuan rumah Madura FC, Madura United sebagaimana disampaikan Gomes Olivera mengaku buta kekuatan calon lawan yang akan dihadapinya. Menurutnya, pihaknya tidak banyak mengetahui gaya permainan dari tim yang pada Kompetisi Liga 2 kemarin, lolos ke babak 8 besar."Saya masih belum tahu kekuatan Madura FC. Yang jelas, kami melakukan persiapan dengan sebaik mungkin dan maksimal dari waktu yang ada. Untuk menghadapi pertandingan besok, kami akan maksimalkan beberapa pemain yang tidak ikut berangkat ke Serui. Kami siapkan beberapa perubahan dalam menghadapi pertandingan besok,” ulas pelatih yang baru menjalani ulang tahun pada 1 Desember kemarin.Terdapat 6 pemain yang tidak dibawa serta ke Serui dan sudah bergabung dalam latihan kemarin. Yakni, Mamadou Samassa, Benny Wahyudi, Asep Berlian, Tanjung Sugiarto, Lucky Wahyu dan Ravi Murdianto. Namun, khusus untuk Lucky Wahyu, pemain yang absen dalam beberapa pertandingan terakhir Madura United tersebut masih menjalani latihan khusus dalam rangka pemulihan cederanya.Calon lawan yang bertindak sebagai tuan rumah, ditegaskan Gomes bukanlah lawan yang bisa diremehkan meski berbeda kasta. Akan menjalani pertandingan di kandang sendiri disertai dengan dukungan suporternya, dan kemampuan lolos ke babak 8 besar menjadi salah satu bukti jika Madura FC bukanlah lawan yang ringan. Apalagi, imbuh Gomes calon lawan yang berada di kasta di bawahnya, seringkali memiliki motivasi berlipat. "Madura United akan berusaha kuat untuk bermain fight besok.Fighting spirit pertandingan besok adalah untuk tim ini dan juga untuk pemain di tim yang ingin memberikan terbaik bagi Madura United,” ulas Gomes.Di Piala Indonesia, Madura United bisa tetap melanjutkan kiprahnya setelah menang melalui drama adu pinalti atas tuan rumah Persebo Bojonegoro setelah dalah waktu normal hanya mampu bermain imbang 1-1. Menghadapi tim yang berada di kasta di bawahnya, Madura United juga memiliki catatan pahit. Tepatnya, saat menghadapi Persiba Balikpapan di Piala Gubernur Kaltim. Kala itu,Madura United kalah dengan skor 2-0 atas Persiba Balikpapan.Salah satu pemain Madura United, Guntur Ariyadi juga menuturkan, dirinya tidak banyak mengetahui kekuatan Madura FC. Namun, ia berjanji akan berusaha bermain dengan semangat tinggi agar timnya bisa memenangkan pertandingan besok."Iya tidak tahu juga, yang saya tahu masih di Liga 2. Kita kita tidak boleh meremehkan dan saya aka berjuang buat menang biar bisa melangkah ke babak selanjutnya," pungkas pemilik nomer punggung 2 ini.***
Fabiano: Persela Bukan Sekadar Lawan
Madura United FC - Pekan terakhir Liga 1 2018 akan menyisakan kesan tersendiri bagi bek asing Madura United FC Fabiano Beltrame. Pasalnya, ia akan ketemu tim yang pertama kali dibela di kompetisi Indonesia."Saya sangat semangat menghadapi tim saya dulu. Tim itu yang sudah membesarkan nama saya di Indonesia dan para pemain serta suporter masih respek sama saya," kata Fabiano usai jalani latihan kemarin sore.Pemilik nomer punggung 15 tersebut terbilang lama berkostum Laskar Joko Tingkir. Adalah, sejak 2005 hingga 2006. Lalu, ia pindah klub dan kembali lagi ke tim tersebut pada tahun 2008.Di tim kebanggaan warga Lamongan, Fabiano menjadi kapten tim. Dan, ia menjadi sangat disegani hingga sekarang seperti yang terlihat saat Laskar Sape Kerrab bertandang di akhir pekan paruh musim.Tak ayal, jika eks Andalan Sao Jose memiliki motivasi lebih. Serta, ia mengaku tidak segan-segan buat mengalahkan pada laga yang akan berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Sabtu (08/12) sore."Saya akan hadapi dengan profesional. Tim ini harus bisa merebut tiga poin dari Lamongan pada pertandingan besok," sambungnya.Disamping itu, mantan kapten Arema FC ini ingin mempersembahkan tiga poin terakhir. Agar, klub asal Pulau Garam menutup kompetisi dengan kebahagiaan.Kendati demikian, Fabiano mengimbau rekan satu timnya supaya tampil lebih garang. Agar, Suporter Madura Bersatu yang melorengkan SGRP Pamekasan tidak kecewa."Kami main di rumah sendiri, ini akan menjadi hadiah terakhir bagi fans Madura United yang memenuhi stadion. Mari semuanya berjuang buat tiga poin di akhir kompetisi," pungkasnya.Selain Fabiano, pelatih kepala Gomes de Oliviera juga permah menukangi Persela Lamongan, ialah pada tahun 2013 lalu.***
Antisipasi Drama Adu Penalti
Madura United FC - Babak 64 besar Piala Indonesia masih menggunakan sistem knock out (sistem gugur) dengan sigle match. Kala kedua tim bermain imbang hingga peluit panjang, laga akan langsung dilanjutkan babak penalti.Kendati demikian, pelatih kepala Gomes de Oliviera bakal mempersiapkan para eksekutor guna menjadi algojo pada babak yang satu lawan satu tersebut. "Kita akan mempersiapkan semuanya; mulai dari strategi melawan Madura FC di waktu normal ataupun adu penalti jika masih belum bisa ditentukan pemenangnya," ujar Gomes. Juru racik formasi berkebangsaan Brasil ini menjelaskan akan komunikasi dengan pelatih penjaga gawang Hendro Kartiko. Agar, terdapat menu latihan penalti sebelum meladeni Madura FC.Legenda Kiper Timnas Indonesia itu mengaku sudah belajar dari pengalaman. Yakni, saat melawan Persibo Bojonegoro yang tidak terduga akan berakhir hingga drama adu penalti. SIAP - Hendro Kartiko, pelatih kiper Madura United FC akan mempersiapkan pasukannya untuk melawan Madura FC pada Kamis (6/12). (Image MUFC - HWCP) "Saya pasti akan mempersiapkan itu. Soalnya, lawan Persibo siapa yang akan menduga akan berlanjut hingga babak adu penalti, karena di sepak bola semuanya bisa terjadi," tuturnya.Kala itu kedua tim bermain imbang 1-1. Betuntung, Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan bisa mengakhiri babak adu penalti dengan kemenangan 3-1 di Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro.Sementara itu, penjaga gawang Herry Prasetyo mengatakan kesiapannya jika dimainkan pada pertandingan Kamis ini. Ia berjanji akan memberikan yang terbaik pada pertandingan tersebut."Pasti selalu siap (diturunkan atau tidak). Jika akhirnya jadi starter, saya seperti biasa akan berusaha memberikan yang tetbaik," pungkas kiper yang diturunkan pada laga tandang Laskar Sape Kerrab di Liga 1 2018.***
Sanksi Tidak Berlaku di Piala Indonesia
Asep Berharap Tim Terhindar dari Diskualifikasi Buntut dari insiden Asep Berlian dan Ibrahim Conteh kala Madura United FC menjamu PSIS Semarang, berujung sanksi. Kedua pemain tersebut dijatuhi larangan bertanding dua kali dan denda Rp10 juta oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.Gelandang pengangkut air Madura United FC tersebut berharap sanksi itu hanya berlaku di Liga 1. Pasalnya, Laskar Sape Kerrab bakal menjalani 64 besar Piala Indonesia kontra Madura FC di Stadion A. Yani, Kamis (06/12) sore."Iya, harapan saya larangannya hanya di Liga 1 dan berlaku di kompetisi ini, tidak merembet ke turnamen atau kompetisi lain. Apalagi, kami akan menghadapi Madura FC Kamis (6/12) mendatang," harap Asep.Pemilik nomor punggung 4 ini menuturkan, jika sanksi tersebut juga berlaku di Piala Indonesia, ia menegaskan tidak akan bermain agar tim tidak didiskualifikasi atau kalah WO di Liga 1.Soal kegelisahan Asep, Wakil Ketua Komdis PSSI Umar Husin mengklarifikasi. Ia menegaskan, sanksi hanya berlaku di pekan terakhir Liga 1."Tidak berlaku di Piala Indonesia, hanya di Liga 1," jawab Umar saat dikonfirmasi Kabar Madura kemarin pagi.Di samping itu, Umar mengingatkan klub kebanggaan warga Pulau Garam agar tidak menurunkan Asep selama sanksi dari Komdis PSSI masih mengikat. Atau, tim ini akan kalah WO pada laga tersebut.Ia mencontohkan tragedi Mitra Kukar yang kalah WO terhadap Bhayangkara FC musim 2017. Kala itu, Laskar Naga Mekes menurunkan Mohamed Sissoko yang dapat nota larangan bermain."Jangan coba-caba nanti ente bisa kenak sanksi lagi. Soalnya kadang ada yang pura-pura baru terima atau ini itu. Udah, nanti kenak 3-0," pungkasnya. Benny Siap Kembali Merumput Comeback - Benny Wahyudi berpeluang merumput saat laga melawan Madura FC, setelah absen lantaran cedera. (Image : MUFC - HWCP) Sementara itu, Benny Wahyudi berpeluang merumput lawan Madura FC. Bek sayap Madura United FC itu telah absen