FACHRUDDIN W. ARYANTO

Dia Hanya Mencetak 3 Gol dalam Karirnya sebagai Pesepakbola

Dia tentu merasa bahagia kemarin mampu mencetak gol berkat sang 'Raja Assist' Slamet Nurcahyo. Tetapi, dia tentu tidak puas karena Madura United hanya bisa bermain imbang lawan Borneo FC. | maduraunitedfc.com/HENDRA

Saturday, 14/10,2017

DIA menjadi sosok penting dalam laga terakhir di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP), Pamekasan, Jumat (13/10) malam. Dialah Fachrudin Wahyudi Aryanto atau sering disapa F26. Dia memang memilih nomor punggung 26. Seorang pemain bertahan yang sudah berulang kali memperkuat Timnas. Hasil imbang 1-1 Madura United saat menjamu Borneo FC kemarin, menjadikan nama Fachruddin (yang juga mantan Persepam) kian terngiang di publik Pamekasan khususnya, Madura umumnya.

Gol saat lawan Borneo FC kemarin, adalah gol kedua Fachruddin berbaju Madura United. Atau gol ketiga jika digabung saat Fachruddin berbaju Sriwijaya FC. Tiga gol dicetak seorang pemain belakang dalam karirnya sebagai pesepakbola. Dia tentu merasa bahagia kemarin mampu mencetak gol berkat sang ‘Raja Assist’ Slamet Nurcahyo. Meski, dia seornag pemain bertahan… Tetapi, dia tentu tidak puas karena Madura United hanya bisa bermain imbang lawan Borneo FC.

Pemain yang beberapa waktu lalu melangsungkan resepsi pernikahan itu, banyak diakui ideal sebagai pemain belakang (bek). Seorang bek berkualitas. Berulang kali dia dipanggil pelatih Timnas pada 2016 dan 2017 ini. Dengan tinggi sekitar 184 cm, Fachruddin yang lahir di Klaten, 19 Februari 1989 ini mengaku tak mulus dalam perjalanan karirnya.

“Dulu saat kecil saya sering ditolak seleksi, seperti ikut Popda (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) dan tim-tim junior lainnya. Tapi, saat itu saya terus disemangati agar bisa lebih baik lagi,” tuturnya. Menurutnya, peran orangtua sangatlah penting lantaran tak pernah putus menyemangatinya. Hobinya bermain sepakbola di masa lalu selalu mendapatkan dukungan bapak dan ibunya.

Dua sosok itulah yang memberikan izin, bahkan lebih tepatnya merekomendasikan Fachruddin untuk masuk sekolah sepakbola (SSB) di kampungnya, Klaten. Bila lebih diperincikan lagi, sosok Pakde atau pamannya ikut andil membuat Fachruddin sebagai pesepak bola profesional. “Dulu ceritanya pakde saya itu seorang guru olahraga di sekolah. Temannya ada yang membuka SSB. Akhirnya saya didaftarkan di SSB itu saat kelas 4 SD,” kenangnya.

Setelah mengabdi selama lima tahun di Sleman, Fachruddin memilih hijrah ke Madura. Ia bergabung bersama Persepam Madura di bawah asuhan Daniel Roekito. “Mungkin alasan pertama karena dekat dengan keluarga. Saya juga punya hubungan baik dengan pemilik Madura United. Itu pertimbangan saya gabung ke Madura United,” jelasnya dalam sebuah wawancara. ***

berbagai sumber  |  maduraunitedfc.com

SILAKAN TULIS KOMENTAR ANDA

Your email address will not be published. Required fields are marked *


NEWS FEED

Jalani Latihan di Jakarta Sebelum Bertolak Papua

Wednesday, 16/05,2018

Usai memenangi pertandingan atas Persija Jakarta,  Madura United dijadwalkan masih akan melanjutkan pertandingan ke kandang Persipura Jayapura pada 19 Mei mendatang. Sebagai rangkaian dari pertandingan lawatan bersambung, sebagian pemain Madura United  yang dijadwalkan  ikut serta dalam pertandingan melawan Persipura diminta … >>

OK Jhon: Madura Bagaikan Keluarga

Wednesday, 16/05,2018

Madura, sebagai salah satu pulau yang baru menapaki kompetisi sepakbola nasional dalam dekade terakhir mulai menjadi salah satu refrensi pemain professional. Selain pemain lokal yang pernah memperkuat Timnas, beberapa pemain asing dan juga pemain yang berstatus naturalisasi  merapat ke Madura … >>

Hadapi Persipura, Madura United Tanpa Fabiano-Benny

Wednesday, 16/05,2018

Pertandingan Madura United di pekan 9 menghadapi tuan  rumah Persipura Jayapura diapstikan akan tampil pincang.  Sebabnya, Fabiano  Beltrame dan Benny Wahyudi dipastikan harus absen dalam pertandingan tersebut. Keduanya, saat ini harus menjalani hukuman  akumulasi kartu kuning setelah mendapatkan 3 kartu … >>

Taklukkan Persija di GBK, Apa Yang Tersisa?

Wednesday, 16/05,2018

Menjalani pertandingan di Gelora Bung Karno, bagi skuad Madura United adalah kebanggaan tersendiri. Sebabnya, sejarah tim sepakbola asal Madura menjalani pertandingan di GBK baru terjadi kemarin lusa. Tak heran, Imam Nahrawi yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan … >>

Tak Gadai Profesionalisme

Friday, 11/05,2018

Madura United FC akan menyambangi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dalam lanjutan Liga 1 2018. Asuhan Milomir Seslija akan menguji keperkasaan Persija Jakarta di kandang, Sabtu (12/05) dengan jam kick off 21.00 Wib.

Lawatan kali ini, semua Laskar Sape … >>

Berbekal Motivasi dan Mimpi Laga Perdana Tim Madura Bermain di GBK

Friday, 11/05,2018

Pertandingan Madura United di pekan ke-8 Liga 1 musim ini terasa  special. Sebabnya, Laskar Sape Kerrab akan menghadapi tuan rumah Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Bagi Madura United dan bagi tim asal Madura lainnya, pertandingan melawan Persija … >>

KOMPETISI MASIH PANJANG, FOKUS, FOKUS, FOKUS

Tuesday, 24/04,2018

Kompetisi Liga 1 Gojek musim ini, resmi menyelesaikan pertandingan pekan ke-5. Sebagai pertandingan penutup di pekan ke-5, Bhayangkara Fc berbagi angka dengan Persela Lamongan dengan skor 1-1. Posisi Madura United di pekan ke-5 mengalami perbaikan dari pekan sebelumnya, kini skuad … >>

Milo Tertarik Budaya Madura

Tuesday, 24/04,2018

Pertama kali menjadi pelatih klub asal Pulau Garam, pelatih kepala, Milomir Seslija langsung jatuh cinta terhadap budaya Madura. Ia menyebutkan suka terhadap kerapan sapi yang sudah populer di Madura.

“Saya tertarik dengan budaya-budaya Madura. Saya senang bisa ada di sini. … >>