M. Ridwan Trial Satu Pekan
Madura United FC - kembali menggelar trial penjaga gawang. Kali ini giliran Muhammad Ridwan yang mencoba keberuntungan.Manajer Madura United Haruna Soemitro, kiper tersebut masih belum dipastikan akan berkostum Madura United, karena masih akan dipantau selama satu pekan ini."Dia hanya disepakati akan dilihat kondisinya selama satu minggu, kalau memenuhi standar kami, kenapa tidak," terang mantan ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Timur ini.Sementara, Ridwan sudah mengikuti latihan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Rabu (13/2) sore, dalam arahan Dejan Antonic. Pemain kelahiran Banten ini juga mendapat kesempatan untuk langsung ambil bagian dalam mini game bersama Rafit Ikhwanuddin dan Fawaid Ansory.Akan tetapi, Pelatih Penjaga Gawang Madura United Kurnia Sandy juga mengaku, belum memastikan tempat di Laskar Sape Kerrab. Lantaran, dia tidak dapat menilai dengan waktu singkat."Saya masih belum bisa berbicara banyak soal dia. Dia baru bergabung dan harus merasakan suasana baru di sini dan pola latihan di sini. Kalau bisa (adaptasi), ya lanjut ataupun tidak," ujar mantan kiper Timnas Indonesia ini usai pimpin latihan.Kurnia Sandy juga mengimbau agar menunjukkan penampilan yang impresif dalam latihan game. Serta, dia harus sangat semangat mengikuti latuhan seoama satu pekan ini.Sedangkan, Ridwan mengaku sangat senang bisa mendapatkan kesempatan trial bersama Greg Nwokolo dan kawan-kawan. Pasalnya, dia berharap bisa menjadi bagian dari tim ini."Pastinya senang sekali dapat kesempatan menunjukkan kemmapuan di klub besar ini. Harapannya, pasti bisa berlanjut terus musim ini bersama teman-teman baru yabg tadi menyambut saya baik sekali," tuturnya.Sebelumnya, terdapat Dian Agus yang mencoba trial di finalis Piala Gubernur Kaltim (PGK) I 2016 tersebut. Sayang, mantan kiper Tim Garuda itu tidak beruntung dan kini berlabuh ke Persela Lamongan.***
Beto Berpeluang Tampil Lawan Sriwijaya FC
Madura United FC - Striker Madura United Alberto Goncalves yang dipinjam Persija Jakarta dalam mengarungi kualifikasi Liga Champion Asia 2019, memiliki kans membantu Greg Nwokolo dan kawan-kawan pada babak 16 besar Piala Indonesia. Dalam babak 16 besar Piala Indonesia, Madura United dijadwalkan akan menghadapi Sriwijaya FC.Pulangnya pemain yang akrab disapa Beto itu, tidak terlepas dari gagalnya Macan Kemayoran (julukan Persija Jakarta) melaju ke fase kualifikasi terakhir, setelah takluk dari Newcastle Jets Australia,Selasa (12/2) dengan skor 3-1. Hal itu membuat penyerang naturalisasi ini memiliki niat untuk pulang ke Madura United. Diperkirakan, Beto akan tiba di Madura dalam kurun waktu dua hari ini.Sejatinya, kompetisi internasional Bambang Pamungkas cs ini, masih tersisa satu, yakni Piala AFC 2019. Sebab, tim tersebut menjadi juara Liga 1 2018 dan berhak mendapatkan satu slot kompetisi tersebut bersama PSM Makassar.Kendati demikian, ujung tombak berdarah Brasil ini masih menjalin komunikasi dengan manajer Madura United Haruna Soemitro dan agennya untuk membahas peminjaman itu. Jika jasanya tidak dibutuhkan, dia akan kembali ke rumahnya yang sesungguhnya.