sejak timnya menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Jumat (9/11) lalu. Lantaran, terbekap cedera.Kabar baik kini menghampiri Laskar Sape Kerrab jelang menjalani 64 besar Piala Indonesia 2018-2019. Tim ini akan bertandang ke Madura FC di Stadion A Yani Sumenep, Kamis (06/12) sore.Angin segar itu berhembus langsung dari pemilik nomor punggung 32 ini. Menurutnya, lawan Madura FC sudah bisa bertanding.Eks Penggawa Timnas Indonesia tersebut mengucapkan sudah tidak terasa sakit lagi di kakinya. Ia juga mengaku sudah melatih menendang bola saat Fabiano Beltrame dan kawan-kawan ke Serui.Akan tetapi, bomber asal Malang ini masih menunggu pengarahan tim medis buat bisa berlaga kembali. Dijelaskannya, terkadang rasa nyeri sudah hilang, namun masih belum sembuh total dan berpotensi kambuh. "Iya ini tinggal tunggu rekom dari Mas Occa (Rehab Trainer Madura United FC Harmun Agussoca). Soalnya, dia yang pantau dan dampingi saya untuk pemulihan selama ini. Coba tanya dia," jawabnya sambil tersenyum ngeyel ala Benny.Sementara, pria asal Tangerang tersebut masih belum bisa memberioan kejelasan soal kemungkinan Benny merumput. Namun, ia mengakui prospeknya terus membaik.Occa berjanji akan segera menginformasikan saat ia kembali bertemu eks Pemain Arema FC itu dan kembali menjalani terapi.Sejatinya, pelatih kepala Gomes de Oliviera masih memiliki stok banyak di posisi bek sayap. Ia bisa memainkan Andik Rendika Rama, Alfath Fathier, Guntur Ariyadi, Rifad Marasabessy, Rizky Dwi Febrianto, dan Irsan Lestaluhu.***
Jalani Dua Pertandingan dalam 3 Hari
Laga Terakhir di Liga 1 Maju ke 8 DesemberPertandingan Madura United vs Persela Lamongan yang menjadi pertandingan terakhir skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab di Kompetisi Liga 1 musim ini, mengalami perubahan jadwal. Jika sebelumnya pertandingan ditetapkan akan dilaksanakan pada 9 Desember, pihak operator kompetisi dalam hal ini Liga Indonesia Baru (LIB) mengubah jadwal pertandingan. Laga derby Jatim tersebut akan dilaksanakan pada 8 Desember mendatang atau maju sehari dari jadwal semula."Ada perubahan jadwal pertandingan antar Madura United vs Persela nanti. Jadwalnya dimajukan ke tanggal 8 karena pada tanggal 9 semua pertandingan yang menentukan baik untuk juara maupun degradasi sebagaimana edaran dari LIB akan digelar bersamaan," ucap Chairman LOC Madura United, Moh Alwi.Perubahan jadwal pertandingan tersebut, jelas Alwi baru didapatkan kemarin sore. "Kami sudah berkordinasi secepatnya dengan semua tim yang akan bertanding. Termasuk juga dengan pihak pengamanan," ulas Alwi.Meski mengalami perubahan jadwal, yakni pertandingan dimajukan sehari dari jadwal semula, LOC Madura United tegas Alwi sudah siap untuk menggelar pertandingan tersebut dan dipastikan tanpa kendala."Pertandingan terakhir Liga 1 antara Madura United melawan Persela akan dilaksanakan di SGRP. Kordinasi untuk perijinan sebenarnya sudah jalan dengan jadwal semula, tapi kita akan segera lakukan perubahan menyesuaikan dengan perubahan jadwal yang maju ke tanggal 8 Desember," pungkas Alwi.Sementara itu, perubahan jadwal yang didapatkan Madura United menjadikan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut harus menjalani dua pertandingan beruntun dalam 3 hari.Yakni, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan menjalani pertandingan Piala Indonesia melawan Madura FC pada 6 Desember, kemudian hanya punya waktu rehat sehari untuk kemudian menghadapi Persela Lamongan pada 8 Desember. "Semuanya adalah pertandingan yang sama-sama penting bagi Madura United. Kita akan lakukan rotasi dengan pemain yang paling siap dalam dua pertandingan tersebut. Di Piala Indonesia, Asep bisa dimainkan, tetapi di Liga 1 belum bisa dimainkan. Kami akan persiapkan dengan baik untuk dua pertandingan nanti," ulas Gomes yang baru kemarin sore bersama rombongannya mendarat di Madura, setelah sempat tertahan di Biak usai menghadapi Perseru Serui karena ditinggal pesawat.Sebagaimana kejadian usai menghadapi Perseru Serui, cuaca yang buruk di Serui, menjadikan rombongan pemain Madura United ditinggal pesawat yang digunakan dari Biak ke Sruabaya. Rombongan pemain dan ofisial Madura United harus mengalami kerugian tiket penerbangan senilai Rp 120 juta dan juga harus stay di Biak selama sehari. Kondisi tersebut, juga menjadikan pemain Madura United harus kehilangan kesempatan melakukan recovery jelang pertandingan melawan Madura FC."Kami sudah pernah jalani dua pertandingan hanya dengan masa istirahat sehari. Perjalanan yang jauh dari Papua yang mengalami masalah kemarin juga bukan alasan, seluruhnya harus kita jalani dengan penuh semangat untuk tim Madura United," imbuh Gomes.Menyiasati berburu waktu dalam menjalani dua pertandingan yang sudah sangat dekat dan kekurangan masa recovery, para pemain Madura United dijadwalkan akan langsung bertolak ke Pamekasan hari ini. Mereka juga akan langsung menjalani latihan di Pamekasan sore nanti sekaligus bagian dari pembenahan fisik sebelum menjalani pertandingan melawan Madura FC pada 6 Desember besok lusa. "Rencananya, semua pemain besok (hari ini, red) sudah di Pamekasan semua dan akan menetap disana sampai selesainya pertandingan melawan Persela,"' tukas Winedy Purwito, menjelaskan tentang rencana Madura United dalam menyiasati dua pertandingan beruntun dalam waktu 3 hari.***
Lengkapi Tradisi Tundukkan Tim Papan Bawah!
Madura United FC - Konsistensi Madura United FC yang belum pernah kalah saat bersua tim papan bawah di putaran kedua Liga 1 2018, akan diuji. Ujian kali ini, saat hadapi Perseru Serui di Stadion Morara Serui, Sabtu (1/12).Kemenangan atas Laskar Cendrawasih Jingga, sebagaimana dikatakan Pelatih kepala Madura United Gomes de Oliviera, akan melengkapi tradisi hasil bagus kala bersua tim papan bawah di putaran kedua."Madura (United FC) harus menang lawan (Perseru) Serui. Jika lawan tim papan bawah sering bagus, itu harus dilanjutkan," ujar Gomes.Sebelumnya, Laskar Sape Kerrab sudah mengalahkan PS. Tira, Sriwijaya FC, dan Mitra Kukar. Serta, mamapu menahan imbang 3-3 PSMS Medan di kandangnya sendiri.Tekad tersebut tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, tim tuan rumah dalam tren positif saat bermain di rumah sendiri. Lima pertandingan terakhir, tim tersebut belum tersentuh kekalahan.Ditambah lagi, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan sedang dalam tren negatif. Sebab, empat pertandingan teralhir masih belum memetik tiga poin."Tidak ada pertandingan mudah dan tidak ada yang tidak mungkin didapatkan. Madura jangan meremehkan Serui biar bisa menang atau satu poin," sambungnya.Madura United FC berangkat dengan kekuatan lengkap. 18 pemain yang diboyong, terdapat dua nama yang batu pulang usai berjuang bersama Timnas Indonesia, ialah Fachruddin W Ariyanto dan Alfath Fathier. Berharap : Fachruddin berharap bisa meraih hasil maksimal di Stadion Morara, kandang Perseru Serui. (Image:HWCP-MUFC) "Alhamdulillah, saya sudah bisa memperkuat. Semoga bisa meraih hasil maksimal," kata Fachruddin.Namun, klub yang menjuarai Suramadu Super Cup (SSC) 2018 ini,kehilangan tiga pemain andalan, yakni Asep Berlian dan Greg Nwokoloyang jalani hukunan akumulasi kartu kuning. Kemudian striker kelahiran Perancis, Mamadou Samassa yang masih terbekap cedera dan hanya bermain 37' menit saat meladeni Ayam Kinantan.Sedangkan, tim besutan Wanderley Machado da Silva Junior bisa bernafas lega. Pasalnya, striker asing Silvio Escobar sudah bisa merumput setelah melewati empat laga larangan bermain dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.*** Prediksi Starting ElevenPerseru Serui (Wanderley Machado da Silva Junior): Samoel Reimas (PG), Donni Haroid Monim, Kalvin Wopi, Anis Nabar, Kunihiro Yamashita (C), Ronaldo Mesidu, Makarius Fredik Suruan, Arthur Barrios Bonai, Marten Raweyai, Silvio Escobar, Alberto Antonio da Paula. Madura United FC (Gomes de Olivoera): Satria Tama (PG), Andik Rendika Rama, Fachruddin W Ariyanto, Fabiano Beltrame (C), Rifad Marasabessy, Guntur Ariyadi, Milad Zeneyedpour, Zah Rahan Krangar, Bayu Gatra Sanggiawan, Mamadou Samassa, Englberd Sani.
