Rabu, 20 Juni 2018

Author Archives: adminMaduraFC


Pulih, Beto Siap Bermain Lawan Sriwijaya

Alberto Antonio da Paula mengalami benturan keras kala melawan PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (02/04) malam. Terdapat memar yang berada di bagian pahanya, yang diketahui usai laga.

Namun kondisi tersebut sudah membaik dengan cepat. Beto mulai melakukan latihan bersama rekan satu timnya, dan mengikuti semua suguhan latihan pelatih kepala, Milomir Seslija di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) kemarin sore.

“Beto memang terhantam di sebalah pahanya oleh pemain PS Tira, tapi sudah bisa bermain melawan Sriwijaya nanti,” ucap Rehab Trainer Madura United FC, Harmun Agussoca sambil mempraktekkan proses benturannya.

Mantan striker Timnas Brasil U20 sudah bisa dipastikan turun melawan Sriwijaya FC. Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Sabtu (07/04) kick off pukul 15.30 WIB.

Cepat pulih tidak terlepas tim recovery Laskar Sape Kerrab berkualitas. Occa membeberkan, pemain-pemain yang mengalami cedera, bisa pulih lebih cepat. Ia mencontohkan, cedera yang dialami Bayu Gatra Sanggiawan sewajarnya membutuhkan waktu rehabilitasi 2 bulan.

“Bayu itu seharusnya butuh waktu 2 bulanan, tapi tidak sampai 4 minggu sudah bisa diturunkan saat lawan Barito,” ujarnya usai pemusatan latihan di SGB.

Pemilik nomer punggung 23 sudah absen sejak melawan Persiba Balikpapan. Ia baru bermain saat melawan Laskar antasari, masuk dari bangku cadangan di menit 76′ menggantikan Alfath Fathier.

Hal itu juga dibenarkan oleh Milo. Ia menegaskan para pemaimnya dalam keadaan siap dari segala aspek seperti mental, fisik, ataupun taktik.

“Kami sidah siap tempur. Para pemain dalam keadaan bagus. Hari ino selain latihan fisik juga latihan fisik. Kami akan berikan yang terbaik laga nanti,” kata Milo usai memimpin latihan pertama setelah melawan The Army.

Kondisi baik anak asuhnya membuat juru taktik berkebangsaan Bosnia akan menjrunkan skuad terbaik. Ia sudah memantau pemain-pemain yang akan masuk starter.**

Sumber : Media Officer

Harga Tiket VVIP Berubah

Tiket Pertandingan Madura United melawan Sriwijaya Fc yang akan digelar pada Sabtu, 7 April mendatang dipastikan perubahan harga. Perubahan tersebut terjadi hanya untuk tiket VVIP. Jika sebelumnya dilepas dengan harga Rp 120.000, pada pertandingan tersebut harga tiket VVIP  dilepas dengan dengan harga Rp.100.000,-.

Sementara untuk tiket lainnya, yakni VIP dan Ekonomi, harganya  tetap tanpa ada perubahan. Ekonomi tetap dipatok Rp 40.000,- dan kelas VIP tetap dipatok Rp 75.000,-.

“Ada perubahan untuk pertandingan Sabtu depan, tapi hanya untuk kelas VVIP. Kami turunkan 20 ribu menjadi 100 ribu,” ucap Achsanul Yaqin, marketing officer dan ticketing.

Penurunan harga tiket untuk kelas VVIP tidak terlepas dari jadwal pertandingan yang akan berlangsung sore hari. Dan, posisi tribun SGRP Pamekasan berada di sebelah timur.

“Nanti akan bermain sore, otomatis tribun timur akanmenjadi sorotan sinar matahari yang akan terbenam. Kecuali, nanti cuaca mendukung, mendung misalnya,” kata Yaqin.

Di laga perdana Madura United FC melawan PS Barito Putera dihadiri 5.465 penonton bertiket. Waktu itu, Laskar Sape Kerrab mengentaskan Laskar Antasari 3-1.

Sedangkan, penonton bisa sampai 6 ribu lebih kala Madura United melakoni laga ujicoba. 3 lawan sebelumnya ialah Hougang United, PSIS Semarang, dan Persipura Jayapura.

