Senin, 26 Februari 2018

Author Archives: adminMaduraFC


Inilah Penentuan Madura United Untuk Langkah Selanjutnya di PGK

LAJU Madura United FC untuk melaju ke babak selanjutnya di Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 akan sangat ditentukan pada pertandingan Senin (26/02) sore ini, saat menghadapi Sriwijaya FC. Dengan hanya meraih 1 poin, Madura United sangat rawan mengulangi capaian pada PGK   pertama kalinya yang mampu melaju ke babak final.

Dengan raihan satu poin dari hasil imbang dan kalah adu penalti atas Persebaya Surabaya, Madura United saat ini menghuni peringkat 3 klasemen sementara Grup B. Sementara calon lawan, Sriwijaya FC saat ini kokoh sebagai pemuncak klasemen sementara setelah berhasil menang 1-0 atas Persiba Balikpapan di waktu normal.

“Kita harus berusaha dengan sebaik-baiknya untuk bisa mendapatkan hasil yang positif pada pertandingan Senin sore ini dengan tetap menurunkan pemain yang paling siap untuk pertandingan hari ini juga,” ucap Gomes, pelatih kepala Madura United.

Untuk bisa melaju ke babak selanjutnya, Madura United harus bisa finish  minimal sebagai runner up grup B atau Juara Grup. Sebab, hanya juara grup dan runner up yang akan lolos ke babak semifinal yang akan bertanding di Samarinda.

Kegagalan meraih poin penuh pada pertandingan perdana melawan Persebaya kemarin, sedikti banyak menjadikan langkah Madura United untuk melaju ke babak berikutnya makin berat. Kendati tidak ada target khusus yang dibebankan Manajemen kepada skuad Madura United selama mengikuti PGK, nyatanya, ekspektasi suporter sangat tinggi untuk mengulang capaian PGK edisi pertama.

Sriwijaya FC, sebagai calon lawan Madura United pada pertandingan Senin sore ini, datang ke Balikpapan dengan status sebagai juara 3 Piala Presiden. Skuad besutan Rahmad Darmawan tersebut, bahkan menjadi tim yang paling banyak dihuni bintang lapangan sepakbola Indonesia.

“Kita akan bermain secara kolektif untuk Senin hari ini. Sriwijaya adalah tim yang bagus, tetapi Madura United juga adalah tim yang bagus. Tentunya akan sangat menarik untuk pertandingan hari ini, pemain sudah siap bangkit untuk tujuan pertandingan selanjutnya,” tegas Gomes.

PINCANG

Sayangnya, menghadapi Sriwijaya FC, Madura United harus kembali tampil pincang. Greg Nwokolo masih belum dipastikan untuk bisa dimainkan pada pertandingan nanti. Proses penyembuhan pemain naturalisasi tersebut masih terus berlanjut.

Selain Greg, Herry Prasetyo juga dipastikan absen karena harus menjalani perawatan atas cederanya. Praktis, terdapat 5 pemain yang dimungkinkan tidak bisa turun pada pertandingan besok. Yakni, Satria Tama, Irsan Lestaluhu dan Rifad Marasambessy yang masih mengikuti TC Timnas Indonesia, juga terdapat Greg Nwokolo dan Herry Prasetyo.

Ketiga pemain yang mengikuti TC Timnas, memang dijadwalkan akan merapat ke Kalimantan hari ini. Namun, masih dikabarkan baru mendarat di Balikpapan sore ini. ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Kalau Lebih Sabar Sedikit, Mungkin Hasilnya Lebih Baik…

PELATIH Madura United FC, Gomes de Oliviera merasa timnya tidak dalam performa terbaik saat takluk 5-4 melalui adu penalti melawan Persebaya Surabaya pada penyisihan Grup B turnamen Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018, Sabtu (24/2) malam WIB, di Stadion Batakan, Balikpapan. Dalam waktu normal, Derby Jatim ini sama kuat 1-1, sehingga laga diselesaikan melalui adu penalti. Meski dianggap tidak dalam performa terbaik, pelatih asal Brasil itu mengakui penampilan anak asuhnya tidak terlalu buruk.