Lepaskan Rasa Penat Demi Tampil Prima
Madura United FC - Persiapan Madura United guna jalani pertandingan pekan 33 Kompetisi Liga 1 musim ini berlangsung dengan sangat berat. Fabiano Beltrame dan kawan-kawan harus melalui perjalanan panjang, melelahkan dan juga harus kehilangan banyak waktu istirahat. Kendati demikian, skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab yang akan menjalani pertandingan besok sore di Stadion Marora, harus langsung berhadapan dengan serangkaian agenda guna tetap menjaga kondisi on fire dalam menghadapi tim tuan rumah.Sebagaimana jalur perjalanan yang dijalani, rombongan pemain Madura United harus berangkat dari Surabaya ke Serui sejak pukul 18.00 WIB kemarin lusa. Dari Surabaya, rombongan transit lebih dulu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, kemudian transit lagi di Biak untuk berganti pesawat ke Pulau Yapen. Dari pulau Yapen, rombongan harus melalui jalur darat dengan waktu tempuh 68 menit.Tak ayal, kondisi tersebut menjadikan para pemain tidak banyak memiliki waktu istirahat. Satu-satunya kesempatan untuk istirahat adalah saat berada di pesawat, itupun dalam kondisi kurang sempurna karena harus tidur duduk."Capek juga sih, karena tidurnya juga kurang sempurna. Bagi para pemain di Pulau Jawa ataupun Pulau Sumatera, perjalanan ke Serui adalah yang paling jauh. Tetapi, mereka juga harus menjalani hal serupa saat mereka akan bertanding ke tempat kami," ucap Fabiano Beltrame, kapten tim Madura United yang menceritakan bahwa tahun ini adalah tahun ketiganya menjalani pertandingan di Stadion Marora sebagai kandang Perseru Serui.Selama perjalanan dari Surabaya hingga Biak, proses perjalanan berlangsung normal. Pesawat yang membawa serta rombongan tidak satupun yang mengalami transit. Barulah saat akan berangkat ke Pulau Yapen, pesawat Trigana Air yang menjadi salah satu kapal perintis pengangkutan penumpang ke Yapen mengalami penundaan terbang. Pesawat yang berkapasitas 48 penumpang tersebut harus delay selama dua jam lebih hingga cuaca dinyatakan baik untuk penerbangan. Imbasnya, dari rencana perjalanan yang seharusnya bisa sampai ke hotel penginapan selama di Yapen, bisa dicapai pada pukul 09.10 WIT menjadi mundur. Rombongan pemain baru sampai hotel pukul 13.12 WIT.Beruntung, dalam perjalanan dari Bandara Stevanus Rumbewas ke Hotel Penginapan, suguhan pemandangan jalanan yang berkelok-kelok, naik turun dan pantai bisa menjadi salah satu hiburan bagi para pemain Madura United. Terdapat satu view yang menjadi tempat pemberhentian pemain untuk sekedar melepas penat perjalanan jauh mereka. Mereka berhenti sejenak, untuk berswafoto. Maksimalkan - Slamet Nurcahyo menyampaikan bahwa ia akan memanfaatkan sedikit waktu yang ada, selain untuk latihan juga mengambil momen di alam Serui yang indah. (Image:HWCP-MUFC) "Kesempatan ke Pulau ini, tidak mudah. Kita aja, dalam 3 tahun ini baru tiga kali baru sampai ke pulau ini. Kita manfaatkan sedikit waktu untuk berfoto dengan alam yang indah ini," ulas Slamet Nurcahyo salah satu pemain yang ikut serta dalam rombongan.Terlepas dari lelah karena perjalanan, para pemain hanya memiliki waktu istirahat selama dua jam. Sebab, sore pada pukul 16.30 WIB, para pemain sudah harus langsung turun di lapangan latihan untuk menempa fisik selama berada di Yapen. "Kami harus tetap jaga kebugaran dan kondisi fisik para pemain. Perubahan waktu harus segera dilakukan penyesuasaian, ini juga penting karena dalam waktu yang berdekatan kita akan menjalani tiga pertandingan beruntun hingga 9 Desember nanti," ulas Gomes Olivera, pelatih kepala Madura United.Ya, perbedaan waktu antara di Yapen Papua dengan di Madura, berselisih 2 jam. Perbedaan waktu tersebut sangat berpengaruh terhadap pola istirahat para pemain. Usai menjalani pertandingan melawan Perseru Serui, pemain Madura United juga langsung ditunggu dengan dua pertandingan di Madura. Yakni, menghadapi Madura Fc di Stadion A Yani pada 6 Desember dan menghadapi Persela Lamongan pada 9 Desember di Stadon Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan."Kami nikmati perjalanan sebagai bonus agar tidak merasa capek, tetapi fokus tetap pada semua pertandingan yang harus kita jalani melawan Perseru Serui, Madura Fc dan Persela Lamongan," pungkas Gomes.***
Misi Main Lepas Tanpa Kartu Kuning
Madura United FC - Bek Madura United FC Alfath Fathier masuk dalam 18 pemain yang diboyong pada lawatan ke kandang Perseru Serui. Ia sudah memperkuat tim saat melawan PSIS Semarang. Padahal belum 12 jam menginjakkan kaki di Madura pasca membela Timnas Indonesia.Pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Morara Serui, Sabtu (01/12), Alfath dibayang-bayangi akumulasi kartu kuning saat laga pamungkas. Sebab, jika ia terganjar lagi, dipastikan akan absen saat melawan Persela Lamongam (09/12).Pasalnya, kartu kuning saat bentrok dengan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), membuat dirinya sudah mengoleksi enam kartu kuning. Dan, hanya menyisakan sebiji lagi akan jalani hukuman akumulasi.Kendati demikian, pemain bernomor punggung 86 di Madura United FC ini mengaku tidak akan terbebani. Ia berjanji akan bermain lepas dalam membantu tim mendapatkan poin di laga tandang terakhir."Alfath akan bermain tanpa takut dikartu kuning. Dipikiran saya, hanya akan membantu tim membawa pulang poin dari sini," tutur Alfath.Jebolan Persib Bandung U21 tersebut terbilang memiliki peran signifikan bagi Laskar Sape Kerrab. Ia sudah membukukan empat assist dengan hanya 14 pertandingan pada musim ini.Mantan bek sayap Persiba Balikpapan musim 2017 ini juga ingin menambah raihan assist. Dan, ia juga berharap bisa melampau catatan assist Bayu Gatra Sanggiawan dan Zah Rahan Krangar yang menyumbang paling banyak."Ingin menambah (assist), tugas semua oemain pasti meceyak gol atau buat peluangyang bisa jadi gol," imbuhnya.Sayang, torehannya tidak lengkap akibat belum pecoh telor di Liga 1 2018. Tak ayal, ia masih menyimpan asa untuk mencetak gol layaknya gol debutan bersama Timnas Indonesia."Setiap pemain ingin mencetak gol, Alfath juga ingin. Alfath di Timnas bisa, berarti di tim juga harus bisa," tutup penggawa tim Garuda tersebut.***
Samassa Gagal Berangkat ke Serui
Madura United FC - Striker asing Madura United FC Mamadou Samassa masih dipastikan, akan absen kala bersua Perseru Serui di Stadion Morara Serui, Sabtu (01/12) pukul 13.30 WIB. Pasalnya, kondisi ekstargetman Timnas Perancis U21 ini belum pulih 100 persen.Tak ayal, pemilik nomer punggung 21 tersebut tidak akan bermain full, seperti yang disampaikan dokter Laskar Sape Kerrab Hery Siswanto. Layaknyakala bermain lawan PSMS Medan di Stadion Teladan Medan, yang harus keluar lebih cepat digantikan Engelberd Sani di menit 37'."Penyebabnya, karena kondisinya belum pulih total dan tidak memungkinkan bermain 90' menit," tutur dokter yang familiar disapa Herisist.Terpaksa, tim harus berangkat dengan 17 pemain. Sebab, ia sudah masuk daftar pemain yang akan diboyong ke markas Laskar Cendrawasih Jingga.Namun, Pelatih Kepala Madura United Gomes de Oliviera masih memiliki Imam Bagus Kurnia yang kerap diturunkan dan Engelbers Sani yang diplit sebagai targetman yang mampu menyumbang satu golsaat bersua Ayam Kinantan."Kami masih punya Imam dan Engel bisa bermain di depan. Engel sudah buktikan saat lawan Medan," ujar juru taktik yang pernah bermain untuk Mitra Surabaya itu.Meski gagal berangkat ke Serui, pemain yang lima tahun membela Timnas Mali ini terus menjalani pemulihan. Seperti yang dilakukan semalam, ia menjalani gym."Ini saya lagi gym. Saya harus memulihkan cedera ini segera, dan sebenarnya sedih tidak bisa ke Serui tapi mau gimana lagi, jika kondisi masih belum pulih sepenuhnya," ujarnya kemarin malam.Disamping itu, pemain yang sudah membukukan enam gol dan satu assist mendoakan Laskar Sape Kerrab bisa meraih poin penuh di laga tandang terakhir. "Semoga Madura bisa menang dan bawah pulang poin, saya percaya teman-teman pasti bisa," tutupnya.
Awas, Mantan Kian Garang
Selalu Masuk Pilihan Utama PerseruJelang pertandingan Madura United FC kontra Perseru Serui di Stadion Morara Serui, Sabtu (01/12), kapten Madura United FC Fabiano Beltrame mewaspadai bekas striker Laskar Sape Kerrab Alberto Antonio da Paula."Dia (Alberto Antonio da Paula) tambah bagus disana. Saya lihat sering cetak gol dan jadi pemain inti di Serui," ungkap Fabiano.Beto memperkuat tim yang jadi finalis Piala Gubernur Kaltim (PGK) I ini pada putaran pertama Liga 1 2018. Lalu pindah di bursa transfer paruh musim ke Laskar Cendrawasih Jingga pada putaran kedua.Selama bermain dengan Fabiano Beltrame cs, eks targetman Timnas Brasil U21 tersebut telah mengemas lima gol. Saat jalani pertandingan terakhir, ia masih menyumbang gol penentu kemenangan di debut kembalinya Gomes de Oliviera.Begitu juga di Perseru Serui, Beto kian garang. Ia sudah mengemas tujuh gol dan selalu menjadi pilihan utama pelatih kepala Wanderley Machado da Silva Junior. Janji - Fabiano berjanji akan mematikan gerakan rekan senegaranya, Alberto Antonia da Paula pada laga Perseru Serui Vs Madura United FC. (Image : HWCP MUFC) Tak ayal, jika pemilik nomer punggung 15 di Madura United FC memberikan perhatian khusus. Serta, ia berjanji akan mematikan teman senegaranya itu pada pertandingan pekan ke 33 Liga 1 2018."Tapi kami kesana buat cari poin. Saya akan jaga dia dan yang lain juga. Dia bahaya jika dibiarkan menerima suplai bola dengan bebas," tambahnya.Disamping itu, pemain yang pernah memperkuat Arema FC itu tak bisa menampik kesenangannya, bisa bersua lagi dengan Beto. Meski, kali ini bertindak sebagai lawan.Ditambah lagi, kedua pemain tersebut begitu dekan saat sama-sama bermain buat tim dengan baju kebanggaan loreng merah puti dan, kerap kali satu kamar kala jalani laga tandang."Pasti senang jumpa kawan yang baik ya. Saya sangat dekat dengan dia dan sekarang akan menjadi lawan di lapangan, tapi profesional saja," tutupnya.***