Animo masyarakat untuk menyaksikan aksi asuhan Milomir Seslija membuat Panpel melakukan trobosan baru. Tiket tidak hanya didistribusikan on the spot, tapi bisa langsung dipesan di komunitas-komunitas suporter di Pulau Garam.

Tujuannya, Yaqin menjelaskan agar bisa mengurangi antrian di loket pembelian tiket. Hal itu juga akan mempermudah bagi suporter untuk langsung datang ke stadion sudah mengantongi tiket. **

sumber : MEDIA OFFICER

Signal Awas Hadapi Tim Bertabur Bintang

Langkah Madura United di Kompetisi Liga 1 menemui ujian terjal dengan menghadapi Sriwijaya Fc pada Sabtu, 7 April mendatang.  Pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan tersebut  bak pertandingan ujian bagi kekompakan skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab.

Sriwijaya Fc,  saat ini menjelma sebagai tim raksasa bertabur bintang. Bahkan, motivasi calon lawan di pertandingan pekan ke-3 juga dibarengi dengan bekal sempurna. Menang 3-1 atas Persib Bandung. Terhadap  calon lawan tersebut, Milomir Seslija  menegaskan bahwa focus timnya  jangan sampai terganggu  dengan satu tujuan, mengadapi  Sriwijaya Fc.

“Jangan sampai terganggu dengan hal-hal lain.  Pemain harus focus dan tentunya kami juga sangat berharap dukungan besar dari supporter agar  pertandingan betul-betul menjadi pertandingan kandang bagi Madura United,” ucap Milo, pelatih kepala Madura United.

Sejarah pertemuan Madura United dengan Sriwijaya Fc juga terlihat lebih inferior tim berjuluk Laskar Wong Kito. Dalam 6 pertemuan sebelumnya, Sriwijaya Fc tercatat membukukan kemenangan 3 kali dan satu kali imbang. Sementara Madura United baru merasakan dua kemenangan dan satu kali imbang.

Pertemuan terkahirnya Madura United Vs Sriwijaya Fc juga dimenangkan skuad asuhan Rahmad Darmawan di Piala Gubernur Kaltim 2018. Pada pertandingan tersebut, Sriwijaya menang dengan skor 2-0.

Bahkan, dalam catatan pertemuan, Sriwijaya adalah tim yang membobol gawang Madura United paling banyak.  Di TSC tahun 2016 lalu, Sriiwijaya membombardir gawang Madura United  sebanyak 10 gol  berbayar 2. Total dari 6 pertemuan keduanya, Sriwijaya berhasil membobol gawang Madura United sebanyak 13 gol ke gawang Madura United. Sementara Laskar Sape Kerrab baru membobol sebanyak 6 gol dalam enam pertemuan mereka.

“Kami akan bekerja keras untuk pertandingan besar besok. Bagi kami, setiap pertandingan adalah final. Dan kami harus belajar melupakan kekalahan dari pertandingan sebelumnya dengan berusaha bangkit di pertandingan berikutnya,” ucap Fabiano Beltrame, stopper Madura United. **

sumber : MEDIA OFFICER

Bayu Gatra Yakin Makin Fit

Sebelum kompetisi resmi berputar, Bayu Gatra Sanggiawan harus menjalani masa perawatan dan penyembuhan dalam waktu lama. Tercatat, Bayu sudah mulai absen karena menjalani penyembuhan saat Madura United menghadapi Sriwijaya Fc di Piala Gubernur Kaltim bulan lalu.

Bahkan, pada pertandingan pertama Liga 1 beberapa waktu lalu, Bayu Gatra juga hanya direkomendasikan bisa bermain maksimal 10 sampai 15 menit. Kondisi  tersebut menjadikan Bayu Gatra saat menghadapi Barito Putra baru dimainkan setelah memasuki menit 75.

Progres fitalitas Bayu Gatra juga terus meningkat. Pemain kelahiran Jember dengan keluarga besar asal Pakong Pamekasan tersebut pada pertandingan kedua, tepatnya saat menghadapi PS Tira sudah bisa bermain 45 menit.  Bayu, juga mengungkapkan dirinya akan berupaya keras agar bisa bermain total selama 90 menit.

