Minggu, 24 September 2017

Author Archives: adminMaduraFC


Fakta-Fakta Apa dari Kemenangan Madura United atas Sriwijaya FC?

ADA beberapa fakta setelah Madura United sukses menggulung Sriwijaya FC 3-0, Jumat (22/09) malam di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP), Pamekasan, dalam laga ke-25 Liga 1 Go-Jek Traveloka. Fakta-fakta tersebut adalah sebagai berikut ; bahwa (1). Greg Nwokolo mampu mencetak dua gol. Itu adalah dwigol Greg di Liga 1 musim ini. Menariknya dwigol Greg dicetak terhadap tim asal Sumatera, yakni ketika Madura United vs Semen Padang (di Bangkalan) dan terakhir saat lawan Sriwijaya FC (di SGRP).

Berikutnya ; (2). Engelberd Sani menjadi pencetak gol ke-3 kemenangan Madura United atas Sriwijaya FC, sekaligus menjadi gol pertamanya pada musim ini. (3). Kemenangan atas Sriwijaya FC adalah kemenangan 3 kali beruntun Madura United sementara bagi Sriwijaya FC adalah kekalahan 4 kali beruntun.

Kemudian, (4). Dari 5 kali pertemuan kedua tim, komposisinya menjadi imbang. Madura United 2 kali menang, Sriwijaya FC 2 kali menang dan 1 pertandingan berakhir imbang. (5). Hasil pertandingan tadi malam juga memupus hantu tim asal Sumatera yang pada tahun lalu sangat dominan. (6). Hat-trick kemenangan Madura United justru tersaji saat Peter Odemwingie absen

Jumat malam itu, Madura United sukses melanjutkan tren positif saat menjamu Sriwijaya FC di SGRP. Kemenangan ini melanjutkan tren positif Madura United yang berhasil menang di dua laga sebelumnya. Serta memperkecil jarak poin dari beberapa tim di papan atas klasemen sementara.

Gol-gol yang tercipta dalam laga itu dicetak oleh striker naturalisasi asal Negeria, Greg Nwokolo. Ia mencetak dua gol ke gawang Sriwijaya FC. Sedangkan satu gol lainnya dicetak Engelberd Sani. Atas kemenangan ini, Madura United berhak atas tiga poin namun belum bisa beranjak dari posisi lima klasemen sementara Liga 1 karena masih kalah perolehan poin dari empat klub di atasnya.  ***

maduraunitedfc.com/Media Officer

Sempurna, Madura United Gasak Sriwijaya FC 3-0

KENDATI tampil tanpa dua strikernya, Madura United tetap tampil trengginas dengan mengalahkan sepuluh pemain Sriwijaya FC 3-0 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP), Jumat (22/09) malam WIB, pada pekan ke-25 Liga 1 2017. Kemenangan ini tetap menjaga asa Madura United menjadi juara Liga 1. Namun kemenangan belum mengubah posisi mereka di peringkat lima klasemen dengan nilai 45. Sedangkan Sriwijaya FC memperpanjang daftar kekalahan menjadi empat laga berturut-turut, dan menduduki peringkat 13 dengan nilai 28.

Babak Pertama

Duel antara Madura United dan Sriwijaya FC sudah berlangsung sengit sejak wasit meniupkan peluit kick-off. Kedua tim memeragakan permainan agresif agar bisa mengungguli lawannya masing-masing.

Sriwijaya FC lebih dulu mengancam tuan rumah ketika laga baru berjalan tujuh menit. Umpan silang M Nur Iskandar dilanjutkan Alberto ‘Beto’ Goncalves, tapi kandas berkat penyelamatan gemilang kiper Angga Saputra.

Setelah Greg Nwokolo membuang peluang Madura United, Sriwijaya FC kembali mendapatkan peluang melalui Hilton Moreira di menit ke-17. Angga tampil menjadi penyelamat untuk kedua kalinya dengan mementahkan kans miliki Hilton.

Pendukung tuan rumah bersorak kegirangan pada menit ke-38 setelah tim kesayangannya membuka keunggulan. Lewat serangan balik cepat, Bayu Gatra menusuk dari sisi kanan, dan melepaskan umpan silang kepada Greg yang selanjutnya menaklukkan penjaga gawang Teja Paku Alam.

Di waktu tersisa, Sriwijaya FC berusaha mengejar ketertinggalan, namun upaya mereka menemui jalan buntu berkat pertahanan Madura United yang tampil lebih bagus dibandingkan sebelumnya. Skor 1-0 akhirnya menutup babak pertama.

Babak Kedua

Madura United tetap memeragakan permainan agresif di babak kedua untuk menggandakan keunggulan. Peluang sudah diperoleh ketika laga baru berjalan beberapa detik, namun sepakan Greg dapat ditepis Teja.

Namun selang satu menit kemudian, Teja gagal mencegah Greg mencetak gol. Menerima bola dari sepak pojok, Engelberd Sani melanjutkannya dengan umpan ke tiang jauh, dan disambut tandukan Greg untuk menjebol gawang Sriwijaya FC.