Saatnya Perbaiki Rekor Buruk di Serui
Madura United FC - belum berhasil keluar dari tren negatif. Situasi ini membuat Pelatih kepala Madura United Gomes de Oliviera mematok target dua kemenangan di laga bulan Desember, termasuk pertandingan kontra Perseru Serui, Sabtu (01/12).Jika raihan tiga poin dapat diraih, akan berpengaruh pada pertandingan pamungkas yang akan berlangsung di Madura."Madura harus segera menang. Madura memiliki dua pertandiangan lagi dan harus semuanya poin, tapi fokus dulu lawan Serui," ujar Gomes.Namun upaya Laskar Sape Kerrab tidak akan mudah, sebab, berdasarkan pengalaman di dua pertemuan terakhir di Stadion Marora, hanya mampu memetik satu poin, satu laga lainnya harus mengakui keperkasaan tim berjuluk Laskar Cendrawasih Jingga ini. Berjuang Keras - Gomes de Oliviera menginstruksikan pada anak asuhnya untuk berjuang keras mati-matian pada laga tandang terakhir demi mendapatkan poin penuh di markas Serui. (Image:HWCP-MUFC) Kendati demikian, Gomes telah menginstruksikan kepada anak asuhnya untuk bermain mati-matian di laga tandang terakhir ini. Agar, mampu meraih tiga poin dan minimal mendapatkan kemenangan pertama di markas Perseru Serui.Ditambah lagi, klub asli dari Pulau Garam ini masih berangkat dengan skuad pincang. Lima pemain andalan tidak bisa tampil lantaran akumulasi kartu kuning, antara lain Greg Nwokolo dan Asep Berlian, serta pemulihan cedera seperti Lucky Wahyu dan Benny Wahyudi."Mau tidak mau harus menang, biar Madura bangkit dan bisa menang (pertama kali) disana. Madura punya pemain-pemain yang berkualitas meski banyak yang absen untuk menang," sambungnya.Selaras dengan Gomes, bek sayap Andik Rendika Rama juga mengusung misi meraih kemenangan pertama atas besutan Wanderley Machado da Silva Junior. Sebab, ia ingin menebus beberapa poin yang hilang.Namun, pemain yang baru memiliki satu putra itu mengakui, tidak akan mudah meraih target. Diakuinya, skuad Kunihiro Yamashita cs akan tampil all out agar terlepas dari jeratan degradasi."Pasti ingin menang atau dapat (satu) poin. Iya benar, tidak akan mudah. Serui akan all out agar keluar dari degradasi," tandasnya.***
Engel Ambisi Cetak Gol di Morara
Madura United FC - Gol Engelberd Sani ke gawang Perseru Serui di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan putaran pertama Liga 1 2018, akan sulit dilupakan. Pasalnya, gol tersebut yang membuat dirinya pecah telor musim 2018.Tak ayal, jika pemilik nomer punggung 7 ini berniat kembali mencetak gol ke gawang Laskar Cendrawasih Jingga, seperti yang disampaikannya sebelum bertolak ke Serui."Iya aku masih ingat. Itu yang sebelumnya berjanji cetak gol dan aku cetak gol. Tentu keinginan (cetak gol) pasti ada," ujar pemain yang familiar disapa Engel ini.Sejatinya, bomber asal Sorong, Papua tersebut tidak terlalu ambisi menmabah pundi-pundi golnya. Terlebih, jika tekadnya tersebut akan merusak permainan tim.Eks Penggawa Garuda Muda ini mengakui, kemenangan Laskar Sape Kerrab lebih penting. Agar, paceklik kemenangan di empat pertandingan terakhir segera terselesaikan."Tapi harus menang, dan aku tidak akan berusaha mementingkan cetak gol jika akan merusak startegi tim dan gagal dapat poin,"imbuhnya.Melirik rekor pertemuan, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan memang kesulitan cetak gol ke gawang Perseru Serui jika bermain di Stadion Morara Serui. Sejak tahun 2016, hanya membukukan sebiji gol. Sedangkan, Perseru Serui lebih banyak dengan tiga gol.Menurut Engel, pertandingan Sabtu nanti, Laskar Sape Kerrab harus mencetak gol lebih banyak. Alasannya, dalam dua pertandingan tetakhir, timnya, mampu menceploskan lima gol."Madura sedang subur-suburnya, mungkin bisa mencetak lebih dari satu gol nanti," pungkasnya.
Antisipasi Dampak Perjalanan Jauh
Madura United FC - Usai menjalani pertandingan melawan PSIS Semarang kemarin lusa, para pemain Madura United hanya memberikan waktu libur sehari untuk istirahat. Terbatasnya waktu istirahat tersebut karena para pemain sudah harus bersiap untuk menjalani lawtaan terpanjang ke kandang Perseru Serui di Pulau Yapen Waroepen Papua. Berangkat - 18 Orang dijadwalkan akan berangkat langsung ke serui nanti malam dan menjalani latihan di Serui, guna mengantisipasi kelelahan dampak dari perjalanan jauh yang ditempuh. (Image:HWCP-MUFC) Rombongan yang terdiri dari 18 pemain Madura United tersebut direncanakan akan bertolak ke Papua malam nanti. Guna memberikan kesempatan istirahat tersebut, tim pelatih juga tidak memberikan latihan khusus di Madura.“Perjalanannya nanti sangat panjang. Kita harus menjalani dua kali transit dan harus tiga kali ganti pesawat. Kita jaga kebugaran pemain agar jangan sampai kelelahan,” ulas Gomes.Ya, untuk bisa sampai ke hotel penginapan selama di Kota Yapen  nanti, para pemain harus melalui perjalanan udara dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Ujung Pandang Makassar.Usai transit dari Makassar, rombongan akan melanjutkan perjalanan udara ke Bandara Frans Keisepo Biak dengan  durasi sekira 3 jam penerbangan. Dari Bandara Biak, kembali kembali berganti pesawat untuk melanjutkan perjalanan via udara ke Bandara Stevanus Rumbewas Serui.“Perjalanannya sangat jauh. Kita harus melakukan beberapa kali transit juga. Jadi, hasil rundingan memutuskan kita  akan  latihan persiapan setelah sampai di Serui,” ujar Winedy Purwito, asisten manajer Madura United.Berdasar jadwal, rombongan pemain Madura United akan berangkat terbang dari Juanda Surabaya malam ini pukul 21.25 WIB. Jika tidak mengalami perubahan jadwal penerbangan, mereka akan akan tiba di Bandara Serui sekitar  pukul 09.00 WIT. Dari Bandara Stevanus Rumbewas Serui, tim masih harus melalui perjalanan darat dengan durasi waktu tempuh antara satu setengah jam hingga dua jam. “Semoga cuacanya bagus sehingga tidak ada penerbangan yang tertunda. Utamanya, nanti dari Biak ke Serui.  sehingga ada waktu istirahat yang cukup dan bisa menjalani latihan di sana,” imbuh Winedy.18 Pemain yang Berangkat ke Serui : 1. Satria Tama (PG)2. Hery Prasetyo (PG)3. Andik Rendika RAma4. Junda Irawan5. Rifad Marasabessy6. Guntur Ariyadi7. Fabiano Beltrame 8. Irsan Lestaluhu9. Rizky Dwi Febrianto10. Slamet Nurcahyo11. Engelberd Sani12. FAchruddin W. Ariyanto13. Alfath Fathier14. Zah Rahan Krangar15. Imam Bagus Kurnia16. Milad Zeneyedpour17. Bayu Gatra Sanggiawan18. Mamadou Samassa
Laga Madura United di Piala Liga Dimajukan
Laskar Sape Kerrab Harus Pintar Atur WaktuMadura United FC - Pertandingan Madura United di babak 64 besar Piala Liga Indonesia akhirnya dimajukan dari jadwal semula. Sebelumnya, laga yang mempertemukan Madura United Vs Madura FC dijadwalkan akan dilaksanakan pada 20 Desember mendatang.Namun, atas pertimbangan masa cuti pemain akhir kompetisi, Madura United mengajukan surat permohonan untuk dimajukan pada 6 Desembr mendatang.Atas dasar surat permohonan tersebut, PSSI selaku  pelaksana  turnamen yang diikuti  seluruh tim peserta   kompetisi di semua kasta, pertandingan disetujui untuk dimajukan.“Kami bersyukur pengajuan untuk memajukan jadwal pertandingan bisa  disetujui. Alasan kami, karena pertandingan terkahir Madura United di Kompetisi Liga 1  pada 9 Desember dan jika merujuk pada jadwal awal  yang sudah memasuki masa cuti pemain,” ulas Direktur Utama Dirut PT Polana Bola Madura BersatuZiaul Haq.Madura United melaju ke babak 64 besar Piala Liga setelah pada babak sebelumnya berhasil menang 1-0 atas Persebo Bojonegoro. Sementara Madura FC melaju ke babak 64 besar setalah pada laga sebelumnya berhasil mengalahkan Persepam.Sebagaimana regulasi pelaksanaan pertandingan  Piala Liga, setiap pertandingan Piala Liga tuan rumah yang melaksanakan pertandingan adalah tim yang berkompetisi di kasta di bawahnya, Madura FC sebagai tim yang berkompetisi di Liga 2 pada pertandingan tersebut akan bertindak sebagai tuan rumah dengan venue pertandinan di Stadion A Yani Sumenep.Dalam sejarahnya, Madura United pernah menjalani pertandingan di Stadion A Yani Sumenep kala menjamu Persib Balikpapan dalam pertandingan ujicoba di tahun 2016 lalu.  Hasil laga pada pertandingan tersebut, Madura United bermain imbang 1-1 melawan  Persiba.“Kami antusias untuk menjalani pertandingan Piala Liga nanti.  Tetapi, fokus terbesar kami saat ini adalah  menjalani pertandingan di Liga 1 musim ini yang masih tersisa 3 pertandingan lagi. Kita selesaikan dulu dua pertandingan sebelum menjalani pertandingan di Piala Liga nanti,” ulas Gomes Olivera, pelatih kepala Madura United.Sebelum menghadapi Madura FC, Madura United memang masih menyisakan sebanyak 3 pertandingan. Terdekat, skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab masih akan menjamu PSIS Semarang pada 26 Desember mendatang di Stadion Gelora Bangkalan. Usai menjalani laga tersebut, Madura United akan melawat ke kandang Perseru Serui guna menjalani pertandingan pekan 33 pada 1 Desember mendatang.“Kami akan atur agendanya dengan baik. Selesai pertandingan di Serui, kebiasaan disana kalau hari minggu libur aktivitasnya. Mungkin kami pulangnya pada Snin 3 Desember. Recoverynya  harus kita tata dengan baik, karena pertandingan  tanggal 6 dan selanjutnya kita akan bertandingan lagi pada 9 Desember melawan Persela,”  ulas Gomes, menjelaskan tentang agenda kegiatan menjalani 3 sisa pertandingan Liga 1 dan satu  pertandingan babak 64 besar Piala Liga.***