“Saya masih bicara sama manajer dan sama agen saya. Mungkin saya kembali dua hari ini, mungkin saya sudah kembali ke Madura.Tapi kalau Persija mungkin minta untuk menjadi bagian di Piala AFC. Tidak tahu itu, terserah mereka, pokoknya saya pemain Madura. Saya kembali ke Madura dan latihan di sana,” jelasnya.Sementara rekan satu timnya, Jaimerson Xavier yang juga dipinjam tim besutan Ivan Kolev itu, sudah pulang lebih awal. Pasalnya, dia tidak bisa bermain lantaran hukuman akumulasi kartu musim lalu dan masih belum memperpanjang kartu izin tinggal sementara (kitas).Soal sinyal kembalinya Beto, Pelatih Madura United Dejan Antonic menyambut dengan baik, karena bisa cukup membantu Madura United dengan jam terbangnya yang sudah banyak.“Sukup positif bagi kami, cukup bagus. (Dia) salah satu pemain yang memiliki pengalaman bagus dan dapat membantu tim ini. Saya sebagai pelatih senang, karena kami punya pemain seperti dia,” jelas mantan pelatih Borneo FC ini.Sebelumnya Dejan menjelaska, besarnya tim ini tidak hanya karena dihuni banyak pemain berkelas,namun, kerja sama tim.“Lagi, satu tim kuat bukan karena kami punya superstar. Satu tim bagus karena kami kerja sama-sama untuk Madura. Kalau kami sudah siap, pasti bisa bikin Madura lebih besar, lebih terkenal, dan Puji Tuhan kami dapat satu tropi musim ini,” tandasnya.***
Abimanyu Enggan Diperlakukan Istimewa
Kendati Ada Ayahnya di Jajaran PelatihMadura United FC - Pertandingan uji coba yang mempertemukan Madura United menjamu Timnas Indonesia U22 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Selasa (12/2), dijadikan ajang memperkenalkan pemain baru yang direkrut, salah satunya Syahrian Abimanyu.Gelandang Timnas Indonesia U19 tersebut ditemani Direktur PT. Polana Bola Madura Bersatu (PT. PBMB) Ziaul Haq menyapa suporter Madura Bersatu yang hadir langsung ke stadion untuk menyaksikan pertandingan ini.Kehadiran pemain muda bertalenta ini, nampaknya bisa jadi magnet baru bagi penonton untuk terus mendukung Laskar Sape Kerrab bertanding. Bagaimana tidak, sekadar menyapa saja, mampu meriuhkan seisi stadion dengan tepuk tangan. Padahal, dia hanya berdiri di pinggir garis lapangan dan tidak berkeliling untuk menyapa satu per satu. Namun tidak cukup dengan menyapa, kualitas eks pemain Sriwijaya FC ini tetap akan diuji saat bertanding. Perkenalan Abimanyu ke publik Madura, juga dilakukan dengan menunjukkan surat penandatanganan kontrak bersama Madura United. Kali ini, dia didampingi oleh Manajer Laskar Sape Kerrab Haruna Soemitro. Kendati sudah lama diumumkan oleh klub, momentum tersebut menjadi berbeda, karena Abimanyu baru pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Madura dan baru bergabung sebagai salah satu anggota kelurga baru Laskar Sape Kerrab.“Tentu sangat senang sekali sudah bisa bertemu dengan ribuan suporter yang hadir langsung, dan sambutan mereka sangat istimewa sekali, dan teman-teman yang belum ketemu di Cilegon juga sangat welcome kepada saya,” kata Abimanyau saat kembali ke tribun usai diperkenalkan.Di samping itu, pemain ini akan bekerja satu klub dengan ayahnya, yaitu Rasiman yang menjabat sebagai asisten pelatih yang lebih dulu bergabung pada paruh musim 2018 saat ditangani Gomes de Oliviera.Kendati demikian, Abimanyu menyangkal akan diperlakukan istemewa oleh Rasiman. Dia mencontohkan, saat di Sriwijaya FC yang tidak pernah sekalipun mendapatkan perlakukan khusus.“Tidak akan, itu tidak mungkin terjadi. Kami sama-sama profesional dan tidak ada istilah keluarga, maksudnya menyangkutpautkan kelurga dalam pekerjaan, lihat waktu di Sriwijaya, kalau saya salah ya juga diberi arahan,” tegasnya.Abimanyu juga meminta maaf, sebab belum bisa bergabung latihan dengan rekan satu timnya, Pasalnya, dia masih dalam tahap pemulihan cedera. Dan, dia berjanji akan segera merapat saat sudah pulih.***