“Usaha sudah saya lakukan dengan baik atas pendampingan dari dokter dan psioterapis tim. Sudah sangat bagus saya rasakan sendiri,” ucap pemain bernomor punggung 23 tersebut.

Peningatan kondisi kesehatan juga dialami Greg Nwokolo. Pemain yang sempat dikuatirkan karena baru menjalani masa perawatan tersebut dalam dua pertandingan terakhir Madura United bahkan bermain penuh selama 90 menit.

“Saya sudah sangat baik. Semua pemain yang ada dalam tim ini, tentunya akan berusaha yang sama untuk cepat pulih jika mengalami sakit,” ucap Greg Nwokolo.

Pasca menjalani pertandingan melawan PS Tira, pelatih Milomir Seslija mengungkapkan bahwa tidak ada pemainnya yang mengalami cedera. Namun demikian, Milo sapaan akrabnya pelatih asal Bosnia tersebut mengaku belum mendapatkan laporan utuh dari tim medis Madura United karena usai pertandingan rombongan pemain langsung pulang malam harinya.

Usai menjalani pertandingan melawan PS Tira, rombongan pemain Madura United memang langsung bertolak ke Madura menggunakan kereta pukul 01.30 WIB. Rombongan chek pout dari Hotel penginapan pada pukul 12.00 WIB kemarin malam. **

sumber : MEDIA OFFICER

Fokus Hadapi Sriwijaya

Kekalahan Madura United FC atas PS TIRA mendapatkan perhatian serius dari tim pelatih. Milomir Seslija mengungkapkan bahwa pihaknya langsung mempelajari beberapa kesalahan secara permainan sehingga timnya gagal mendapatkan poin dari lawatannya ke Bantul. Diakuinya, hasil evaluasi tersebut sangat penting guna mempersiapkan pertandingan berikutnya menghadapi Sriwijaya Fc di Stadion Ratu Pameliangan Pamekasan.

“Saya sudah memiliki catatan laga semalam. Ada banyak bahan yang akan dibenahi dalam latihan nanti agar bisa maksimal melawan Sriwijaya FC,” jawab Milomir Seslija.

Rombongan skuad Madura United, kemarin malam memang langsung check out dari hotel penginapan selama di Bantul beberapa jam usai pertadingan melawan PS TIRA. Mereka diminta untuk bergabung kembali dalam latihan Laskar Sape Kerrab Kamis (05/04/) sore di Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

Laga berikutnya Madura United di Kompetisi Liga 1 akan menjamu Sriwijaya Fc pada Sabtu, 7 April mendatang dengan jam kick off 15.30 WIB. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan tersebut menjadi pertandingan pertama yang digelar soe hari pasca dibesut Milomir Seslija.

Dari sisi calon lawan, Milo mengungkapkan bahwa calon lawan yang akan dihadapi adalah tim yang memiliki catatan impresif dalam pertandingan sebelumnya, oleh karenanya dibutuhkan persiapan matang untuk menhadapi skuad bestan Rahmad Darmawan.

Laga di pekan ketiga Liga 1 itu akan menjadi pertaruhan klub berbaju kebesaran Loreng Merah Putih. Dimana, dalam perjalanan dari dua pertandingan yang dijalani, seakan mengulang capaian tahun lalu yang gagal melanjutkan trend kemenangan di pertandingan pekan kedua.

Pekan ketiga musim lalu, Madura United masih kesulitan untuk kembali ke menunjukkan performa terbaiknya. Terbukti, kala itu Mitra Kukar bisa mencuri satu poin di SGRP.

“Kita akan bermain sore besok, ada perbedaan persiapan tentunya daripada bertanding malam,” ucap Milo. **

sumber : MEDIA OFFICER

Ada Pelanggaran, Di Kotak Penalti

Madura United harus menyerah 1-0 kala meladeni permainan disiplin PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul kemarin malam. Kekalahan tersebut membuat Laskar Sape Kerrab terlempar ke posisi 10 klasemen pekan kedua Liga 1.

Sebenarnya, asuhan Milomir Sealija bukan tanpa peluang. Pergerakan Raphael Maitimo di kotak penalti masih bisa digagalkan Syahrul Fadillah dan tiang gawang.