Sukses menggandakan keunggulan ini melecut motivasi pemain Madura United. Tuan rumah makin meninggalkan Sriwijaya FC dengan skor 3-0 di menit ke-56. Bola muntah yang terkena kaki Rudolof Yanto Basna disambar Engelberd, sehingga menghujam ke dalam gawang Teja.

Upaya Sriwijaya FC untuk memperkecil ketertinggalan menjadi berat setelah mereka terpaksa bermain dengan sepuluh orang, menyusul kartu merah yang diterima Dominggus Fakdawer akibat ulah tak sportifnya kepada Dane Milovanovic di menit ke-66.

Unggul jumlah pemain coba dimanfaatkan Madura United untuk memperbesar keunggulan. Kendati demikian, upaya Laskar Sape Kerrab tetap tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang ditiupkan wasit.

Susunan Pemain :

Madura United: Angga Saputra; Andik Rendika Rama, Rendi Siregar (Eriyanto 87′), Fachruddin Wahyudi, Fabiano Beltrame, Dane Milovanovic (Fandi 84′), Asep Berlian, Slamet Nurcahyono, Engelberd Sani (Saldi 80′), Bayu Gatra, Greg Nwokolo.
Cadangan: Hery Prasetyo; Eriyanto, Rizky Dwi Febrianto, Aidun Sastra Utami, Fandi Eko Utomo, Saldi, Tanjung Sugiarto.

Pelatih: Gomes de Oliviera

Sriwijaya FC: Teja Paku Alam; Rudolof Yanto Basna, Bio Paulin (Gilang 46′), Dominggus Fakdawer, Marckho Sandy Merauje, Ichsan Kurniawan (Rizsky 75′), Yoo Hyun Koo, Tijani Belaid, M Nur Iskandar, Hilton Moreira, Alberto Goncalves (Yohanis 77′).
Cadangan: Sandy Firmansyah; Achmad Faris, Gilang Ginarsa, Manda Cingi, Yohanis Nabar, Hafit Ibrahim, Rizsky Dwi Ramadhana.

Pelatih: Hartono Ruslan  ***

 

goal.com  |  maduraunitedfc.com

Achsanul Qosasi :
Sriwijaya FC Sangat Bisa Dikalahkan

KEBERHASILAN mengalahkan PS TNI kemarin di Stadion Pakansari Bogor membuat pemilik Madura United Achsanul Qosasi optimistis Laskar Sape Kerrab akan meraih hasil memuaskan saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP), Pamekasan, Jumat (22/09) malam WIB. Madura United mampu menaklukkan PS TNI dengan skor 3-2 dengan sepuluh pemain menyusul kartu merah yang diterima Guntur Ariyadi. Achsanul berharap pemain melanjutkan tren positif ini saat bermain di kandang.

“Saya ucapkan terima kasih [atas kemenangan melawan PS TNI] Saya minta kepada kalian untuk fokus melawan Sriwijaya. Sriwijaya sangat bisa kalian kalahkan di kandang,” ujar AQ, sapaan Achsanul, kepada pemain dilansir Madura United TV.

“Saya minta kepada kalian untuk ngotot saja melawan Sriwijaya FC, terus [menyerang] tidak ada berhenti. Gol pasti dikasih oleh Tuhan. Tapi kalau kalian tidak ngotot, tidak ada peluang, jangan berharap gol itu akan ada.”

Sementara itu, pelatih Gomes de Oliviera akan menyiasati kebugaran pemain, mengingat jarak waktu pertandingan cukup mepet. Gomes pun tidak memberikan kesempatan pemain libur demi mendapatkan tiga poin di hadapan pendukung sendiri.

“Kami tidak punya waktu untuk bersantai. Harus segera fokus menghadapi pertandingan melawan Sriwijaya FC, apalagi berstatus sebagai tuan rumah. Waktu yang sangat mepet antarpertandingan harus dimanfaatkan dengan baik,” kata Gomes.  ***

 

goal.com  |  maduraunitedfc.com

Ada Apa dengan Kelima Orang Ini…!?

LAGA Madura United melawan PS TNI pada pertandingan kemarin lusa, masih menyisakan banak cerita bagi para pemain Madura United. Cerita tersebut tentunya karena Madura United bisa mengungguli PS TNI saat komposisi pemain mereka hanya tersisa 10 orang. Apa saja cerita tentang pemain yang  perlu anda ketahui?

Pertama

Angga Saputra. Kiper yang turun sejak menit pada laga tersebut  tercatat sebagai Anggota TNI di kesatuan Propam. Meski harus menghadapi tim yang dibentuk oleh kesatuannya, eks kiper PON Jatim tersebut ternyata menunjukkan profesionalisme dan berhasil mengawal gawang Madura United dengan 4 penyelematan penting.

Cecep, nama panggilannya mengaku bahwa tugas utamanya  pada pertandingan  saat melawan PS TNI adalah menjungjung klub yang sedang dibelanya. Menurutnya, kemenangan yang berhasil diraih oleh timnya adalah hasil kerjasama seluruh elemen tim.