“Sekali lagi kami kalah penalti. Kami masih persiapan, tetapi kami harus lebih baik dari ini. Kami tidak tampil dengan performa terbaik, tapi pemain tetap berjuang untuk menang,” kata Gomes.

“Kami coba memenangkan pertandingan, bermain dengan cepat, dan mendapatkan peluang. Kami tidak tampil menyecewakan, pemain asing baru juga sudah bermain, dan hasilnya lumayan.”

“Tapi kami bisa menilai di mana kami saat ini berada. Kami harus perbaiki ke depannya. Turnamen ini sangat baik bagi kami untuk belajar.”

Selain itu, Gomes juga enggan menyalahkan sang kapten Fabiano Beltrame yang gagal mengeksekusi penalti. Fabi, sapaan akrab Fabiano, jadi satu-satunya pemain yang gagal dalam tos-tosan ini.

“Mungkin yang kurang adalah kesabaran. Kalau lebih sabar sedikit untuk bisa sampai ke gawang lawan mungkin bisa lebih baik hasilnya. Semua menendang penalti dengan baik, tetapi saat Fabiano menendang kelihatannya lapangan licin, jadi terjatuh,” imbuh Gomes.  ***

goal.com  |  maduraunitedfc.com

Sepuluh Pemain Persebaya Surabaya Taklukkan Madura United FC 5-4

SEPULUH pemain Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan 5-4 atas Madura United FC melalui adu penalti dalam laga Grup B Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 di Stadion Batakan, Balikpapan, Sabtu (24/02) malam WIB. Adu penalti terpaksa dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 90 menit. Hasil itu membuat Persebaya yang mengumpulkan nilai dua menempati posisi kedua, berselisih satu angka dari pemuncak klasemen Sriwijaya FC.

Derby Suramadu ini berlangsung sengit, karena Madura United dan Persebaya memeragakan permainan terbuka sejak peluit kick-off ditiupkan wasit. Namun kedua tim mengalami kesulitan untuk membongkar pertahanan lawan masing-masing.

Madura United akhirnya membuka keunggulan terlebih dulu ketika laga memasuki menit ke-30. Kesalahan pemain belakang Persebaya dalam memberikan umpan dapat dipotong Bayu Gatra. Gelandang mungil ini selanjutnya memberikan assist kepada Raphael Maitimo untuk menjebol gawang Miswar Saputra.

Namun keunggulan Madura United ini hanya bertahan sepuluh menit. Persebaya sukses menyamakan kedudukan di menit ke-40 melalui eksekusi penalti Misbakhus Solikin. Hadiah penalti diberikan wasit menyusul pelanggaran Fachruddin W. Aryanto kepada Oktafianus Fernando.

Permainan Madura United dan Persebaya tidak mengalami perubahan di babak kedua. Skema agresif tetap diperagakan kedua tim demi mengungguli lawan-lawannya. Ruben Sanadi melepaskan tendangan keras di menit ke-62, tapi dapat ditepis kiper pengganti Angga Saputra.

Persebaya harus bermain dengan sepuluh pemain setelah M. Sidik Saimima mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke-64, sehingga terpaksa keluar lapangan. Unggul jumlah pemain berusaha dimanfaatkan Madura United untuk mengungguli lawannya, namun tidak membuahkan hasil.

Skor imbang 1-1 ini bertahan sampai 90 menit, sehingga laga diselesaikan melalui adu penalti. Persebaya akhirnya tampil sebagai pemenang setelah memenangi adu penalti dengan skor 5-4. Satu-satunya eksekutor yang gagal di babak ini adalah penendang kelima Madura United ; Fabiano Beltrame setelah ia terpeleset, sehingga bola melayang di atas mistar.

Susunan Pemain :

Madura United: Hery Prasetyo; Alfath Fathier, Beny Wahyudi, Fabiano Beltrame, Fachruddin Aryanto, Asep Berlian, Lucky Wahyu, Raphael Maitimo, Slamet Nurcahyono, Bayu Gatra, Engelberd Sani.
Cadangan: Angga Saputra; Andik Rendika Rama, Munhar, Sasa Kolunija, Lamjed Chehoudi, Rizky Dwi, Cristian Gonzales.