Tercatat Madura United melakukan shoot on target 4 kali dan shoot off target 7 kali. Sedangkan, The Army hanya melakukan w kali shoot on target dan 7 kali shoot off target.

Selain itu, Greg Nwokolo juga kerap dijatuhkan di kotak terlarang. Namun, wasit Asep Yandis tidak menunjuk titik putih sekalipun.

“Babak kedua kami mencoba untuk keluar mengejar ketertinggalan. Kami mendapatkan kesempatan yang bagus saat pemain dijatuhkan seharuhnya 100 persen penalti,” kata pelatih kepala Madura United menyesalkan keputusan pengadil lapangan.

“Babak kedua kami menguasai dengan sangat bagus. Kami tidak beruntung dan kesempatan yang seharusnya pelanggaran tapi tidak diberi penalti,” sambung Milo mengulangi kekecewaannya saat konferensi pers.

Disamping itu juru taktik asal Bosnia mengakui anak asuhnya melakukan kesalahan yang fatal. Kala itu, Fabiano Beltrame telat naik yang membuat jebakan offside gagal. Akhirnya, Wawan Febrianto berdiri bebas untuk menceploskan bola.

“Sayang, kita melakukan kesalahan sekali yang membuat mereka bisa mencetak gol,” ucapnya.

Hari yang malang juga dirasakan pemilik nomer punggung 15. Fabiano merasa timnya kurang beruntung, melirik peluang-peluang yang tersaji.

“Pertandingan bagus dan sulit. Mereka bersemangat. Kita kurang konsentrase saja jelamg babak pertama berakhir yang mereka cetak gol. Babak kedua dapat peluang tapi kurang beruntung atau bikan hari kita,” ujar Bek berkebangsaan Brasil itu. **

sumber : MEDIA OFFICER

Laga Terbersih Pekan Pertama

MADURA UNITED FC tidak hanya meraih kemenangan atas PS Barito Putera di pekan pertama Liga 1. Namun, pertandingan tersebut terbilang paling bersih dari pelanggaran-pelanggaran keras yang biasanya kerab terjadi dalam pertandingan sepakbola.

Laskar Sape Kerrab dan Laskar Antasari hanya memperoleh masing-masing 1 kartu kuning. Padahal, 18 laga yang berlangsung di pekan pertama, terhitung 35 kartu kuning keluar, 2 diantranya di laga pungkas di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan Senin malam.

Raihan tersebut terbaik ktimbang pertandingan yang lain. 2 klub lain yang hanya menghasilkan 2 kartu kuning dalam satu kali pertandingan adalah laga Bali United FC versus PSMS Medan dan Persebaya Surabaya dan Perseru Serui. Sedangkan, pertandingan Persib Bandung versus PS Tira menjadi yang terbanyak dengan 7 kartu kuning.

Pertandingan yang dihadiri 5.465 penonton bertiket itu, terjadi pelanggaran keras yang membuat wasit, Faulur Rosy memebrikan kartu kuning terjadi di menit 51’. Onorionde Kughegbe Jhon melanggar keras lawan dengan sleding 2 kaki.

Selanjutnya, giliran pemain pengganti PS Barito Putera, Rizky Rizaldi Pora yang mendapatkan hadiah kartu kuning di menit 85’. Ia melakukan sapuan keras terhadap Bayu Gatra yang baru masuk ke lapangan saat melakukan akselerasi dari sisi kiri pertahanan Laskar Antasari.

Madura United akan mengunjungi kandang PS Tira untuk laga selanjutnya. OK Jhon harus berhati-hati agar tidak medapat kartu kuning kedua yang bisa membuat dirinya akan absen di laga berikutnya. Sebab, The Army memiliki tipikal permainan keras, terbukti saat meladeni Persib Bandung, tim tersebut diganjar kartu kuning sebanyak 4 kali.

Laga pekan kedua itu akan berlangsung di Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul pada Senin 2 April pekan depan. Laga kedua itu merupakan laga pertama bagi pelatih kepala, Milomir Seslija menjalani laga tandang. Sebab, 4 laga sebelumnya dijalankan di kandang.  ***

sumber : MEDIA OFFICER

Ini Kompetisi, Jangan Mengentengkan Calon Lawan

PERTANDINGAN pekan kedua Madura United, akan menjalani laga tandang ke Stadion Sultan Agung Bantul guna menghadapi PS TIRA. Pertandingan tersebut  juga akan menjadi laga tandang perdana skuad Madura United pasca dilatih Milomir Seslija.