“Saya berterimakasih secara khusus pada Cak Heri (Herri Prasetyo) yang terus memberikan dukungan moral bahwa saya bisa bertugas dengan baik,” ungkap Cecep.

Cecep harus bekerja keras pada pertandingan  melawan PS TNI. Dua kali perawatan di lapangan  harus dijalani oleh Cecep. Tak hanya itu, usai pertandingan Cecep bahkan harus dipapah untuk keluar lapangan karena pada menit-menit akhir mengalami benturan tulang kering.

Kedua

Fachruddin W. Aryanto, bek bernomor punggung 26 ditunjuk sebagai kapten tim menggantikan Fabiano Beltrame yang absen karena akumulasi kartu kuning. Penunjukan Fachruddin sebagai kapten tim pada laga tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Klub Achsanul Qosasi.

Pemain yang kerap disapa F26 tersebut mengaku terkejut dan sedikit grogi saat ditunjuk sebagai kapten tim. Diakuinya, dirinya menjadi sungkan karena terdapat banyak pemain yang lebih senior darinya. “Sempat grogi, tetapi teman-teman terus memberikan dukungan bahwa saya bisa. Saat sudah pertandingan berjalan, akhirnya biasa juga,” ucap pemain yang menjadi langganan Timnas Indonesia.

Pada pertandingan melawan PS TNI, Fachruddin ikut terlibat dalam skenario lahirnya gol ketiga Madura United. Kontrol bola melalui sundulan kepalanya, bisa diarahkan secara pas pada posisi Dane Milovanovic yang langsung diarahkan ke gawang tanpa control. Hal itu, jelas Fachruddin karena memang sudah ada perbincangan rencana permainan sebelumnya sehingga berjalan dengan mudah.

Sayangnya, pada kepemimpinan sebagai kapten tim, Fachruddin harus kehilangan satu pemainnya Guntur Ariyadi, karena kartu merah.  Ketegangan yang sempat melanda timnya karena harus kehilangan satu pemain,  ternyata bisa dilalui dengan lebih baik. Hal itu, jelas Fachruddin karena pemain dalam timnya satu tujuan, harus bisa memenangi pertandingan.

Ketiga

Haruna Soemitro, Manajer Madura United untuk pertamakalinya diusir dari bench pemain. Pengusiran  yang tanpa dilakukan peringatan terlebih dahulu dengan mengeluarkan kartu, sempat ditolak oleh Haruna.

“Bagaimana mungkin saya disuruh keluar bench tanpa ada kartu pada saya. Tugas dan kehadiran saya di bench adalah untuk mengadvokasi pemain kami dari intervensi pengadil lapangan,” tegas  Haruna.

Manajer Haruna juga sempat menolak keluar dari bench lapangan, karena saat wasit memberikan intruksi harus keluar dari bench, petugas keamanan langsung bertindak dengan memasuki bench. Tindakan tersebut,  diakui  Haruna seharusnya tidak perlu dilakukan karena yang bertugas melakukan perintah adalah Perangkat pertandingan yang terdiri dari wasit, match comisioner pertandingan dan LGC.

Keempat

Munhar, untuk pertamakalinya bek bernomor punggung 5 ikut serta mencetak gol bagi Madura United. Gol tersebut diakui Munhar sangat special baginya setelah sekian lama tidak mencetak gol. “Wah, ini gol pertama saya ya. Bahagia karena saya bisa mencetak gol dan ikut membawa tim ini menang,” ucap pemain yang pernah membela Arema Fc.

Gol yang dicetak Munhar kemarin adalah gol perdananya sejak berbaju Madura United tahun lalu. Sejatinya, Munhar pernah tercatat  pencetak gol tahun lalu kala menghadapi mitra Kukar di Tenggarong. Namun, karena gol tersebut lahir ditendang oleh dua pemain sekaligus bersama dengan Patrich Wanggai, gol tercatat sebagai golnya Patrich Wanggai.

Kejadian serupa juga terjadi pada saat menghadapi Mitra Kukar di Liga 1 tahun ini beberapa waktu lalu. Satu-satunya gol yang tercatat sebagai gol Greg Nwokolo  juga berasal dari heading Munhar yang sudah lurus dengan garis lapangan. Greg Nwokolo akhirnya menyudahinya dengan mendorong ke gawang Mitra Kukar dengan kepalanya.

Kelima

Dane Milovanovic, pemain bernomor punggung 13 tersebut kembali mencetak gol dan kembali berselebrasi Batman Face setelah sekian lama tidak tersaji di lapangan pertandingan Madura United. Gol Dane makin special karena gol tersebut menjadi penentu kemenangan Madura United atas PS TNI.

“Saya kembali pada tim ini dan saya bisa mencetak gol. Sulit saya menggambarkan situasi yang saya alami, saya sangat emosional,” ucap Dane.

Dane sendiri, dalam dua  pertandingan sejak bergabung kembali dengan Madura United masih belum dimainkan  full time.  Selama dua pertandingan yang dijalani, Dane selalu masuk di babak kedua.  ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Himpun Energi untuk Hadapi Sriwijaya FC

USAI menaklukkan PS TNI di kandangnya, Madura United dijadwalkan akan menghadapi Sriwijaya Fc pada Jumat, 22 September mendatang di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan.  Menghadapi pertandingan tersebut, Madura United harus mempersiapkan sedari dini dan  meningkatkan sumber energy dengan maksimal.