Persebaya: Miswar Saputra; Fandry Imbiri, M Syaifuddin, Ruben Sanadi, Abu Rizal, M Sidik Saimima, Misbakhus Solikin, Rendi Irwan, Oktafianus Fernando, Rishadi Fauzi, Feri Pahabol.
Cadangan: Dimas Galih; Arthur Irawan, M Irvan, Otavio Dutra, Fandi Eko Utomo, Pedro Henrique, Riky Kayame.  ***

 

goal.com   |  maduraunitedfc.com

Saya Kan Sudah Bersama Tim dan Saya Siap Bermain di PGK…

TIDAK ikut serta dalam pemusatan latihan di Pamekasan karena sedang membekali dirinya dengan ilmu kepelatihan, Cristian Gonzales striker Madura United FC langsung bergabung dengan skuad Madura United sejak dari Juanda, kemarin siang. Pemain yang  juga dipersiapkan sebagai brand ambassador sepakbola di Madura tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya sangat  siap untuk kembali terjun dalam pertandingan bersama Madura United.

“Saya akan selalu siap untuk bermain bersama Madura United. Saya kan sudah kembali lagi bersama tim ini,” ucap pemain yang kerap di sapa El-Loco Gonzales.

Gonzales tercatat  bergabung dengan Madura United sehari sebelum pertandingan pembuka Piala Presiden Grup C pada 14 Januari lalu. Kala itu, Gonzales ikut diperkenalkan bersama-sama dengan Patrich N’Koyi dan Marcel Sacramento sebagai sesame striker. Namun, dari ketiga pemain yang diperkenalkan di hotel penginapan pemain Madura United selama penyisihan Piala Presiden, dua pemain lainnya sudah tidak lagi bersama Madura United.

Hingga kini, Madura United masih melakukan seleksi pemain untuk posisi striker, yakni Lamjed Chehoudi. Pemain asal Tunisia tersebut sebagaimana disampaikan Manajer Madura United, Haruna Soemitro diberikan kesempatan untuk kembali menampilkan visi permainannya bersama Madura United  setelah sebelumnya sempat diturunkan saat menghadapi PS Mojokerto Putra.

“Ada kesempatan bagi mereka pemain yang masih menjalani trial untuk menunjukkan bahwa memiliki visi permainan yang penting untuk membantu Madura United meraih prestasi di Liga 1,” ulas Haruna.

Keikutsertaan Madura United di PGK  tahun ini, praktis datang dengan minimnya pemain berposisi sebagai striker. Dari 25 pemain yang dibawa serta, pemain yang berperan sebagai striker adalah Greg  Nwokolo, Crisitian Gonzales, Lamjed Chehoudi, Engelberd Sani dan Bayu Gatra.

Sejatinya, masih terdapat Raphael Maitimo yang bisa menjalankan peran sebagai striker. Pemain yang selama perjalanan kariernya bermain di beberapa posisi tersebut, jelas Haruna, juga bisa menjadi striker.

“Jika memang tidak ada striker asing yang sesuai dengan karakter tim, kita cukupkan untuk berburu striker asing karena nyatanya, Madura United sudah memiliki pemain yang berakarakter striker,” imbuh Haruna. ***

maduraunitedfc.com/Media Officer

Madura United vs Persebaya adalah Penetuan Langkah Selanjutnya

PERTANDINGAN perdana Madura United di  babak penyisihan grup B Piala Gubernur Kaltim (PGK) akan tersaji Sabtu malam, melawan Persebaya Surabaya. Pertandingan tersebut akan menjadi pertemuan kedua kalinya kedua tim di pertandingan babak penyisihan turnamen. Sebelumnya, Persebaya berhasil menang 1-0 atas Madura United saat bertindak sebagai tuan rumah Piala Presiden Grup C.

Berbeda dengan pertandingan di Piala Presiden yang menjadi pertandingan pamungkas kedua tim dalam menjalani babak penyisihan grup, pada pertandingan yang akan tersaji Sabtu malam justru menjadi pertandingan  perdana kedua tim dalam mengawali babak penyisihan  Grup B PGK 2018.