Secara statistik pertemuan keduanya, PS TIRA saat masih bernama PS TNI belum sekalipun menang atas Madura United. Kendati demikian, skuad berjuluk The Army tersebut sudah mulai kirim signal di pertandingan sebelum menjamu Madura United. The Army berhasil menahan imbang Persib Bandung di kandangnya sendiri dengan skor 1-1.

Skuad Madura United, dijadwalkan akan bertolak ke Bantul pada 31 Maret mendatang. Namun, sebelum bertolak ke sana, Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi menyampaikan pesan bahwa pertandingan yang akan dijalani skuad Madura United adalah pertandingan di Kompetisi. AQ sapaan akrabnya berharap agar hasil pertandingan pertama lalu, jangan sampai menjadikan skuad Laskar Sape Kerrab mengentengkan calon lawannya.

“Di Kompetisi semua calon lawan sama beratnya dan tidak ada yang mudah. Pertandingan kedua akan dijalani di tempat lawan. Bekal kemenangan pertandingan pertama, jangan sampai mengentenkan calon lawan,” pesan AQ.

Diakuinya, hasil pertandingan pertama jangan sampai membuat tim dan elemen suporter jumawa. Menurutnya, dalam setiap pertandingan dukungan dan doa harus terus mengalir hingga akhir kompetisi nanti.

“Dukungan dan doa dari warga Madura sangat dibutuhkan untuk pertandingan selanjutnya. Semoga tim solid, suporter solid, sehingga Madura United selalu diberikan nasib Pojur hingga akhir musim,” imbuh AQ.

Milomir Seslija sendiri, mengungkapkan bahwa hasil imbang yang diraih PS TIRA atas Persib Bandung menjadikan pihanya waspada. Uuntuk itu, Milo, sapaan akranya tactician Madura United tersebut menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan persiapan sebaik mungkin untuk pertandingan tersebut.

“Bagaimanapun, pertandingan besok kami anggap pertandingan final,” ucap Milo.  ***

 

sumber : MEDIA OFFICER

Raphael Maitimo Utamakan Kemenangan Tim

BURSA transfer musim ini, Madura United menjadi salah satu klub yang aktif untuk berbenah setelah hanya finish di posisi 5 klasemen akhir Liga 1 2017. Pemain-pemain sekelas Raphael Maitimo, Zah Rahan Krangar, Cristian Gonzales, dan lain sebagainya, mampu diikat oleh Laskar Sape Kerrab.

Paling berkesan rekrutan Maitimo, ia tiba-tiba diperkenalkan saat Madura United merayakan anniversary  yang ke II di salah satu hotel di Surabaya bulan Januari lalu. Momen tersebut langsung menjadi ajang pengenalan dirinya terhadap suporter dan publik nasional lewat konferensi pers usai perayaan.

Pemain naturalisasi itu menjadi salah satu rekrutan terbaik. Memang tidak bisa mencetak gol saat menjalani debut dari bangku cadangan saat bermain imbang melawan Kedah FA di Suramadu Super Cup (SSC). Tapi, ia bisa menjawabnya pada pertandingan selanjutnya melawan Perseru Serui.

Tak berhenti di Piala Presiden, gol semata wayang Laskar Sape Kerrab saat melakoni laga perdana Piala Gubernur Kaltim (PGK) kontra Persebaya Surabaya, lahir dari kaki Sape Timo. Sayang, golnya tidak bisa menghadirkan kemenangan setelah Madura United kalah via drama adu penalti.

Pembuktian ketajaman Maitimo walau tidak sebagai target man juga dipertontonkan di era Milomir Seslija. Tercatat, ia sudah membukukan 2 gol dari 4 pertandingan yang sudah dilakoni. 1 gol saat menang atas Hougang United dan 1 gol yang tersaji pada kemenangan perdana di pekan pertama Liga 1 kemarin lusa.

