Pencabutan Regulasi Pemain U23 Merugikan Madura United?

Tidak adanya kepastian bahwa regulasi kewajiban memainkan pemain U23 akan dicabut secara permanen, menjadikan Madura United tidak banyak melakukan perburuan pemain lokal. Madura United hanya melakukan tambal sulam pemain untuk pengganti Sanogo dan pengganti Dane yang dikemudian hari dipanggil kembali. | maduraunitedfc.com/HENDRA

Tuesday, 5/09,2017

PENCABUTAN regulasi pemain U23 pada kompetisi Liga 1 Gojek Traveloka   sedikit banyak merugikan Madura United. Hal tersebut, diakui Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi. Menurutnya, pencabutan secara permanen saat proses pendaftaran pemain ditutup mengakibatkan skuad Madura United memiliki komposisi pemain yang sangat minim.

“Kita hanya menduga bahwa akan ada pencabutan regulasi secara permanen. Tetapi keputusan pastinya justru terjadi saat proses pendaftaran pemain sudah ditutup baru ditegaskan bahwa regulasi  kewajiban memainkan pemain U23 dicabut,” ungkap AQ.

Sebelumnya, pencabutan regulasi kewajiban memainkan pemain U23 dilakukan oleh PSSI untuk waktu sementara anatara medio Juli hingga Agustus. Dalam surat terdahulu, PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru menyampaikan bahwa akan dilakukan evaluasi kembali pada September.

Tidak adanya kepastian bahwa regulasi kewajiban memainkan pemain U23 akan dicabut secara permanen, menjadikan Madura United tidak banyak melakukan perburuan pemain lokal.  Madura United hanya melakukan tambal sulam pemain untuk pengganti Sanogo dan pengganti Dane yang dikemudian hari dipanggil  kembali.

Sementara para pemain lokal Madura United yang usianya sudah diatas 23 tahun, sejak awal musim lalu sudah kadung dilego ke klub lain. Seperti Rizhadi Fauzi dan Rossy Noprihanis. Bahkan, pada awal Agustus lalu, Eliazher Thoncy Maran juga dipinjamkan oleh Madura United.

Pilihan untuk melego para pemain Madura United di atas usia 23 tahun tersebut, jelas Manajer Madura United agar memiliki kesempatan bermain lebih baik di klub barunya karena mereka harus berbagi antrean bermain dengan pemain U23.

“Dalam regulasi kan butuh ketegasan bukan hanya isyarat. Andai pencabutan secara resmi dilakukan sebelum masa pendaftaran pemain ditutup mungkin tentunya klub memiliki perencanaan yang lebih baik,” ungkap Manajer Madura United, Haruna Soemitro.

Saat masih diwajibkan memainkan pemain U23, Madura United bersama-sama dengan PSM Makassar bisa menunjukkan prestasi lebih baik. Selain kedua tim tersebut, Persela Lamongan juga mendapatkan keuntungan dari pemberlakukan pemain U23. Pasca pencabutan regulasi tersebut, tim-tim yang pada awalnya lebih menata komposisi tim dengan skuad U23 mengalami penurunan prestasi. Seperti PSM Makassar yang pada awalnya kokoh sebagai pemuncak klasemen akhirnya terjerambab ke peringkat menengah. ***

 

maduraunitedfc.com/MO

SILAKAN TULIS KOMENTAR ANDA

Your email address will not be published. Required fields are marked *


NEWS FEED

Pintu Seleksi Pemain Putera Daerah Terbuka Lebar

Wednesday, 22/11,2017

MESKI baru empat pemain putra daerah yang menyatakan minat untuk ikut seleksi dalam skuad Madura United, pihak manajemen Madura United, sebagaimana disampaikan Manajer  Haruna Soemitro masih membuka lebar pintu seleksi untuk pemain putera daerah. Menurutnya, program Madura Memanggil yang disetujui … >>

Dia Stop Bicara Bola… Dia Sedang Menunggu Jadi Ayah…

Tuesday, 21/11,2017

LIBUR pasca kompetisi, dimanfaatkan betul oleh Bayu Gatra Sanggiawan. Pemain asal Ledokombo Jember init mengaku selama masa libur ingin puasa berbicara sepakbola. Hal itu, jelas Bayu karena dirinya saat ini ingin menikmati status sebagai calon ayah dari jabang bayi yang … >>

“Nanti, Kalau Sudah Pasti akan Saya Sampaikan…”

Tuesday, 21/11,2017

WINGER timnas Indonesia di Piala AFF 2016, Andik Vermansyah menjadi buruan Madura United. Bahkan manajemen Laskar Sapeh Kerrab siap membayar dengan gaji tinggi. Namun hingga saat ini, mantan pemain Selangor FA tersebut belum mau berkomentar lebih jauh soal itu. Termasuk … >>

Slot Pemain Madura United Sangat Tergantung dengan Agenda PSSI

Monday, 20/11,2017

PERSIAPAN Madura United untuk mengikuti kompetisi musim depan, sementara ini masih proses menetapkan proyeksi calon pemain musim depan.  Beberapa nama pemain yang masuk dalam proyeksi skuad musim depan, sebagaimana disampaikan Manajer Madura United, Haruna Soemitro masih baru proses komunikasi.

Baru … >>

Direnovasi Agar Pemain Lebih Nyaman

Friday, 17/11,2017

MESS pemain Madura United di Bangkalan, tepatnya di Desa Mertajesah, Bangkalan, meski dalam kondisi tidak dihuni pemain, dipastikan masih akan tetap riuh riak dengan aktivitas banyak orang. Sebabnya, mess yang sudah dua musim ini ditempati para pemain Madura United, sejak … >>

Keempat Pemain Madura United Inilah yang Paling Banyak Bertanding

Friday, 17/11,2017

SELAMA kompetisi Liga 1 musim ini, pemain Madura United terdapat sebanyak 24 pemain. Dari jumlah tersebut, dalam setiap pertandingan selama masih diberlakukan regulasi 3 pemain U22, jumlah pergantian pemain bisa dilakukan sebanyak 3 kali + 2. Yakni, 3 kali pergantian … >>

Madura United Paling Sering Tanpa Pemain Asing

Thursday, 16/11,2017

PERJALANAN Madura United di kompetisi musim ini berjalan dengan penuh liku. Banyak catatan menarik dari perjalanan Fabiano Beltrame dan kawan-kawan. Puncaknya, Madura United finish di peringkat 5 klasemen akhir kompetisi Liga 1. Hasil tersebut, sebagaimana disampaikan Manajer Madura United, Haruna … >>

Madura United Tercatat Melakukan 605 Pelanggaran

Wednesday, 15/11,2017

KOMPETISI Liga 1 musim ini resmi berakhir bersamaan dengan selesainya laga pekan ke-34 dan Madura United sebagai wakil dari Pulau Garam berhasil finis di posisi kelima klasemen akhir.

Keberhasilan menembus lima besar klasemenen di akhir musim tidak lepas dari statistik … >>