Kamis, 23 November 2017

Haruna Soemitro :
Liga Ini Menjadi Liga ‘Gojekan’….

LAGA Madura United melawan Bhayangkara FC berakhir dengan skor 3-1.  Hasil tersebut menjadikan Madura United harus memupus harapan untuk  bersaing kembali memperebutkan juara.  Tak heran, menjalani  pertandingan berikutnya, Presiden Madura United, Achsanul Qosasi (AQ) menyampaikan kepada para pemainnya agar  tidak terbebani  dan menganggap pertadingan melawan PSM Makassar sebagai ajang ujicoba saja.

“Pertandingan selanjutnya jangan sampai merasa ada beban. Anggap sebagai pertandingan ujicoba karena kompetisinya sudah begini,” ucap AQ, dengan sedikit menyindir proses pertandingan yang berlangsung Rabu (08/11) malam.

Pada pertandingan tersebut, Madura United harus menjalani pertandingan dengan komposisi 8 pemain saja. Itu terjadi, setelah Peter Odemwingie, Fandi Eko dan Rizky Dwi mendapatkan kartu merah pada pertandingan tersebut. Jumlah 3 kartu merah tersebut adalah yang terbesar sejak pelaksanaan Liga 1 musim ini.

Sejak menit awal jalannya pertandingan,  para pemain Madura United  sebagaimana disampaikan Manajer Madura United, Haruna Soemitro, sudah terlihat mendapatkan perhatian lebih dari wasit. Itu dimulai dari pelanggaran keras terhadap Bayu Gatra oleh pemain belakang Bhayangkara yang justru dianggap tidak ada pelanggaran.

Sikutan pemain belakang Bhayangkara tersebut juga menyebabkan kepala bagian belakang Bayu berdarah. Kondisi itulah yang menyebabkan Bayu Gatra harus mendapatkan perawatan pertama di lapangan.

Detik berikutnya, giliran Peter Odemwingie ditekling keras dari belakang oleh Indra Kahfi. Tekling tersebut menyebabkan tulang kering Peter bengkak dan sebagian kaos kakinya lepas. Pengambilan kaki Peter dari belakang tersebut hanya mendapatkan kartu kuning dari wasit. Atas insiden tersebut, para pemain Madura United mencoba mempertanyakan pada wasit kenapa tidak mendapatkan kartu merah.

Aksi tekling keras pemain Bhayangkara kembali terjadi pada Bayu Gatra, namun tak ada peluit pelanggaran terhadap pemain Bhayangkara.  Justru, saat  Peter Odemwingie melakukan tendangan keras dengan cara balik badan dan kena pada kaki Indra Kahfi, wasit langsung memberikan kartu merah.

“Ada banyak kelucuan dalam pertandingan tadi. Saat pemain lawan mengambil pemain Madura United dari belakang, wasit abai. Sementara pada pemain Madura United sangat ringan kartu. Liga ini menjadi liga gojekan (guyonan – Red),” ulas Haruna.  ***

 

maduraunitedfc.com/Media Officer


One thought on “Haruna Soemitro :
Liga Ini Menjadi Liga ‘Gojekan’….”

  1. AQ

    “melakukan tendangan keras dengan cara balik badan dan kena pada kaki Indra Kahfi”

    Saya rasa adminnya tidaknonton pertandingan. Lihat deh di Youtube, Odemwingie ada di belakang Indra Kahfi, terlihat jelas dia mengincar kaki Indra, dan jdeerrr, dia tendang dengan keras. Lihat deh, biar ga asal nulis.


Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*


© 2017 Madura United FC
Switch to desktop version