4 gol yang sudah dibukukan maatan punggawa Persib Bandung untuk Madura United, tidak membuat dirinya besar kepala. Ia tidak pernah mengharuskan dirinya mencetak gol jika hanya akan membuat hasil negatif bagi klub yang sedang dibelanya.

“Iya memang ini gol pertama dari saya, tapi siapapun yang mencetak gol itu tidak penting, yang penting kita menang. Saya pikir kita main indah dan cukup bagus dan saya sangat senang dengan hasil yang sangat positif tadi,” ucap Maitimo usai laga melawan PS Barito Putera.

Taji Maitimo akan diuji selanjutnya saat Madura United mengunjungi kandang PS Tira Senin (2/4) pekan depan. Ia juga memiliki beban membantu tim bertahan di puncak klasemen di pekan kedua Liga 1.  ***

 

sumber : MEDIA OFFICER

Usai Jalani Perawatan, Greg-Bayu Comeback Sempurna

OPERASI Polip yang dijalani Greg Nwokolo, menjadikan pemain bernomor punggung 11 tersebut harus absen dalam waktu lama bersama skuad Madura United. Tecatat, Greg Nwokolo harus absen selama Madura United menjalani pertandingan ujicoba melawan Persipura Jayapura saat masa persiapan Liga 1, itu terjadi karena Greg harus beristirahat selama dua pekan.

Greg baru bergabung dalam latihan skuad Madura United 3 hari sebelum pertandingan perdana di Liga 1. Nyatanya, merumputnya kembali pemain berstatus sebagai WNI tersebut menunjukkan torehan positif. Berhasil menyumbangkan satu gol bagi kemenangan Madura United.

Tak ayal, usai mencetak gol bagi Laskar Sape Kerrab, Greg melangsungkan selebrasi dengan sangat emosional. Tepuk lambang dada Madura United dan meneriakkan kalimat saya masih disini (Madura United).

“Biasalah, saya bahagia karena bisa ikut membawa Madura United menang. Soal selebrasi itu, mungkin sedikit emosional karena sempat beredar issu saya dihubungkan dengan klub lain padahal saya sedan menjalani perawatan dan tetap bersama Madura United sebagai rumah saya,” ucap Greg.

Sejatinya, pada saat pertandingan melawan Barito Putra, pemain yang menjadi kreator atas lahirnya gol pertama Madura United dengan memberikan umpan matang kepada Alfath Fathir untuk kemudian menjadi assist sempurna bagi Rapahel Maitimo sempat mendapatkan kode dari pelatih kepala Madura United, Milomir Seslija apakah masih sanggup untuk melanjutkan pertandingan. Kala itu, Greg memberikan kode jempol sebagai kode bahwa tidak ada masalah bagi dirinya.

“Kami harus memastikan bahwa para pemain yang sedang bermain tidak mengalami masalah, utamanya cedera. Karena pertandingan masih akan berlanjut hingga kedepan. Sangat bagus, Greg bermain dengan sangat prima,” ucap Milo.

Selain Greg, pemain yang baru sembuh dari sakit dan harus istirahat agak lama adalah Bayu Gatra Sanggiawan. Pemain yang saat ini menggunakan nomor punggung 23 sebagaimana biasa dia gunakan saat berbaju Timnas, langsung memberikan gebrakan saat dipercaya dimainkan sebagai pemain pengganti.  Alhasil, kedua pemain yang sama-sama baru selesai jalani perawatan tersebut  mendapatkan apresiasi dari suporter Madura United karena sama-sama baru sembuh dan sama-sama mencetak gol. ***

 

sumber : MEDIA OFFICER

Semua Gol Berasal Open Play

MADURA UNITED FC memang sukses menuntaskan PS Barito Putra di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan kemarin malam. Menariknya, semua gol yang diciptakan Madura United berasala dari open play. Tidak satupun gol yang tercipta melalui eksekusi bola mati.

Padahal, selama pertandingan tersebut, tercatat, 9 tendangan sudut dan 9 tendangan bebas didapatkan Madura United selama 90 menit, namun, tidak satupun berbuah gol.

