Rabu, 22 November 2017

Author Archives: adminMaduraFC


Pintu Seleksi Pemain Putera Daerah Terbuka Lebar

MESKI baru empat pemain putra daerah yang menyatakan minat untuk ikut seleksi dalam skuad Madura United, pihak manajemen Madura United, sebagaimana disampaikan Manajer  Haruna Soemitro masih membuka lebar pintu seleksi untuk pemain putera daerah. Menurutnya, program Madura Memanggil yang disetujui oleh pihak klub, diharapkan menjadi salah satu pintu masuk pemain putera daerah Madura untuk menunjukkan talenta dan kemampuannya agar bisa bersaing dengan lainnya dalam berebut slot pemain Madura United.

“Program Madura Memanggil, masih sangat terbuka bukan hanya bagi 4 pemain yang sudah menyatakan minat. Masih terbuka untuk pemain putera daerah madura untuk ikut seleksi nantinya. Proses seleksinya kan belum dilakukan, sementara masih penjaringan nama-nama,” ulas Haruna.

Program Madura Memanggil, menurut Presiden Klub, Achsanul Qosasi, menjadi salah satu pintu masuk bagi pemain putera daerah Madura bahwa layak untuk berlaga di Kompetisi tertinggi. Menurutnya, belum adanya pemain putera daerah yang muncul dalam percaturan kompetisi Liga 1, karena sangat jarang pemain mau memanfaatkan peluang  yang diberikan dengan maksimal.

“Ujian pertama untuk mengetahui komitmennya adalah melalui proses seleksi. Tahapan tersebut adalah tahapan biasa, dan jika nantinya diterima, bukan berarti sudah selesai tugasnya. Justru bebannya makin besar karena harus membuktikan bisa masuk dalam skema main pelatih,” ulas AQ, sapaan akrabnya.

Selama ini, Madura United mencoba memberikan kesempatan kepada para pemain putera daerah untuk ikut dalam program magang di skuad Madua United. Sayangnya, dari sekian waktu diberikan kesempatan magang, belum satupun pemain putera daerah yang bisa masuk dalam skema main pelatih.

“Selama ini, saat menjalankan progra magang, laporan tim pelatih menyampaikan bahwa pemain putera daerah sebatas menjalankan program latihan yang diberikan pelatih. Sangat jarang mereka mempersiapkan diri agar bisa dipilih oleh pelatih dalam skema main.  Program Madura Memanggil, tujuannya adalah mencari pemain putera daerah yang siap tanding bukan hanya siap mengikuti latihan,” pungkas AQ.  ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Dia Stop Bicara Bola… Dia Sedang Menunggu Jadi Ayah…

LIBUR pasca kompetisi, dimanfaatkan betul oleh Bayu Gatra Sanggiawan. Pemain asal Ledokombo Jember init mengaku selama masa libur ingin puasa berbicara sepakbola. Hal itu, jelas Bayu karena dirinya saat ini ingin menikmati status sebagai calon ayah dari jabang bayi yang sedang dikandung isterinya. “Sementara saya mau santai dulu tidak berbicara bola. Ini lagi temani isteri karena sejak awal hamil selalu ditinggal bertanding,” ucap Bayu sambil menceritakan jika dirinya sedang berlibur ke Bali.

Menemani isteri yang sedang hamil, diakui Bayu, membutuhkan perhatian besar darinya karena selama ini,  keluarga kecilnya sudah belajar mandiri dengan mengontrak rumah di Bangkalan tanpa mengajak pembantu.

“Saya sama isteri maunya tanpa pembantu selama masih mampu. Entah nanti kalau sudah lahiran. Mohon doanya semoga lancar dan semuanya selamat dalam proses kelahirannya,” ucap pemain yang  bertalian darah dengan warga Pakong Pamekasan.

Sementara itu, Venty Pratiwi, isteri Bayu Gatra mengaku bahwa selama masa kehaliman dirinya tidak mempermasalahkan selalu ditinggal Bayu Gatra yang menjalani pertandingan. Menurutnya, selama kompetisi sedang berjalan, dirinya selalu berusaha mensupport agar Bayu menseriusi profesi yang sedang dijalankan sebagai pemain sepakbola.