Belum Dipastikan Bermain Lawan PSIS
Madura United FC - Perlahan-lahan pemain Madura United FC yang cedera mulai kembali. Terbaru, Greg Nwokolo telah mengikuti latihan game dalam arahan pelatih kepala Gomes de Oliviera di Stadion Gelora Bangkalan (SGB)kemarin sore (22/11).Kembalinya striker naturalisasi itu membuat juru taktik bisa bernafas lega. Pasalnya, striker jangkung berkebangsaan Mali, Mamadou Samassa,masih menjalanilatihan terpisah. Sayangnya, pelatih Gomes menyebut, pemilik nomer punggung 11 di skuad Madura United ini belum dalam performa terbaiknya.Kendati demikian, juru taktik berkebangsaan Brasil tersebut berharap, pemain berdarah Nigeria ini bisa segara adaptasi dengan tim dan kebugaran pasca cedera. Ia memiliki waktu empat hari sebelum bersua PSIS Semarang, Senin (26/11) sore."Senang, karena Greg Nwokolo kembali berlatih. Memang masih butuh waktu untuk mengembalikan kondisinya. Tapi, senang ia sudah bisa kembali berlatih dengan tim ini,” ucap pelatih asal Brasil tersebut.Sebelumnya, pada sesi latihan sore kemarin di tempat yang sama di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Greg sempat jalani latihan guna kembalikan kebugaran tubuh. Ia tidak mengikuti latihan game saat mengenakan separuh lapangan.Berbeda saat Gomes mengenakan lapangan full guna jalani latihan game. Ia mulai bergabung dan terlihat langsung terbangun chemistry-nya bersama Slamet Nurcahyo, Bayu Gatra Sanggiawan dan Engelberd Sani.Kendati demikian, rehab trainer Madura United FC Harmun Agussoca menyebutkan, Greg tidak bisa latihan all out. Sebab, ia masih harus mengembalikan kondisinya paska cedera dan sentuhan-sentuhannya.Pria asal Tangerang ini berjanji, akan kerja keras buat mengembalikan tersebut. Agar, eks Penyerang Persija Jakarti ini bisa tampil saat menjamu Laskar Mahesa Jenar."Masih belum bisa begitu all out, harus bertahap. Lihat tadi gabung latihan lalu latihan terpisah dan gabung lagi. Tapi, kami akan upayakan sudah bisa saat lawan Semarang," pungkasnya.***
Gomes Siapkan Skenario Lain
Akibat Kehilangan Tiga Pemain Sektor Tengah Madura United FC - Jelang pertandingan Madura United melawan PSIS Semarang di Pekan 32 kompetisi Liga 1 musim ini, skuad bernama alias Laskar Sape Kerrab harus menghadapi situasi  yang menuntut pelatih memeras otak. Sebab, pada laga yang dijadwalkan akan terlaksana di Stadion Gelora Bangkalan pada 26 Desember mendatang, Madura United harus kehilangan tiga pemain sekaligus di sektor tengah, yakni Guntur Ariyadi dan Zahrahan Krangar. Keduanya harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning, dan juga Lucky Wahyu yang masih dibekap cedera. Praktis, tim besutan Gomes Olivera tersebut hanya menyisakan Slamet Nurcahyo yang  pada pertandingan melawan PSMS Medan harus absen karena akumulasi kartu kuning dan Asep Berlian yang selama ini selalu mengisi starting eleven. Sejatinya, selain dua pemain tersebut, masih terdapat Rizky Dwi Febriyanto dan IIrsan Lestaluhu yang juga berposisi sebagai gelandang, dan tentunya Milad Zeynedpour yang sangat mungkin menjadi pilihan utama pada pertandingan tersebut. Bagi Gomes, sektor tengah adalah lini teprenting dalam menjaga keseimbangan permainan. Atas kondisi tersebut, Gomes harus mempersiapkan dengan baik berbagai skenario untuk lini tengah dengan menjalani latihan keras selama masa persiapan sebelum menghadapi PSIS. "Semua sektor sangat penting, hanya sektor tengah yang paling penting dalam mengatur ritme pertandingan dan transisi saat menyerang atau bertahan," ungkap Gomes. Sementara itu, Rizky Dwi Febriyanto yang tercatat sebagai adik sepupu Bayu Gatra Sanggiawan itu mengaku sangat siap jika nantinya dalam pertandingan harus mendapatkan tanggung jawab sebagai pemain gelandang. Diakuinya, meski selama ini seraing diposisikan sebagai bek sayap, nyatanya dirinya memfavoritkan posisi gelandang. "Saya aslinya memang gelandang. Iya gelandang bertahan. Tapi kadang dicoba untuk bermain di wing-back. Dimana saja sebenarmya terserah, tapi lebih suka di gelandang," bebernya. Selain Milad dan Rizky, pemain muda Irsan Lestaluhu dalam game internal menunjukkan progress baik sebagai pengatur serangan. Posisi tersebut ditempati pemilik nomer punggung 18 itu kala membantu Madura United FC U19 di penyisihan grup Liga 1 U19 2018. Ia pun mampu tampil baik dengan menjado top skorer tim. “Semua persiapan sudah dijalankan. Siapa yang paling siap  dimainkan kami masih belum mengetahui, terpenting semua pemain memahami semua taktik yang  telah direncanakan,” ulas pelatih asal Brasil tersebut.***
Ciptakan Kondisi Bertanding dalam Hujan
Madura United FC - Pertandingan pekan 32 kompetisi Liga 1, Madura United akan menghadapi PSIS Semarang pada 26 November mendatang di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Seiring dengan mulai masuknya musim penghujan di Madura, terdapat kemungkinan pertandingan akan berlangsung dalam kondisi hujan.“Musim penghujan sudah mulai. Tidak menutup kemungkinan pertandingan akan berlangsung dalam kondisi huja. Kondisi panas ataupun hujan, harus kita persiapkan dengan baik dan harus siap menjalani pertandingan dengan kondisi apapun,” ungkap Gomes Olivera, pelatih kepala Madura United.Mengantisipasi pertandingan berlangsung dalam kondisi hujan ataupun panas, Gomes menegaskan timnya harus mempersiapkan dengan baik. Salah satunya, adalah melakukan latihan secara khusus jika lapangan tergenang dan licin.“Saat ini kami sedang fokus ke pertandingan lawan PSIS dan harus bisa mendapatkan poin dari pertandingan tersebut. Halangan karena cuaca, harus dipersiapkan antisipasinya.Arahan jika pertandingan berlangsung dalam kondisi hujan, juga sudah diketahui oleh pemain,” ulas Gomes.Pada sesi latihan kemarin sore, kondisi langit Bangkalan sedang diselimuti awan hitam. Namun, latihan tetap dijalankan sebagian guna mengantisipasi pertandingan berlangsung dalam kondisi hujan. Sayangnya, hingga latihan usai, hujan belum juga turun. Justru turun saat para pemain sudah sampai ke mess Sahara.“Semuanya persiapan sudah berjalan dengan baik. Kita lihat perkembangan dalam beberapa hari kedepan, utamanya perkembangan pemain yang cedera atas kemungkinan untuk bisa bermain nanti,” imbuh Gomes. Sementara itu, Engelberd Sani, salah satu penyerang Madura United menyampaikan bahwa dirinya siap bermain dalam kondisi apapun, termasuk jika pada pertandingan berlangsung dalam guyuran hujan. Diakuinya, seringkali pertandingan yang dijalaninya berlangsung dalam kondisi hujan dan dirinya bisa menjalani dengan baik."Semua pemain profesional pasti sudah pernah mengalami main (saat) hujan. Aku juga sering seperti itu. Saya siap jika memang kondisi tersebut terjadi pada pertandingan nanti. Apalagi di lapangan SGB ini, sangat jarang terjadi genangan air meski pertandingan dalam kondisi hujan,” tandas pemain asal Papua tersebut.***
Benny - Milad Berpeluang Main
Madura United FC - Pasca dipastikan harus kehilangan Zahrahan Krangar dan Guntur Ariyadi pada pertandingan Madura Unied melawan PSIS Semarang karena akumulasi kartu kuning, Madura Unitd tampaknya bisa bernafas sedikit lebar. Mengingat, dua pemain yang mengalami cedera, Benny Wahyudi dan Milad Mansour Zaeynedpur sudah bergabung dalam latihan game.Keduanya, sebagaimana disampaikan Agus Harmum Socca sudah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Namun, memang masih perlu melakukan adaptasi untuk dipastikan bisa bermain pada pertandingan pekan 32 nanti.“Kita lihat perkembangannya. Progresnya sudah bagus, satu dua hari ini kami sampaikan laporannya kepada pelatih,” ulas Occa, pangilan akrabnya Rehab Trainer Madura United tersebut.Benny Wahyudi, tercatat mengalami cedera usai bermain melawan Bali United FC. Cedra tersebut menyebabkan Benny harus absen pada pertandingan Madura United melawan Bhayangkara FC dan PSMS Medan.Sudah kembali berlatih game, Pemilik nomer punggung 32 ini mengaku senang sudah bisa kembali bersama Fabiano Beltrame dan kawan-kawan. Namun, ia mengaku masih belum pulih 100 persen."Iya ini belum total, cuman sudah bisa tinggal sedikit lagi. Tadi saya main saat game juga biar cepat beradaptasi dan tidak lehilang feel bertanding," ujar pemain yang pernah membawa tim PON Jatim juara.Eks Penggawa Timnas Indonesia itu terlihat masih belum stabil kondisinya. Ia menuturkan kebugarannya masih belum juga kembali dan harus tetus ditangkatkan. Namun, Benny optimis mengingat pertandingan masih tersisa lima hari lagi, Ia berjanji akan bekerja keras buat mengembalikan top performanya."Insya Allah bisa, saya akan bekerja keras buat mengembalikan kondisi dan semuanya akibat saya absen, kebugaran juga mulai berkurang, tapi lawan PSIS (Semarang) masing Senin," tambahnya.Sedangkan, legiun asing yang pernah perkuat Saioa FC di Champion Asia terbekap cedera ringan saat lawan PSMS Medan, , pada sesi latihan kemarin masih menjalani latihan terpisah. Mski sempat menjalani latihan terpisah, Milad juga bergabung dalam sesi latihan khusus penyelesaikan akhir. Ia mampu menceploskan banyak gol ke gawang yang dikawal Rafid Ikhwanuddin."Iya, sakit dan mengeras sedikit. Soalnya lapangannnya kurang bagus kemarin (lawan PSMS Medan). Nanti, Insya Allah sudah bisa main," tutup pemain Iran.***