Secara materi, kedua tim memang tidak banyak perbedaan dengan komposisi skuad pada pertandingan Piala Presiden lalu. Justru, Madura United harus kehilangan dua pemainnya, Patrich N’Koyi dan Marcel Sacramento yang pada pertandingan sebelumnya di Stadion Gelora Bung Tomo ikut diturunkan.

Selain dua pemain tersebut, sejatinya juga terdapat pemain yang  harus absen pada  pertemuan kedua kalinya besok, yakni Satria Tama. Kiper yang harus rela gawangnya kebobolan dari kaki  Ferinando Pahabol tersebut  ikut serta dalam pemusatan latihan Timnas.

“Semua pertandingan harus dijalani dengan cara yang sama. Harus berupaya untuk kita menangkan dalam kondisi apapun,” ucap pelatih Gomes Olivera.

Pertandingan yang tersaji di Stadion Batakan Balikpapan, Sabtu malam, diakui Gomes akan sangat penting bagi langkah siapapun untuk  langkah selanjutnya di PGK. Dengan masing-masing grup terdiri dari 4 tim dan hanya  juara dan runner up yang lolos ke babak berikutnya,  diakui Gomes,  pertandingan akan berlangsung lebih keras.

Menghadapi Persebaya, skuad Madura United sendiri memang dimungkinkan tidak akan banyak mengalami perubahan daripada komposisi sebelumnya saat menghadapi Persebaya Surabaya lalu. Bedanya, Lamjed Chehoudi yang dipastikan akan menempati pos yang selama Piala Presiden ditempati Marcel Sacramento atau N’Koyi.

“Kita pastikan akan coba dua pemain baru kita pada pertandingan besok. Kita berharap mereka cepat beradaptasi dengan tim karena Liga 1 jika sesuai dengan rencana, sudah sangat dekat,” urai Gomes, tanpa mau menjelaskan jika dua pemain yang dimaksud, adalah Sasa Kolunija untuk posisi stopper dan Lamjed Chehoudi untuk posisi striker***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Lho, Kok Fachruddin Berangkat dari Palu…!?

ROMBONGAN Pemain Madura United, sebagian besar akan berangkat dari Bandara Juanda,Kamis (22/02) siang pukul 12.00 WIB. Namun, terdapat beberapa pemain yang akan berangkat ke Balikpapan langsung dari daerah mereka masing-masing. Seperti Slamet Nurcahyo dan Engelberd Sani yang akan berangkat dari Yogya.

Khusus Slamet, pemain bernomor punggung 10 tersebut memang sudah bertempat tinggal di Yogyakarta, itu terjadi setelah pemain yang saat ini berstatus bapak 2 orang anak tersebut menikahi perempuan Yogya.  Sementara  Engelberd Sani, pemain bernomor punggung 7 tersebut berangkat dari Yogya, karena selama ini dia masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Yogya.

Menariknya, Fachruddin W. Aryanto, pemain yang juga berasal dai  Yogyakarta tersebut justru menyampaikan akan berangkat dari Palu, Sulawesi. Tempat keberangkatan pemain yang kerap disapa F26 tersebut jauh dari tempat selama ini biasa dia pulang, Yogyakarta.

Usut punya usut, ternyata karena Fachruddin lagi sambangi isterinya di Sulawesi. Isteri pemain yang selama ini kerap dipanggil Timnas Indonesia, sejatinya berasal dari Ponorogo. Namun, tugas sebagai Polwan menjadikan istri Fachruddin harus jauh dari tempat kelahirannya, tepatnya  Palu.

“He ..he…berlibur  sekalian temani isteri Mas. Makanya, saya akan berangkat dari Palu. Kemarin pas libur, langsung ke Palu,” ucap Fachruddin.

Selain Fachruddin, Raphael Maitimo juga dipastikan berangkat  terpisah. Pemain bernomor punggung 9 tersebut, akan berangkat ke Balikpapan langsung dari Bali. Itu terjadi, karena selama libur latihan pasca pemusatan latihan di Pamekasan, Mitimo memang langsung menyampaikan bahwa akan berlibur ke Bali.