“Sering sharing tentang pertandingan sepakbola jika menjelang berangkat. Itu biasa kami lakukan, bahkan kalau mas Bayu datang dari pertandingan, saya kadang menjemputnya ke Bandara,” cerita isteri Bayu Gatra.

Sejak isterinya hamil, Bayu sebagaimana diceritakan Venty juga sangat perhatian terhadap dirinya. Seringkali Bayu yang menggantikan perannya di dapur dalam masa senggang. “Bayu juga makin sering berada di masjid perumahan jika ada di rumah kontrakan. Sesekali Bayu juga masak sendiri telor dadar, meski masih sering gosong,” imbuh perempuan yang juga berasal dari Jember. ***

maduraunitedfc.com/Media Officer

“Nanti, Kalau Sudah Pasti akan Saya Sampaikan…”

WINGER timnas Indonesia di Piala AFF 2016, Andik Vermansyah menjadi buruan Madura United. Bahkan manajemen Laskar Sapeh Kerrab siap membayar dengan gaji tinggi. Namun hingga saat ini, mantan pemain Selangor FA tersebut belum mau berkomentar lebih jauh soal itu. Termasuk kemungkinan klub yang akan diperkuatnya musim depan.

“Saya belum bisa ngomong soal itu sekarang,” ungkap Andik Vermansyah seperti dikutip dari Bolasport.

Pemain asal Jember tersebut tidak mau tergesa-gesa untuk menentukan kemana ia akan berlabuh. Tetapi ia berjanji akan segera memberitahu kalau sudah ada kepastian.

No comment dulu ya, nanti kalau sudah pasti saja saya sampaikan,” tegasnya. ***

bolamadura.com  |  maduraunitedfc.com

Slot Pemain Madura United Sangat Tergantung dengan Agenda PSSI

PERSIAPAN Madura United untuk mengikuti kompetisi musim depan, sementara ini masih proses menetapkan proyeksi calon pemain musim depan.  Beberapa nama pemain yang masuk dalam proyeksi skuad musim depan, sebagaimana disampaikan Manajer Madura United, Haruna Soemitro masih baru proses komunikasi.

Baru satu pemain yang sudah pasti berbaju Madura United, yakni Satri Tama. Namun, selain nama eks kiper Persegres Gresik United tersebut, sejatinya masih terdapat 6 pemain di luar skuad musim ini yang masuk dalam radar Madura United.  Namun, untuk nama-nama tersebut, Manajemen masih belum terbuka ke publik, karena masih belum secara resmi akan menjadi bagian dari skuad Madura United.

“Kita tidak ingin mengklaim pemain yang masih dalam proses komunikasi. Jika sudah resmi baru berani mengumumkan ke publik,” ungkap Haruna Soemitro.

Untuk pemain yang sudah berbaju Madura United musim ini, Haruna menyampaikan bahwa terdapat mekanisme yang harus dijalankan oleh pihak Manajemen. Yakni, melalui penilaian rapor dari tim pelatih untuk kemudian dilanjutkan dengan perpanjangan durasi kontrak.

“Ada tiga tahapan untuk pembentukan tim musim depan. Rapor pemain musim ini, proyeksi pemain yang dibutuhkan untuk tim ini dan perkenalan pemain melalui pertandingan ujicoba,”  ulas pria yang tercatat sebagai mantan Ketua PSSI Jatim.

Berapa slot pemain yang akan dipergunakan Madura United musim depan? Jika menilik pada regulasi kompetisi ini, sejatinya setiap tim bisa mendaftarkan paling banyak 30 pemain. Namun, Madura United pada musim kompetisi tahun ini, hanya menggunakan slot sebanyak 24 pemain saja. Jumlah tersebut, tergolong kecil jika pada kompetisi musim depan, PSSI juga kembali menjalankan kejuaran Piala Indonesia yang diikuti seluruh tim peserta kompetisi dari masing-masing kasta.