Tendangan paling berbahaya dari skema tendangan pojok hanya terjadi pada menit ke 8′. Tendangan Slamet Nurcahyo mampu memberikan bola matang terhadap Alberto Antonia da Paula. Tapi kegemilangan Adhitya Harlan di bawah mistar bisa menepis tandukan Beto.

Sedangkan peluang mas via tendangan bebas yang ditontonkan oleh Fabiano Beltrame di babak pertama. Bek berkebangsaan Brasil itu bisa melakukan tendangan yang hampir masuk ke gawang Laskar Antasari bola berbelok arah mengenai pemain.

Pelatih kepala, Milomir Seslija mengakui peluang-peluang yang terjadi lewat bola mati tak bisa dikonfersi menjadi gol. Sebab, 3 gol yamg terjadi lewat open play.

“Kalian benar, kita tidak beruntung dalam memanfaatkan peluang dari sundulan hasil bola mati, tapi permainan kita akan menunjukkan akan ada Barcelona di sini,” jawab Milo soal evaluasi bola mati.

Pelatih asal Bosnia itu menyebutkan bahwa Madura United memanfaatkan peluang lain untuk mencetak gol. Peluang yang berhasil itu buah dari open play.

“Tapi itu hanya satu bagian dari semua praktik di lapangan. Kita memanfaatkan dan sukses dengan cara lain. Di sepakbola sangat sulit mencetak gol dari open play, tapi kita telah mencetak 3 gol yang cantik. Ini begitu fantastik bagi saya,” ujarnya.

Hasil yang memuaskan itu mendapat apresiasi dari Milo. Ia tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang telah memberikan yang terbaik.

Meski Madura United FC tidak mempertahankan cleansheet, Milo tidak mempermasalahkannya. Ia menegaskan, hasil yang terbaik dan anak asuhnya menikmati permainan yang terpenting.  ***

 

sumber : MEDIA OFFICER

Beto Sang Tembok Pemantul, Gojekan Greg Jadi Sayatan Tajam

PERTANDINGAN perdana Alberto Antonio De Paula di Kompetisi Sepak Bola Indonesia menjadi catatan tersendiri bagi pemain asal Brasil. Pemain yang menggunakan nomor punggung 22 tersebut pada pertandingan tadi malam memang tidak berhasil menjadi pencetak gol.

Namun, Beto berhasil memberikan satu assist yang dicetak Bayu Gatra Sanggiawan di babak kedua. Kontribusi tersebut memang kurang mendapatkan perhatian, mengingat Beto tidak mencatatkan namanya di papan skor.

Dari sisi permainan, Manajemen terbukti memiliki penghitungan penuh atas pilihannya. Karena Beto mampu menjadi tembok pemantul yang sangat baik di lini depan Madura United. Berbagai pola serangan dengan pola-pola pantulan, berjalan dengan sangat baik.

Peran lainnya yang tak kalah moncer tentunya adalah gojekan Greg Nwokolo. Pemain pengguna nomor punggung 11 di skuad Madura United berhasil menjadi kreator buntunya pola serangan ke daerah pertahanan Barito Putera melalui sisi sayap.

Gol pertama yang dicetak Raphael Maitimo juga berasal dari gojekan pemain Naturalisasi atas kerjasamanya dengan Alfath Fathir untuk kemudian menjadi assist matang bagi Maitimo.

“Semua pemain bermain sama baiknya. Mereka sangat bertanggungjawab atas tugasnya masing-masing sehingga bisa memenangi pertandingan. Selamat bagi para pemain yang telah membuktikan diri sebagai pemenang pada pertandingan tadi malam,” ucap Milomir Seslija, pelatih kepala Madura United.

Selain menjadi kreato lahirnya gol pertama, Greg juga makin memperbesar keunggulan Madura United dengan mencetak gol ketiga Madura United. Gol Greg tersebut menjadikan Madura United memastikan diri mengunci puncak klasemen pekan pertama karena berhasil menjadikan Madura United sebagai tim paling subur.

“Ini kerjasama semua pemain dalam tim kami. Kemenangan ini juga tentunya adalah persembahan bagi para suporter yang selalu memberikan dukungan pada kami di tribun,” ucap Greg Nwokolo. ***

sumber : MEDIA OFFICER


© 2017 Madura United FC
Switch to desktop version