Duo Muda Kocak Madura United Kembali Berulah
Madura United FC - Latihan Madura United FC kemarin sore di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), lebih banyak difokuskan pada fisnishing touch. Rangkaian latihan juga dibarengi dngan small game antar pemain yang bisa menyelesaikan shooting sesuai target.Hasilnya, lagi-lagi dua pemain muda Madura Unitd, Irsan Lstaluhu dan Rifad Marasambssy melakukan aksi kocaknya. Giliran Rafid Ikhwanuddin kiper muda Madura United yang menjadi korban kejahilan dua pemain muda tersebut. Rafid harus rela menjadi wasit dengan mnjadi penjaga gawang untuk membendung tendangan dua pemain tersebut.Saat sesi shooting on goal, Rifad langsung mengajak adu jago Irsan Lestaluhu untuk bisa membobol gawang Rafid. Hukuman bagi yang kalah, adalah push up. Tendangan pertama Rifad gagal mengoyak gawang yang dikawal Rafid Ikhwanuddin. Berbeda dengan Irsan yang mampu mempelintir bola ke pojok kanan gawang.Selebrasipun dilakukan oleh pemilik nomer punggung 18 itu ke arah Rifad sambil menunjuknya. Secara spontan bomber yang mengenakan nomor punggung 12 di Laskar Sape Kerrab mengatakan, "lihat saja giliran aku setelah ini."Ucapannya terbukti, Rafid gagal membendung tendangan Penggawa Timnas Indonesia U19 ini. Sedangkan, Irsan tendangannya hanyamembentur mistar gawang. Iapun berlari sambil berteriak. Dalam kondisi imbang 1-1, duo pemain muda tersebut mulai panas dalam bersaing. Hasilnya, Irsan Lesatluhu keluar sbagai pemenang. Akibat kekalahan tersebut, Rifad Marasambessy harus menjalani hukaman push up 10 kali.“Saya yang hityung, agar jumlahnya pas 10,” ucap Irsan sambil tertawa keras saat Rifad haus push up.Sementara Rifad, dengan nada sedikit bersungut usai menjalani hukuman push up, berguman "Aku pasti akan membalasanya nanti,"Menurutnya, adu hebat dengan Rifad sering kali dilakukan. Ia juga mengaku sangat dekat dengan bek sayap Garuda Muda itu, lantaran sudah lama selalu satu tim di Timnas dan Madura United FC."Kita sudah lama. Iya, CS-lah. Kadang aku yang kalah, kadang juga Rifad yang kalah, biasa biar tidak jenuh saat latihan atau di mess (Sahara)," tuturnya.Dan, Ia meyakini, Rifad tidak akan marah ataupun menyimpan dendam meski dihukum push up. Pasalnya, hal itu sebatas menujukkan keakraban kedua pemain muda itu.***
Daftar Pemain Cedera Bertambah
Madura United FC - masih dinaungi badai cedera. Dan, jumlah tersebut terus bertambah seiring latihan terpisah legiun asing Milad Zeneyedpour saat latihan kemarin sore di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Pemain berusia 32 tahun itu mengalami sakit di bagian paha kiri. Diakuinya, sakit tersebut terasa usai jalani pekan ke-31 kontra PSMS Medan di Stadion Teladan Medan Minggu malam lalu. "Sedikit sakit disini. Tapi,tidak terlalu bermasalah mungkin. Saya harus pulihkan ini dulu sebelum bergabung dengan tim," ujar Milad. Kendati demikian, Milad tidak bergabung latihan. Dan, ia hanya berlari-lari santai bersama Greg Nwokolo yang juga masih terbekap cedera. Bomber yang pernah berkostum Saipa FC tersebut masih belum meninggalkan stadion. Sebab, ia masih melakukan pemulihan bersama rehab trainer tim Harmun Agussoca, tepatnya di ruang ganti. Menurur Oca, cedera Milad tidak begitu parah. Yang dialaminya itu tergolong cedera ringan. Pria asal Tangerang itu meyakini, pemilik nomor punggung 8 ini akan segera kembali bersama tim. Sebab, Milad tidak mengalami cedera yang sangat serius. "Iya cedera ringan, tidak terlalu bermasalah. Saya yakin, ia akan segera bergabung dengan tim. Semoga saja bisa cepat sembuh," ucapnya saat ditemui usai menangani Milad. Selain bomber asal Iran ini, striker asing Mamadou Samassa harus kembali menepi. Cederanya kambuh saat melawan Ayam Kinantan. Ia harus ditarik keluar dan digantikan Engelberd Sani di babak pertama. Di samping itu, dua pemain lain yang masih melakoni pemulihan cedera ialah Benny Wahyudi dan Lucky Wahyu. Keduanya sudah absen sejak kontra PSM Makassar.***
Kejahilan Greg Sembunyikan Sepatu Guntur
Madura United FC - Latihan perdana Madura United FC usai jalani pekan ke-31 Liga 1 2018 berlangsung kemarin sore di Stadion Gelora Bangkalan. Fabiano Beltrame dan kawan-kawan hanya jalani libur dua hari.Seperti biasa, pelatih kepala Gomes de Oliviera berdiskusi pada latihan pertama usai pertandingan. Kebiasaan tersebut ditempatkan di bench utara di stadion tersebut.Kejahilan Greg Nwokolo itu terjadi pada saat momen diskusi. Guntur Ariyadi terlihat sangat fokus menyimak penjelasan eks pelatih Persela Lamongan itu.Bayu Gatra Sanggiawan yang duduk dekat Guntur mengambil sepatunya yang berada di dekatnya. Lalu, ia menyerahkan kepada pemain yang memilih mengenakan nomor punggung 11.Seketika, Greg menyembunyikannya di balik bajunya sebelah belakang. Tanpa merasa bersalah, ia juga berlalu lalang di dekat Guntur saat mau memanjatkan doa sebelum lakoni latihan.Gelandang bertahan yang tinggal di Kediri itu pun kebingungan. Soalnya, satu sepatu miliknya hilang entah kemana. Iamenanyakan ke Lucky Wahyu dan yang lainnya tidak ada yang tahu."Kamu yang menyembunyikan sepatu aku. Ayo mengaku, dimana sepatu ya?" tanya Guntur terhadap Lucky.Ternyata, sepatu tersebut tiba-tiba terbang ke atas tanpa Guntur tahu siapa yang menyembunyikan. Erwan, tim media Laskar Sape Kerrab mengambilkan sepatu itu dan memberikan kepada Guntur.Usai jalani latihan, Guntur mengaku masih belum tahu siapa yang menyembunyikan sepatunya. Saat diberi tahu kalau Greg yang melakukan itu, ia mengatakan tidak dendam. Sebab,niatnya sebatas bercanda."Iya tidak mungkin saya marah ataupun dendam. Ini bentuk keakraban kita antarpemain. Kadang saya jail dan kadang pula saya yang jailin teman-teman," tutupnya.***
Lagi, Dua Pemain Jalani Hukuman Akumulasi KK
Madura United FC - Bagi Madura United FC, Kompetisi Liga 1 musim ini masih menyisakan 3 pertandingan lagi. Mereka akan menjamu PSIS Semarang di Stadion Gelora Bangkalan, bertandang ke kandang Perseru Serui. Setelah itu, menjalani laga penutup dengan menghadapi Persela Lamongan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan.Menghadapi 3 pertandingan sisa, Madura United masih harus memiliki tambahan poin untuk bisa dinyatakan selamat secara penuh dari jeratan degradasi. Dengan poin 44 yang saat ini dimiliki, Madura United masih butuh tambahan minimal 1 poin lagi untuk memastikan tidak turun lagi posisinya ke zona degradasi. Tambahan satu poin dari kandang PSMS Medan memang sedikit memberikan nafas lega.“Kita harus berusaha mengakhiri kompetisi dengan sebaik mungkin. Itu pemain sendiri dan untuk tim. Kitaharus bekerja keras mempersiapkan pertandingan sisa ini,” ungkap Gomes Olivera, pelatih kepalaMadura United.Ya, usai ditahan imbang PSMS Medan di pekan 31 lalu, Madura United tidak memberikan jatah libur kepada para pemainnya. Persaingan yang sangat ketat untuk sekadar lepas dari jeratan degradasi dan juga untuk bisa merangsek masuk ke papan atas masih sama-sama terbuka, menjadikan Fabiano Beltrame dan kawa-kawan langsung digeber dengan latihan di lapangan hijau sehari setelah pulang dari Medan."Kita harus berusaha mendapatkan hasil positif dalam tiga pertandingan sisa ini. Tidak ada tawaran bagi kita, apalagi dua pertandingan adalah pertandingan kandang,” ungkap Gomes.Dari tiga calon lawan Madura United, PSIS adalah tim yang saat ini menunjukkan trend positif selama putaran kedua. Persib Bandung, adalah korban terakhir PSIS yang berhasil mereka kalahkan dengan skor 3-0. Sementara Madura United, pasca meraih kemanangan atas PSM Makassar, skuad yang berjuluk Laskar Sape Kerrab harus menjalani dengan komposisi pincang. Dua pemain penting Madura United FC, Fachruddin W Aryanto dan Alfath Fathier ditarik ke Timnas. Selain itu, badai cedera dan hukuman akumulasi kartu kuning (KK) juga menjadi menu yang harus diterima Madura United dalam 3 pertandingan terkahir. Terbaru, saat hadapi PSIS Semarang nanti, Zah Rahan Krangar dan Guntur Ariyadi juga dipastikan absen karena akumulasi KK. Keduanya harus menepi setelah pada pertandingan melawan PSMS beberapa hari lalu mendapatkan KK. "Saya tahu tim ini memiliki kualitas atas nama soliditas tim. Semua pemain yang ada harus sama-sama bekerja keras untuk saling melengkapi. Siapapun dalam tim ini, pasti memiliki kualitas dan saya tahu kualitas mereka, hanya tinggal waktunya kalian buktikan kepada yang di luar," lanjutnya.Sedangkan, gelandang asal Ambon Irsan Lestaluhu mengaku senang, latihan berjalan lancar. Dia berjanji akan all-out di setiap latihan buat memberikan yang terbaik jika diturunkan nanti."Tadi latihan berjalan lancar, semua semangat. Meski pemain yang akan absen akumulasi (Zah Rahan Krangar dan Guntur Ariyadi) juga kerja keras all out bantu tim dan saya juga tadi," tandasnya.***
Pertarungan Sahabat di Sektor Tengah