“Agenda-agenda PSSI yang direncanakan selain kompetisi, sangat berpengaruh terhadap jumlah pemain dari masing-masing klub. Kepastian akan regulasi dan juga kepastian apakah PSSI akan menggelar Piala Indonesia menjadi sangat penting diketahui sedari dini oleh klub, karena itu menyangkut persiapan pemain masing-masing tim,” urai Haruna, sambil menambahkan bahwa jika Piala Indonesia resmi diputar, klub harus memaksimalkan slot pemain. ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Direnovasi Agar Pemain Lebih Nyaman

MESS pemain Madura United di Bangkalan, tepatnya di Desa Mertajesah, Bangkalan, meski dalam kondisi tidak dihuni pemain, dipastikan masih akan tetap riuh riak dengan aktivitas banyak orang. Sebabnya, mess yang sudah dua musim ini ditempati para pemain Madura United, sejak beberapa hari lalu dilakukan renovasi agar pemain lebih nyaman.

Renovasi tersebut, ulas Yaqin, penanggungjawab Mess Pemain di Bangkalan, dilakukan secepatnya, karena pada pertengahan Desember mendatang, direncanakan para pemain sudah kembali masuk ke mess.

“Kejar tayang renovasinya. Saat pemain berangkat ke Makassar, sudah dilakukan persiapan. Ada beberapa perbaikan agar pemain lebih nyaman menempati mess,” ulas Yaqin.

Mess pemain di Bangkalan, sudah dua tahun ini digunakan oleh para pemain Madura United. Para pemain yang menempati mess, adalah pemain lokal Madura United. Sementara pemain asing Madura United menempati apartemen di Surabaya.

Mess pemain tersebut, selain menjadi tempat penginapan pemain Madura United, juga menjadi tempat dilaksanakannya meeting tim sebelum pertandingan kandang, jika pertandingan digelar di Bangkalan.

Pilihan menggunakan mess di Bangkalan, juga karena tempat latihan yang sangat dekat bagi para pemain. Mereka, selama ini selalu berlatih dengan menggunakan lapangan Stadion Gelora Bangkalan dan juga berlatih fisik ke pusat kebugaran di Surabaya.

Untuk tahun ini, tempat latihan Madura United di Bangkalan direncanakan akan ditambah. Pihak Manajemen, sebagaimana disampaikan Manajer Haruna Soemitro, sudah mendapatkan persetujuan untuk memperbaiki lapangan latihan di dekat mess pemain.

Jarak lapangan latihan yang dekat dengan mess, diakui Haruna, akan sangat efektif dan efesien. “Untuk lapangan latihan masih dalam proses perencanaan. Memperbaiki lapangan butuh waktu agak lama, karena juga masih harus menunggu tumbuhnya rumput. Semoga cepat terelasisasi agar proses latihan berjalan dengan lebih baik nantinya,” ungkap Haruna. ***

maduraunitedfc.com/Media Officer

Keempat Pemain Madura United Inilah yang Paling Banyak Bertanding

SELAMA kompetisi Liga 1 musim ini, pemain Madura United terdapat sebanyak 24 pemain. Dari jumlah tersebut, dalam setiap pertandingan selama masih diberlakukan regulasi 3 pemain U22, jumlah pergantian pemain bisa dilakukan sebanyak 3 kali + 2. Yakni, 3 kali pergantian normal dan 2 pergantian khusus pemain U22 dengan pemain U22.

Dengan konfigurasi tersebut, setiap pertandingan pelatih hanya bisa memberikan kesempatan kepada 16 pemain dalam setiap pertandingan. Namun, seiring dengan tidak diberlakukannya lagi regulasi pemain U23, jumlah pergantian pemain hanya bisa dilakukan 3 kali. Dan dengan jumlah pergantian tersebut, pelatih hanya memiliki kesempatan memainkan pemain maksimal 14 pemain saja.