Hanya kemenangan yang bisa menjadikan Madura United bisa tetap dalam trek untuk bisa menggapai target yang dicanangkan sebagai tim papan atas. Kegagalan mendapatkan poin penuh, berarti akan menjadikan Madura United harus berjibaku  lebih keras pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Kami harus mempersiapkan dengan baik untuk pertandingan selanjutnya. Energi positif yang ada harus terus dipertahankan meski harus selalu menjalani pertandingan dengan kehilangan pemain,” ungkap Gomes Olivera, pelatih kepala Madura United.

Selama putaran kedua, Madura United memang harus selalu kehilangan pemain kuncinya. Dua pertandingan terkahir, Madura United harus kehilangan Peter Oodimwingie dan Greg Nwokolo. Demikian juga pada laga berikutnya saat menghadapi PS TNI, Madura United harus kehilangan Fabiano Beltrame dan Peter Odimwingie.

Pada saat menjamu Sriwijaya nanti, Madura United bahkan terancam kehilangan  3 pemain sekaligus. Yakni, Guntur Ariyadi yang mendapatkan kartu merah langsung pada saat menjamu PS TNI, Munhar yang tercatat harus menjalani akumulasi kartu kuning kedua setelah  mendapatkan  5 kartu kuning dan terkahir Tiago Fortuaso yang juga tercatat mendapatkan 3 kartu kuning.

Namun, khusus Tiago, sebagaimana disampaikan Haruna Soemitro, pihaknya masih  harus mengkonfirmasi ke PT LIB karena selama berbaku Madura United, Tiago baru mendapatkan dua kartu kuning dan satu kartu kuning lainnya didapatkan Tiago saat bermain bersama Bhayangkara Fc di putaran pertama lalu.

Menghimpun energy positif saat hadapi Sriwijaya Fc, diakui   Presiden Madura United sangat penting, karena dalam sejarah pertemuan sejak Madura United dibentuk tahun lalu, Sriwijaya Fc adalah tim yang sangat superior atas Madura United. Dari 4 pertemuan sebelumnya, Madura United hanya berhasil  memenangi 1 pertandingan di ajang Piala Gubernur Kaltim dan  dua pertandingan dimenangkan Sriwijaya dengan 5-0 dan 5-2, satu pertandingan lainnya berakhir imbang 0-0.

“Menghadapi Sriwijaya harus menanamkan semangat bahwa kita harus menang. Tanamkan semangat tersebut diotak kecil sebagai doa,” ucap Presiden Klub madura United, Achsanul Qosasi.(***)

Ini Penjelasan Haruna Soemitro yang Diusir Wasit Saat Madura United vs PS TNI

MANAJER Madura United, Haruna Soemitro menjelaskan alasan memprotes wasit pertandingan kala timnya duel dengam PS TNI di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (18/09/2017) malam. Dikatakan, dirinya terpaksa melakukan protes terhadap wasit asing itu lantaran lambat dalam memberikan keputusan saat Guntur Ariyadi mendapatkan kartu merah setelah menerima kartu kuning kedua.

“Bahasa saya kemampuan wasit diragukan dalam memberikan contoh yang bagus untuk pertandingan. Salah satu yang saya lihat adalah lamanya memberikan keputusan ketika pelanggaran harus kartu merah, mestinya kalau kartu merah dua-duanya kartu merah. Penyebab Guntur melakukan pelanggaran itu ya karena ditekling dengan dua kaki,” jelasnya, Selasa (19/09/2017).

Dalam laga itu, Guntur Ariyadi dilanggar dengan cara ditekling dua kaki saat membawa bola oleh pemain PS TNI Erwin Ramdani. Tetapi, ada gerakan dari Guntur Ariyadi dengan menginjak pemain PS TNI tersebut. Hal itulah yang dianggap melakukan pelanggaran dan berbuah kartu merah. Tetapi, pemain PS TNI yang melakukan pelanggaran lebih awal tersebut lolos dari kartu.

Akibat peristiwa itu, Manajer Madura United langsung melakukan protes terhadap wasit lantaran dianggap hanya merugikan timnya. Wasit yang memimpin pertandingan tidak kunjung mengeluarkan keputusan karena harus konsultasi terlebih dahulu dengan asisten wasit.

 “Kedua adalah faktor menyuruh saya keluar, lazimnya dalam rule of the game dia mestinya ngasih kartu sama saya atau ngasih peringatan. Tidak tiba-tiba dia mengusir saya dari bench, tanpa ada sebab,” tegasnya.

“Penyebab saya protes itu karena saya ingin bertanya kepada wasit cadangan, apa yang kamu kasih saran kepada wasit, apa yang kamu berikan informasi kepada wasit, kenapa kamu berikan informasi yang seperti itu, sementara wasit sendiri tidak memberikan keputusan apa-apa. Karena itu saya protes seperti itu, kok malah saya yang dikeluarkan,” tambahnya.