Demikian halnya dengan Cristian Gonzales.  Striker Madura United yang saat ini sedan mengikuti pelatihan pelatih sepakbola, juga direncanakan akan langsung berangkat dari Jakarta. Pemain yang saat ini tercatat sudah menyumbangkan 2 gol bagi Madura United di ajang turnamen, akan langsung bergabung pemain lainnya di Balikpapan, Kamis sore.

“Semuanya sudah harus bergabung Kamis ini. Kita rencana akan ada latihan besoknya,” ucap Gomes Olivera, pelatih kepala Madura United. ***

maduraunitedfc.com/Media Officer

Berangkatkan 25 Pemain, 1 Pemain Masih Proses Pendaftaran

MENJALANI pertandingan di Piala Gubernur Kaltim (PGK), Madura United hanya membawa serta 25 pemain. Jumlah rombongan tersebut termasuk Sasa Kalounija dan Lamjed Chehoudi yang masih status trial, dan juga Greg Nwokolo dan Cristian Gonzales yang selama pelaksanaan pemusatan latihan di Pamekasan tidak ikut serta.

Jumlah pemain yang dibawa skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab, minus 3 pemain yang dipanggil dalam pemusatan latihan Timnas, Irsan Lestaluhu, Rifad Marasambessy dan Satria Tama.

“Pemain yang dipanggil Timnas, mereka harus fokus ke program pelatih disana. Jika sudah selesai dan masih ada kesempatan untuk membantu tim ini di Piala Gubernur, mereka harus bergabung kesini,” ucap Gomes Oliviera, pelatih kepala Madura United.

Rencananya, semua personel  Madura United akan bertolak ke Kaltim, Kamis (22/2/2018) dari Bandara Juanda pukul 12.05 WIB dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 260X.  Sementara sebagian pemain yang berangkat  dari daerahnya masing-masing, mereka akan langsung berkumpul di Hotel Grand Cokro, Balikpapan.

Jumlah  pemain yang dibawa serta Madura United ke Balikpapan, jelas Manajer Madura United, Haruna Soemitro sangat mungkin akan bertambah nantinya. Utamanya, untuk pemain asing. “Jika proses pendaftarannya selesai bisa saja ada tambahan pemain asing ke sana. Karena semuanya kan masih trial,” jelas Haruna.

Madura United dijadwalkan akan menjalani pertandingan perdana di Grup B PGK, melawan Persebaya Surabaya di Stadion Batakan, Balikpapan. Pertandingan tersebut sebagaimana rilis jadwal dari Panitia, akan digelar pada jam kedua  atau pukul 20.30 WITA (19.30 WIB).

 

Tim ke Balikpapan :

Hery Prasetyo (PG), Angga Saputro (PG), Rafid (PG).

Fabiano Beltrame, Munhar, Andik Rendika Rama, Beny Wahyudi, Guntur Ariadi, Lucky Wahyu.

Nuruddin Davronov, Rizky Dwi, Bayu Gatra, Imam Bagus, Cristian Gonzales, Lamjed Chehoudi, Sasa Kolunija, Facruddin W Aryanto, Al Fath Fathier, Rafael Maitimo, Asep Berlian, Slamet Nurcahyo, Engelbert Sani, Tanjung Sugiarto, Greg Nwokolo, OK Jhon.  ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Emosi Batakan, Semangat Bagi Bayu Gatra

MADURA UNITED akan menjalani seluruh pertandingan babak penyisihan grup Piala Gubernur Kaltim di Stadion Batakan, Balikpapan. Stadion tersebut, diakui Bayu Gatra memiliki kenangan emosional  sebagai pemain Madura United. Utamanya, pada pelaksnaan Liga 1 tahun lalu.

Menurut pemain yang saat ini menggunakan nokor punggung 23 tersebut, pada pertandingan melawan Persiba Balikpapan di Stadion Batakan adalah pertandingan yang sangat berkenang. Sebab,  kemenangan yang diraihnya pada pertandingan tersebut menjadikan Madura United kembali masuk dalam bursa pertarungan tim papan atas Liga 1 tahun lalu.