Dengan jumlah pemain sebanyak 24 orang, praktis persaingan untuk bisa masuk dalam starting eleven menjadi sangat ketat dengan perbandingan 1 banding 2 untuk satu posisi. Namun, jika sudah bermain, untuk bisa masuk menjadi bagian dari daftar pemain yang masuk di bench, juga harus bersaing dengan perbandingan 1 banding 2.

Kendati persaingan berlangsung ketat, nyatanya, terdapat sebanyak 4 pemain Madura United yang jumlah permainannya mencapai angka 30 pertandingan dari 34 pertandingan selama Liga 1. Keempat pemain tersebut, adalah Bayu Gatra (32), Slamet Nurcahyo (31), Asep Berlian (30) dan Fabiano Beltrame (30).

Bayu Gatra, pemain yang berposisi sebagai pemain sayap tersebut tercatat sebagai pemain yang paling banyak iktu serta dalam pertandingan. Bayu tercatat hanya absen dalam dua pertandingan saja selama satu musim.

Absennya Bayu Gatra dalam pertandingan Madura United, satu kali karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning, dan satu pertandingan lainnya tidak masuk dalam starting eleven saat masih memainkan pemain U22.

Konsistensi Bayu Gatra disusul oleh Slamet Nurcahyo yang selama Liga 1 musim ini, hanya absen selama 3 pertandingan saja. Jumlah pertandingan yang diikuti keduanya, adalah tertinggi daripada pada pemain lainnya.

Slamet Nurcahyo harus absen dalam pertandingan Madura United, karena 2 kali harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning dan satu pertandingan lainnya harus absen, karena dipanggil timnas saat Madura United menghadapi Mitra Kukar.

Sementara Asep Berlian dan Fabiano Beltrame, mereka tercatat absen dalam 4 pertandingan selama satu musim. Asep tercatat harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning sebanyak 3 kali dan satu pertandingan lainnya ijin lebih awal karena harus menjalani terapi. Sementara Fabiano Beltrame, 3 pertandingan absen karena akumulasi kartu kuning dan satu pertandingan saat hadapi Persela Lamongan absen karena cedera.

Capaian 4 pemain tersebut, diakui Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi sebagai capaian yang luar biasa dengan tensi pertandingan yang sangat ketat di kompetisi musim ini. “Mereka pemain yang sangat bagus dan memiliki dedikasi besar terhadap tim selama ini,” ungkap AQ.  ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Madura United Paling Sering Tanpa Pemain Asing

PERJALANAN Madura United di kompetisi musim ini berjalan dengan penuh liku. Banyak catatan menarik dari perjalanan Fabiano Beltrame dan kawan-kawan. Puncaknya, Madura United finish di peringkat 5 klasemen akhir kompetisi Liga 1. Hasil tersebut, sebagaimana disampaikan Manajer Madura United, Haruna Soemitro, dari sisi target posisi memang kurang baik.

Namun, dari sisi progres kemenangan dan gol, Madura United  tidak gagal. Mengingat jalannya kompetisi yang mengalami dinamika berbeda daripada pelaksanaan ISC tahun lalu. Di antaranya, adalah soal peraturan pemain U22 yang kemudian ditangguhkan dan akhirnya tidak dijalankan kembali hingga sebagian besar pertandingan Madura United seringkali kehilangan pemain asingnya.

“Dinamika kompetisi tahun ini sangat menarik dan menegangkan. Seluruh pertandingan selalu berjalan dengan sangat dan setiap pekan selalu ada hal yang baru di klasemen. Tidak banyak tim yang bertahan di puncak klasemen bahkan, penentuan klasemen juga sampai ditentukan di akhir kompetisi,” ungkap Haruna.

Setiap tim, imbuh Haruna juga mengalami  dinamika internal yang berbeda dalam mengikuti kompetisi musim ini.  Utamanya, dalam partisipasi pemain asingnya dalam setiap pertandingan.

“Dari 18 tim peserta Liga 1, hampir semuanya mengalami dinamika berbeda dengan pemain asingnya. Itu bisa dimaklumi, karena keberadaan pemain asing, ada ekspektasi besar yang diharapkan mampu mengangkat performa tim,” ulas Haruna.