Madura United FC - Laga yang mempertemukan Madura United FC kontra PSMS Medan di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/11) sore, akan menarik perhatian, terutama duel lini tengah. Terdapat dua pemain yang sama-sama berposisi sebagai gelandang dari kedua tim yang akan saling jegal di lapangan pertandingan, namun memiliki catatan persahabatan kental di luar lapangan. Yakni, pertarungan antara gelandang Laskar Sape Kerrab Guntur Ariyadi dengan mantan rekan satu timnya di Persik Kediri yang saat ini berbaju PSMS Medan, Legimin Raharjo. Kedua pemain tersebut sama-sama berkostum Macan Putih selama dua musim, sejak tahun 2008-2009. Lalu, pemilik nomer punggung 2 di klub kebanggaan warga pulau Garam itu pindah tim, sedangkan Legimin masih memperkuat tim tersebut. Kendati demikian, bomber yang familiar disapa Guntur secara blak-blakan mengaku tidak sabar berduel dengan sahabatnya. Sebab, ia dulu kerap kali diturunkan bersamaan dalam satu pertandingan. "Sebenarnya sekarang berteman terus. Jadi lawan itu sudah biasa di sepak bola, tapi saya benar tidak sabar karena kemungkinan kita memiliki posisi yang sering kali akan berhadapan," ungkap Guntur. Rasa antusisnya juga tidak terlepas gagal bentrok dua pemain itu saat putaran pertama. Sebab, Guntur hanya duduk di bangku cadangan dan Legimin berjuang di lapangan bersama rekan satu timnya. Tak ayal, jika Guntur menyadari, bomber yang lahir di Medan tersebut mengetahui gaya permainannya. Namun, ia juga mengaku sudah hafal dengan pola serangan yang kerap kali Legimin susun. "Kita sudah sama-sama tahu gaya permainan kita masing-masing. Iya meski lama ingat sedikit-sedikit. Tapi janji saya akan matikan dia," janji Guntur Ariyadi. Akan tetapi, pemain yang multiposisi di lini pertahanan itu, strategi pelatih akan sangat berpengaruh. Ditambah lagi, putaran pertama saat Madura United FC bertamu ke PSMS Medan belum ditangani Gomes de Oliviera. "Nanti masih tergantung pelatih, pasti dari pelatih PSMS akan memberikan instruksi khusus ke dia. Sama juga dengan coach Gomes, yang juga sering memberikan arahan-arahan khusus terhadap setiap pemain," tandasnya.***
Gagal Balas Dendam, Rama Jadi Bahan Tertawaan
Madura United FC - Penggawa Madura United FC jalani training recovery kemarin sore usai melakukan perjalanan dari Madura ke Medan. Di sela-sela latihan, pelatih kepala Gomes de Oliviera membagi dua kelompok guna bermain kucing-kucingan. Baru 5 menit berlalu, Andik Rendika Rama tertawa dan rekan satu timnya juga ikut menertawakan kejadian yang sedang terjadi terhadap Rama. Hal itu berawal dari peristiwa gagalnya Rama mengkolong Irsan Lestaluhu sehingga mengakibatkan Rama harus beralih jadi orang yang mengejar bola. Kendati demikian, ia jadi kucingnya dalam permainan tersebut. Tawa tersebut muncul, karena pada  momentum sebelumnya, Irsan berhasil mengkolong Rama. Sayangnya, upaya balas dendam Rama gagal. Alhasil, kegagalan Rama tersebut menjadikan Irsan langsung menari-nari dengan mengelilingi Rama. "Tadi saya mau ngolongin Irsan tapi gagal. Iya karena saya ingin balas dendam (soalnya sebelumnya dikolongin). Iya biar tidak terlalu serius sekali," cerita Rama saat ditanya di hotel setempat. Diakuinya, balas dendam tersebut sebatas permainan. Ia tidak menyimpan tekad buat membalasnya di lain kesempatan. Pasalnya, ia sebatas ingin menikmati dan menjaga chamistry permainan. Sedangkan, pemain yang pernah memperkuat Timnas Indonesia U19 itu mengamini, sudah tahu rekan satu timnya itu akan membalas kolongan yang sudah dilakukannya. Tak heran, jika teman karib Rifad Marasabessy tersebut selalu waspada meski sedang berusaha menggapai bola dari kaki Fabiano Beltrame dan kawan-kawan. "Saat saya yang ngejar bola, saya tahu cak Rama akan balas itu (kolong), soalnya itu sangat memalukan sekali jika dikolongin, tapi saya senang dan yang lain senang," ujar Irsan.***
Jadi Rebutan Swafoto
Madura United FC - Rombongan Madura United FC sudah tiba di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang kemarin pukul 08.50 WIB. Lalu, melanjutkan perjalanan ke Medan  melalui jalur yang ditempuh sekitar satu jam setengah. Perjalanan jauh tersebut seakan terobati bagi skuad Madura United yang ikut serta dalam lawatan ke Medan. Sebabnya, setiba di hotel penginapan di Medan, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan langsung diserbu masyarakat yang melihat kedatangan tim. Tak hanya sambutan, mereka juga rebutan untuk bisa berselfi ria dengan para pemain Madura United. Kondisi serupa juga  terjadi saat para pemain Madura United menjalani latihan sore kemarin di Medan. Menempati lapangan futsal dekat hotel penginapan, para pemain Madura United menjadi rebutan untuk bisa berselfie ria. Kondisi tersebut bahkan menjadikan official tim Madura United hampir kewalahan menghadang warga sekitar yang ingin mengabadikan momen bersama skuad Laskar Sape Kerrab. Sebab, para pemain sampai kesulitan untuk sekedar ganti kostum guna menjalani latihan. Usai latihan, penggawa klub kebanggaan warga pulau Garam juga masih menjadi rebutan. Mereka hingga kesorean untuk bisa kembali ke hotel. Kendati demikian, para pemain tetap melayani antusias warga Medan yang menyambutnya. Bayu Gatra Sanggiawan adalah salah satu pemain yang diperebutkan untuk bisa berselfi ria, mengaku tidak percaya akan dapat serbuan para suporter yang tidak menggunakan jersey tersebut. "Kita tidak tahu mereka suporter kita (suporter Madura Bersatu) atau tidak, soalnya tidak pakai atribut sepakbola, tapi saya cukup senang dapat sambutan hangat seperti ini," Namun dugaan Bayu, mereka yang mengajak selfi merupakan orang Medan. Sebab, ia sempat ngobrol sepintas dengan menanyakan asal usul, serta ia menduga dari logat bicaranya***
Alfath Persembahkan Gol di Timnas untuk Ortu
Debut sempurna ditorehkan bek sayap kiri Timnas Indonesia Alfath Fathier. Baru diberi kesempatan saat menjamu Timor Leste kemarin lusa, ia langsung mencetak gol dan mencatatkan akurasi umpan yang impresif.Talenta muda yang sedang merumput bersama Madura United FC itu mengaku gugup saat pertama kali ditunjuk untuk menjadi starter dalam pertandingan kedua Piala AFF 2018. tak ayal, ia langsung minta doa restu kedua orang tuanya.Ditambah lagi, bomber yang memilih nomer punggung 3 dibesutan Bima Sakti merupakan pendatang baru. Sebelumnya, ia belum pernah berkostum Timnas Indonesia, sama seperti Irfan Jaya (pemain Persebaya Surabaya).Alhasil, doa orang tua mampu membuat pemilik nomer punggung 86 di Laskar Sape Kerrab langsung mencetak gol perdananya dan juga menjadi gol pertama Timnas Indonesia di kompetisi tersebut."Awalnya, Alfath kaget saat diminta untuk main jadi starter soalnya masih ada pemain lain seperti Rizky Pora yang bermain saat lawan Singapura. Alfath mengucapkan Bismillah dan sempat telfon orang tua minta doa restu," tuturnya.Atas gol perdananya tersebut, ekspemain Persiba Balikpapan musim 2017 tersebut mendedikasikan untuk kedua orang tuanya. Dan, ia juga mempersembahkan terhadap masyarakat Indonesia."Pertama terima kasih kepada buat Allah, dan gol ini Alfath berikan kepada orang tua, keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia yang mendoakan Alfath," sambungnya.Di samping itu, pemain yang meniti karir dari futsal itu menorehkan cacatan impresif lainnya. Daam catatan statistik, Alfath tercatat mampu menjadi pemain yang mencatatkan umpan akurat tinggi pada pertandingan tersebut. Ia hanya kalah atas Riko Simanjuntak (89%).39 dari 45 operan (87%) Alfath sukses diterima rekan satu timnya. Serta, ia mampu mengungguli Hansamu Yama (82%), Fachruddin W Ariyanto (76%), Andik Vermansyah (75%), Beto Goncalves (75%), dan Evan Dimas (73%).Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Si Kumis-julukan Alfath Fathier di Madura United FC juga menerima kartu kuning pertama.
Sempat Jalani Pemulihan ke Singapura, Samassa Bisa Main
Sempat harus absen lawan Bhayangkara FC karena mengalami cedera, Mohammdou Samassa yang dikhawatirkan tidak bisa bermain lawan PSMS Medan, akhirnya dipastikan dibawa serta. Pemain asal Mali tersebut, dipastikan bisa turun saat pertandingan pekan ke-31 Liga 1 2018 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/11) sore.Proses penyembuhan yang dilakukan Samassa, termasuk berat. Pemain yang biasa memelihara jenggotnya tersebut harus terbang ke Singapura kemarin lusa dan absen pada sesi latihan tim di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Alhasil, pemilik nomer punggung 21 ini sudah bergabung latihan kemarin sore. Ia pun sudah mengikuti latihan taktik dalam arahan Pelatih Kepala Madura United Gomes de Oliviera."Iya ke Singapura untuk penyembuhan cedera saya. Alhamdulillah sudah membaik dan saya sudah bisa latihan bersama teman-teman lagi, biasanya masih latihan sama dia,” ucap Samassa sambil menunjuk Rehab Trainer Tim Madura United, Harmun Agussoca. Samassa yang absen saat menjamu Bhayangkara FC itu masuk dalam daftar pemain yang akan berangkat ke Kota Melayu Deli."Saya siap bermain nanti, saya juga ingin tim ini kembali menang dan saya menjadi salah satu pencetak gol lagi buat tim ini, doanya saja," sambungnya.Bomber yang pernah memperkuat Timnas Prancis U21 itu sudah mengoleksi enam gol dan hanya kalah satu gol dari top skorer tim Fabiano Beltrame. Serta, ia  sudah menyumbangkan satu assist atas gol Zah Rahan Krangar.Bagi Gomes, bisa dimainkannya kembali Samassa, diakuinya akan sangat membantu bagi dirinya dalam memformulasikan komposisi pemain dalam pertandingan melawan PSMS nanti."Bersyukur Samassa bisa kembali bermain. Ini kabar menyenangkan bagi tim ini. Saat hadapi Bhayangkara FC dia bisa cetak gol, tahan bola, dan jadi target man. Ada banyak pilihan lagi untuk posisi depan. Ini kabar baik tentunya," ucap pelatih asal Brasil itu.