Gol Pembuktian Performa Slamet
Madura United FC - Gol semata wayang Madura United kala menghadapi Timnas Indonesia U22 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Selasa (12/2) sore, lahir dari heading Slamet Nurcahyo di menit 40.Pemain yang identik dengan nomor punggung 10 ini, telah lama bermain bersama Madura United. Dia bergabung sejak tahun 2016. Selain itu, Slamet jadi pemain tertua di tim yang didukung suporter Madura Bersatu ini. Bahkan, pria kelahiran Jember ini sudah berusia 35 tahun dan akan menginjak ke 36 tahun per 11 Juni 2019.Tak ayal, jika Pelatih Madura United Dejan Antonic meminta agar Slamet untuk gantung sepatu dua tiga tahun lagi. Tapi, dia mengatakannya dalam nada bercanda dan situasi cair."Berhenti saja satu dua tahun nanti, atau sampai jadi legend Madura (United), gantung sepatu di tim ini," ujarnya sambil tertawa saat jalani official training kemarin lusa, (12/2).Soal gol kemarin sore, pemain yang lahir di Jawa Timur itu sangat bersyukur. Karena di usianya yang sudah tidak muda lagi, masih mampu menunjukkan performa yang handal. Padahal, Slamet sendiri mengaku, kebugarannya sudah menurun. Terkadang dalam pertandingan dengan tensi tinggi, bisa cepat merasa kelelahan.Sehingga gol yang diciptakannya tersebut, diharapkan bisa menjadi awal yang baik dalam mengarungi musim kompetisi di tahun 2019. Dia juga menyimpan asa dapat mencetak gol kembali di pertandingan resmi lainnya.Dua pertandingan resmi terakhir, mantan pemain Persebaya Surabaya ini tidak turun, atau pada saat melawa Cilegon United, baik leg pertama dan kedua, karena dalam kondisi kurang sehat.Namun saat uji coba melawan Fajar FC pada Januari lalu, dia mampu berbicara banyak dengan mencetak sepasang gol dari keunggulan 15 gol tanpa balas.***
Pelajaran Berharga dari Menit Akhir
Madura United FC - Uji coba terakhir Timnas Indonesia U22 bertemu Madura United FC di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Selasa (12/2) sore, berakhir imbang 1-1.Sejatinya, tuan rumah mampu memecah kebuntuan lebih dulu. Slamet Nurcahyo yang menjadi aktor usai menerima umpan matang Andik Vermansyah di menit 40. Sayang, tim besutan Indra Sjafri mampu menyamakan kedudukan di tambahan waktu babak kedua. Adalah, Marinus Waniwar yang mampu menaklukkan gawang M. Ridho Djazulie.Kendati demikian, Pelatih Madura United Dejan Antonic masih menampakkan raut kecewa. Karena, anak asuhnya mampu mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang."Kami mendominasi pertandingan, terutama babak pertama memiliki banyak peluang, seharusnya ada dua tiga peluang yang bisa jadi gol," ujar Dejan dalam konferensi pers.Namun pelatih berusia 50 tahun itu menilai, anak asuhnya mendapat banyak pelajaran dari uji coba kali ini. Terutama, cara mengamtisipasi gol terjadi di menit-menit akhir."Bisa ambil hasil positif dari uji coba ini, tapi gol itu bukan karena kurang konsentrasi, hanya kesalahan yang harus dibayar dengan gol, kami akan pelajari lagi," sambungnya.Sementara, Pelatih Garuda Nusantara Indra Sjafri juga senada, mengaku mendapatkan banyak pelajaran pada pertandingan ini. Sebab, Laskar Sape Kerrab memberikan tekanan yang luar biasa."Banyak pelajaran yang kami dapatkan untuk bahan evaluasi juga, karena setelah tiga pertandingan uji coba, kami akan mengevaluasi untuk menentukan 23 pemain," tutupnya. Sebagaimana diketahui, ketiga uji coba Timnas Indonesia selalu berakhir imbang. Sebelumnya saat melawan Bhayangkara FC berakhir dengan skor 2-2 dan Arema FC dengan skor 1-1.***

Gallery