Madura United sendiri, dalam hal pemain asing utamanya asing non Asia, terdapat satu slot selalu mengalami perubahan selain satu slot yang ditempati Fabiano Beltrame. Slot tersebut, pada awalnya sempat diproyeksikan untuk ditempati Luiz Junior Carlos. Sayangnya, saat masih diujicoba dalam turnamen Piala Presiden, Junior kurang mampu menunjukkan performanya bersama Madura United hingga akhirnya manajemen memutuskan untuk menggantinya dengan Redouane Zerzouri.

Setali tiga uang dengan Luiz Junior, Redouane yang berposisi sebagai gelandang juga kurang berkembang permainannya dengan Madura United, hingga akhirnya Manajemen  menggantinya dengan Boubacar Sanogo, pemain yang pernah memperkuat Werder Bremen di Liga Jerman.

Sayangnya, Sanogo juga kurang beruntung bersama Madura United.  Perannya juga kurang maksimal hingga puncaknya posisinya diistirahatkan sebelum putaran pertama selesai.  Untuk mencari pengganti Sanogo, Madura United melakukan seleksi terhadap tiga pemain yang pada akhirnya memilih satu nama, Khairullah Abdelkbir. Sayangnya, proses pendaftaran yang sedikit rumit, menjadikan manajemen akhirnya memutuskan memilih Thiago Fortouso untuk slot tersebut.

Tanpa Pemain Asia

Soal jalan panjang pemain asing untuk mengisi satu slot tersebut, baru catatan kecil dari perjalanan Madura United musim ini. Meskipun slot pemain sudah terisi, semisal posisi Marquee Player, nyatanya, Madura United selama satu musim ini tidak diperkuat pemain Marquee Playernya selama 11 pertandingan. 8 pertandingan di antaranya tidak diperkuat secara beruntun. Praktis, selama satu musim ini, Peter Odimwingie, Marquee Player Madura United hanya bermain untuk timnya sebanyak 23 pertandingan 2 di antaranya bermain paruh babak.

Absennya pemain dalam pertandingan, sejatinya  adalah hal lumrah mengingat setiap pemain pasti mengalami masa hukuman akumulasi kartu kuning, kartu merah atau cedera. Namun, jika menilik jumlah pertandingan tanpa kehadira pemain asing Asia justru akan  lebih banyak.

Meski terdapat dua pemain asing Asia yang sempat tercatat sebagai bagian dari skuad Madura United musim ini, yakni Dane Milovonavic yang  sempat istirahat untuk menjalani perawatan untuk kemudian digantikan Cameron Watson dan pada akhirnya kembali merekrut Dane Milovanovic, nyatanya, Madura United dari 34 pertandingan liga 1, terdapat sebanyak 17 pertandingan tanpa pemain asing Asia. Atau, hanya terdapat sebanyak 17 pertandingan saja yang diperkuat pemain asing Asia. ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Madura United Tercatat Melakukan 605 Pelanggaran

KOMPETISI Liga 1 musim ini resmi berakhir bersamaan dengan selesainya laga pekan ke-34 dan Madura United sebagai wakil dari Pulau Garam berhasil finis di posisi kelima klasemen akhir.

Keberhasilan menembus lima besar klasemenen di akhir musim tidak lepas dari statistik yang dicatatkan Laskar Sape Kerrab pada kompetisi ini. Dan kami sudah merangkumnya untuk anda.

44
Madura United kemasukan sebanyak 44 gol sepanjang Liga 1, tim yang mampu membobol gawang Madura United dengan jumlah besar adalah PSM Makassar dengan 6 gol dan Bali United dengan 5 gol.

58
Angka 58 merupakan jumlah gol yang berhasil dicetak oleh pemain Madura United sepanjang Liga 1 dengan penyumbang terbanyak adalah Peter Odemwingie dan Greg Nwokolo dengan masing-masing 15 dan 14 gol.