TIDAK MERASA SALAH

Menurutnya, dirinya tidak melakukan kesalahan apa-apa pada pertandingan pekan ke 24 tersebut. Sebab, protes itu merupakan tugas dari sang manajer sepakbola apabila ditemukan sesuatu yang tidak memuaskan.

“Tugas saya di bench ya seperti itu, itu adalah bagian dari tugas manajer untuk mengadvokasi, melakukan perlindungan kepada pemain, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Dia cukup menerangkan, menjelaskan kepada kita dengan cara komunikasi,” katanya menjelaskan.

Pada pertandingan itu, Madura United berhasil memenangi pertandingan dengan skor 3-2. Tiga gol ini diciptakan oleh Bayu Gatra Sanggiawan, Munhar dan Dane Milovanovic. Kemenangan ini memperlebar jarak dengan Persija Jakarta dengan torehan 42 poin dan Persija 39 poin.

“Terkait dengan saya dikeluarkan dari bench, saya katakan itu adalah ketikdakmampuan dari penyelenggara pertandingan. Petugas pertandingan waktu itu yang tidak kapabel dalam mengambil keputusan,” pungkasnya.  ***

 

portalmadura.com  |  maduraunitedfc.com

Laskar Sape Kerrab Ongghu…

ASA mendapatkan poin penuh di laga tandang akhirnya kembali bisa dikantongi skuad Laskar Sape Kerrab. Itu terjadi, Madura United yang bermain dengan 10 pemain sejak menit 56 membekuk tuan rumah PS TNI dengan skor 3-2 di Stadion Pakansari Bogor.

Hasil tersebut memang tidak bisa mengerek posisi Madura United dari peringkat 5 klasemen sementara. Namun, hasil dari pertandingan tadi malam,  menjadikan Madura United masih menjaga asa untuk tetap berburu posisi di papan atas Liga Go-Jek Traveloka. Gap poin masih terjaga dengan Persipura, PSM, Bali United dan juga atas Bhayangkara FC yang berada di Puncak Klasemen.

“Kita harus bersyukur pada pertandingan kali ini bisa mendapatkan poin penuh. Luar biasa kalian bisa melepaskan diri dari kerasnya tekanan selama jalannya pertandingan,” puji Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi kepada para pemain usai pertandingan tadi malam.

Madura United yang sudah leading dengan skor 2-0, mulai mendapatkan tekanan dari tuan rumah dengan permainan keras.  Seringkali terjadi tackling keras dari pemain PS TNI. Tak heran, tim berjuluk The Army tersebut pada pertandingan tadi malam mengantongi sebanyak 5 kartu kuning.

Kepemimpinan wasit yang kurang tegas dan keputusan yang kontroversi juga menjadi salah satu tekanan bagi skuad Laskar Sape Kerrab.  Puncaknya, menit 56 Guntur Ariyadi harus keluar lapangan karena mendapatkan kartu merah langsung.

Tak hanya Gintur, Manajer Haruna Soemitro juga dikeluarkan dari bench ofisial di pinggir lapangan. Harus bermain dengan 10 pemain saja, dan tanpa didampingi Manajer, nyatanya naluri juang Laskar Sape Kerrab tidak kendur. Dane Milovanovic langsung memberikan say hello dari come backnya di sepakbola Indonesia. Pemain bernomor punggung 13 tersebut berhasil cetak 1 gol sekaligus sebagai gol terakhir pada pertandingan malam. Sepakan pemain plontos tersebut kembali menjadikan Madura United unggul atas PS TNI dengan skor 3-2.

“Semua pihak di tim ini bekerja keras dan saling dukung untuk setiap pertadingan. Pemain bekerja sama dan sangat solid, suporter juga  sangat semangat untuk memberikan dukungan pada pertandingan tadi,” ucap Gomes Oliviera.

Diakui Gomes, melihat tekanan yang didapatkan di lapangan pertandingan tadi malam, ketegangan sangat  dirasakan para pemain di lapangan, maupun pemain dan ofisial yang berada di bench.

“Melepaskan diri dari tekanan seperti pada pertandingan kali ini, harus bisa dipertahankan hingga akhir kompetisi nanti. Capaian dua pertandingan ini, menyiratkan optimisme kembali. Kalian telah bangkit,” pungkas AQ.  ***

maduraunitedfc.com/Media Officer

Madura United Langsung Bersiap Hadapi Sriwijaya FC

USAI pertandingan tadi malam melawan PS TNI, rombongan pemain Madura United langsung bertolak ke Madura hari ini. Mereka, sebagaimana disampaikan Pelatih Gomes Oliviera tidak akan mendapatkan jatah libur dan harus langsung berkonsetrasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Sriwijaya FC.

“Kita tidak punya waktu untuk bersantai. Harus segera focus menghadapi pertandingan melawan Sriwijaya FC apalagi berstatus sebagai tuan rumah,” ungkap Gomes.

Pasca pertandingan tadi malam yang berakhir dengan skor 2-3 untuk Madura United, Laskar Sape Kerrab —  julukan Madura United — langsung memang harus segera mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan pekan 25 melawan Sriwijaya FC yang akan tersaji pada 24 September mendatang.