“Saya masih ingat pada pertandingan itu. Kita hampir menyelesaikan pertandingan dengan hasil imbang, tetapi alhamdulillah bisa menang setelah Greg mencetak gol,” ucap Bayu.

Stadion Batakan sendiri, ungkap Bayu Gatra termasuk  salah satu stadion terbaik di Indonesia. Bahkan, kedekatan antara pemain dengan suporter bisa terjalin dengan baik berkat kontruksi bangunan .

“Kita akan main lagi di Batakan, semoga meraih hasil yang terbaik bagi tim ini. Kami punya semangat untuk selalu menang hingga akhir pertandingan jika ingat pada tahun lalu di Batakan,” imbuh Bayu.

PGK Kaltim sendiri, diaki Bayu Gatra adalah PGK kedua kalinya bagi dirinya. Bedanya, pada PGK pertama, Bayu Gatra membela Sriwijaya FC yang kala itu juga masuk ke babak semifinal. Bahkan, pada pertandingan babak penyisihan, Sriwijaya juga tergabung di grup C bersama-sama dengan Madura United yang bertanding di Stadion Aji Imbut, Tenggarong.

“Suananya berbeda dari PGK pertama. Saya waktu itu juga bersama dengan Fachruddin di Sriwijaya. Sekarang, saya bersama Fachruddin di Madura United. Waktu itu, Maitimo dan Gonzales kalau tidak salah di Arema. Biasalah ini kan dunia profesional,  pernah satu tim dan pernah jadi lawan,” pungkas pemain asal Jember tersebut.***

maduraunitedfc.com/Media Officer

Opsi Posisi Madura United Untuk Pemain Asing

HINGGA kini, skuad Madura United masih belum melengkapi komposisi pemain asingnya menjadi empat pemain. Baru dua slot yang sudah pasti terisi, Fabiano Beltrame dan Nuriddin ‘Noura’ Davronov. Sementara dua slot lainnya, hingga kini masih lowong. Sejatinya, terdapat beberapa pemain yang sudah ikut seleksi di skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab, namun, hingga kini para pemain yang datang untuk mencoba peruntungan belum satupun yang dinyatakan resmi dikontrak, karena masih masa trial.

Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi menyampaikan bahwa untuk dua slot pemain asing tersisa, Madura United masih terus berupaya mencari sosok yang terbaik dan sesuai dengan karakter tim. Namun demikian, dari sisi posisi main, AQ, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa opsi posisi main adalah stoper dan striker.

“Kalau secara kebutuhan dengan statistik tim selama masa persiapan, kebutuhan utamanya adalah pemain di posisi Stoper dan Striker. Itupun juga karena ada banyak pertimbangan pada perjalanan Liga 1 nanti,” ulas AQ.

Berbagai pertimbangan tersebut, jelas AQ memang tidak bisa dipungkiri karena kompetisi Liga 1 yang akan berlangsung selama 10 bulan dipastikan akan berhadapan dengan berbagai dinamika.

“Kemungkinan pemain dipanggil timnas, kemungkinan pemain harus rehat dalam satu atau dua pertandingan dan pertimbangan lainnya karena secara teknis pemain off day, menjadikan Madura United butuh pemain asing di dua posisi tersebut,” imbuh AQ.

Posisi Stoper, Madura United saat ini memiliki Fachruddin W Aryanto, Fabiano Beltrame dan Munhar. Dari ketiga pemain tersebut, sebagaimana disampaikan Syamsul Arifin, salah satu analis pertandingan sepakbola Pamekasan, Fachruddin dimungkinkan akan sering absen membela Madura United untuk kepentingan Timnas Indonesia.

“Untuk pemain berposisi stoper juga sangat rawan sering mendapatkan kartu kuning, atau bahkan kartu merah, selain kemungkinan cedera. Jika salah satu dari Munhar dan Fabiano tidak bisa bermain, sementara Fachruddin dipanggil Timnas, itu penting dijadikan pertimbangan,” ungkap Syamsul, yang juga menjadi salah satu dosen ilmu komunikasi di Pamekasan.