60
Madura United berhasil mengoleksi total 60 poin sepanjang Liga 1 setelah mencatatkan 17 kali kemenangan, 9 kali seri dan 8 kali kekalahan dari total 34 pertandingan yang dijalani.

344
Merujuk pada website resmi liga 1, Madura United melepaskan sebanyak 344 tembakan dengan 165 tembakan mengarah ke gawang dan menghasilkan sebanyak 58 gol.

551
Angka 551 merupakan catatan dalam perebutan bola, Laskar Sape Kerrab mencatatkan 551 tekel sukses dengan persentase sukses tekel sebesar 53 persen.

605
Kedisiplinan Madura United masih perlu ditekan karena sepanjang Liga 1 melakukan 605 pelanggaran. Untungnya hanya berbuah 85 kartu kuning dan kartu merah. ***

bolamadura.com  maduraunitedfc.com

Manajemen Menunggu Rapor dari Pelatih…

HENTIKAN dulu berbicara tentang siapa pemain yang akan dipertahankan atau tidak akan dipertahankan di skuad Madura United. Sebab, sebagaimana Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, saat ini pihak manajemen masih menunggu rapor para pemain Madura United dari tim pelatih.

“Manajemen memberikan tenggat waktu akhir  bulan ini, untuk memberikan rapor pemain. Kita tunggu  itu selesai. Skuad musim ini sudah bagus dan hanya butuh penambahan sedikit. Tetapi rapor tersebut  tetap penting sebagai  salah satu bahan pertimbangan melanjutkan kontrak pemain,” ungkap AQ.

Senada dengan AQ, Manajer Madura United, Haruna menyampaikan bahwa pihaknya masih belum ada keputusan apapun tentang pemain dari skuadnya musim ini untuk musim depan.

Hal itu, jelas Haruna, karena pihak manajemen masih menunggu rapor akhir para pemain Madura United termasuk evaluasi dari tim kesehatan tentang masing-masing pemain Madura United yang saat ini berjumlah 24 orang.

“Manajemen masih menunggu rapor dari tim pelatih dan juga dari tim kesehatan. Mekanisme tersebut sudah kami jalani musim lalu,” ungkap Haruna.

Rapor pemain tersebut, jelas Haruna, bukan hanya semata tentang jam main,  skill dan kemampuan belaka yang akan disampaikan pelatih. Termasuk juga beberapa indiokator lain yang secara teknis sudah  disampaikan kepada pelatih.

“Rapor baik dan tidak baik itu bukan semata-mata karena jumlah pertandingan yang lebih banyak dijalani. Karena di kompetisi musim ini, sebagian pemain jam mainnya berkurang di awal-awal kompetisi karena adanya regulasi pemain U22. Indikator pelaporannya banyak,” ulas Haruna.

Sementara itu, terkait dengan kriteria pemain yang dianggap paling pas untuk mempertahankan pemain musim ini di musim depan, Haruna menyampaikan bahwa bisa jadi 100 persen bertahan dan juga bisa ada opsi lain.

“Sepanjang rapor selama musim ini baik dan pemain merasa nyaman dengan Madura United, tentunya akan sangat mudah.  Segala kemungkinan masih sama-sama ada,” pungkas Haruna.  ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Usai Dikalahkan PSM Makassar, Mereka Berpisah….

LAGA Madura United melawan tuan rumah PSM Makassar adalah  pertandingan terakhir di Liga 1 Go-Jek Traveloka 2017.  Usai menjalani  pertandingan tersebut, para pemain Madura United mendapatkan jatah libur hingga dipanggil kembali untuk persiapan turnamen pra musim yang hingga kini masih belum terdapat jadwal.

Jatah libur panjang yang diberikan manajemen kepada para pemain dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh pemain. Mereka bahkan langsung berpisah di Makassar untuk langsung pulang ke rumah masing-masing. Para pemain Madura United terbagi dalam 4 rombongan besar dengan tujuan berbeda-beda.