Pertandingan melawan Sriwijaya FC nanti, akan menjadi pertandingan kandang terakhir Madura United di bulan September ini untuk kemudian Fabiano dan kawan-kawan akan menjalani lawatan panjang menghadapi Persegres Gresik United, Persipura dan Semen Padang.

“Waktu yang sangat mepet antar pertandingan harus dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Gomes.

Laga Madura United Vs Sriwijaya FC sebagaimana disampaikan Manajer Madura United, Haruna Soemitro dijadwalkan akan dilangsungkan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. Hal itu, jelas Haruna, karena sejak awal memang akan terdapat sebanyak 5 pertandingan selama putaran kedua yang akan digelar di Pamekasan.

Selain laga Madura United Vs Sriwijaya FC yang dijadwalkan akan digelar di Pamekasan selama putaran kedua, juga terdapat pertandingan Madura United Vs Borneo FC  yang juga direncanakan akan digelar di Pamekasan. Sementara dua pertandingan kandang sisa, dipastikan akan digelar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) saat Madura United menjamu Bhayangkara FC dan Barito Putra.  ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer

Madura United Bermain Ikhlas, Kompak, dan Tampil Seperti Layaknya Orang Madura

PELATIH Madura United Gomes de Oliviera melemparkan pujian kepada pemain yang bermain tanpa beban untuk mengalahkan PS TNI 3-2 di Stadion Pakansari Bogor, Senin (18/9) malam WIB. Gomes mengatakan, gol cepat Bayu Gatra membuat pemain Madura United lebih percaya diri dan bersemangat. Karakter permainan tim yang sempat hilang di beberapa laga sebelumnya kembali muncul.

“PS TNI bukan tim gampang dikalahkan. Kami harus lari dan semangat selama 90 menit. Tadi pemain ikhlas dengan larinya, benturannya, dengan segalanya. Mereka lakukan dengan sungguh-sungguh makanya bisa menangkan pertandingan,” ujar Gomes.

“Sangat baik dengan skill full dan kerja sama. Itulah Madura yang sekarang ini, semua pemain sudah tahu harus fight untuk menangkan laga. Madura United kembali bermain fighting spirit seperti orang Madura, berani, suka jatuh bangun, dan menyerang untuk mencetak gol.”

“Cukup berhasil mereka kompak, meskipun sepuluh pemain, mereka berjuang sangat keras dan didukung suporter yang luar biasa dari Madura. Saya terima kasih untuk mereka, saya bahagia berada di Madura dengan orang selama ini sangat baik.”

Kemenangan ini membuat Madura United bertahan di posisi kelima dengan 42 poin. Laskar Sape Kerrab terus memberikan tekanan kepada PSM Makassar dan Persipura Jayapura yang berada di atas mereka. Meski demikian, Gomes mengaku tekanan dalam setiap laga itu normal.

“Setiap laga ada tekanan yang kuat. Tim yang bagus, tim yang dituntut ada di papan atas, pemain hebat, ada tekanan ada permintaan. Mereka tekan saya, saya tekan pemain, karena mereka bisa berbuat sesuatu. Susah kalau kami minta sama orang yang tidak bisa berbuat banyak. Adrenalin naik dan happy. Kemenangan ini harus kami nikmati betul,” tuturnya.  ***

goal.com  |  maduraunitedfc.com

Dengan Sepuluh Pemain Tersisa, Madura United Berhasil Curi Kemenangan di Markas PS TNI

MADURA UNITED berhasil mengunci tiga poin penting di Stadion Pakansari, markas PS TNI, Senin (18/09) malam WIB, pada pekan ke-24 Liga 1 2017. Skor akhir 3-2 mampu dirampungkan Laskar Sape Kerrap kendati harus bermain dengan 10 orang tersisa sejak menit 56′.

Kekalahan ini benar-benar menyakitkan untuk The Army yang pada enam pertandingan sebelumnya tak mampu meraih poin penuh. Total mereka menelan lima kekalahan dan satu kali imbang. Sementara bagi Madura United, kemenangan ini menjaga asa mereka untuk terus mengejar tangga juara dengan total 42 poin yang mereka raih sejauh ini.

Babak Pertama

Madura United bermain agresif sejak babak pertama dimulai, pada menit ketujuh mereka sudah mampu membobol gawang dari PS TNI kawalan Teguh Amiruddin. Bayu Gatra mencatatkan namanya di papan skor, setelah ia menerima umpan tarik Greg Nwokolo yang masuk ke kotak penalti dan bergerak ke ruang sempit.

PS TNI berupaya menyamakan skor, peluang emas pun tercipta melalui tendangan bebas Elio Martins di menit 12′. Tendangannya meluncur ke pojok atas kiri gawang Madura United yang dijaga oleh Angga Saputra dan mampu menepisnya. Kemelut pun terjadi, namun sodoran Kasim Slamat hanya berbuah sepak pojok.