Berangkat dengan Tuntutan Besar
Madura United FC - Tuntutan besar hadir dari Manajer Madura United FC Haruna Soemitro jelang pertandingan menghadapi PSMS Medan. Ia hadir langsung ke sesi latihan kemarin guna melakukan briefing langsung terhadap Fabiano Beltrame cs sebelum bertolak ke Medan besok pagi.Mantan ketua PSSI Jawa Timur tersebut meminta besutan Gomes de Oliviera agar menganggap empat pertandingan sebagai final, terutama kontra Ayam Kinantan. Sebab, musimini, Laskar Sape Kerrab di luar target kemenangan selama satu musim."Jadikan empat pertandingan sisa yang akan dijalani sebagai final, terutama pertandingan lawan PSMS Medan. Kalian harus segera bangkit dan datang layaknya ksatria ke sana. Menjadi tim tamu, berarti datang sebagai datang penantang yang sudah siap menang," jelas Haruna.Haruna juga menekankan agar jangan terpengaruh dengan semangat juang tim tuan ramah yang saat ini sedang berjuang mati-matian agar keluar dari zona degradasi."PSMS akan main berapi-api, kita harus juga berapi-api. Jika mereka ingin mengamankan atau menjauh dari zona degradasi, kita juga punya tujuan buat mengakhiri kompetisi ini dengan menyapu bersih pertandingan sisa," sambungnya.Sementara itu, kapten tim Fabiano Beltrame berharap dalam perjalanan ke Medan, timnya bisa menjalani perjalanan dengan lancer dan bisa meraup poin penuh saat hadapi PSMS nanti. Bahkan, Fabiano menegaskan timnya harus datang dan bertanding untuk mengakhiri paceklik kemenangan pasca sempat merebut moment bangkit saat hadapi PSM Makassar.Bagi pemain bernomer punggung 15, dirinya akan berusaha sekuat tenaga agar timnya kembali menjalani pertandingan dengan clean sheet. Hal itu, jelas Fabiano karena dalam dua pertandinan terakhir, gawang Satria Tama selalu kebobolan dua gol."Kami harus kembali kerja keras lawan Medan. Kita semua ingin menang dan hentikan kekalahan ini. Iya saya bek yang juga bertanggung jawab, saya tidak ingin Madura kebobolanlagi," pungkasnya.***
Jangan Gentar Hadapi Tantangan
Madura United FC - Hingga pekan 30, persaingan masing-masing klub peserta kompetisi Liga 1 musim ini masih berlangsung sangat ketat. Hingga kini, dari 18 tim yang menjadi peserta baru terdapat  6 tim saja yang mengunci posisi aman dari degradasi. Sisanya, termasuk Madura United masih membutuhkan tambahan poin untuk bisa aman dari ancaman degradasi. Dengan tabungan sebanyak 43 poin, dan sisa 4 pertandingan lagi, Madura United masih sangat mungkin disalip oleh tim-tim yang saat berada di zona degradasi, seperti PS Tira (16), PSMS Medan (17), Perseru Serui (18), dan juga Sriwijaya Fc (15).   Madura United memiliki keunggulan 10 poin atas PS Tira dan PSMS Medan, dan hanya memiliki selisih 11 pon atas Perseru Serui.  Dengan sisa 4 pertandingan, masing-masing tim masih berpeluang menambah 12 poin. Atas kondisi tersebut, meski posisi lebih unggul secara posisi di klasemen,  Madura United FC tidak memandang sebelah mata lawannya di pekan ke-31 Liga 1 2018 PSMS Medan, Sabtu (17/11) sore. Posisi PSMS Medan yang berada di peringkat bawah, diprediksi Gomes de Oliviera, akan berjuang mati-matian buat keluar dari zona merah. “Semangat tempurnya dari tim-tim yang akan kami hadapi, harus kami antisipasi. Kita harus memiliki semangat lebih besar dari mereka,” ungkap Gomes. Selain semangat calon lawan yang bisa menggebu, PSMS Medan juga diuntungkan dengan statusnya sebagai tuan rumah yang akan mendapatkan dukungan suporternya di Stadion Teladan Medan. "Saya rasa tidak gampang. Mereka akan berjuang agar tidak degradasi, tidak akan gampang main disana di kandangnya mereka. Kita tahu semua berjuang untuk tidak degradasi. Mereka juga akan didukung suporternya," ulas Gomes. Pelatih yang pernah bermain untuk Persebaya Surabaya itu menghimbau parapemainnya agar tetap semangat untuk melewati semua rintangan yang menghadang. Ia yakin, skuad klub yang didukung suporter Madura Bersatu akan bisa mengatasinya. "Hadapi semua kesulitan. Jangan kaget datang kesana menemukan kesulitan a, b, c, atau d. Tidak ada, kita sudah siapkan jauh-jauh hari," sambungnya. Namun, Gomes mengingatkan, Laskar Sape Kerrab datang untuk menang. Ia meminta agar tidak lasihan terhadap PSMS Medan buat dikalahkan di kandangnya sendiri. Begitu juga dengan, penyerang sayap Engelberd Sani yang bertekad bisa membawa pulang tiga poin dari Kota Melayu. "Kita sudah banyak sekali kalah, jadi harus menang nanti lawan Medan. Madura pasti bisa menang, kita sudah latihan keras," pungkasnya.***
Rama Mulai Stabil, Pertahanan Kian Kuat
Madura United FC - Pasca menjalani operasi tulang hidung, Andik Rendika Rama sudah menjalani pertandingan pada saat hadapi Bhayangkara FC. Kala itu, Rama diturunkan sebagai pemain pengganti di menit 75. Atas pertandingan yang telah dijalaninya tersebut, Rendika Rama mengungkapkan bahwa dirinya sudah sangat siap jika dimainkan sejak menit awal. “Sudah tidak ada trauma. Dokter juga sudah merekomendasikan bisa bermain penuh,” ungkap pemain asal Gresik tersebut. Perkembangan kondisi Rama yang sudah bisa bermain sejak menit awal, tak ayal membuat pelatih kepala Gomes de Oliviera bisa bernafas lega. Sebabnya, hingga kini, Gomes masih harus peras otak karena Benny Wahyudi dan Alfath Fathier dipastikan absen pada saat menghadapi PSMS nanti.  Sebelumnya, dokter tim Herri Siswanto menuturkan, pemulihan Rama agar bisa 100 persen sembuh membutuhkan tiga pekan. Dan, per hari ini dari kejadian sudah tepat Minggu ketiga. "Chek terakhir dari dokter Alhamdulillah sudah sempurna," ucap Rama. Bomber asal Gersik itu menuturkan, percepatan pemulihan yang membuat ia bisa bermain di pertandingan sebelumnya, tidak terlepas dari latihan tambahan. Kendati demikian, ia kian matang saat ladeni Ayam Kinantan. "Iya, saya rutin lakukan latihan tambahan, biar kondisi saya bisa segera kembali dan terutama trauma. Karena cederanya di muka dan saat duel juga mau tidak mau akan berhubungan dengan kepala," lanjutnya. Selain jago bertahan, bapak dari Athallah Dzeko Ramadhan ini juga kerap kali membantu penyerangan. Ia sudah membukukan satu assist hingga pekan ke-30 Liga 1 2018. Menurut juru taktik asal Brasil, Rama kemungkinan akan dibawah ke Medan. Sebab, ia juga pemain yang bagus dan memiliki postir tinggi. "Rama pemain berkualitas, ia selalu bantu tim ini dan Rama juga memiliki postur tinggi sebagai pemain belakang," pungkasnya.***
Saat Rifad Dipanggil Valentino Rossi
Madura United FC - Suara riuh di depan Stadion Gelora Bangkalan tiba-tiba pecah kemarin sore. Keriuahan makin menjadi, karena seluruh pemain seakan-akan menjadi suporter bagi pembalap “Valentino Rossi” yang beraksi di depan SGB. Tepuk tangan, hingga yel-yel ayo-ayo mengundang perhatian banyak orang. Usut punya usut, aksi para pemain Madura United tersebut karena menyoraki Rifad Marasambessy. Ya, pemain berambut keriting tersebut usai latihan kemarin secara spontan menggeber sepeda mainan yang biasa beroperasi di depan SGB. Tubuh Rifad yang besar dan sepeda mainan yang digunakan kecil, terlihat seperti aksi sirkus.  Kelihaian Rifad dalam menggeber sepeda mini tersebut tak luput mengundang komentar dari para pemain. “Kok bisa meliuk-liuk dengan luwes. Gayanya kayak Valentino Rossi balapan,” ucap Benny Wahyudi, pemain yang aksi-aksinya juga sering mengundang gelak tawa. Dalam menjalani aksi jenaka tersebut, aksi iseng teman sekamarnya, Irsan lestaluhu juga mengundang tawa. Sebabnya, teman sekamar Rifad tersebut  merekam video dan seakan-akan menjadi komentator balapan. “Hanya have fun saja. Gak tahunya  malah jadi rame,” ucap Pemain Timnas U19 tersebut. Karena sekedar guyonan saja, Rifad hanya melakukan dua putaran saja untuk selanutnya langsung naik bus untuk kembali ke mess. “Yang penting teman-teman senang. Itu tadi banyak yang tertawa, berarti senang. Hitung-hitung, ini juga memenuhi rasa penasaran saya untuk naik sepeda motor mini. Dari kecil belum pernah sih. Asiknya, karena lajunya tidak kencang, hanya cukup menjaga keseimbangan saja,” ulas Rifad. Disamping itu, bomber kelahiran 1999 tersebut menanggapi soal sebutan "Valentino Rossi". Ia mengaku, tidak menjadi fans setia dari pembalap asal Itali tersebut. "Mungkin hanya karena disama-samain saja, aku tidak begitu suka dan Rossi juga terkenal banyak yang tahu," sambungnya.***