Khusus untuk pemain asing, mereka kembali ke Surabaya karena perlengkapan mereka berada di Surabaya. Sementara untuk pemain lainnya, Herry Prasetyo, Munhar langsung terbang ke Malang. Sementara Fachruddin W. Aryanto dan Slamet Nurcahyo juga langsung terbang ke Yogyakarta. Guntur Ariyadi, salah satu pemain asal Banyuwangi juga langsung terbang terbang ke Banyuwangi.

Para pemain dan tim pelatih yang berasal dari Jakarta, juga langsung pulang ke Jakarta. Mereka, sebagaimana disampaikan Manajer Madura United, Haruna Soemitro, akan beristirahat hingga dipanggil kembali untuk persiapan menjalani pertandingan berikutnya.

“Kita lihat jadwal terdekat ini. Kemungkinan pertengahan Desember baru akan langsung melakukan pemusatan latihan,” ungkap Haruna.

Hingga kini, Haruna menyampaikan bahwa pihaknya masih belum memutuskan satupun nama pemain yang tidak akan diperpanjang kebersamaannya dengan Madura United kecuali Peter Odemwingie yang masih harus dilakukan win-win solution.

“Kami masih belum memberikan keputusan tentang pemain-pemain yang tidak akan kami perpanjang musim depan. Kami harus kembali melihat regulasinya seperti apa? Jangan-jangan seperti tahun lalu harus ada pemain U22 tapi  saat perjalanan musim, justru dicabut,” ulas Haruna.

Sementara itu, para pemain Madura United yang langsung pulang ke rumahnya masing-masing, diwakili oleh Slamet Nurcahyo mengucapkan terima kasih kepada warga Madura yang selama ini selalu memberikan dukungan atas kiprahnya di Madura United dan kiprah tim dalam mengarungi kompetisi.

“Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh warga Madura yang selama ini selalu memberikan support kepada kami. Sebuah kebanggaan bisa bersama kalian, kita bertemu musim depan,” ungkap pemain bernomor pungggung 10 ini.  ***

maduraunitedfc.com/Media Officer

Haruna Soemitro :
Ke Depan, Mari Saling Hormati Prosedur dan Ketetapan yang Ada…

KOMPETISI sudah usai. Perjalanan kompetisi penuh dimanika dan kultur baru dalam sepakbola tanah air. Diakui Haruna, Manajer Madura United, tradisi baru harus dilakukan dengan saling penyesuain semua tim sehingga tidak menimbulkan polemik dalam pelaksanaan pertandingan berikutnya di kompetisi musim depan.

“Panpel memiliki SOP (standard operation procedures) yang disesuaikan dengan aturan yang ditetapkan oleh operator. Termasuk jatah tiket tim tamu untuk VVIP dan VIP berapa? Itu ada aturannya. Sementara mereka karena ada tamu khusus memiliki protap tersendiri,” ulas Haruna.

Memadukan dua hal tersebut, jelas Haruna, harus sama-sama memahami kerja Panpel dan juga kerja dari petugas keamanan yang harus tunduk kepada atasannya.

“Harus saling menyesuaikan dengan kultur sepakbola baru ini. Karena bagaimanapun, jika tidak ada kemauan untuk saling hormati, bisa menyebabkan salah tafsir bagi pelaksana di lapangan. Ini yang harus dijaga oleh semua pihak baik dari pihak operator dan juga para LOC Klub (panitia lokal klub),” ulas Haruna.

Dengan berakhirnya kompetisi Liga 1 Go-Jek Traveloka, Minggu (12/11) malam, Haruna menyampaikan ucapan selamat kepada Bhayangkara FCyang ditahbiskan sebagai Juara  Kompetisi Liga 1 tahun ini. Menurutnya, perjalanan kompetisi yang dijalani sejak Maret dan berakhir pertengahan November ini, penuh dinamika dalam setiap pertandingan yang berlangsung.

“Ada emosi, ada senang yang diluapkan dengan berbagai cara. Saat tim kalah, luapan emosi bisa memuncak apalagi ada hal-hal non teknis di luar lapangan yang tidak normal. Atas nama pribadi saya minta maaf kepada pihak-pihak yang tersinggung dengan pernyataan saya selama jalannya kompetisi. Sekali lagi, ke depan harus saling menghormati dengan protap yang ada,” imbuh Haruna.