Menit ke-23, Thiago Furtuoso berhasil mendapat ruang untuk menembak dari luar kotak penalti namun tendangannya melenceng. Enam menit kemudian, Bayu bergerak bebas di luar kotak penalti tanpa mendapat hadangan berarti dari pemain PS TNI, tapi tendangan jarak jauh yang ia lepaskan gagal menemui sasaran.

Pertahanan PS TNI tak begitu bagus pada laga ini, Madura United mampu mengeksplorasinya dengan mudah. Gol kedua Madura United tercipta pada menit ke-31 melalui Munhar yang memanfaatkan sepak pojok yang gagal diantisipasi dengan baik oleh Teguh. Munhar pun dengan bebas menghajar bola di mulut gawang.

Masuknya Erwin Ramdani menggantikan Agil Munawar membawa angin segar untuk serangan PS TNI. Terus menekan, gol tuan rumah akhirnya tercipta pada menit 43′ lewat tendangan bebas yang bagus dari Hong Soon-hak. Pemain asal Korea Selatan meluncurkan tendangan keras ke gawang Angga Saputra.

Greg menebar ancaman di pengujung laga, tapi tendangan bebasnya dari jarak ideal membentur mistar gawang PS TNI. Tambahan waktu tiga menit ditetapkan oleh wasit, namun tidak ada gol tambahan tercipta untuk kedua tim, sehingga skor 2-1 untuk Laskar Sape Kerrap bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Belum dua menit babak kedua berjalan, PS TNI mampu menyamakan skor menjadi 2-2. Umpan diagonal dari Erwin Ramdani ke sisi kanan pertahanan Madura United disambut oleh Redouane Zerzouri dengan kaki kiri. Elio Martins kemudian menyambut bola dan menjadikannya gol penyama kedudukan.

Pertandingan terhenti pada menit 53′, itu ketika Erwin yang menekel Guntur Ariyadi kemudian mengerang kesakitan karena terinjak. Wasit pun akhirnya berdiskusi dan memberikan kartu kuning kepada Erwin dan kartu merah kepada Guntur. Fachruddin Aryanto yang melakukan protes ikut dikenakan kartu kuning.

Wasit Rysbek Sherkerbekov asal Kyrgyzstan kembali menghentikan laga ketika bola keluar pada menit 60′. Ia mengusir Haruna Soemitro selaku manajer Madura United untuk meninggalkan bangku pemain karena dianggap terlalu banyak melakukan protes di pinggir lapangan tak menerima kartu merah pemainnya.

Pertandingan berlanjut dan PS TNI makin gencar menyerang, Hong Soon-hak pada menit 63′ melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tipis saja meluncur di atas mistar. Menit ke-65, Wawan Febrianto masuk menggantikan Nufiandani demi menambah daya gedor dari pasukan arahan Ivan Kolev.

Sepuluh pemain tersisa tak membuat Madura United surut untuk bisa mengemas tiga angka. Dane Milovanovic  yang masuk sebagai pemain pengganti di menit 55′ mencatatkan namanya di papan skor. Tendangan penjuru disambut Fachruddin dengan sundulan, yang kemudian disambar Dane. 3-2, menit 73′.

PS TNI dalam kondisi frustrasi meski unggul jumlah pemain, Wawan sempat mengancam tapi tak menemui hasil. Waktu tambahan enam menit diberikan dan rupanya hal itu tak menolong PS TNI untuk terhindari dari kekalahan ke-12 musim ini. 3-2 untuk Madura United dengan 10 pemain, di Stadion Pakansari.

Susunan Pemain

PS TNI: Teguh Amiruddin; Agil Munawar (36′ Erwin Ramdani), Franklin Anzite, Safri Al Irfandi, Abduh Lestaluhu; Manahati Lestusen, Hong Soon-hak, Kasim Slamat; Ahmad Nufiandani (65′ Wawan Febrianto), Elio Martins, Redouane Zerzouri.

Madura United: Angga Saputra; Rendy Siregar (51′ Dane Milovanovic), Munhar, Fachruddin Aryanto, Andik Rama; Guntur Ariyadi, Asep Berlian (72′ Engelberd Sani), Slamet Nurcahyono (79′ Rizky Dwi Febriyanto); Bayu Gatra, Thiago Furtuoso, Greg Nwokolo.  ***

 

goal.com  |  maduraunitedfc.com

Performa Makin Bagus, Sangat Mungkin Dimainkan Sejak Awal

DEBUT come back Dane  “The Batman Face” Milovanovic bersama Madura United, pada pertandingan melawan Arema Fc berjalan mulus. Pemain plontos tersebut ikut andil dalam membungkam Arema Fc dengan skor 2-0.  Meski, pada pertandingan tersebut Dane hanya bermain usai babak kedua berjalan.

Pada pertandingan melawan PS TNI nanti, Gomes Olivera memberikan signal akan memainkan Dane Milovanovic sejak menit awal. Akselarasi Dane bersama  Asep Berlian dan Slamet Nurcahyo di  lini tengah Madura United diharapkan hidup kembali.

“Sangat mungkin Dane kami mainkan sejak menit awal. Sejak bergabung, peningkatan performanya makin bagus,” ungkap Gomes.