Secara komposisi, skuad Madura United saat ini memang lebih banyak memiliki pemain di posisi gelandang. Mulai dari OK John, Raphael Maitimo, Nuriddin Davronov, Slamet Nurcahyo, Asep Berlian, Guntur Ariyadi, hingga Irsan Lestaluhu.

Sementara untuk posisi striker, saat ini hanya terdapat Engelberd Sani, Bayu Gatra Sanggiawan, Crisitian Gozales, Greg Nwokolo dan Imam Bagus. Itu terjadi, setelah N’Koyi dan Marcel Sacramento sulit beradapatasi dengan baik di Madura United dan juga Peter Odemwingie yang lebih memilih menempuh proses hukum untuk tidak bersama dengan Madura United.  ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Tak Ada Target Juara di PGK, Hasil Akhir Ada di Tangan Tuhan

KEIKUTSERTAAN Madura United dalam Turnamen Piala Gubernur Kaltim, kembali tanpa dibebani target. Meski pada edisi pertama mampu masuk final, skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut, sebagaimana disampaikan Presiden Klub Madura United harus berangkat tanpa beban. “Kami tidak memasang target bagi para pemain harus juara, tidak. Mereka cuma kami minta agar bermain dengan kerja keras, bermain bagus dan indah, soal akhir ada di tangan Tuhan,” ungkap Achsanul Qosasi, Presiden Klub Madura United FC.

Diakuinya, target harus juara atau harus masuk final, dalam keikutsertaan Turnamen,  sengaja tidak dibebankan pada timnya, karena sejatinya, jelas AQ, mereka adalah tim yang dipersiapkan untuk menjalani Liga 1 musim ini yang persaingannya akan terasa sangat ketat.

Lebih lanjut, jelas AQ, komposisi skuad Madura United, utamanya pemain asing sebagian masih ada yang berstatus seleksi, “Prestasi lalu di PGK jangan sampai jadi beban, itu pesan saya,” imbuh AQ.

Satu pemain asing seleksi, Sasa Kolunija direncanakan akan diikutsertakan dalam rombongan PGK. Selain itu, jika sesuai dengan rencana, Cicero Semedo   juga akan langsung bergabung  ke Balikpapan bersama skuad Madura United lainnya.

Namun, khusus untuk Cicero Semedo, meski tiket keberangkatan ke Indonesia sudah dibelikan, Manajer Haruna Soemitor mengabarkan bahwa kemungkinan datang masih belum fiks seratus persen setelah  orang tua Semedo sakit.

“Masih terus komunikasi. Kalau kesepakatan sudah ada, tetapi kemarin dia mengabarkan sementara akan fokus ke orang tuanya dulu karena sakit,” ulas Haruna.

Madura United sendiri, jelas Haruna memang masih membutuhkan sosok pemain asing untuk posisi striker. Namun demikian, jika memang pemain berposisi striker yang sesuai dengan karakter Madura United tidak bisa dipenuhi,  komposisi saat ini akan dicukupkan dengan penambahan stoper dan gelandang. ***

maduraunitedfc.com/Media Officer

Dua Kali Madura United akan Bertanding pada Sore Hari

PELAKSANAAN Piala Gubernur Kaltim (PGK) final akan mulai kick off sejak 23 Februari mendatang. Dari 8 tim peserta,  Madura United tergabung dalam Grup B yang  terdiri dari Persebaya, Sriwijaya dan Persiba Balikpapan. Berdasar rilis jadwal yang disampaikan panitia pelaksana, Madura United akan menjalani pertandingan perdana melawan Persebaya Surabaya pada 24 Februari mendatang.

Pertandingan tersebut dijadwalkan akan digelar jam kedua atau tepatnya pada pukul 20.30 WITA atau 19.30 WIB.  Dua pertandingan berikutnya akan dijalani Madura United dengan jeda waktu masing-masing satu hari saja, yakni 26  menghadapi Sriwijaya FC dan 28 Februari menghadapi Persiba Balikpapan. Kedua pertandingan tersebut akan kick off pukul 16.30 WITA atau pukul 15.30 WIB.

Akan menjalani dua pertandingan di sore hari, menurut Gomes Oliviera justru bagus bagi timnya karena pertandingan di PGK nanti, menurut Gomes lebih ditujukan untuk melihat perkembangan timnya sebelum terjun di Liga 1 nanti.