“Selamat kepada Bhayangkara FC yang sudah menjadi juara di kompetisi ini. Kita tutup kompetisi ini dengan happy ending. Sebagai penanggungjawab tim, saya mohon maaf kepada warga Madura karena tidak bisa membawa Madura United sesuai target tahun ini,” pungkas Haruna.  ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Laga Terakhir, Madura United Dihajar PSM Makassar 1-6

PSM MAKASSAR berhasil menuai kemenangan besar pada laga terakhir mereka di Liga 1 2017. Itu setelah, mereka membungkam Madura United dengan skor 6-1 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (12/11) malam.

Babak Pertama

Bertindak sebagai tuan rumah, PSM langsung tampil menggebrak sejak menit awal laga. Bahkan, mereka sudah mampu unggul lewat gol Zulham Zamrun ketika laga baru berjalan empat menit.

Zulham mampu memanfaatkan bola muntah di depan gawang Madura United untuk menjadi gol. Skor 1-0, untuk keunggulan tuan rumah.

Tertinggal satu gol, Madura United mencoba bangkit. Hingga akhirnya, mereka mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-35, lewat gol Thiago Furtuoso yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang PSM. Skor kembali berubah 1-1.

Kedua tim saling bergantian menyerang. Pertandingan pun semakin berjalan sengit.

Tapi hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-1

Babak Kedua

Kedua tim kembali menampilkan permainan terbuka. Serangan silih berganti dilakukan kedua tim.

Tapi kembali PSM yang berhasil kembali unggul pada menit ke-57. Kali ini, gol Titus Bonai yang berhasil membobol gawang Laskar Sape Kerrab, untuk mengubah skor menjadi 2-1.

Gol itu semakin melecut semangat skuat asuhan Robert Rene Alberts. Bahkan, tim Juku Eja kembali menambah dua gol lagi, lewat Willem Jan Pluim (64′) dan M. Rahmat (67′). Skor 4-1, untuk keunggulan tim Juku Eja.

Madura United pun semakin dibuat tenggelam, setelah Rahmat kembali mampu mencetak gol pada menit ke-73. Skor pun kembali berubah 5-1.

Pemain bernomor punggung 11 itu benar-benar tampil trengginas. Bahkan, dia mampu mencatatkan hat-trick di laga ini lewat gol yang dicetaknya pada menit ke-79, yang membuat skor menjadi 6-1.

Gol itu menjadi penutup di laga ini.
Susunan Pemain

PSM Makassar
Pelatih:
Robert Rene Alberts

20 Rivky Mokodompit; 4 Wasyiat Hasbullah, 23 Hamka Hamzah, 86 Steven Paulle, 33 Zulkifli Syukur; 15 Arfan, 19 Rizky Pellu, 80 Willem Jan Pluim; 7 Zulham Zamrun, 11 M. Rahmat, 25 Titus Bonai

Cadangan: 1 Deny Marsel, 6 Asnawi Mangkualam Bahar, 2 Hendra Wijaya, 22 Ardan Aras, 17 Rasyid Bakri, 16 Ridwan Tawainela, 8 Syamsul Haeruddin

Madura United
Pelatih:
Gomes de Oliveira

25 Panggih Prio Sembodho; 2 Guntur Ariyadi, 15 Fabiano Beltrame, 26 Fachrudin Wahyudi Aryanto, 5 Munhar; 17 Aidun Sastra Utami, 99 Saldi, 10 Slamet Nurcahyono, 14 Rendi Siregar, 8 Bayu Gatra; 20 Thiago Furtuoso

Cadangan: 1 Angga Saputro, 77 Hery Prasetyo, 3 Eriyanto, 19 Tanjung Sugiarto.  ***

 

goal.com  |  maduraunitedfc.com


© 2017 Madura United FC
Switch to desktop version