Pada sesi latihan tadi malam, Dane memang terlihat dipersiapkan sebagai opsi utama untuk memperkuat kedalaman skuad Laskar Sape Kerrab. “Adapatasi Dane setelah istirahat lama sangat bagus. Tentunya ini menjadi hal yang menggembirakan untuk pertandingan besok,” imbuh Gomes.

Dane sendiri, mengungkapkan dirinya sangat siap jika pelatih memintanya bermain sejak menit awal. Bahkan, Dane mengaku secara fisik, dirinya sangat siap bermain penuh selama 90 menit jalannya pertandingan.

“Akan menjadi sesuatu yang luar biasa bagi saya jika diberikan kesempatan bermain 90 menit. Saya sangat ingin menuntaskan janji cukur brewok saya,” ucap pemain bernomor punggung 13.

Berbeda dengan Dane yang mengalami peningkatan dalam kesiapan fisik, Madura United terancam tidak memainkan Slamet Nurcahyo. Pemain bernomor punggung 10 tersebut sejak merapat ke Bogor kemarin lusa, mengalami sedikit demam. Kendati demikian, Slamet sebagaimana diakui sendiri, tidak mengalami problem serius dengan flu yang dialaminya.

“Sangat bisa untuk bermain besok. Bukan flu berat dan ini juga sudah mulai mendingan,” ucap Slamet.

Slamet Nurcahyo menjadi sosok penting dalam kebangkitan Madura United di putaran kedua. Setelah selama 4 pertandingan tidak pernah menang, Slamet   menjadi pencetak dua gol kemenangan Madura United atas Arema Fc. Dua gol yang dilesakkan Slamet juga menjadikan pemain yang kerap disapa SNC tersebut memutus trend negatif Madura United di putaran kedua.  ***

maduraunitedfc.com/Media Officer

Madura United Mewaspadai Soliditas PS TNI yang Sangat Kuat Berlari…

LAGA Madura United vs PS TNI yang akan tersaji nanti malam di Stadion Pakansari Bogor, adalah pertemuan ke- 5 bagi keduanya. Dari 4 pertemuan sebelumnya, PS TNI adalah tim yang belum pernah menang atas Madura United. Kondisi tersebut, diakui Gomes Olivera, sebagai motivasi bagi skuadnya untuk terus mempertahankan superioritas atas tim yang berjuluk The Army.

Sejak ditangani Gomes, Laskar Sape Kerrab tercatat pernah ditahan imbang 2-2 di gelaran Pialal gubernur Kaltim  awal tahun 2016. Sementara di ajang TSC, Madura United tercatat mampu memenangi pertandingan dari dua kali leg yang mereka jalani. Yakni, menang 2-1 di Stadion Siliwangi Bandung dan menang 4-1 di Stadgion Gelora Bangkalan.

Hasil impreasif dengan mencetak gol banyak kembali tersaji saat Madura United menjamu PS TNI di Leg pertama Liga 1 Gojek Traveloka, dengan kembali menang besar 4-1. Kendati dalam sejarah pertemuan keduanya Madura United masih superior, bukan berarti Madura United akan mudah menghadapi pertandingan nanti malam. Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan harus berjibaku dengan tantangan menguji konsistensi bangkit setelah menang atas Arema Fc dan juga harus bermain di bawah tekanan tuan rumah yang lebih memahami kondisi lapangan Stadion Pakansari.

“Target pada pertandingan hari ini adalah melanjutkan konsistensi dari kemenangan atas Arema kemarin. Memang bukan perkara mudah, karena para pemain harus menghadapi soliditas mereka yang sangat kuat dalam berlari,” ungkap Gomes Olivera, pelatih kepala Madura United.

Pada lagan nanti, Madura United harus datang dengan kondisi timpang. Fabiano Beltrame dipastikan absen setelah akumulasi kartu kuning. Laskar Sape Kerrab juga harus kehilangan Peter Odimwingie yang masih dalam masa perawatan atas cedera jempol kakinya.

Kondisi tersebut, diakui Gomes memang bukan halangan bagi timnya untuk menggapai target yang dicanangkan pada pertandingan nanti. Menurutnya, kolektivitas timnya saat mengalahkan Arema Fc harus kembali ditunjukkan pada pertandingan menghadapi The Army.

“Untuk bisa tetap bersaing di papan atas, pilihannya harus bisa memenangi pertandingan hari ini. Motivasi pemain untuk itu, sangat tinggi. Berbagai persiapan juga sudah kami jalankan dengan maksimal,” imbuh pelatih asal Brasil tersebut.

Madura United sendiri, saat ini tercecer di peringkat 5 besar klasemen sementara setelah pada 4 pertandingan pasca putaran kedua, hanya berhasil meraih 1 poin. Momen bangkit Madura United baru tersaji pada pertandingan ke-6 di putaran kedua dengan mengalahkan Arema Fc  2-0. Mempertahankan kebangkitan timnya setelah sempat terpuruk, diakui Asep akan menjadi pertaruhan pada pertandingan nanti.  ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer


© 2017 Madura United FC
Switch to desktop version