“Sangat bagus dengan jadwal padat seperti itu. Bagus untuk melihat perkembangan performa masing-masing pemain dan tim ini. Apalagi, dua pertandingan akan dijalani sore hari,” ucap Gomes.

Diakuinya, pada kompetisi Liga 1, akan terdapat beberapa pertandingan yang akan dijalani pada sore hari. Kondisi tersebut, diakuinya sangat pas untuk melihat adaptasi para pemain baru Madura United dalam menyesuaikan dengan kondisi cuaca di Indonesia.

Selama  menjalani babak penyisihan di Grup B PGK nanti, skuad Madura United akan menginap di Balikpapan. Mereka, direncanakan akan bertolak dari Mess Pemain ke Balikpapan pada 22 Februari mendatang.

Namun, tidak semua pemain akan langsung berangkat dari Bandara Juanda, mereka, sebagaimana disampaikan Gomes, sebagian akan berangkat langsung dari rumahnya dan akan langsung bertemu di Balikpapan.

“Usai latihan di Pamekasan, para pemain oleh Presiden Klub diizinkan pulang ke rumahnya masing-masing dan langsung berkumpul kembali di Balikpapan. Itu bagus bagi para pemain, sehingga mereka bisa bertemu dengan keluarganya masing-masing setelah lama tidak berkumpul sejak Piala Suramadu lalu,” pungkas Gomes. ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Masih Belum Adaptasi dengan Cuaca Indonesia

DUA pemain asing yang menjalani seleksi di Madura United, Lamjed Chehoudi dan Sasa Kolunija kemarin sore hanya bisa bermain selama 30 menit saat menjalani  pertandingan melawan Mojokerto Putra. Keduanya, diungkapkan Gomes Olivera, pelatih kepala Madura United, masih belum bisa beradaptasi dengan kondisi cuaca di Indonesia.

“Mereka masih mengalami kendala untuk beradaptasi dengan cuaca disini. Semoga bisa secepatnya menyesuaikan dengan kondisi cuaca disini,” ucap pelatih asal Brasil tersebut.

Harapan agar segera bisa beradaptasi dengan cuaca Indonesia, diakui Gomes karena kondisi cuaca di Indonesia sangat dinamis saat bermain di daerah lain. “Bisa sangat panas lebih panas daripada disini, seperti ketika main sore di Bali atau main sore di Kalimantan. Kita akan diskusikan dengan manajemen tentang hal ini,” imbuh Gomes.

Tidak tampilnya full time pada pertandingan ujicoba kemarin, diakui Gomes pihaknya masih belum bisa memberikan penilaian secara menyeluruh terhadap adaptasinya dengan permainan Madura United. Atas kondisi tersebut, Gomes enggan menggaransi bahwa keduanya akan ikut serta dalam turnamen Pialal Gubernur Kaltim mendatang.

“Soal itu, tentunya harus diputuskan bersama dengan Manajemen klub. Kami belum bisa menggaransi bahwa akan dibawa ke PGK,” urai pelatih yang sudah menangani Madura United untuk tahun ke-3.

Pada ujicoba kemarin, Sasa Kolunija berhasil mencetak satu gol melalui sundulan kepala. Memanfaatkan tinggi badan yang menjulang, Sasa berhasil menyundul bola umpan Slamet Nurcahyo dengan mudah untuk mengelabui kiper PSMP.

Satu gol Madura United lainnya pada pertandingan kemarin, dicetak olh Imam Bagus. Pemain asal Bangkalan tersebut kembali menjadi pencetak gol dalam laga ujicoba Madura United. “Secara pribadi saya sangat bersyukur mulai serin mencetak gol di berbagai latihan dan ujiocba. Ada motivasi tersendiri saat saya membela tim tanah kelahiran. Saya akan terus berusaha untuk bisa memberikan yang terbaik bagi tim ini,” ucap pemain yang pernah memperkuat PSS Sleman tersebut. ***

maduraunitedfc.com/Media Officer


© 2017 Madura United FC
Switch to desktop version